Selanjutnya

Lana memoles liptint berwarna peach dibibir tipisnya, tak lupa juga mengikat rambut indahnya dengan ikatan kuda.

Seragam sekolahnya dibiarkannya rapi, tapi 1 kancing atasnya dibuka agar tidak terlalu kaku.

Rok dibawah lutut yang biasa dia pakai sudah dibuang, Lana membeli rok diatas lutut walau tak terlalu pendek.

Penampilan Lana sangat menawan berbeda dengan image Yeen yang biasanya seperti kutu buku.

Bahkan Lana memakai kontak lensa berwarna coklat gelap, kacamata yang biasanya dia pakai sudah dibuang.

"Perfect! Misi hari pertama adalah ngehajar cewek cabe yang sering bully nih orang." gumamnya semangat.

Lana berjalan keluar dari kamar dengan aura dominan yang terasa dibelakangnya.

"Lana cantik ih." Lana berhenti melangkah, dia menoleh kearah belakangnya.

Ada sesosok cowok seusianya berwajah cantik dan berpakaian aneh dimata Lana. "Lo siapa?" tanya Lana heran.

Cowok yang tak lain adalah roh itu melayang mendekati Lana, wajah cantiknya pucat. "Aku aku tak punya nama, kamu mau beri aku nama?" ujarnya senang.

Lana terdiam, dia menyeringai seketika. "Nama lo, Zion. Lo cantik banget sih." Zion tersipu malu.

"Makasih, aku boleh ngikut kamu ke sekolah?"

"Of course you can."

Zion tersenyum lebar, dia memberikan jari tengahnya pada 3 saudaranya yang hanya mampu mengintip dari balik lemari.

Zion 1 langkah lebih maju.

Lana turun ke lantai 1, sayangnya tak ada siapapun di ruang makan.

...Yah, bodo amat juga gak perduli haha....

.........

Sekolah gempar dengan kedatangan Lana, semua terpukau melihat bagaimana Lana pagi ini.

Setelah dikabarkan jatuh dari tangga, sekarang malah terlihat sangat baddas.

"Eh? Si cupu beralih peran jadi ***** ya?" Lana langsung mendelik tajam.

Dia mengibas rambutnya pelan kemudian berjalan mendekati segerombolan siswi bermuka dempul mirip boneka mampang simpang lampu memerah.

"***** marah guys!" seru satu diantara ke 4 cewek tadi.

Sebenarnya banyak yang mau mengumpati Lana, tapi melihat betapa cool dan dominannya Lana saat ini membuat mereka kicep.

"Lana..Ratuadinata, Yeen lo ganti nama juga gak bakal ubah fakta kalau lo itu lon-"

Bugh!

"Aw!"

Lana menatap puas cewek bermulut kulit pisang itu, tendangannya di perut si gadis membuat cewek itu terjerembab ke tanah.

"Brengsek-"

BUGH!

"Double kill!" pekik Lana senang.

Dia menatap puas ke 4 nya yang sudah pucat, ke 4 nya ini sebagian dari orang yang sering membully Yeen dulu.

Untung saja Lana ini gentle woman hahahaha.

"Gue kudu buang nih sepatu, bekas tai lembu." gumam Lana geli.

Dia berjalan masuk ke dalam sekolah, mengabaikan tatapan penuh pemujaan padanya.

"Gila sih, dia keren."

"Apanya yang keren, dia kasar."

"Dia kan cuma bela diri."

"Lo kok belain dia sih Nalka? Biasa juga lo cibir terus."

"Apasih, gue gak bela.."

"Apa si toxic mulai terpesona?"

"Kagak njir!"

Ke 6 dari 7 siswa itu menertawakan wajah Nalka yang memerah padam.

Sialan!

.........

"*****!?"

Lana tertawa kuat, dia menumpahkan semua saus yang ada dibotol ke kepala gadis blonde di kantin, gadis yang terakhir dia beri pelajaran karena semua yang sudah bully Yeen dulu sudah habis dia balas.

"HAHAHAHA MAMPUS LO! HAHAHAHHAA." Lana tertawa kuat sembari menjambak rambut pirang gadis itu dan membantingnya ke lantai.

Tak ada yang berani melawan Lana lagi, Lana terlalu bar-bar dan tidak ada takutnya lagi sekarang, bahkan guru BK tak berani memanggilnya.

