Zou Chen baru selesai mandi dan memakai pakaiannya. Keluar dari kamar, dia menikmati waktu bersantai dengan duduk di kursi taman mansion nya.
Kedamaian dia rasakan saat kedua mata miliknya melihat keindahan bunga yang sedang bermekaran. Akan tetapi, ingatan tentang perlakuan keluarganya, membuat keindahan di sekitarnya perlahan memudar.
Zou Chen merasakan sakit di hatinya mengingat bagaimana dirinya diasingkan, kemudian di buang begitu saja. Selama tujuh tahun, dia benar-benar terisolasi dari keluarganya, dan tidak ada yang pernab menghubungi hanya sekedar untuk menanyakan kabarnya.
“Sial... Kenapa aku masih sakit hati saat mengingatnya?” gumam pelan Zou Chen yang merasa geram dengan sakit hati yang dirasakannya.
“Sebelum berhasil membalas perbuatan mereka, rasa sakit hati ini sepertinya tidak akan sembuh.”
Dengan tekad yang kuat, Zou Chen telah memiliki cara untuk membuat mereka menyesal karena telah membuangnya. Akan tetapi, dia tidak akan melakukannya secara langsung, melainkan secara perlahan.
“Tidak akan mudah membalas mereka. Aku butuh usaha ekstra untuk melakukannya, tapi sekali aku mendapatkan jalan, mereka akan masuk dalam genggaman tanganku.”
Zou Chen berjalan pergi meninggalkan taman, kemudian masuk ke ruang kerjanya. Zou Gao menyusul masuk tak lama setelah Tuan Muda nya itu duduk di tempatnya.
“Kepala keluarga Ling ingin secepatnya bertemu dengan Tuan Muda, dia juga mengundang kita menikmati makan malam di kediamannya,” kata Zou Gao menyampaikan tujuan masuk ke ruang kerja Zou Chen.
Zou Chen tersenyum sinis mendengar itu. “Zhou, Nathan, dan Bella akan segera datang. Biarkan mereka bertiga yang mengurus kerjasama dengan orang itu!” ujar Zou Chen.
“Kalau mereka bertiga berada di kota ini, bagaimana dengan perusahaan pusat di Kota London? Apa Tuan Muda ingin memindahkan pusat perusahaan di kota ini?” Zou Gao dengan heran menanyakan semua itu pada Zou Chen.
Zou Chen memang sudah berniat memindahkan pusat perusahaannya ke Kota Beijing, kemudian menjadikan perusahaan di Kota London, sebagai kantor cabang yang melayani pasar Eropa dan Afrika.
Untuk saat ini Zou Chen ingin semuanya terpusat di satu tempat yang sama, dan Kota Beijing terpilih sebagai tempat untuk menempatkan sebagian besar aset penting perusahaannya.
Begitu bangunan yang dia beli selesai direnovasi, dia akan mulai menekan bisnis keluarga Ling.
Dengan keberadaan Zhou dan Nathan yang pintar menarik perhatian investor, serta kemampuan Bella dalam bidang IT, rasanya bukan hal sulit kalau Zou Chen ingin memulai rencananya.
“Kota Beijing akan menjadi pusat perusahaan kita, tapi perusahaan di Kota London tetap memiliki posisi penting untuk memperluas pemasaran produk di kawasan Eropa, dan Afrika bagian utara,” jawab Zou Chen.
“Lalu bagaimana dengan Black Mamba? Apa Tuan Muda juga ingin mereka pindah ke kota ini?”
Zou Chen menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Zou Gao.
“Di sini sudah ada Xavi dan Xavier, serta tiga puluh anggota Black Mamba yang datang bersama mereka. Jadi, biarkan Juno, Rachel dan Lisa tetap berada di London, bersama sisa anggota Black Mamba.” ujar Zou Chen yang tetap ingin adanya penjaga perusahaan di Kota London.
Zou Gao merasa keputusan Tuan Muda nya sangat tepat, tetapi dia masih khawatir dengan keselamatan Zou Chen, yang mulai berurusan dengan keluarga Ling.
Dia tahu sekuat apa keluarga Ling, dan lagi ada Ling Hong yang menjadi orang kepercayaan Ling Feng. Seniornya Hong, kali ini aku tidak akan kalah darimu, kata Zou Gao membatin.
“Tuan Muda, sudah saatnya kita melakukan perekrutan untuk memperkuat Black Mamba. Dengan hanya beranggotakan enam puluh orang, itu sangat jauh dari jumlah kekuatan yang melindungi keluarga Ling.”
Zou Chen setuju dengan keinginan Zou Gao. Dia sendiri merasa kalau kekuatan Black Mamba masih terlalu lemah untuk bisa membuat nama mereka disegani oleh kekuatan dunia bawah.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang dimiliki, Zou Chen ingin ada seratus anggota baru Black Mamba dalam satu bulan, tetapi dia hanya menginginkan anggota yang setia, dan dapat dipercaya.
Setidaknya dalam satu tahun, Zou Chen ingin Black Mamba disegani oleh kekuatan dunia bawah. Walau itu sulit, dengan kekuatan orang-orang kepercayaannya, dia yakin dapat mewujudkan semua itu.
“Paman, lakukan yang terbaik untuk perkembangan Black Mamba, dan kekuatan kita,” ujar Zou Chen sebelum Zou Gao meninggalkan ruang kerjanya.
°°°
Siang hari di universitas.
“Kenapa kalian berdiri memenuhi jalan?” tanya Zou Chen pada lima pria yang menutup jalan menuju kelasnya.
“Pergilah sebelum hal buruk menimpa kalian!” Zou Chen membentak lima pria yang telah berani mengabaikan pertanyaannya.
“Kamulah yang bernasib buruk, karena telah berani menyinggung kami!”
Pria yang kemarin masih belum jera mengganggu Zou Chen. Kali ini dia kembali datang bersama empat anggota Big Five yang hobi bertarung, dan suka membuat keributan.
Senyum kemenangan terlihat di wajahnya, tapi senyumnya hilang saat dia merasa aneh dengan ketenangan yang ditunjukkan Zou Chen.
“Bernasib buruk? Itu tidak akan pernah terjadi padaku, setidaknya untuk saat ini,” ujar Zou Chen yang masih bisa tersenyum saat berada di hadapan kelompok Big Five yang paling ditakuti di universitas.
Empat pria lainnya yang melihat ketenangan Zou Chen, mereka mulai merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini.
Bagi mereka, ketenangan Zou Chen memiliki dua arti. Kalau bukan gertakan, ketenangan itu adalah ancaman bagi mereka.
Zou Chen yang melihat lima pria di depannya hanya diam, di memilih jalan memutar, untuk menghindari terjadinya keributan di universitas.
Sampai di kelas Zou Chen langsung duduk di tempatnya. Dia mengabaikan mahasiswa di kelasnya, yang asik membicarakan kesialan nya karena berani melawan Big Five.
“Cih .... apa juga yang harus ditakutkan dari sekumpulan anak manja?” gumam pelan Zou Chen yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri.
Zou Chen memutuskan membaca buku yang dia bawa, sambil menunggu dimulainya jam pertama.
“Syukurlah kamu tidak apa-apa!” kata Jennie yang baru saja datang bersamaan dengan empat orang lainnya.
Kelima orang itu sepertinya buru-buru masuk kedalam kelas setelah berpapasan dengan lima anggota Big Five, yang berada tidak jauh dari kelas mereka.
“Aku rasa mereka tadi hanya sekedar lewat, dan tidak ada maksud untuk menemuimu,” ujar Jerry, kemudian duduk di tempatnya tepat di belakang Zou Chen.
“Apa yang sebenarnya kalian bicarakan? Siapa juga yang hanya sekedar lewat dan tidak ada maksud untuk menemuiku?” tanya Zou Chen setelah mendengar pembicaraan teman-temannya.
“Itu, baru saja kelompok Big Five berada di dekat kelas kita, apa kamu tidak melihatnya?” ujar Hans menatap Zou Chen yang dengan tenang duduk di tempatnya.
“Oh mereka, aku melihatnya, dan mereka tidak semenakutkan seperti yang kalian katakan.”
“Bagiku mereka hanya sekumpulan anak manja, yang mencari popularitas dengan membawa nama besar keluarganya,” kata Zou Chen yang membuat kelima temannya menepuk jidat mereka sendiri.
°°°
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
On fire
😛🫣🫣🫣
2024-09-01
1
On fire
👍👍👍
2024-09-01
0
Yan Sofian
ini baru preman sejati
2024-08-01
0