Setuju

...Tekan vote dan ramaikan komen🖐...

...~...

Tatapan mata Vazelo, Michael dan Jefrey sangat amat tajam, apalagi kalau bukan karena Nalka yang asik memeluk lengan Lana dan mendusel dilehernya.

"Mom? Bisa jelaskan apa maksudnya ini?" tanya Vazelo lembut, dia segera duduk dilantai dan menyandarkan kepalanya dipaha Lana.

Posisinya mereka saat ini ada di gudang yang sudah diubah menjadi tempat mereka bermanja.

Lana hendak mengelus rambut Vazelo, namun Nalka menahannya dan malah mengarahkan tangan Lana untuk mengelus rambutnya.

"Elus Nalka aja, gausah Zelo." rengutnya lucu.

Sial, Lana terpesona dengan wajah cantik Nalka, Nalka ini tak tampan dan malah terlihat cantik, itu yang membuat Lana mengatakan bahwa Nalka itu bukan tipe nya.

"Lo apa-apaan sih!?" solot Michael kesal, dia menjambak rambut Nalka dan mendorongnya ke lantai.

Brug!

"Sakit! Sialan lo!"

Dan akhirnya pertengkaran kembali terjadi, Lana tak perduli dan malah asik ngelus-ngelus rambut Zelo dan Jefrey.

"Laper.."

"Mommy mau mam? Bentar biar Jef belikan."

Jefrey keluar dari gudang dengan semangatnya, dia harus segera mendapatkan makanan untuk Mommy nya ini.

Lana menunduk saat merasa ada yang menjilati pahanya. "Zelo,"

Vazelo mendongak, wajahnya memerah dan penuh keringat, dia asik menjilati paha Lana yang putih bersih itu.

"Jangan dijilat." tegur Lana.

"No, i want lick it."

Helaan napas pasrah Lana berikan, dia membiarkan apa yang mau Zelo lakukan. Sampai perkelahian Michael dan Nalka selesai.

Keduanya merengek minta diobati, katanya wajah mereka sakit.

Untungnya di dalam Gudang ini sudah mereka sediakan kotak P3K, untuk jaga-jaga.

"Mommy.."

"Hum?"

"I have something to show you."

Lana menunggu apa yang mau Michael tunjukan, cowok ber sweater coklat itu berdiri di depan Lana lalu membuka sweater, seragam dan celana sekolahnya.

Tatapan Lana langsung melotot seketika, dia shock.

Terlebih saat 2 lainnya ikut berdiri dan melakukan hal yang sama.

"Mommy.."

Jantung Lana serasa berdetak sangat cepat, mengerikan, ini sangat mengerikan dan gabaik untuk jantung.

"Pakai lagi seragam kalian ya sayang, jangan dibuka gini." bujuk Lana.

Ke 3 nya menggeleng dengan raut wajah yang nampak merajuk. "Mau main." pinta Zelo memelas.

"No, kita masih di sekolah."

"Iih mau maiiin." rengek Michael.

Lana berdecak kesal mendengarnya, terlalu malas meladeni mereka, akhirnya Lana keluar dari ruangan itu.

"Gila." gumamnya malas.

Lana melangkah masuk ke dalam kelas, bertepatan dengan guru yang juga masuk bersama murid baru.

"Hari ini kita kedatangan murid baru."

Lana gak tertarik, dia mah asik corat-coret buku dimeja secara abstark.

Sampai geseran kursi disebelahnya membuat Lana menoleh, matanya melotot tak percaya. "Hai, Lana."

"What the hell.."

Lana shock, dia tak percaya ini, hey ini tidak mungkin!"

"Zion!?"

"Hehe, Lana cayang akuuu."

Kenapa ini roh bisa jadi manusia?

"Nanti aku jelasin."

Oke bagus.

...........

"Ratu-"

"Lana ayo ke kantin!"

Lana mengangguk dan berjalan disebelah Zion, Zion sendiri asik memeluk lengan Lana dan mendusel disana.

Tatapan mata Michael saat melihat Lana mengabaikan panggilannya dan malah bersama Zion, membuatnya kesal seketika.

Kedua tangannya mengepal erat, siapa cowok yang berani-beraninya mendekati Ratu-nya.

"Jadi, bagaimana penjelasannya?" tanya Lana lagi pada Zion, keduanya saat ini berjalan bersama menuju kantin.

Banyak yang menatap Lana terkagum, karena pasangannya yang baru sangat cantik dan menawan. Padahal jelas-jelas itu cowok.

"Jadi, sebenarnya aku gak koma. Hanya saja roh aku sering mengalami Sleep Paral apa gitu lah nyebutnya, dimana kondisinya roh aku keluar dari tubuh."

"Woah, hebat."

Zion hanya terkekeh pelan, dia malu dipuji seperti itu. Saat keduanya masuk ke kantin, terdengar panggilan dari sudut kantin.

"LANAAAAAA."

"Lana ayo duduk disana." Zion langsung menarik Lana menuju satu meja kosong saat panggilan itu terdengar.

Dia tak akan membiarkan Lana bersama mereka, biar saja dulu Lana bersamanya untuk beberapa hari ini.

Pasti mereka bakalan jadi seperti cacing kepanasan.

Nalka yang panggilannya diabaikan sontak terdiam, tatapan matanya sangat dingin dan datar, dia menargetkan cowok yang berani-beraninya memeluk Lana-nya.

"Siapa sih itu?" ketus Vazelo kesal.

"Dia itu roh yang ngikutin Lana terus dulunya, sekarang udah balik ternyata."

"Cih, menyebalkan."

Arka dan Gabriel hanya diam, mereka menikmati makan siang mereka tanpa perlu perduli pada urusan yang lain.

"Lana mau pesen apa?"

"Nasi ayam geprek aja sama es teh."

"Otte, Zion pesen dulu yak."

Lana mengangguk, Zion berjalan pergi menuju kedai makanan Ayam geprek. Tak lama setelah Zion pergi, Nalka, Zelo, Jefrey dan Michael langsung duduk di tempat Lana.

"Mom! Who is he?" tanya Nalka dengan raut wajah yang nampak merajuk.

"Mommy punya baby baru?" rengut Zelo.

"Apa kami udah gak menarik? Apa Mommy gak puas?" tanya Michael beruntun.

"Apa Mommy kesal karena kami selalu ambruk duluan?" lirih Jefrey sedih.

"Gak juga sih." cetus Lana santai.

Mau bagaimana pun hubungan mereka, Lana tak akan mau terikat hubungan asli, ini kan hanya permainan balas dendam saja.

Tak ada unsur perasaan di dalamnya.

"Lalu? Kenapa dia nempel sama Mommy terus." cicit Nalka lemas.

"Karena dia cantik, manis, ganteng, kenapa? Buakankah dia sempurna?"

"Lalu kami bagaimana? Apa kami jelek?"

"Enggak, kalian tampan!"

"Lantas? Kenapa Mommy nambah baby lagi.."

Lana mengedik tak perduli. "Karena aku tak puas hanya dengan kalian saja." cetus Lana santai.

Jawaban itu membuat ke 4 nya semakin lemas, berati ada kemungkinan kalau Lana akan menambah baby lagi.

Ah..sial sekali, mereka harus berbagi jika seperti ini.

"Yaudah, terserah kamu aja." cetus Nalka lemas, yaudalah mau gimana lagi.

namanya mereka harus berbagi, sudah seperti Pizza saja, harus dibagi-bagi aduh.

"Ayo makan."

"Duluan aja."

"Ih cepetan tauk."

"Sabar dong."

Lana menerima suapan dari Zion secara perlahan, tenang dan kalem. Harus tetap stay cool walau hati jedag-jedug gak karuan di dalam sana.

Tatapan mata mereka terus tertuju pada Lana, entah apa yang mereka pikirkan saat ini, tak ada yang bisa menebaknya sama sekali.

"Kenapa ngeliatin terus?" celetuknya heran.

Mereka tertawa pelan. "Kamu cantik banget." puji Zion.

"Halah."

"Ih, beneran loh."

"Pandai sekali kau mengibul hahaha."

Zion mengerucutkan bibirnya sebal, dia membersihkan sudut bibir Lana yang terdapat sisa makanan.

"Bentar ya, aku beli minum dulu." cetus Gabriel kemudian bangkit dan pergi.

Bahaya kalau Lana sampai tersedak, bisa-bisa Lana mati saat itu juga dan mereka tak mau itu sampai terjadi.

Mengerikan kalau itu sampai terjadi, mereka akan saling menuduh jika benar itu terjadi. Padahal bukan salah siapapun kalau itu benar terjadi.

®^^®

...Bersambung😾...

Terpopuler

Comments

Youranss21

Youranss21

makanya jgn sok berantem..sakit kan lu bedua😊

2022-05-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!