Anggi, gadis pirang itu mendongak menatapnya marah. "KAU BRENG-"

PLAK!

"Bacot lo tai cicak!" sewot Lana risih.

Lana menepuk pelan tangannya, berjalan santai menuju kedai bakso, laper karena seharian ini sudah berhasil menghajar dan membalas dendam.

"Mang, bakso 1 level 5 ya."

"Heh! Gaboleh!" Lana menoleh cepat, memicing tajam saat melihat sosok Vazelo, si Kulkas.

"Apaan lo?" cibir Lana.

Vazelo mendecih lirih, dia menarik telinga Lana kuat. "Lo gaboleh makan pedes, nanti mencret!" tegurnya keras.

Lana menepis kuat tangan Vazelo. "Lo gak berhak larang gue! Lo bukan siapa-siapa gue!" bentak Lana kesal.

Vazelo menatap getir Lana, tapi kemudian merubah raut wajahnya menjadi datar lagi. "Cih, kalau dikasih tau tuh nurut, sialan!" sentaknya.

Lana semakin berang, dia menendang masa depan Vazelo kuat.

Bugh!

"Uuuw, NUNUT SAMA BOLA PINGPONGNYA PECAH!?" jerit Nalka shock dari ujung kantin.

Vazelo memegang nunutnya yang nyeri nya mau mampus, dia sampai meringkuk dalam.

Lana mendecih malas. "Mampus lo." cibirnya seraya membawa mangkok bakso tadi dan berjalan menuju meja kosong.

Arel, si kasar mendekati Vazelo dan menepuk bahu Zelo pelan. "Sabar ya." cetusnya.

Zelo menyeka air mata yang menetes menahan rasa sakit di bagian selatannya.

"Sialan.." rintihnya menyedihkan.

Kasihan, mana ini masih di kantin lagi hahahaha.

Alka dan Arka berjalan mendekati meja tempat Lana duduk. "Apa lagi sih!?" resah Lana.

Alka dan Arka menarik tubuh Lana sampai terjerembab ke lantai, kantin mulai ricuh.

"Lo kasar banget jadi cewek, malu gue punya adek kayak lo." ketus Alka.

"Tau nih, jadi cewek harus lemah lembut." cemoh Arka.

Lana terdiam, dia berdiri dan menepuk pantatnya pelan.

BUAGH!

BUGH!

PLAK!

BRAK!

Alka dan Arka terhempas menabrak meja setelah mendapat tendangan dan tamparan dari Lana.

Tatapan mata gadis itu terlihat terluka. "Gue gak anggap lo berdua abang gue, gausah anggap gue adek lo!" bentak Lana.

Alka meringis pelan, dia menatap pilu Lana yang berjalan keluar dari kantin, sementara Arka sendiri sudah menangis merasakan sakit dipipinya.

Adek mereka berubah drastis sekali sekarang.

"Lemah, gitu aja nangis. Bully orang bisa tapi ditendang sedikit aja udah nangis." cibir Lana kemudian pergi dari Kantin.

Dasar, buang-buang waktu Lana saja mereka, Lana kan tadinya mau makan karena dia kelaparan sekali.

Tapi kedatangan hama-hama menjijikan itu membuat napsu makan Lana hilang seketika, menyebalkan sekali memang.

"Apa lo!?" sinis Lana begitu ada kakak kelas yang menatapnya remeh.

Karena tak terima disinis in balik sama Lana, gadis ber name tag Ayu itu geram, dia hendak menjambak Lana.

Tapi dengan cekatannya Lana menghindar, dia mencengkram kuat tangan Ayu, dia benci diusik saat lapar seperti ini.

Lana bisa jadi kesetanan. "Lepasin! kasar banget jadi cewek!" ronta Ayu.

Lana tertawa kuat, sarkas sekali tawa nya di dengar. "Bodo amat, kasar gue untuk melindungi diri! bukan kayak lo kasarnya untuk bully orang!" makinya kuat.

Ayu gemetar hebat, bagaimana cewek cupu yang lemah seperti Lana melawannya seperti ini.

Lana mendecih malas saat Ayu mulai menangis, dengan sekali hempas tangan gadis itu memerah. "Jangan ganggu gue kalau gamau gue balas." kecam Lana sebelum pergi.

Buat badmood saja.

®^^®

...Bersambung😾...

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

lanjut Thor

2023-04-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!