Setelah menghabiskan banyak waktu bersenang-senang dengan Ling Meilin di mall, Zou Chen memutuskan pulang ke mansion miliknya, kemudian dia pergi ke ruang latihan di lantai bawah tanah mansion.
Terdapat dua tempat latihan berbeda, yang dibuat Zou Gao, atas permintaan Zou Chen. Ruang latihan pertama digunakan untuk melatih seni beladiri tangan kosong, dan latih tanding. Sedangkan ruangan kedua, khusus digunakan untuk melatih keterampilan menggunakan senjata jarak dekat.
Zou Gao juga telah menyiapkan tempat latihan khusus untuk melatih keterampilan menggunakan senjata api, dan senjata jarak menengah di bagian belakang bangunan mansion.
Zou Chen memulai latihannya dengan melakukan pemanasan ringan, kemudian dilanjutkan dengan mengasah keterampilan berpedang. Latihannya di tutup dengan melakukan latih tanding bersama Xavi, dan hasilnya kemenangan telak untuknya.
Xavi seorang ahli senjata api tentu bukan lawan sepadan dalam hal beladiri melawan Zou Chen. Akan tetapi, dia juga tidak pernah dapat menang dalam ketepatan beradu keterampilan menembak, dengan lawan yang sama. Keahlian Zou Chen sangat sempurna dalam semua hal, termasuk ahli mempermainkan nyawa musuhnya.
“Tuan Muda, besok pagi kita akan meresmikan pembukaan perusahaan kita di Kota Beijing. Apa Tuan Muda ingin mengundang tamu khusus, untuk menghadiri acara pembukaan perusahaan?” tanya Zou Gao yang sedang membantu Zou Chen membereskan peralatan yang baru digunakan dalam latihan.
“Undang saja perwakilan dari keluarga Ling, sekalian aku mau lihat, apa diantara mereka ada yang masih mengenaliku,” balas Zou Chen dengan senyuman tipisnya.
“Baik Tuan Muda, undangan akan segera aku kirim!” ujar Zou Gao, kemudian dia permisi meninggalkan Zou Chen.
Zou Chen tidak berharap kalau Ling Feng akan datang menemui undangannya, dia justru berharap yang datang adalah salah satu kakaknya.
“Tapi siapapun yang datang, aku yakin diantara mereka tidak akan ada yang mengingatku, kecuali Ibu dan Mei kecil,” gumam pelan Zou Chen.
“Lebih baik aku membersihkan diri dan segera istirahat, karena hari esok akan sangat melelahkan,” kata Zou Chen pada dirinya sendiri, kemudian pergi ke kamarnya.
Setelah melewati malam dengan tidur nyenyak nya, pagi ini Zou Chen telah bersiap menuju kantor perusahaannya, yang segera dia resmikan. Dengan stelan jas berwarna hitam, penampilan Zou Chen terlalu sempurna sebagai seorang pengusaha muda.
Kantor baru perusahaan Zou Chen berada di tempat sangat strategis, walau berada di pinggiran Kota Beijing. Selain di Kota Beijing, Zou Chen juga sedang membangun kantor cabang perusahaan di dua negara besar Asia Timur lainnya.
Tekadnya semakin besar untuk menguasai perekonomian dunia setelah namanya dicoret dari daftar anggota keluarga Ling. Jika sebelumnya dia cuma ingin menunjukkan kesuksesannya, sekarang Zou Chen sangat ingin menunjukkan kalau dirinya lebih baik dari mereka.
Sampai saat ini semua rencananya berjalan mulus sesuai keinginan, tapi dia tahu pada waktunya akan ada masalah serius, yang berasal dari kekuatan dunia bawah. Untuk itu dia terus meningkatkan kekuatan Black Mamba, yang di masa depan akan menjadi kekuatannya di dunia bawah.
“Selamat datang Bos! Kami tidak menyangka kalau Bos sendiri yang datang untuk meresmikan kantor baru perusahaan kita, dan tidak mewakilkan nya pada Paman Gao,” ujar Nathan, yang baru datang dari London, dan langsung saja pergi ke kantor barunya.
“Paman Gao tidak mungkin datang, karena aku mengundang perwakilan dari keluarga Ling. Kalau mereka tahu keberadaan Paman Gao, tentu mereka akan curiga dengan keberadaan ku di Kota Beijing,”
“Daripada menghadiri acara ini, keberadaan Paman Gao lebih dibutuhkan oleh anggota baru Black Mamba, dan tentu ada Xavi dan Xavier yang membantu Paman,” ujar Zou Chen yang dari kejauhan melihat kedatangan mobil dengan plat khusus milik keluarga Ling, mendekat ke kantornya.
Semua orang segera berdiri dan menyambut kedatangan perwakilan keluarga Ling, yang baru keluar dari mobilnya. Dengan wajah tampan dan tubuh proporsional, Ling Jun yang mewakili keluarga Ling, dia menunjukkan kepercayaan dirinya begitu keluar dari mobil.
“Oh ... ternyata Ling Jun yang mewakilinya! Dia memang salah satu anaknya, tapi aku berharap yang datang adalah wanita itu,” gumam Zou Chen yang awalnya mengharapkan kedatangan Ling Jia Li, sebagai perwakilan keluarga Ling.
Zou Chen masih ingat kata-kata terakhir Jia Li tujuh tahun yang lalu, saat dirinya akan diasingkan ke Kota London. ‘Hari ini kamu cuma di asingkan, tapi aku pasti akan membuatmu benar-benar menghilang dari keluarga ini’ “Mungkin belum saatnya bertemu dengan dia!” katanya, kemudian dia keluar dari mobil dengan ditemani Nathan.
“Selamat datang Tuan Ling Jun, terimakasih karena telah menyempatkan waktu menghadiri acara yang sangat sederhana di tempat kami,” ujar Nathan saat menyapa Ling Jun yang terlihat bingung, karena dia belum mengenali sosok orang yang menyapanya.
“Maaf, saya lupa memperkenalkan diri. Nathan Zou, perwakilan pemilik Zou Company, yang hari ini berhalangan hadir karena masih ada beberapa urusan di Kota London yang harus diselesaikan,” ujar Nathan sambil menunjukkan senyum ramahnya.
“Tuan Nathan, senang mengenal anda,” balas Ling Jun yang sangat tidak asing dengan nama Nathan Zou, salah satu ujung tombak Zou Company, yang sangat disegani semua lawan bisnisnya.
Dengan segunung prestasi yang dimilikinya, Ling Jun sangat ingin menjadikan Nathan sebagai orangnya, tapi semua itu sangat sulit dia wujudkan, karena saat ini Zou Company dan Ling Company berada di tingkat yang setara, bahkan Zou Company memiliki prospek perkembangan yang lebih cerah, dibandingkan dengan Ling Company.
Zou Chen yang berdiri di belakang Nathan, dia menunjukkan senyum tipisnya melihat interaksi dua sosok yang berada di depannya. Namun, sesekali dia melihat pandangan mata Ling Jun yang melirik kearahnya.
“Tuan Ling Jun, mari kita mulai acaranya,” Nathan dan Ling Jun melangkah bersama menuju pintu masuk kantor perusahaan Zou Company, yang tertutup pita panjang.
Setelah pidato singkat tentang visi dan misi Zou Company, Nathan langsung menggunting pita yang menjadi penanda mulai beroperasinya Zou Company di Kota Beijing.
Selesai acara potong pita, Nathan mengarahkan Ling Jun menuju ruang Eksekutif Lounge, untuk menikmati jamuan makan dan minuman terbaik yang sudah dipersiapkan orang-orang pilihan Zou Gao.
Ling Jun sudah sering melihat ruangan mewah, tapi dia masih sedikit terpukau dengan kemewahan ruang Eksekutif Lounge di kantor Zou Company. Bukan hanya mewah, tapi juga elegan, dan terlalu nyaman untuk sebuah ruangan bersantai.
‘Mereka lebih tahu cara terbaik memanfaatkan uang, dibandingkan dengan keluargaku yang sangat perhitungan dalam memanfaatkan kekayaan’ ujar Ling Jun membatin sambil menikmati jamuan mewah yang tersaji di depan kedua matanya.
Saat Ling Jun menikmati makanannya, tanpa sengaja dia kembali melihat Zou Chen yang berada di dekat Nathan.
“Entah kenapa wajahnya mengingatkanku pada si buta!” gumam pelan Ling Jun memperhatikan lekuk wajah Zou Chen.
Zou Chen yang merasa sedang di perhatikan Ling Jun, dia menunjukkan senyumnya, kemudian sedikit menundukkan kepala, dan setelahnya dia mengabaikan keberadaan Ling Jun.
Dia memutuskan meninggalkan kantor Zou Company, dan menyerahkan sisanya pada Nathan, karena Lee Zhou dan Bella masih dalam perjalanan.
Di sisi lain, Ling Jun merasa baru melihat wajah adik yang telah dia singkirkan, saat melihat senyuman Zou Chen.
“Cuma mirip, dan tentu dia bukan si buta. Dia masih berada di London, dan tidak mungkin baginya kembali ke kota ini! Sekalipun dia kembali, semua sudah terlambat, karena apa yang diberikan kakek padanya akan segera menjadi milikku.”
Ling Jun dan kedua adiknya masih berusaha mengambil alih warisan yang seharusnya menjadi milik Zou Chen, karena sebagian besar harta keluarga Ling, diwariskan Ling Bao pada kedua cucu kandungnya.
Sementara mereka bertiga yang merupakan anak hasil hubungan gelap Ling Feng, hanya sedikit harta yang diwariskan ke mereka.
°°°
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
fitriani
owh jadi mereka ber 3 anak hasil hubungan gelap pantesan hatinya gelap jadinya pgn bgt nyingkirin zou chen krn pgn nguasain harta warisan dan takut kalah saing
2025-02-09
0
Suyudana Arta
lain kali pas berhubungan nyalakan lampu, biar gak gelap
2025-03-04
0
Jumadi 0707
mantap lanjuut thor
2024-08-03
2