Nalka Lagi

Suasana kantor tetap aman seperti biasanya, Neron yang duduk di kursi dekat pintu ruangan Lana nampak sibuk menyelesaikan tugasnya.

Masih teringat kejadian tadi pagi, Neron sarapan bersama dengan Lana, itu bagai mimpi bagi Neron hehe.

"Permisi." Neron spontan mendongak, alisnya naik sebelah saat melihat seorang pria tampan ber kemeja hitam dengan kucing putih digendongannya.

Perlahan Neron meletakan pena nya di meja, lalu tersenyum manis, ini hanya formalitas saja.

"Ada keperluan apa Tuan?" tanya Neron ramah.

Nalka mengelus pelan bulu kucing digendongannya. "Mau ketemu sama Lana, udah buat janji tadi pagi." jawab Nalka tenang.

Neron mengernyit, menyadari jika orang di depannya ada hubungan dengan Bos idaman Neron. "Tapi Buk Lana gak bilang apapun soal janji temu anda dengannya." jawab Neron langsung.

Nalka tersenyum miring, dia tak perduli lagi pada ucapan Neron, dengan cepat Nalka masuk ke ruangan Lana.

"Heh!" seru Neron panik. dasar gak sopan.

"Lanaaaaaaa, ayo makan siang bareng." berkas nampak menggunung di meja Lana, dan dia menghela napas kasar mendengar seruan riang Nalka.

"Bentar, gue beresin ini dulu." jawab Lana tenang.

Nalka mengangguk, dia berjalan menuju sofa dan duduk disana. "Buk maaf saya gabisa nahan pria itu." mohon Neron takut-takut.

Lana mengibaskan tangannya pelan. "Biarin aja, kamu kembali bekerja." Nalka mengangguk pelan.

Dia menatap Nalka yang tampak santai duduk disofa ruangan Lana, Nalka seolah menjadi bos disana, Neron tak suka melihatnya.

"Apaan sih." bisik Neron malas. Dia menutup pintu ruangan Lana dan kembali bekerja.

Nalka sendiri sibuk memandangi interior ruangan Lana, sesekali bermain dengan kucing dipelukannya. "Itu kucing yang mana lagi?" tanya Lana tanpa menatap kearah Nalka.

Nalka yang diajak bicara sontak tersenyum senang. "Ini kucing, tadi aku nemu di pintu masuk kantor kamu." jawabnya semangat.

Lana ber oh ria, dia kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi. "Yang putih udah diobati?"

"Udah! tapi gaboleh aku bawa pulang kata Dokternya. Perutnya robek entah karena adu kekuatan kali ya sama anjing." Lana sedikit terhibur mendengar ocehan Nalka.

"Lalu?"

"Lalu kata Dokter nya, kucing itu nginap di klinik aja sementara, sampai luka jahitannya kering baru bisa aku ambil."

"Oh gitu, kucing di rumah lo ada berapa?"

"Gak ada, Mami gak izinin pelihara kucing."

Tawa pelan Lana berikan, mendengar jawaban penuh kesedihan dari Nalka. "Kenapa gak diizinin?"

"Kata mami, bulu kucing bisa buat mandul."

"Heh? iya nya? gue baru tau."

Nalka mengangguk. "Aku juga gatau, itu kata Mami." ujarnya pelan.

Lana mengangguk pelan, dia selesai dengan pekerjaannya lalu menyimpan kembali berkas dan pena di meja. "Oke, aku sudah selesai. Ayo kita makan siang."

Senyum bahagia terbit semakin lebar diwajah Nalka, dia mengangguk semangat lalu bangun dari duduknya. Berjalan mengikuti Lana dan men sejajarkan langkah mereka.

"Makan dimana?" tanya Lana.

"Makan di ayam geprek bensu, aku mau makan disana."

"Kenapa gak makan di restoran lo aja?"

Nalka diam, kemudian menepum dahinya singkat. "Gausah, disana rame banget. entar kamu gak kedapatan meja." tolaknya.

Lana ber oh ria, mereka berjalan beriringan di koridor kantor, meninggalkan Neron yang masih memandangi punggung mereka dari belakang.

"Seharusnya..aku yang disana." bisik Neron lirih.

Benar, seharusnya Neron yang mengajak Lana makan siang bersama, bukan Nalka.

"Brengsek!" Neron kurang cepat kali ini nampaknya, sedih sekali rasanya.

®^^©

......Bersambung😾......

Terpopuler

Comments

Youranss21

Youranss21

harusnya aku yang disana~
dampingi mu, dan bukan dia~

2022-05-05

0

aryejiu

aryejiu

bernada 😀

2022-03-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!