"Kamu koma setelah ditemukan di kamar mandi, gak lama sih baru 4 bulan."
Penjelasan dari mama nya membuat Lana yang sudah kembali ke tubuh aslinya mengurut pangkal hidungnya pelan.
"Perusahaan aku gimana Ma?" tanya Lana pelan.
"Diurus-"
Cklek.
"Selamat siang Nona Lana."
Ucapan Ibu terpotong saat Dokter Alka masuk ke dalam kamar inap Lana, pria tampan beraut wajah tenang itu menghampiri Lana.
"Bagaimana keadaan kamu? Ada keluhan?" tanya Alka tenang sembari mengelus punggung tangan Lana.
Lana menggeleng pelan. "Saya baik-baik saja."
Alka mengangguk, dia sibuk menyuntikan sesuatu diselang infus Lana, sampai rasa dingin dan perih terasa lagi.
Alka segera mengelus pergelangan tangan Lana pelan. "Minum obatnya ya, jangan telat makan dan jangan banyak bergerak." ujarnya tenang.
Lana mengangguk. "Ibu keluar dulu ya Nak, Ayah kamu nelepon terus."
"Iya Bu."
Alka masih disana. "Dokter-"
"Panggil saya Mas Alka Lana."
"Loh? Tapi kenapa?"
Alka tersenyum tipis "Saya calon suami kamu, masih calon karena perjodohan kita ditunda."
Lana shock astaga. "Oke kalau gitu, jawab 1 pertanyaan saya."
Alka mengangguk, dia mengelus rambut Lana pelan. "Adik Mas meninggal karena apa?"
Elusan itu berhenti seketika, Alka menatap Lana dalam disertai helaan napas pelan. "Dia, dibunuh. Dadanya kena tembakan 2 kali sementara 1 lagi di perutnya." lirihnya sedih.
Harus kembali mengingat kejadian 12 tahun lalu, membuat Alka sedih. "A-ah..lalu pelakunya?"
"Mereka melarikan diri."
"Astaga, maaf saya lancang.."
"Haha, tak apa. Itu hanya masa lalu."
Lana menatap kedua bola mata Alka yang terlihat sendu dan tenang itu, perlahan Lana menyentuh pipi Alka pelan.
"Lan-"
"Mas..masih sering main sama wanita-wanita di bar?"
Jantung Alka serasa berhenti saat itu juga, wajahnya pucat disertai pupil mata yang mengecil, sedikit shock dengan ucapan Lana.
Tanpa menjawab, Alka langsung keluar dari kamar, batinnya terguncang karena rahasia yang sudah dia simpan rapat-rapat kini terbongkar.
Lana mendengus pelan, ternyata masih ya.
...........
Semenjak hari itu, Alka tak pernah lagi masuk ke kamar Lana, dan Lana juga sudah keluar dari rumah sakit.
Kembali melanjutkan hidupnya sebagai Lana Ratu Adinata, bukan Lana Ratuadinata. Seorang wanita karir pecinta baby boy.
"Dan, dimana klien nya?" Lana bertanya setenang itu namun Sekretarisnya sudah tau jika Lana sangat marah.
Sebab wanita itu tak suka menunggu lama.
"Beliau-"
"Selamat siang, maaf saya terlambat."
Lana mendongak, dia menatap sosok pria berwajah cantik yang masuk ke dalam ruangannya.
"Ah?" itu Michael? Waw Lana tak menyangka jika pria itu akan dipertemukan dengannya lagi.
Tatapan mata Michael yang kini sudah berusia 29 tahun nampak dingin sekali. "Maaf atas keterlambatan kami." ujar sekretarisnya pelan.
"Yah, sebaiknya dimulai sekarang." cetus Lana tenang.
Mereka mengangguk, tatapan mata Michael terus tertuju pada wajah Lana, entah apa yang ada diotaknya saat ini.
Hanya senyum tipis penuh misteris saja yang terlihat kini.
Baru saja mereka menjalankan rapat, sudah ada gangguan lagi.
BRAK!
"LANA! I MISS YOUUU AAAAAAAAA."
Jantung Lana serasa terdetak saat itu juga, dia melihat siapa pria yang berani masuk ke ruang rapat secara sengaja.
"Lana?" bisik Michael gemetar, tatapan matanya seolah tak percaya.
"ZION!?"
"KYAAAAAAA ZION KANGEEEEEN SAMA MOMMY LANAAAAAAA."
Oh dia Zion, baby boy yang terakhir kali bermain sebelum Lana koma, jadi tunggu sebentar..
ZION YANG ADA DI MASA LALU MEMANG SUDAH TERIKAT PADANYA DIMASA DEPAN!?
Zion memeluk Lana erat. "Kamu tau? Aku melakukan perpindahan roh demi kamu Lana..aku membiarkan roh ku di masa depan pergi ke tubuhku dimasa lalu..demi memastikan kamu akan kembali ke masa depan..." bisik Zion bergetar.
Dia senang Lana tertembak, karena dengan begitu Zion bisa kembali bersama kekasihnya ini.
Lana tak percaya, tapi dia membuang akal sehat dan kepercayaannya demi Zion.
"I miss you too.." bisik Lana lembut.
Benar..Lana juga merindukan pria cantik ini..
Keduanya sampai tak sadar jika Michael menatap keduanya penuh iri, dan segala macam rencana busuk diotaknya.
"Ketemu sama Lana yang ini, setelah kehilangan Lana yang itu. Lucu sekali rasanya." bisiknya puas.
Takdir yang lucu, mempermainkan dirinya seperti ini.
Lana tak sadar pada tatapan Michael yang tertuju penuh untuknya, tatapan penuh napsu yang mengerikan.
..........
"Kangen banget sama Lana.." Lana mengeratkan pelukannya ditubuh sedikit berisi milik Zion.
Rasanya hangat sekali. "Aku takut saat melihatmu tak sadarkan diri di toilet hotel malam itu...saat Dokter bilang kamu koma, temen aku malah bilang kalau jiwa kamu ada di masa lalu..ya mau gak mau aku harus nyusul kan.."
Lana mengecupi pucuk kepala berambut hitam keabuan milik Zion.
"Makasih.." bisiknya.
"Eumh..sama-sama Mommy.."
"Tapi Zion, kamu kan tau aku mau dijo-"
"Aku juga kok."
"Hah?"
Zion melepas pelukan mereka lalu duduk bersila di depan Lana, mereka ada di salah satu kamar hotel tempat biasa mereka datang.
"Aku juga akan dijodohkan denganmu." jawabnya bahagia, bahkan tersenyum lebar sehingga aura nya semakin terpancar.
Lana terkekeh pelan.
Tatapan mata keduanya sama, yaitu tatapan penuh kagum, tapi lebih mengerikan tatapan Zion, dia seolah dimabuk cinta.
"Lana.."
Zion menggoda sekali. "Zion..kamu sangat menggoda.." bisik Lana yang semakin membuat Zion panas.
Tok tok!
"Lanaaaaaaa." ah? Itu Alka.
Untuk apa pria 30 tahun itu menyusul sampai kemari. Lana segera beranjak dari atas tubuh Zion lalu turun, Zion sendiri berdecak kesal.
Dia lantas pergi ke kamar mandi.
Cklek.
"Ada apa Mas?" tanya Lana heran.
Terlebih saat melihat wajah penuh air mata dari Alka, pria itu lantas memeluk Lana erat dan menangis sejadi-jadinya.
"Huaaaaaa..hiks..bantu aku Lanaa..hiks..huhuu..hiks..Lana aku takut...hiks..aku takut Lana..hiks.."
"Ada apa Mas? Masuk dulu."
Lana segera menarik Alka agar masuk ke dalam kamarnya, dan menuntun Alka untuk duduk di pinggir kasur.
Alka meremat pakaian yang Lana pakai, dia masih menangis pilu.
"Mas, kenapa?" tanya Lana lembut.
Alka memeluk Lana semakin erat. "Hiks..positif Lan..hiks..dia hamil..hiks..aku gamau dia hamil Lan..hiks...gamau.." isaknya pilu.
Lana terdiam, bahkan dia nge blank sejenak mendengar ucapan Alka barusan. "Mas selingkuh!?" seru Lana marah.
Alka takut jadinya.
Alka menunduk. "2 bulan sebelum kamu sadar..hiks..aku mabuk di klub malam..hiks..ternyata ada gadis narik aku masuk ke kamar dan..hiks..ya..itu..hiks..huaaaa gamau Lana gamauuuu..hiks..huaaaaaa aku gamau anak ituu!!..hiks..huaaaaaa."
"Mas...aku gamau nanggung anak kamu-"
"AKU JUGA GAMAU!!..hiks..apa yang harus aku lakukan..hiks..aku gamau anak itu..hiks..gamauu!!..hiks..terlebih aku gamau batal nikah sama kamu Lana!!"
Lana mengurut pelan dahinya. "Mas pulang aja dulu ya, tenangin diri. Biar aku cari siapa gadis itu." bujuknya pelan.
Alka masih menangis, bahunya bergetar hebat.
"Hiks..huhuuu..hiks..ugh..gamau..
hiks..."
"Pulang ya Mas, biar aku berpikir dulu."
"Jangan batalin..hiks.."
"Nanti aku pikirkan lagi."
Alka mendongak menatap wajah cantik nan elegan milik Lana..dia jadi teringat pada Mendiang adiknya itu.
"Hiks..gamau anak itu..hiks.."
Lana tak menjawab sama sekali.
®^^©
...Bersambung😾...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments