Pagi hari di mansion milik Zou Chen.
“Paman, bagaimana kuliahku? Apa aku dapat memulainya hari ini?” tanya Zou Chen setelah menyelesaikan sarapan paginya.
“Aku sudah mengurus semuanya, siang ini juga Tuan Muda dapat memulai kuliah,” jawab Zou Gao.
“Bagus, kalau begitu aku akan mempersiapkan diri untuk hari pertama kuliah.” Zou Chen langsung saja kembali ke ruang kerjanya untuk menyiapkan apa saja yang akan dia bawa saat pergi ke Universitas tempatnya kuliah.
Siang harinya saat Zou Chen ingin berangkat kuliah, dia menolak keinginan Zou Gao yang ingin mengantarkannya sampai ke Universitas.
“Aku akan pergi menaiki kendaraan umum.” Zou Chen tidak ingin ada yang mengganggu kesenangan di hari pertamanya di Universitas, karena itu dia menolak keinginan Zou Gao yang ingin mengantarnya.
Setelah menaiki bus kota yang langsung mengantarkannya sampai di halte yang tak terlalu jauh dari Universitas, Zou Chen turu dari bus kemudian dia langsung saja berjalan menuju gerbang Universitas.
Tidak hanya dirinya yang keluar dari bus, melainkan ada banyak mahasiswa yang keluar dari bus yang sama dengannya, termasuk seorang gadis remaja berusia empat belas tahun yang lekukan wajahnya sangat mirip dengan lekukan wajah Zou Chen.
“Pria itu, kenapa wajahnya terasa tidak asing? Sekilas aku melihat wajahnya sangat mirip dengan wajah Mommy.” Ling Meilin, gadis remaja itu terus menatap Zou Chen yang berjalan beberapa langkah di depannya.
“Apa mungkin dia Kakak Chen? Tidak mungkin dia kakak, karena Kakak Chen buta sejak lahir, dan lagi saat ini kakak sedang berada di London bukan di Beijing,” ujar Ling Meilin yang kemudian dia mulai mengabaikan keberadaan Zou Chen dan berjalan menuju kelasnya.
Ling Meilin memang masih berusia empat belas tahun, tapi karena kecerdasannya, dia sudah menyelesaikan pendidikannya dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat atas, dan dia saat ini menjadi mahasiswi termuda di Universitas.
Sementara Ling Meilin berjalan menuju kelasnya, Zou Chen terlebih dahulu menemui seorang security untuk menanyakan keberadaan kelasnya, dia hanya tahu nama kelasnya karena itu bertanya adalah solusi terbaik untuk mengetahui letak kelasnya.
Begitu mengetahui letak kelasnya, Zou Chen dengan santainya berjalan menuju kelasnya yang hanya berjarak lima ratus meter dari gerbang Universitas.
Karena masih ada waktu tiga puluh menit sebelum jam pertama di mulai, Zou Chen memutuskan untuk mengenali seluk-beluk Universitas tempat dia akan menghabiskan beberapa waktunya untuk beberapa waktu kedepan.
Banyak mahasiswi yang diam-dian mengagumi wajah tampan Zou Chen saat berpapasan dengannya, tapi setelah melihat penampilan Zou Chen yang biasa-biasa saja, banyak dari mahasiswi itu segera mengacuhkan keberadaan Zou Chen.
Lina menit sebelum bel dimulainya pelajaran jam pertama, Zou Chen sudah berada di dalam kelas, karena hari ini adalah awal semester baru, selain dirinya, ada tiga mahasiswa baru lainnya yang berada di kelas yang sama dengannya.
Melihat hanya tersisa satu tempat kosong saat dia masuk kedalam kelas, tidak ada pilihan lain Zou Chen akhirnya duduk di tempat itu berdekatan dengan gadis remaja yang sesekali menatap kearahnya.
Zou Chen yang menyadari kalau dirinya sering ditatap gadis remaja di dekat tempat duduknya, dengan ekspresi datar dia menatap balik wajah gadis itu. Walau pertama kali melihat wajah gadis di dekatnya, dia langsung dapat mengenali identitas gadis itu.
Zou Chen langsung saja mengalihkan tatapan matanya dan mengabaikan keberadaan gadis remaja yang tubuhnya sedikit bergetar saat dia melihat tatapan tajam kedua mata Zou Chen yang tertuju kearahnya.
