Semaunya.

"RATUUUUUU."

Lana yang tadinya hendak naik ke motornya sontak berhenti, dia melihat Michael berlari kearahnya.

"Ada apa?"

Michael menggenggam ujung seragam Lana erat. "Pulang bareng Lana, boleh?" tanya nya semangat.

Lana terdiam, dia menolah ke kanan dan kiri sejenak, tak ada Jefrey dan Vazelo-

"LANA PULANG BAREEEENG!"

"NATAAAAAA."

Michael merotasi malas matanya, dia mendelik kearah Jefrey, Vazelo, Nalka, Alka, Arka dan Gabriel.

Yang teriak tadi tuh Jefrey sama Zelo.

"Aku cuma bawa motor satu, sayang." jawab Lana lembut.

Jefrey memeluk Lana erat dan menariknya menjauh, sementara Zelo langsung menahan tangan Lana. "Mau lo bawa kemana Lana!?" serunya kesal.

Jefrey berdecak malas. "Mau pulang bareng Nata." lirihnya seraya membenamkan wajahnya dibahu Lana.

"Dih, gue duluan yang ajak Ratu!"

"Cot lo!"

"Lanaaa mau pulang bareeeng iih."

Lana terkekeh pelan. "Yaudah, kalian bawa motor masing-masing, kita ke Mall dulu yuk. Aku mau belanja nih."

Raut wajah ketiganya langsung senang, dan tentu saja tak menolak usulan Lana. Sementara ke 4 lainnya hanya mampu menatap saja.

Lana bahkan tak menatap mereka ber 4.

"Lan, abang ikut." cicit Arka melas, dia kan juga mau ikut jalan-jalan.

Lana mendelik, mari dia ingat sejenak kesalahan Arka padanya, apakah fatal apa tidak dulunya. Kebanyakan Arka hanya mencibir saja tanpa main tangan seperti Alka.

"Oh, terserah lo." ketus Lana tak acuh.

Sontak jawaban itu membuat senyum lebar Arka terulas, dia berlari pelan kearah motornya, bersiap ikut bersama Lana ke Mall.

"Gue pengen ikut, tapi gengsi.." gumam Gabriel.

Nalka hanya diam, tapi dia tampak abai dan naik ke motornya, lalu melaju pergi keluar dari parkiran sekolah.

Alka juga diam saja, dia lagi kurang sehat, jadi mau pulang aja.

..........

Belanjaan Lana lumayan banyak, untung dia bawa babu yakan. "Eh, Mbak Rumi haiiii." Lana berseru riang saat melihat panutannya.

Rumi, wanita 38 tahun yang terlihat anggun dengan wajah manis yang indah berhenti melangkah.

Di belakangnya ada 15 orang remaja yang usianya sekitaran 17 dan 15 tahun.

"Hai? Apa saya kenal kamu?" tanya nya ramah.

Lana mengangguk cepat. "Saya sering nontonin Story IG mbak, ya ampun Mbak itu panutan saya loh." ceplos Lana bahagia.

Rumi terkekeh pelan. "Bisa aja kamu, udah ya saya mau lanjut jalan lagi, Bara tolong telepon Papi Brandon, bilang Mami mau buat perhitungan sama mereka habis ini." titahnya.

Remaja tampan agak kebulean bernama Bara itu mengangguk mematuhi perintah Maminya.

Baru setelahnya mereka berlalu dari sana. Ke 15 anak Rumi sedari tadi tak mengalihkan tatapannya dari sang Mami.

Tak perduli ada atau tidaknya Lana disana.

"Banyak banget anaknya Lan." cetus Zelo.

"Iya, kan suaminya 15."

"HAH!?"

"AJIGILE!"

"SERIUS!?"

"MANTAP EUY!"

Lana mengedik tak perduli, kayaknya di kehidupannya sebagai Lana yang lama dan Lana yang baru sama saja.

"Mau makan dulu atau pulang?" tanya Lana.

Tak ada jawaban, jadi Lana ambil opsi makan saja lah, lagian ditanya pada gak jawab sih.

"Makan aja deh, kalian lama bener tinggal jawab doang." cibir Lana.

"Ya maaf, masih mikir." celetuk Jefrey.

Lana merotasi malas kedua matanya, mereka akhirnya melangkah menuju salah satu tempat makan yang tak ada namanya.

Masuk aja lah, yang penting makanannya bisa dimakan. Dan juga Halal.

..........

Lana menguap pelan seraya berjalan menuju dapur, ini masih jam 2 malam dan Lana kelaparan.

Akhirnya dia mutusin buat ke dapur aja, mau masak sesuatu.

Sesampainya Lana di dapur, dia melihat seseorang berjalan sendirian di ruang tamu yang gelap

"Itu Alka, dia emang suka jalan-jalan dalam tidurnya." tanpa harus penasaran lebih lama, Zion sudah menjawab semuanya.

"Oh, bukan urusan gue." gumamnya malas sembari sibuk memasak makanan.

10 menit Lana sudah selesai membuat mie goreng untuknya, dia hendak kembali ke kamarnya namun tangisan lirih dari Alka membuatnya berhenti.

"Hiks...kangen Lana..hiks..Lana gamau anggep Alka abang..hiks..abang salah..hiks..minta maap abang..hiks..huhuuuu..hiks.."

Lana diam saja, dia hanya mau mendengarkan lebih lanjut apa yang akan Alka katakan dalam tidurnya.

"Mau..hiks..main sama Lana lagi..hiks..Lana yang gamau..hiks.."

"Abang jahat..hiks..minta maap.."

"Huaaaaaaaa mau peluk Lanaaaaa..hiks..huaaaaaaa." Lana berdecak sebal, berisik sekali.

Nanti orang tuanya bangun, dengan cepat Lana meletakan piring mie tadi di Meja bar, lalu berjalan mendekati Alka yang menangis sembari memeluk lututnya erat.

"Berisik Alka! Lo gatau ini udah malam!?" Alka tersentak, mata yang tadinya terpejam kini terbuka seketika.

Alka mendongak, menatap Lana yang berdiri di depannya dengan tatapan yang sedikit membuatnya takut.

"Lana.." bisiknya lemas, sampai rasa sakit dikepalanya membuat tubuh remaja 18 tahun itu limbung ke lantai.

Lana menghela napas panjang, dia menepuk kepalanya pelan. "Zion, masuk badannya. Bawa ke kamarnya." Zion mengangguk patuh.

Dia masuk ke tubuh Alka. "Lana.." bisiknya seraya berdiri.

"Apa?"

Zion tersenyum manis, dia mencium pipi Lana singkat lalu berlari cepat dari sana. Lana terdiam, sial..memang yang nyium dia si Zion tapi kan itu wajahnya Alka.

"Kurang ajar!" serunya pada Zion.

Ada saja yang buat dia gak mood, ini masih jam 2 ya, dia juga udah gak mood makan.

Alhasil Lana berjalan menuju kamarnya, mau lanjut tidur aja kalau gini jadinya.

..........

Lana berdecak kesal, dia menatap Nalka yang menghalangi jalannya saat ini. "Apa? Mau apa lo?" sewotnya.

Nalka diam, saat ini mereka ada di UKS karena niatnya Lana mau minta obat pereda sakit kepala untuk Alka, tapi malah ketemu Nalka.

Mereka kalau mau ke UKS harus buka sepatu dan kaus kaki, dijamin bersih kaki mereka.

Nalka berlutut perlahan, kemudian dengan tenangnya dia mencium kaki Lana dan menjilatnta. "Heh-"

"Woof! Mommy..i want lick your foot.." ujarnya serak dengan suara yang dalam.

Lana terdetak saat itu juga, dia menatap wajah Nalka yang memerah dengan keringat dipelipisnya.

"You're not my Baby Boy, i am not your Mommy." tolak Lana, tapi Nalka malah menerjangnya sampai keduanya jatuh ke lantai.

Untungnya Nalka menahan kepala Lana agar tak terbentur lantai. "Heii-"

"Mommy..plis.." lirihnya tertahan.

Wajahnya semakin memerah. "No!"

"Hiks..plis..i want to be your baby boy..hiks..plis mommy plis.." rengeknya sembari menjilati wajah Lana.

"Aish! Menyingkir dari tubuhku!"

"Noooo..hiks..make me to be your Baby..hiks.."

"I said no!"

"Whyyyyy..hiks.."

"Because you are not my type."

"Hiks..huuaaaaaaaa..you are a bad girl!..hiks..huaaaaaaa."

Sial, Lana gemas jadinya.

®^^®

...Bersambung😾...

Terpopuler

Comments

Youranss21

Youranss21

weh, diem diem menghanyutkan ni bocah☠

2022-05-05

0

Youranss21

Youranss21

ini cerita yg mana pen baca aku tuh😂😭☝

2022-05-05

0

Youranss21

Youranss21

kirain tdi baby boy nya..banyak amat 15😔

2022-05-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!