Mobil Bugatti Veyron terus mengikuti dua Lamborghini Aventador berwarna putih.
Kecepatan kedua jenis mobil sama cepatnya, tetapi Bugatti Veyron sedikit lebih cepat dari dua lawannya.
Setelah aksi kejar-kejaran selama lima belas menit di tengah keramaian jalanan Kota Beijing, akhirnya Zou Gao berhasil mendahului mobil yang dia kejar.
Berada di depan dua mobil yang terus mencari celah untuk kembali mendahuluinya, Zou Gao dengan ketenangannya melakukan manuver zigzag menutup jalur yang bisa dilewati.
Di dalam Bugatti Veyron yang bergerak zigzag dalam kecepatan tinggi, Zou Chen sudah berganti pakaian dan telah menutup wajahnya menggunakan topeng.
Ketiga mobil terus melaju dalam kecepatan tinggi mengarah ke sebuah terowongan minim penerangan.
“Paman, matikan lampu mobil dan bergerak ke sebelah mereka!” ujar Zou Chen memberi perintah.
Zou Gao mengangguk, kemudian dia segera mematikan lampu dan memperlambat kecepatan mobilnya.
Setelah berada di posisi sejajar dengan salah satu mobil lawan, melalui kaca jendela Zou Chen keluar dan beruha melompat ke sebelah.
“Baiklah, saatnya memulai permainan!” Zou Chen melompat dan mendarat di atap Lamborghini Aventador yang melaju dengan kecepatan di atas seratus kilometer per jam.
Dia meninju pintu kaca jendela dengan tangan yang sudah terlindungi sarung tangan khusus.
Begitu kaca jendela hancur, dengan kelincahan tangannya dia berhasil membuka pintu mobil, kemudian menarik keluar supir yang masih terkejut dengan apa yang baru dilakukan olehnya.
Supir mobil terlempar keluar dengan kepala terlebih dahulu menghantam aspal. Kalau tidak mati, bisa dipastikan dia mengalami luka sangat parah.
Satu orang yang tersisa di dalam mencoba mengendalikan laju mobil yang tidak terkendali.
“Lebih baik kamu pergi menyusul temanmu!” Zou Chen berhasil membuka pintu lainnya, kemudian dia menarik keluar orang itu menyusul temannya.
Laju mobil semakin tidak terkendali, tapi beruntung Zou Chen berhasil masuk kedalam, dan melakukan pengereman sebelum mobil menghantam dinding terowongan.
“Dua tumbang, tinggal dua lagi,” kata Zou Chen sambil memakai sabuk pengaman, kemudian dia tancap gas menyusul mobil satunya.
“Paman melakukan tugasnya dengan baik.” Zou Chen melihat dua mobil di depannya yang bergerak zig-zag.
“Bodohnya nya dua orang sebelumnya tidak menggunakan sabuk pengaman, dan aku tidak akan melakukan kebodohan yang sama seperti mereka.”
Zou Chen pun menambah kecepatan mobilnya, dan langsung menabrak bagian belakang Lamborghini Aventador yang jalannya di tutupi oleh Bugatti Veyron milik Zou Gao.
Mobil di depan Zou Chen berputar seratus delapan puluh derajat, dan menghantam dinding terowongan setelah tertabrak dari belakang.
“Sangat membosankan, mereka terlalu cepat tumbang.” Zou Chen keluar dari mobil yang baru dia berhentikan, dan melihat keadaan dua pria di dalam Lamborghini Aventador yang tak sadarkan diri.
“Tuan Muda, selanjutnya akan kita apakan mereka?” tanya Zou Gao yang sudah berdiri di belakang Zou Chen.
“Geledah mereka dan cari petunjuk siapa yang menyuruh mereka! Kalau sudah ketemu, kita lakukan upacara kremasi untuk mereka.”
Setelah menggeledah dan menemukan beberapa petunjuk, Zou Gao melemparkan korek api ke genangan bahan bakar yang menetes keluar dari tangki mobil.
“Kembali ke mansion, dan suruh si kembar secepatnya datang ke kota ini!” ujar Zou Chen yang baru selesai berganti pakaian dan melepas topengnya.
“Kurang dari sepuluh jam mereka akan tiba,” balas Zou Gao sambil mengetikkan sesuatu di layar smartphone miliknya.
Sementara itu, mobil keluarga Ling yang datang ke universitas untuk menjemput Ling Meilin telah sampai di mansion mewah di puncak bukit, yang dikelilingi pohon rindang.
“Mommy kenapa? Apa ada masalah yang mengganggu pikiran Mommy?” tanya Ling Meilin melihat ibunya yang belum keluar dari mobil padahal mereka telah sampai di tujuan.
“Ah itu, mommy cuma kepikiran dua mobil yang tadinya mengikuti kita, tapi tiba-tiba menghilang setelah kita melewati terowongan,” jawab Yun Shui, Nyonya Besar keluarga Ling.
Boomm....
Suara ledakan dari arah terowongan terdengar sampai ke mansion keluarga Ling, yang berjarak kurang dari tiga kilometer dari lokasi terowongan.
“Kalian berempat cari tahu apa yang menjadi sumber ledakan!” Perintah Yun Shui pada empat pengawal yang datang bersamanya.
“Mom, apa yang sebenarnya sedang terjadi?” tanya Ling Meilin sambil mengikuti langkah kaki ibunya berjalan menuju bagian dalam mansion.
“Mommy merasa kalau ada yang mengincar nyawa kita, dan ini pasti berhubungan dengan bisnis gelap pria bodoh itu!” jawab Yun Shui setelah duduk di sofa.
Ling Meilin duduk di sebelah Yun Shui, kemudian dia berkata. “Selain melihat dua mobil berwarna putih yang mengikuti kita sejak meninggalkan universitas, aku juga melihat satu lagi kendaraan yang melaju di belakang mereka.”
“Aku rasa ledakan barusan ada hubungannya dengan kendaraan itu,” ujar Ling Meilin merebahkan tubuhnya diatas sofa, dan menjadikan paha ibunya sebagai bantal.
“Apa alasan putri kecil mommy mengatakan kalau ledakan yang kita dengar berhubungan dengan kendaraan itu?” tanya Yun Shui sambil membelai rambut Ling Meilin.
“Sebelum memasuki terowongan, aku melihat kendaraan itu menyusul dua mobil yang mengikuti kita. Saat berada di dalam terowongan, aku hanya melihat cahaya lampu dari dua mobil yang mengikuti kita, dan tak lama setelah itu kita kehilangan jejak mereka,” jawab Ling Meilin mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
“Jadi, menurutmu kendaraan itu melakukan sesuatu pada kedua mobil itu, yang menyebabkan mereka tidak lagi mengikuti kita?” ujar Yun Shui sembari memandang wajah Ling Meilin, yang sedang memejamkan matanya.
“Itu cuma perkiraanku. Untuk memastikannya, kita tunggu saja mereka yang sedang memeriksa terowongan,” sahut Ling Meilin yang merasa nyaman berada di dekat Yun Shui.
Yun Shui mengangguk, dan mereka pun menunggu laporan pengawal yang ditugaskan memeriksa sumber ledakan yang baru terdengar.
°°°
Kantor pusat perusahaan keluarga Ling.
Braakk!...
Ling Feng menggebrak meja kerjanya begitu mendapat laporan dari penjaga mansion, tentang ledakan di sekitar mansion setelah kedatangan Yun Shui dan Ling Meilin.
“Ling Hong, cari dan pastikan orang itu menyesal karena telah berani mengincar istri dan putri kecilku!” teriak Ling Feng memberi perintah pada orang kepercayaannya.
“Kurang dari satu hari orang itu akan saya bawa kehadapan tuan.” Ling Hong yang sudah mendapatkan perintah, dengan cepat pergi meninggalkan ruang kerja Ling Feng.
Ling Feng kembali duduk dengan tenang di tempatnya sambil memikirkan siapa orang yang berani berurusan dengannya, bahkan mengincar istri dan putrinya.
Sedangkan di tempat lain, dengan memanfaatkan seluruh petunjuk yang telah dikumpulkan, kurang dari satu jam Zao Chen telah mengetahui identitas orang, yang menyewa pembunuh bayaran untuk mencelakai Ling Meilin.
“Begitu si kembar datang, kita akan membuat perhitungan dengan orang itu!” ujar Zou Chen menatap Zou Gao yang langsung menganggukkan kepalanya.
°°°
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Iyon
yakin
2024-09-06
1
Iyon
ya
2024-09-06
0
Anonymous
lnjut thor ini yg terbuang tapi yg terbaik
2024-07-26
1