“Siapa dia sebenarnya? Wajahnya mirip dengan Mommy, tapi tatapan matanya sama tajamnya dengan tatapan mata Daddy. Selain itu, entah kenapa aku merasa kalau ada suatu ikatan antara aku dan dia.” Ling Meilin mengatakan semua itu di dalam hatinya sambil sesekali dia masih saja mencuri pandang ke arah Zou Chen.
Ling Meilin merasa kalau rasa rindunya pada sosok sang kakak yang berada di London sedikit terobati saat dia melihat wajah Zou Chen, dan itu membuatnya senang.
“Kenapa aku harus bertemu dengan nya di kelas ini?” Zou Chen tidak menyangka kalau di hari pertama kuliah dia justru bertemu dengan adik kecilnya yang dulu memiliki hubungan sangat dekat dengannya.
“Hah, semoga saja dia sudah melupakan keberadaan ku setelah tujuh tahun berlalu.” Zou Chen berdoa dalam hati dengan harapan doa nya terkabul saat ini juga.
Jam pertama perkuliahan dimulai tepat waktu dan akan berakhir dalam waktu duan jam. Setelah berakhirnya jam pertama, ada jeda istirahat selama tiga puluh menit sebelum dimulainya jam ke dua.
Dosen langsung mengajarkan mata kuliah yang dia ajarkan tanpa melakukan perkenalan, kemudian setelah jam pertama selesai dan sebelum keluar meninggalkan kelas, semua mahasiswa wajib menandatangani daftar hadir yang dibawa Dosen.
“Aturan baru yang cukup menarik,” gumam pelan Zou Chen sambil berjalan menuju kantin yang tidak terlalu jauh dari kelasnya.
Setelah membeli makanan yang ingin dia makan, Zou Chen kebingungan mencari tempat duduk karena semua tempat duduk terlihat sudah ada yang menempati.
Cukup lama Zou Chen berdiri mencari tempat duduk, akhirnya dia menemukan sebuah tempat duduk kosong di antara lima mahasiswa yang sudah menempati lima tempat duduk disekitarnya.
“Boleh aku duduk di tempat ini?” Zou Chen bertanya pada lima mahasiswa yang seketika langsung menatap kearahnya.
“Apa tempat ini milik teman kalian yang belum datang? Kalau begitu maaf telah mengganggu waktu makan kalian, aku akan pergi mencari tempat duduk yang lain.” Zou Chen beranjak pergi, tapi baru juga dia mengambil satu langkah menjauh, salah satu mahasiswa yang baru di sapa tiba-tiba memanggilnya.
“Kamu boleh duduk di tempat itu, dan lagi kami cuma berlima jadi tidak akan ada yang ke enam,” kata mahasiswa berkacamata tebal yang berada paling dekat dengan tempat berdirinya Zou Chen.
Dengan senyum diwajahnya Zou Chen dengan senang hati menempati kursi kosong setelah mendapatkan izin dari mereka berlima.
“Sepertinya kamu mahasiswa baru yang belum tau apa-apa tentang Universitas ini, kalau kamu mahasiswa lama seharusnya tidak akan berdekatan dengan kami. Lima kutu buku yang dapat kuliah di Universitas ini hanya karena beasiswa,” ujar wanita yang duduk tepat di depan Zou Chen.
“Aku Zou Chen, mahasiswa baru yang baru hari ini menjadi mahasiswa di Universitas ini,” kata Zou Chen memperkenalkan dirinya.
Kelima mahasiswa itu telah mengenali siapa orang baru yang saat ini berada di perkumpulan mereka, tapi kelima mahasiswa itu merasa aneh dengan Zou Chen yang tak kunjung pergi sekalipun sudah tau identitas mereka.
Kelima mahasiswa itu tidak habis pikir, bagaimana bisa Zou Chen masih terkihat tenang saat banyak mahasiswa lain yang memberikan tatapan sinis kearahnya dikarenakan dia berdekatan dengan mereka.
Zou Chen menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh lima mahasiswa di dekatnya, kemudian dia berkata pada mereka. “Kenapa juga kita harus peduli dengan orang lain yang tak mempedulikan keberadaan kita? Abaikan saja keberadaan mereka dan nikmati kehidupan kita.” Zou Chen kembali menunjukkan senyumannya begitu dia selesai mengatakan itu.
°°°
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Iyon
yap
2024-09-06
1
On fire
🌷🌷
2024-08-31
1
On fire
Adf
2024-08-31
0