Lana menunggu sekitar 20 menit di depan kantor yang sudah dikunci, karena memang para pegawai sudah pulang semua dan Lana lah yang terakhir keluar.
"Mana nya dia, lama bener." gerutu Lana, pasalnya Arka gak kunjung menjemputnya, padahal mereka udah ada janji makan malam sekarang.
Hampir saja menelepon Arka, sebelum klakson mobil mengagetkannya.
Tin!
Lana memejamkan matanya menahan emosi, dia mendelik tajam kearah Arka yang hanya memberikan senyum manisnya.
"Maaf loh, aku tadi bersihkan rumah dulu." alasan, Lana tau itu alasan.
"Halah, bilang aja tadi kau ketiduran." cibir Lana sembari masuk ke dalam mobil. Arka tertawa mendengar cibiran Lana, lucu sekali sih.
"Mau makan dimana?"
"Di kedai bakso lava."
"Lah? kirain mau ke restoran." keluh Arka tak sesuai ekspetasinya. Arka kira mereka akan makan di restoran berbintang.
Lana mengibas pelan. "Kau mah makannya banyak, yang ada nanti uangku habis."
"Heh, sembarangan!" Lana abai, karena nyata nya memang Arka ini makannya banyak banget, Lana pusing kalau harus sampai makan di restoran.
Mobil Tesla hitam Arka mulai membelah jalan kota malam ini, keduanya terlibat perbincangan santai yang pastinya harus berhubungan dengan pekerjaan.
"Jadi, gimana sama perjodohanmu?"
"Batal semua."
"Jadi, kau akan menikah atas keinginanmu?"
"Tentu, kenapa? kau mau jadi calon suami ku?"
Arka tersenyum malu, dia tertawa kikuk guna menutupi rasa gugupnya saat ini. "Boleh lah, gimana daftarnya?" tanya Arka.
Lana terkejut, tak menyangka jawaban Arka akan seperti itu, dia pikir Arka akan mengelak dan memberi penolakan, tapi nyata nya tidak.
"Daftarnya gampang, kau harus menjadi pria yang terhormat, masih perjaka dan tidak murahan." jawab Lana santai.
Arka ber oh ria. "Kebetulan, aku masih perjaka dan belum pernah berhubungan badan, bagaimana? kau mau?"
Lana tak habis pikir, dia kan hanya bercanda, kenapa ditanggapi serius seperti itu. "Udalah, gausah dilanjut lagi." putus Lana.
"Malu cieee."
"Berisik."
Arka tertawa pelan, dia mengelus pelan rambut Lana. "Jangan malu, memangnya aku gabisa jadi calon suami mu? hm?" Lana menggeleng pelan, dia menepis tangan Arka.
"Enggak untuk sekarang, aku malas memikirkan soal pernikahan."
Arka mengangguk. "Aku akan menunggunya, oke?"
"Yah, terserah mu saja."
Arka tersenyum lagi, kali ini dia masih lampu kuning, belum saatnya dia mendapatkan lampu hijau nya hati Lana.
Butuh waktu 19 menit untuk mereka sampai di kedai bakso yang Lana inginkan, setelah memarkirkan mobilnya, kini mereka berjalan tenang masuk ke kedai.
"Pak, bakso lava 2 ya sama teh botol dingin 2."
"Siap neng, ditunggu ya." Lana mengangguk, dia menarik Arka menuju salah satu meja kosong.
Arka sendiri terpaku pada tangannya yang digenggam Lana, apa ini mimpi? Arka tak percaya. "Gausah geer," yah sial..
Bibir mungil Arka sontak mengerucut sebal, dia duduk setelah Lana melepas pegangannya.
"Gimana kabar Alka?" tanya Lana membuka pembicaraan.
Arka mengibas pelan. "Dia gila, ada di RSJ sekarang."
Shock, Lana tak percaya akan ucapan Arka barusan, masa iya Alka gila, bukannya kemarin masih baik-baik saja?
"Kok bisa!?"
"Stress karena kau membatalkan perjodohan kalian."
Lana mengurut pelan dahinya. ada-ada aja memang. "Lalu gadis yang hamil itu?"
"Mati bunuh diri."
Lana kembali shock tak tertahankan, dia memijit pelan dahinya yang pusing. "Kok bisa sih..astaga." Lana kira Alka akan bahagia bersama wanita itu.
Elah taunya malah gila.
"Ada-ada aja kan? aku juga kaget sih pertama nya."
"Kenapa harus bunuh diri sih?"
"Ya ndak tau kok tanya saya."
Lana menjitak pelan dahi Arka, masih sempat dia berkata seperti itu. "Cewek itu stress, katanya dia dibuang keluarganya karena hamil di luar nikah, kalau Alka stress karena gagal nikah, jadi ya gitu lah."
Lana tak habis pikir, ini masih tak masuk akal dikepalanya, kenapa harus sampai seperti itu? apa gak berpikiran ke depan lagi sampai harus bunuh diri seperti itu.
Ada-ada saja, mungkin tekanan batinnya terlalu besar sampai dia tak bisa menahannya lagi.
®^^®
......Bersambung😾......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments