Nalka terus.

Keduanya mulai memasuki tempat makan bernamakan Geprek Bensu, Nalka yang paling bersemangat saat ini.

"Maaf Pak, tapi kucing dilarang masuk." senyum Nalka langsung luntur, dia menunduk memandang kucing dipelukannya.

"Kenapa gak boleh?" tanya Lana yang gak tega melihat raut sendu penuh kesedihan Nalka.

Pegawai itu nampak menjelaskan larangan di tempat mereka, Nalka semakin sedih karena larangan itu benar adanya. "Ya sudah, sebentar ya Mbak." Lana menarik Nalka keluar dari sana.

Lalu Lana memegang kedua bahu Nalka dan menatapnya lembut, Lana udah laper banget jadi sekali ini aja dia lembut sama Nalka.

"Taruh aja disini ya, habis makan bisa dibawa lagi." bujuk Lana. Nalka menunduk, kemudian mengangguk patuh.

Dia meletakan kucing tadi di tempat parkiran, nampaknya dia masih gak rela kucing itu ditinggal disana. "Udah, nanti kan masih bisa dibawa lagi." Lana menarik tangan Nalka perlahan.

"Cuci tangan dulu." Nalka menurut, mood nya jelek karena kucing itu gabisa ikut masuk ke dalam. Jadi dia hanya diam saja mengikuti tarikan Lana.

Mereka mulai memesan makanan, Lana terkekeh pelan saat melihat tatapan Nalka terus tertuju pada kucing yang ada di luar sana.

"Kucingnya kasihan, panas diluar." cicit Nalka.

"Dia udah neduh itu."

"Tapi tetep aja kasihan."

"Udahan deh, makan dulu."

Nalka mengangguk, dia menyempatkan diri mengambil ponselnya yang ada di kantung kemeja, lalu memotret Lana yang tengah sibuk dengan ponselnya.

Candid yang Nalka ambil, langsung dia post ke Instagram, pasti bakalan banyak yang heboh karena Nalka makan berdua sama Lana.

"Ngapain senyum?" Nalka menggeleng pelan.

"Gak papa, hehe." geli rasanya membayangkan reaksi teman-temannya saat tau hal ini.

Nalka lebih jauh 1 langkah daripada mereka semua, mereka kebanyakan rencana, kalau Nalka langsung action yang dia lakukan.

"Minumnya apa?"

"Teh botol aja."

Lana mengangguk, menunggu sekitaran 15 menit, akhirnya makanan sampai. Lana menyodorkan piring berisi makanan Nalka ke depannya.

"Makan dan jangan berisik." peringat Lana.

Nalka mengangguk patuh, dan siang itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan tenang tanpa adanya gangguan sama sekali.

................

Lana sudah mengantar Nalka pulang ke restorannya, kini Lana mulai sibuk lagi dengan tugasnya di kantor.

"Kenapa harus seperti ini sih." keluhnya lelah, banyak saham yang seharusnya masuk ke dana perusahaan hilang lagi.

Lumayan banyak lagi, dengan malasnya Lana menghubungi seseorang. Siapa lagi kalau bukan Arka.

Arka salah satu client Lana, dan hanya bersama Arka saja pembicaraan mereka nyambung dan hanya tertuju pada pekerjaan.

Kalau bersama yang lain, pasti ada unsur lainnya.

"Buk, ini kopi anda." Neron masuk dengan nampan berisi kopi susu untuk Lana.

Lana berdehem singkat. "Letakan saja disini." titahnya.

Neron mengangguk paham, dia berjalan mendekat lalu meletakan kopi susu itu di meja tempat Lana bekerja.

"Anda butuh sesuatu?"

"Tidak, kembali bekerja."

"Baik, buk." Neron undur diri, walau sebenarnya dia masih mau bersama Lana disana tapi dia sadar pekerjaannya masih banyak dan gak bisa ditinggal begitu saja.

Neron harus profesional, tak bisa menyampurkan kisah cinta yang belum dimulai dengan pekerjaan.

Nanti yang ada dia malah merusak semuanya dan membuat Lana marah. Jadi Neron cari aman saja.

Lana sendiri tak mengabari Zion seharian ini, dan Zion pun tak ada menghubunginya, jadi biarkan saja.

Lana juga tak perduli pada pria murahan itu.

Menyebalkan sekali jika diingat-ingat kejadian semalam.

................

"Kau paham?"

"Tentu."

Lana dapat bernapas lega, untung saja Arka ini partner terbaiknya. "Makasih ya, apa kau ada waktu nanti malam? aku ingin mengajakmu makan malam. Sebagai tanda terima kasih."

Arka mengangguk saja, lumayan kan tawaran Lana dia ambil, sekalian cari udara segar dan lepas dari pekerjaannya.

"Tentu saja aku ada waktu, nanti malam aku jemput."

"Oke, jangan lupa bawa uang."

"Kau yang traktir kan?"

"Gak malu kau ditraktirin perempuan?"

"Ya enggak lah, selagi gratis kenapa harus malu."

Lana tertawa pelan, emang dasar mata duitan.

"Iya-iya, aku yang traktir. Jangan lupa ya."

"Iya, berisik." Arka pamit undur diri, lagipula dia harus mengunjungi Alka yang saat ini tengah dirawat di RSJ.

Dia gila, karena Lana membatalkan pernikahan mereka, kasihan sekali.

®^^®

...Bersambung😾...

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

menakutkh semuanya pesko

2023-03-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!