Setelah mereka selesai makan dan berbincang sejenak, Arka juga sudah mengantar Lana kembali ke Apartemennya dengan selamat.
"Besok pagi, aku jemput? mau?"
"Buat apaan?"
"Ya sekalian sarapan bareng."
Lana ber oh ria. "Terserah deh." jawabnya malas.
"Senyum dong cantik."
"Buaya banget ya kau Arka."
"Kan buaya nya sama kau doang elah."
"Dasar."
Arka tertawa pelan, sebelum Lana masuk ke dalam Apartemen, Arka sempat menahan tangannya. "Sampai jumpa besok Lana." ujarnya lembut, sekilas dia mengusap pelan rambut Lana.
Kemudian pergi dari hadapan Lana, Lana mengedik pelan dan berjalan masuk ke dalam apartemennya.
"Aaaa, Ratu tak memerlukan Raja, uang adalah segalanya dalam hidupku, lagipula aku masih perawan dan untuk apa merendahkan diri hanya untuk laki-laki bekasan."
Benar kok, Lana tak mau menghabiskan hidupnya hanya bersama pria rendahan dan tak pantas untuknya.
Lagipula, bagi Pria juga sama, mereka pasti hanya bermain dengan banyak wanita tapi tetap mau wanita yang setara dengannya untuk dinikahi.
..........
Tatapan mata Lana menajam saat melihat Zion ada di depan pintu Apartemennya, untuk apa ****** itu ada disana.
"Mau apa lo?" sinis Lana.
Zion menoleh, dia mengulas senyum manis kemudian berlari pelan kearah Lana. "Mommyyy aaaaa Zion kangeeen." pekiknya semangat.
Tapi Lana dengan kuat mendorong tubuh Zion sampai jatuh ke lantai.
BRUK!
"Aw! Kamu kenapa sih?" protes Zion kesal.
Lana mendecih jijik. "****** kurang ajar, jangan mendekat ya. Hina sekali." cibir Lana sembari menepuk pelan tangan nya.
Zion menatap Lana shock. "Maksud-"
"Aish bekicot, banyak cocot lo. Pergi dari sini brengsek!"
"Enggak! Tolong jangan gini Lana-"
"LO GAK PUAS APA MAIN SAMA PEREMPUAN SEMALAM!? LO MAU APA DARI GUE ZION!?"
Zion gemetar hebat, dia takut mendengar bentakan Lana tadinya, air mata mengucur deras dikedua pipinya. Zion tak mengerti apa maksud ucapan Lana, memangnya Zion melakukan apa?
Zion kan gak ngapa-ngapain. Bahkan seharian ini Zion sibuk dengan pekerjaannya sampai tak bisa menghubungi Lana sama sekali.
Zion sudah sangat merindukan Lana, tapi kenapa balasannya seperti ini sih.
"Lo murahan, sama kayak-"
"AKU GAK MURAHAN!" jerit Zion histeris, dia tak terima dikatai murahan dari wanita yang sangat Zion cintai itu.
Napasnya memburu dengan tatapan mata terluka, kecewa dan sakit hati tercampur jadi satu ditatapan Zion.
Lana tersenyum sinis, dia bersidekap dada mendengar pembelaan Zion barusaha, apanya yang bukan, udah jelas Lana ngeliat Zion di bar kemarin.
Lana menunjuk tepat diwajah Zion saat ini "LO MURAHAN!! LO CIUMAN SAMA PEREMPUAN LAIN-"
"AKU GAK LAKUIN ITU!!"
"ALASAN!"
"ENGGAK! AKU GAK GITU! AKU GAK SEMURAHAN ITU LANA!!"
"Berisik, pergi deh lo bagusan. Gue enek ngeliat muka lo disini." usir Lana.
Zion menggeleng ribut. dia menangis pilu menyadari betapa bencinya Lana padanya saat ini.
"Itu bukan aku..hiks..bukan aku Lanaaa."
"Terus siapa!? setan!?"
"Hiks..Lanaa kumohon percaya sama aku..hiks..aku gak murahan..."
"Lo mana mau ngaku"
Tubuh Zion masih gemetar hebat, sakit, sekujur tubuh Zion sudah sakit. Dimulai dari hati yang ngilu dan dada yang sesak.
Zion meremat kemejanya erat, dia memandang lirih Lana yang masih enggan menatapnya.
"Lana..hiks..kumohon."
"Murahan—"
"ITU SAUDARA KEMBAR AKU LANA!!..hiks..ITU DION BUKAN ZION!!..hiks..itu saudara kembar aku..hiks..hanya kamu yang aku izinin nyentuh badan aku..hiks..huaaaaaaaaaaaaa."
Lana terdiam, dia gak percaya tentu saja.
"Bodo amat, gue gak per-"
"Kalau kamu kayak gini...hiks..mending aku bunuh diri aja Lana..hiks.."
Lana memandang penuh kerendahan pada Zion yang memohon di kaki Lana.
"Bodoh, minggir lo!"
"Lana please..hiks.."
"Buktiin kalau itu bukan lo brengsek! Kalau sampai lo bohongin gue, pergi lo dari hidup gue." sinis Lana kemudian masuk ke dalam apartemennya.
Meninggalkan Zion yang masih menangis disana.
"Hiks..DION BABI!..hiks...udah gue bilang jangan di bar deket kantor Lana..hiks..gini kan jadinya!" racaunya emosi.
Memang saudara kembar sialan!
®^^®
...Bersambung😾...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments