Tiga hari berlalu dengan cepat, pagi-pagi sekali Doker Carrick sudah datang ke rumah Ling Chen untuk memeriksa keadaan kedua mata Ling Chen.
“Semua hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang memuaskan. Selamat Adik Chen sekarang sudah dapat melihat dengan normal.” Dokter Carrick menunjukkan senyum tulusnya saat mengatakan itu pada Ling Chen.
Ling Chen pun tersenyum bahagia karena mulai sekarang dia dapat melihat semua hal dengan sangat jelas, berbeda dengan sebelumnya dimana dia hanya bisa meraba dan mendengar.
Ling Chen tanpa ragu mengatakan rasa terimakasih nya pada Dokter Carrick yang selama ini sudah banyak membantu dirinya, bisa dikatakan Dokter Carrick adalah kenalan pertama Ling Chen setelah dia berada di Kota London.
Kenangan di masa lalu tentang Dokter Carrick yang rela datang ke rumahnya walau sudah tengah malam demi memeriksa keadaannya yang saat itu sedang sakit, itu semua tak akan pernah di lupakan olehnya.
Jasa Dokter Carrick sangatlah besar untuknya, segunung uang sekalipun tidak akan cukup untuk membalas jasanya, karena itu jika di masa depan nantinya Dokter Carrick tertimpa sebuah masalah, dengan segala cara Ling Chen akan memberi bantuan padanya.
“Paman Gao, suruh Zhou dan Nathan datang menemuiku di rumah sore nanti! Ada banyak hal yang ingin aku bahas dengan mereka dan juga dengan Paman.” kata Ling Chen tak lama setelah Dokter Carrick pergi meninggalkan rumahnya.
“Apa Tuan Muda tidak ingin menghabiskan waktu untuk istirahat setidaknya sampai akhir pekan ini?” tanya Ling Gao membalas perkataan Ling Chen.
“Paman, aku sudah cukup lama istirahat dan tidak melakukan pekerjaan. Jadi, kali ini biarkan aku melanjutkan apa yang menjadi pekerjaan ku.” Ling Chen menunjukkan senyuman dinginnya saat mengatakan itu.
Ling Gao tahu arti dari senyuman Ling Chen, dan saat senyuman itu terlihat artinya dia tidak dapat membantah apa yang menjadi keinginan Tuan Muda nya.
Bagaimanapun juga dirinya sudah lebih dari sepuluh tahun menemani Ling Chen, dan dia juga menjadi saksi perubahan drastis pada diri Ling Chen saat keluarganya memutuskan untuk mengasingkan Ling Chen menjauh dari kehidupan mereka.
Ling Gao sangat kecewa dengan keputusan keluarga besar Ling yang rela mengasingkan keturunan mereka sendiri, hanya karena mereka tidak ingin merasakan malu sebab ada salah satu anggota keluarga mereka terlahir dalam keadaan cacat.
“Paman akan menghubungi mereka saat jam istirahat,” kata Ling Gao yang pada akhirnya dia mau menuruti keinginan Ling Chen.
Mendengar itu Ling Chen hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemudian dia pergi ke ruang kerja miliknya untuk menyiapkan beberapa dokumen yang akan dia tunjukkan kepada dua sahabatnya yang merangkap sebagai orang kepercayaannya.
“Setelah tujuh tahun berlalu, apa mereka masih mengingatku?” Ling Chen mengingat suara terakhir yang dikatakan oleh keempat kakaknya sebelum dia terusir dari rumah keluarga besar Ling.
“Aku rasa mereka semua sudah melupakan aku.”
Ling Chen membaca isi dokumen yang baru semalam dia selesaikan tanpa sepengetahuan Ling Gao. “Tidak buruk untuk hasil pekerjaan kurang dari tiga jam,” katanya membatin.
“Ini adalah langkah awal untuk membuat diriku sejajar dengan mereka, tapi aku tidak akan lupa dengan keberadaan kekuatan lain yang mereka miliki selain kekuatan yang terlihat di permukaan.”
Ling Chen telah mengetahui kekuatan sebenarnya keluarga Ling dari informasi yang diberikan Ling Gao, dan untuk menghadapi itu dia juga telah membangun kekuatan lainnya yang saat ini berada dibawah kendali Ling Gao.
°°°
Kota Beijing.
Pria tua yang sedang duduk di kursi kerjanya tersenyum saat melihat hasil pekerjaan ketiga anaknya.
Dia sangat puas dengan hasil pekerjaan ketiga anaknya yang selama ini tidak pernah membuatnya kecewa, dan dia juga sangat bangga pada putri kecilnya yang hari ini lulus dari sekolah menengah dengan nilai sempurna.
Dia pun berencana memberikan hadiah pada keempat anaknya yang membuatnya merasa telah berhasil menjadi sosok Ayah yang baik untuk anak-anak nya.
“Kalian bertiga menginginkan hadiah apa untuk kerja keras yang sudah kalian lakukan?” tanya Ling Feng, pemimpin keluarga Ling sekaligus orang paling berpengaruh di Negaranya bahkan di Dunia.
“Ayah, aku ingin Ling Chen dicoret dari penerima warisan kekayaan keluarga kita!” ungkap Ling Jun, anak pertama Ling Feng.
Ling Jun berusia dua puluh enam tahun, dan dia telah banyak memberikan prestasi yang membanggakan pada keluarga Ling. Dia juga merupakan sosok yang membuat perusahaan milik keluarga Ling dapat menguasai lima puluh persen pasar di seluruh Eropa.
“Aku setuju dengan Kakak Jun, orang sepertinya tidak layak tercantum dalam daftar penerima harta warisan keluarga Ling!” kata Ling Qiang, anak kedua Ling Feng yang hanya lebih muda satu setengah tahun dari kakaknya.
Prestasi Ling Qiang memang tidak sementereng prestasi kakaknya, tapi tetap saja prestasi yang telah dia capai membuat nama keluarga Ling semakin melambung tinggi.
“Hah, aku tidak peduli dengan Ling Chen, tapi alangkah baiknya kalau dia tidak lagi menyandang nama keluarga Ling,” ujar Ling Jia Li, anak ketiga Ling Feng yang tahun ini genap berusia dua puluh satu tahun, dan dia adalah seorang artis serta model yang sangat terkenal di kawasan Asia Timur.
“Apa hanya itu yang kalian inginkan sebagai hadiah?” tanya Ling Feng sambil menatap satu persatu wajah putra dan putrinya.
Ketiganya mengangguk setelah mendengar pertanyaan Ling Feng. “Sudah seharusnya orang tidak berguna sepertinya tidak memiliki hubungan dengan keluarga kita.” Ling Jun yang sejak dulu tidak menyukai keberadaan Ling Chen, dia sangat senang kalau Ling Chen tak lagi diakui sebagai bagian dari keluarga Ling.
Ling Feng yang mendengar perkataan putra kesayangannya, tanpa berlama-lama dia menghubungi seorang pengacara untuk melakukan apa yang menjadi keinginan putra dan putrinya.
Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, keinginan putra dan putrinya telah dia kabulkan, dan sekarang tak ada lagi nama Ling Chen dalam daftar nama keluarga Ling.
“Aku sudah mengabulkan keinginan kalian, sekarang tidak ada lagi nama Ling Chen dalam daftar nama anggota keluarga Ling, dan mulai sekarang aku hanya memiliki empat orang anak yang akan mewarisi seluruh kekayaan keluarga Ling.”
Apa yang dikatakan Ling Feng membuat ketiga anaknya menunjukkan senyum kepuasan di wajah mereka, setelah belasan tahun berlalu mereka akhirnya terbebas dari sosok Ling Chen yang hanya menjadi aib bagi keluarga Ling.
Ketiganya kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang kerja Ayah mereka karena ketiganya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Setelah kepergian ketiga anaknya, Ling Feng kembali melanjutkan pekerjaannya dan tak sedikitpun dia memikirkan nasib salah satu anaknya yang telah dia buang selayaknya sebuah sampah.
Sementara itu di tempat yang sangat jauh dari Kota Beijing, Ling Chen tersenyum setelah mendengar kabar yang baru disampaikan oleh Ling Gao tentang dirinya yang tak lagi diakui sebagai bagian dari keluarga Ling, dan namanya juga telah dicoret dari daftar penerima warisan dari keluarga Ling.
“Bukannya itu kabar baik? Dengan begini aku tidak perlu menyandang nama keluarga Ling yang selama ini memang sudah membuangku.” Senyum lebar terlihat diwajahnya saat dia mengatakan itu.
°°°
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
fitriani
bapak tololll dan saudara gila😏😏😏😏😏
2025-02-08
0
Aidah Djafar
seorang ayah vs saudara kandung ngk punya hati🤦
2024-10-16
0
Iyon
gila tu bpknya
2024-09-06
0