"Lana tunggu!" decakan malas Lana berikan begitu mendengar suara orang yang sangat dia benci.
Dengan ogah-ogahan gadis itu berbalik kebelakang, btw Zion gatau kemana setelah insiden pemukulan tadi.
"Apa?" ketus Lana begitu Arka mendekatinya.
Arka mengatur napasnya sejenak.
"Gue butuh bantuan lo!" mohonnya sangat.
Senyum sinis Lana berikan. "Masih punya muka lo minta bantuan gue?" sarkasnya.
Arka menggeleng. "Plis, kalau lo gak bantuin, bisa-bisa Alka mati!" serunya panik.
Lana mengedik tak perduli, dia melipat tangannya di dada. "Mau mati atau enggaknya dia, bukan urusan gue," jawabnya santai.
Arka mengusap kasar wajahnya. "Plis! Lan lo harus ikut!" Arka menarik Lana paksa, bahkan cengkraman Arka sangat kuat.
"HOI BAJINGAN! LEPASIN SIALAN!" percuma, cengkraman Arka terlalu kuat untuk dilepas.
Lana dibawa ke gudang belakang sekolah, disana ternyata sudah ada Vazelo, Nalka, Jefrey, Michael, Gabriel dan Alka.
Mereka seakan memang menunggu Lana disana.
"Heh, beraninya keroyokan." cibir Lana seraya menarik tangannya dan melihat dengan jelas bekas dipergelengan yang tadi Arka cengkram.
Mereka masih diam saja. "Jangan buang-buang waktu gue ya." peringat Lana.
Helaan napas mereka berikan, perlahan mereka berlutut ke tanah.
"Lana, gue minta maaf kalau sewaktu lo belum ganti nama gue selalu bully lo." ujar Gabriel pelan.
"Gue juga, karena gak pernah nolongin lo." cetus Michael.
"Hum, gue ada salah ya sama lo? Gue rasa gak ada deh." cetus Vazelo heran.
Lana mendecih. "Niat minta maaf apa kagak sih lo?" cibirnya.
"Eh-eh iya, gue minta maaf."
"Maaf..gue ngaku salah karena kasar sama lo." ujar Jefrey dan Nalka bersamaan.
Lana mendengus pelan. "Gue maafin,"
Mereka menatap Lana cerah dengan senyuman yang merekah, namun ternyata ucapan Lana belum selesai.
"Asal lo ber 5 mau jadi baby boy gue."
Mereka langsung terdiam shock, apa maksudnya!? Tapi bagi bucin seperti Michael, Jefrey dan Vazelo mereka malah tersenyum lebar.
Dengan cepat mereka merangkak mendekati kaki Lana dan memeluknya erat.
"Tentu! Gue mau jadi baby boy lo!" seru Jefrey senang.
"Huum!" dehem Vazelo semangat.
"Hehe.." Michael hanya tertawa pelan, entah apa yang ada di otaknya.
Sementara 2 lagi terdiam. "Sorry, gue emang mau minta maaf tapi enggak bakalan mau jadi baby boy lo, malu banget kalau harus sampe di dominan in cewek." tolak Gabriel.
Lana mengedik tak perduli. "Ya gue juga ogah sama bekasan kayak lo." balasnya santai.
Gabriel mendelik, Nalka tak mengatakan apapun setelahnya, dia pergi meninggalkan mereka disana.
"Lana, gue-"
"Eits, gue gak bakalan pernah maafin lo berdua. Terlalu banyak luka yang lo berdua kasih ke gue." sela Lana memotong ucapan Arka.
Keduanya menunduk, murung seketika.
Tapi ya Lana gak perduli, yang penting dia udah dapat 3 baby boy dan siap untuk dimainkan lagi hehehehehe.
..........
Hari pertama Lana menjadikan Jefrey, Michael dan Vazelo sebagai baby boynya, lumayan banyak perubahan.
Terutama dari cara berpakaian, Lana meminta mereka bertiga untuk berhenti memakai jaket denim ke sekolah.
Dan Lana langsung membelikan ke 3 nya sweater dengan warna yang cerah. Biru muda untuk Michael, kuning untuk Jefrey dan Pink untuk Vazelo.
Lana pikir mereka akan menolak, tapi nyatanya mereka sangat senang saat Lana memberikan Sweater itu.
Benar saja, hari ini ke 3 nya memakai sweater oversize yang bagian tangannya sampai menutupi telapak tangan mereka.
Lana suka yang gemes-gemes, lagipula setelah dilihat-lihat, wajah mereka kini malah terkesan imut daripada tampan.
Heol? Apa mata Lana yang salah dalam melihat mereka.
"RATUUUU." Lana yang tadinya sedang berjalan menuju kantin sontak menoleh ke belakang.
Michael memanggilnya dengan riang kemudian berlari pelan kearah Lana.
"Oh, Michael." sapa Lana lembut.
Michael menundukan kepalanya saat sampai di depan Lana. Seakan paham akan kode tersebut, Lana langsung mengusap pelan rambut hitam berponi Michael.
"Can i hug you?" tanya Michael dengan ekspresi memelas yang lucu.
Lana terkekeh pelan, dia merentangkan tangannya dan membiarkan Michael memeluknya erat.
Cowok itu membenamkan wajahnya diceruk leher Lana. "Udah, bateraiku sudah penuh. Makasih pelukannya Ratu, babay~" Michael berlalu pergi setelah melepas pelukannya.
Lana sendiri hanya bisa menggeleng pelan, lucu sekali sih.
.........
Lana duduk dengan tenang di sudut perpustakaan, dipahanya sudah ada Jefrey yang memeluk perutnya erat sambil menggumam hal tak jelas.
Katanya dia ngantuk, mau minjam paha Lana biar jadi bantalan.
"Mau mam..Nata Jef lapeeeer." rengek Jefrey sembari mengusakan wajahnya diperut Lana.
Lana menggeleng pelan, ada saja panggilan yang mereka berikan untuk Lana. "Bentar, aku beli dulu-"
"Ndausah! Biar suruh orang aja."
Jefrey bangun dari acara peluk Lana nya, lalu memanggil salah satu siswa culun disana. "Lo beli nasi ayam geprek 2 di kantin, cepetan!" nadanya kasar sekali ya Bund.
Setelah siswa tadi pergi, Jefrey melanjutkan acara tidur dipaha Lana dan memeluk perutnya erat.
Lana mengelus rambut kecoklatan Jefrey dan sesekali mencabuti helaian rambut yang tebal.
"Aw! Sakit tauu iih."
"Iyee maaf."
Maaf sih, tapi Lana terus mencabuti helaian rambut yang dilihatnya tebal.
"NATAAA IH!"
"Ssst, gaboleh berisik di perpus."
Bibir Jefrey sontak mengerucut sebal, dia memejamkan matanya guna menidurkan diri, pasalnya dia ngantuk tapi lapar juga.
Aneh sekali memang.
Tak berselang lama makanan sampai, Lana berusaha membangunkan Jefrey sampai akhirnya dia menggigit pipi cowok itu, yang ternyata gembul juga.
"Akh! Sakiit Nata! Nata mah nakal banget gigit-gigit pipi akuu."
"Hehe, habisnya menggemaskan."
Jefrey mencibir tanpa suara, dia bangun dan mulai memakan makanannya.
.........
"Mau es krim.."
Lana menoleh setelah mendengar lirihan Vazelo, tatapan matanya nampak sendu ke arah gerobak es krim potong yang lewat.
"Mau aku beliin?" Zelo langsung mengangguk cepat dengan senyum indah merekah diwajahnya.
Mereka saat ini ada di halaman belakang sekolah, halaman belakang hanya dipagari besi yang langsung tertuju pada jalan raya.
Lana berjalan menuju pintu pagar besi itu guna membeli es krim yang Zelo mau.
Setelah dapat, Lana kembali lagi.
"Ini, jangan belepotan ya." peringatnya sembari memberikan 1 es krim potong yang sudah dilumuri coklat cair.
Zelo menerima es krim itu dengan senyum lebar penuh kebahagiaannya.
"Maacih.." bisiknya malu, dia memakan es krim itu dengan semangatnya.
Sudah lama dia gak makan es krim beginian, biasanya yang dia makan es krim Baskin Robins.
Jadi Zelo sedikit bosen.
Lana terkekeh pelan saat melihat sudut bibir Vazelo terdapat sisa es krim. Perlahan Lana menyeka sisa es krim itu dan menjilatnya.
Zelo yang tersadar akan hal itu sontak malu, pipinya memerah seketika.
"Acieee malu nih yeee." goda Lana.
Vazelo menutup wajahnya dengan sebelah tangan. "Lana jangan gituu!" rengeknya kesal.
Lana terkekeh pelan, dia mencium pipi Zelo dan menggigitnya pelan.
"Ahhh sakiit."
"Hehe.."
Kegiatan mereka sebenarnya diintai seseorang, tatapan matanya sangat menunjukan kecemburuan dan rasa iri yang besar.
Kasian deh lo.
®^^®
...Bersambung😾...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Youranss21
makanya jadi baby boy nya Lana yok😏😏💅💅
2022-05-05
0
Youranss21
waah, jan aneh aneh lu😧
2022-05-05
0