Disatu rumah mewah, terdapat 4 orang remaja yang sedang berunding akan sesuatu.
"Jadi gimana? Apa rencana untuk bunuh Lana bisa dilakukan?" tanya Jefrey semangat, dia sangat tak sabar.
Sudah lama dia ingin membunuh gadis itu tapi tak pernah kesampaian.
"Tentu bisa." sahut Vazelo kalem.
"Jadi kapan?" tanya Nalka.
Michael sendiri hanya diam dan mengamati, dia sendiri hanya pura-pura ikut dalam rencana mereka, pada nyatanya Michael sendiri yang akan membunuh Lana.
"Mungkin 3 hari lagi saja, saat kita bermain dengan Lana, salah satu diantara kita harus berhasil bunuh gadis sombong itu." ide Vazelo yang terdengar meyakinkan.
"Heum, bisa saja sih..tapi.."
Mereka kini menatap Nalka dengan tatapan heran. "Kenapa?" tanya Jefrey.
Nalka menghela napas panjang, dia bergumam pelan. "Saat aku bermain dengan Lana, tak ada yang aku pikirkan selain dia...dia terlalu mempesona saat berada diatasku." gumam Nalka bingung.
Dia sendiri bingung pada teman-temannya, mereka berniat membunuh Lana tapi mereka mengaku jika mereka mencintai dan menikmati momen bersama Lana.
"Kalian cinta dia kan?" pertanyaan dari Michael langsung diangguki ke 3 nya.
"Lantas kenapa kalian mau membunuhnya?"
"Heum, karena..aku tak mau dia jadi milik orang lain selain aku..apalagi sampai memiliki banyak baby..itu membuatku egois dan merasa Lana tak perlu menambah lagi.." lirih Vazelo, dia sendiri heran pada dirinya.
Ke 3 lainnya hanya diam karena yang mereka rasakan sama seperti apa yang Zelo katakan tadi.
Mereka sangat mencintai Lana, makannya dulu mereka suka membully Lana agar gadis itu tersiksa dan tak ada yang mengambilnya dari mereka.
Sama seperti sekarang, mereka hanya mau bermanja bersama Lana sebelum nantinya gadis itu mereka bunuh bersama.
Agar tak ada yang bisa memilikinya selain mereka tentu saja.
Egois, tapi bagi mereka itu adalah satu-satunya jalan terbaik.
"Kapan rencana bisa dijalankan?"
"Mungkin beberapa hari lagi, jangan sekarang karena aku masih mau menikmati waktu bersama Lana."
Ah ya begitu mereka, menikmati waktu bersama namun ada niat membunuh yang kuat.
.........
Lana kembali berpikir keras, Zion kembali ke wujud rohnya, apa yang dilakukannya sih sebenarnya.
"Kenapa balik lagi jadi demit?" tanya Lana heran.
Dia kan suka kalau bersama Zion, rasanya nyaman sekali. Zion sendiri hanya terkekeh pelan, dia bergelayut manja dileher Lana.
"Gak papa, badan aku kubirakan aja di rumah, capek banget bawa badan tiap hari, sekali-kali aja."
"Ntar gak bisa balik lagi loh."
"Bisa kok, kalau gak bisa berarti badan aku lagi diapa-apai—LANA AKU PERGI DULU YAK!"
Zion mendapat feeling jika tubuhnya dalam bahaya, makannya dia pergi lagi.
Lana menggeleng pelan, dia berjalan menuju gudang yang biasa dia datangi, tumben sekali ke 4 nya tak mengganggu Lana seperti biasa.
"Mereka sedang apa ya." gumamnya penasaran, saat sampai di dekat Gudang, Lana berhenti melangkah.
Dia melihat Nalka sedang bersetubuh dengan seorang gadis asing.
Rasanya Lana mau muntah melihat adegan menjijikan itu.
"MENJIJIKAN!!"
Keduanya tersentak dan langsung memisahkan diri, bahkan Nalka sampai mendorong tubuh gadis itu.
"M-mommy.." getar Nalka yang sudah kalang kabut.
Dia tak sanggup hanya untuk sekedar memakai celana kembali, sementara gadis tadi segera membenahi diri.
Lalu berjalan pergi, saat sampai disebelah Lana dia berbisik.
