Masalah baru

BUAGH!!

Dion yang tadinya sedang asik bermain ponsel di ruang tamu sontak kaget saat mendapat 1 pukulan dari kembarannya.

"GILA!? LO KENAPA SIH ZION!?" bentak Dion emosi, dia membanting ponsel yang baru dibelikan sugar mommy nya itu tadi siang.

Napas Zion memburu, dia mencengkram kaus Dion dan kembali melayangkan pukulan, alhasil keduanya malah berkelahi disana.

"HOI! PAKE GOLOK AJA BIAR MANTAP!" keduanya menoleh kearah Mama mereka yang baru saja keluar bersama Papa mereka.

"Mama! Si Dion bikin Lana marah sama Zion maaaa." rengek Zion sembari memeluk Rebecca erat.

Rebecca langsung menenangkan putra bungsunya itu. "Kamu apakan adikmu Dion?" tanya Hilmar terheran-heran.

Dion menggeleng pelan. "Gak ada Paaa, Dion gak ada apa-apain dia!"

"Hiks..LO NGE ****** DI BAR DEKET KANTOR LANA!..hiks..DIA KIRA LO ITU GUE HUAAAAAAAAAA MAMAAAA LANA MARAH SAMA ZION MAAAAA..hiks..LANA BENCI ZION MAAAAA!! PADAHAL YANG ****** ITU DION!!"

Rebecca terus menenagkan Putranya dan membawanya pergi, sementara Das, Hilmar, Olean dan Brennan menatap Dion tenang.

"Ada apaan sih? Berisik amat."

"Adik kamu nih Gabriel, berulah lagi sama kembarannya."

"Ck, cari masalah mulu lo."

"Diam lo Gabriel!"

"Dih sewot.."

Brennan mengibas pelan. "Kalian berisik, saudara kandung bisa berkelahi tiap hari." cetusnya malas.

"Yeu, makannya jangan jadi ******!" sinis Michael.

Gabriel dan Dion menatap Michael tajam, Abang tertua mereka kalau ngomong emang suka bener.

"Bacot lo perjaka tua!" sentak Dion kesal.

Michael mendecih pelan.

Michael mendengus tak perduli, dia berjalan santai keluar dari rumah, sebenarnya dia tak ke Apartemen Lana, hanya saja ini kegiatan stalking yang selalu Michael lakukan.

Setidaknya Lana tak mengetahui aksi yang Michael lakukan, kini tujuan Michael hanya mengintai Lana saja, memotretnya dan menyimpan foto-fotonya.

Karena niatnya bukan lagi untuk membunuh Lana, tapi hanya menjadi stalker Abadi Lana.

..........

Lana tersenyum manis saat melihat betapa bahagia nya Nalka malam ini. Mereka sudah mendapatkan apa yang dicari, yaitu baju untuk kucing peliharaannya.

"Makasih ya Lana, makasih udah mau nemenin aku."

"Santai aja kali."

Nalka tersenyum lagi, dia menjulurkan tangannya kedepan, awalnya Lana heran, tapi dia tetap menyambut tangan Nalka.

"Makasih, aku gatau bagaimana kehidupanku di hari esok, tapi aku sangat berterima kasih sama kamu karena mau memberikanku kesempatan untuk menjadi dekat." Lana mengernyit.

"Maksud kamu apa sih?"

Nalka tertawa pelan. "Besok aku mau berangkat ke Amerika, pembukaan cabang restoran baru."

Lana merasa tak rela, sejujurnya bersama Nalka itu seru dan menyenangkan. "Kamu bakal balik lagi kan?" tanya Lana.

Nalka tersenyum tanpa menjawab. "Doakan saja semoga aku bisa kembali lagi."

"Jangan ngomong kayak gitu dong."

"Haha, iya aku pasti balik lagi kok. Kalau aku balik, kamu harus mau ya lebih dari temenan sama aku?"

Lana menoyor dahi Nalka pelan. "Yeu, itu mah maunya kamu." cetusnya.

Nalka terkekeh pelan, dia pamit undur diri pada Lana. "Hati-hati."

"Iya Lana, makasih." mobil itu langsung melaju meninggalkan area apartemen.

Lana masih senantiasa menatap mobil itu sampai hilang di tikungan jalan.

Ckrik.

Lana menoleh ke belakang, ada suara jepretan kameran, tapi tak ada pelakunya yang terlihat.

"Ck, ini udah gak bener." Lana masuk ke dalam apartemen.

Sebelum sesuatu membekapnya denga cepat dan membuatnya kehilangan kesadaran saat itu juga.

"Ratu...bakalan jadi milik aku seorang, hahahaha."

Yah, tentu saja itu akan terjadi.

Lana akan menjadi miliknya dan bukan milik orang lain. Karena dia tak suka berbagi kepemilikan.

Apa yang menjadi miliknya, maka tak bisa dimiliki orang lain lagi.

Hak mutlak kepemilikan. "Saatnya, aku membawamu pergi ke tempat yang sempurna, ke tempat dimana hanya ada aku dan kamu, kita akan membangun rumah tangga bersama, hihi, selamanyaaaa."

Obsesi yang terbentuk sedari awal dia melihat Lana, mulai membuatnya hilang akal dan menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan Lana lagi.

Apapun itu, akan dia lakukan.

®^^®

...Bersambung😾...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!