"Sama saja, mereka ber 4 murahan. Aku sudah menusuk mereka dan 3 lainnya ada di gudang."
"Bagus, kerja bagus."
Lana menghilangkan senyum seringainya diganti dengan raut wajah datar.
Gadis cantik itu segera berjalan menuju gudang, bahkan dengan sengaja dia menginjak paha Nalka sampai cowok itu menjerit kesakitan.
"Cih, menjijikan." nyatanya mereka seperti binatang, sejenis kucing yang jika diberi ikan gratis dia akan mau.
Brak!
Lana memandang datar ke 3 orang yang telanjang di kasur dengan tangan yang terikat. "Iuw, menjijikan sekali kalian. Sasimo! Sana sini mao! Murahan." sentak Lana geram.
Ke 3 nya hanya mampu menangis dalam diam, karena terlalu sakit tubuh mereka untuk hal lainnya.
Tak bisa lagi mereka memohon ataupun berkata sesuatu, tubuh mereka remuk sekali.
Lana memicing tajam pada Michael yang meringkuk dalam, sakit...seluruh tubuhnya sakit.
"Aku kecewa Michael, aku pikir kamu gak bakalan semurahan mereka nyatanya, sama saja."
Mendengar cemohan itu membuat Michael menangis sejadi-jadinya, dia tak mau melakukan ini sebenarnya, hanya saja dia diberi suntikan pelumpuh badan sehingga dia tak bisa menolak.
Michael menggeleng ribut.
"Enggak..hiks..aku dipaksa.." tangisnya lirih.
Lana mendecih pelan, dia berjalan lagi menuju pintu gudang. "Mulai sekarang, kalian bukan lagi baby ku. Aku tak suka pada bekasan orang lain, menjijikan." desisnya menusuk hati mereka semua.
"No..hiks..jangan campakan aku.." mohon Vazelo.
"Tapi aku sudah muak dengan kalian."
Lana hendak keluar dari gudang, tapi belum sempat dia keluar.
DOR! DOR! DOR!
Lana menunduk pelan, melihat bagian dada dan perutnya sudah dipenuhi dengan darah.
Sakit dan panas, itu yang Lana rasakan.
"Maaf..jika kamu tak mau lagi bersama kami..hiks..maka kamu tak boleh hidup lagi.."
Brugh!
Lana ambruk, apa saat ini dia akan mati lagi? Tapi dengan cara yang elit..
"Maaf..hiks..maafkan aku..hiks..maaf.."
DOR!
DOR!
DOR!
DOR!
Tembakan sebanyak 4 kali terdengar, kali ini, semuanya sangat rumit untuk dijelaskan.
Nit...nit..nit..
"Dokter! Pasien atas nama Lana Ratu Adinata yang berusia 28 tahun sudah sadar!"
Perlahan wanita yang terbaring lemah di rumah sakit itu membuka matanya, melihat dengan jelas apa yang ada diatasnya.
"Lana..hiks..akhirnya kamu bangun nak..hiks.."
Lana menoleh pelan, ah..itu ibu nya yang asli, ibu yang ada di kehidupan Lana wanita.
Jadi tubuh Lana wanita masih hidup? Dan kini Lana remaja sudah meninggal makannya Lana bisa kembali ke tubuh aslinya.
"Hahh..yah..baguslah.." bisiknya lega.
"Selamat malam Nona Lana."
Lana melihat siapa yang bicara, dia shock seketika. Apalagi saat melihat Name Tage orang tersebut.
Alka Ganindra.
Alka..dia Alka suadara Lana yang Yeen itu?
But why? Kok bisa? Jadi sebenarnya Lana bukan berpindah ke dunia lain melainkan malah pindah ke masa lalu..
"Nama anda mirip dengan nama adik saya.." gumam Dokter Alka pelan.
"Gimana gak mirip, orang yang nempatin tubuh Yeen itu gue!"
Wah, sungguh plottwist sekali hidup Lana ini.
Jadi dia habis terlempar ke masa lalu dan kembali lagi ke masa depan, melelahkan tapi sedikit menyenangkan bagi Lana.
"Sayang, butuh sesuatu?" Lana melirik singkat mama nya, kemudian menggeleng.
Yang Lana butuhkan sekarang itu adalah istirahat dan menenangkan pikirannya sejenak.
®^^®
...Bersambung😾...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments