Seharusnya, sekarang Lana makan malam bersama Arka, tapi kedatangan Nalka yang tiba-tiba sudah menjemputnya di depan kantor merusak semuanya.
Arka sampai merajuk pada Lana karena makan malam mereka batal.
Nalka datang dengan lugunya, tersenyum cerah saat melihat Lana, kini mereka tengah menuju salah satu Mall.
"Kamu mau ajak aku ngapain?" tanya Lana lelah, sebenarnya Lana capek banget.
"Mau beli baju untuk kucing-kucing aku." manis sih jawabannya, Lana gabisa marah jadinya.
"Oh, udah diizinin pelihara kucing kamu?"
Nalka mengangguk riang. "Udah! Mami bilang gak papa pelihara kucing asal dijaga." ocehnya semangat.
Lana bertopang dipintu sebelahnya, dia menatap Nalka yang terus mengoceh tentang kucing-kucingnya.
"Sekarang kucing aku ada 3 loh,"
"Yang putih?"
"Iya, sama yang putih juga."
"Bagus dong."
"Heem, jenisnya Kucing kampung, kucing oren sama kucing anggora." agak extreme juga ya kalau ada kucing Oren.
"Gak pada berantem?"
"Enggak dong, soalnya betina 1 jantan 2."
Anjir, kucingnya meng harem. batin Lana.
Tapi dia tetap mendengarkan ocehan Nalka tanpa menyela, rasanya Lana lebih senang melihat Nalka yang ini ketimbang Nalka dimasa lalu.
Mereka seolah menjadi 2 orang yang berbeda, Nalka yang sekarang begitu kekana-kanakan sementara yang dulu sangat binal.
"Lana, kamu jadian ya sama Arka?" pertanyaan itu mengalihkan fokus Lana.
Alisnya naik sebelah. "Kata siapa?"
"Eum..enggak. Aku cuma nebak aja."
Bohong, Lana tau itu kebohongan tapi dia diam saja dan mengiyakan ucapan Nalka, dia tak mau merusak mood pria itu.
Tak ada yang tau kan, apa yang bisa Nalka lakukan saat dia badmood. Bisa-bisa Lana diajak bertemu Malaikat Maut pula.
Setelah menempuh waktu 25 menit, mereka akhirnya sampai di Mall. Nalka mencari tempat parkir yang strategis dan begitu dapat dia langsung memarkirkan mobilnya.
Saat Lana hendak keluar, Nalka menghentikannya. "Tunggu, biar aku bukain dulu." cegahnya sembari keluar dari mobil.
Berlari pelan menuju pintu bagian Lana, dan membukanya. "Baik banget ya." puji Lana sembari mengusap pelan rambut hitam pekat Nalka.
Pria dengan wajah baby face itu menunduk malu, pipinya memerah seketika. "Makasih hehe."
Setelah selesai, mereka berjalan tenang masuk ke dalam mall, sangat ramai malam ini.
"Dimana nyari keperluan kucing?" tanya Lana, soalnya Lana gatau, dia jarang libur dari pekerjaannya.
Nalka menarik tangan Lana lembut, dan membawanya menuju eskalator. "Ada di lantai paling atas." celetuk Nalka.
Mereka menunggu antrian untuk naik. "Hati-hati."
"Iya tau."
Tatapan mata Lana berpendar ke sekeliling mall, dia memang jarang sekali ke mall, semua keperluannya diurus Neron.
Untung ****** ***** dan bra itu urusan Lana pribadi.
"Lana, aku mau ke timezone dulu."
"Lah? kok malah nyasar kesana?"
"Mau maiiin, Nalka mau main kesanaaa."
Lana pusing kalau sudah mendengar rengekan, dia mengangguk saja. "Yaudah ayo." senyum indah terbit kembali diwajah Nalka.
Mereka nyasar dulu ke Time zone.
"Kamu bawa kartu nya?"
"Bawa doooong."
"Yaudah buruan."
Nampaknya, mereka melenceng dari tujuan awal ke Mall ini ngapain.
..........
Arka menatap datar Alka, Alka, saudara kembarnya itu sibuk menangis di kamar inapnya.
"Hiks..mau Lana..hiks.."
"Lana sudah bersama yang lain."
Alka menekuk kakinya dan menangis kembali, kali ini lebih kuat dan memilukan jika didengar.
Helaan napas Arka berikan, dia teringat 1 pesan yang Gabriel berikan padanya. Sebuah ajakan untuk mendapatkan Lana kembali.
Sebenarnya Arka tak sudi bekerja sama dengan mereka, dan tentu saja Arka menolak.
Lana kan hanya miliknya, jadi untuk apa dia bekerja sama untuk hal itu.
Cemen sekali, masa mau dapatin pujaan hati harus dibantu dan berujung menjadi yang kesekian.
"Bagaimana caranya ya, aku harus segera mendapatkan Lana. Tapi dia tak mau dipaksa dan benci dipaksa." gumamnya sendiri.
Beribu rencana sudah tersusun dikepala Arka, tapi semua lenyap saat menyadari jika saja dia melakukan hal itu, maka yang terjadi Lana akan menjauhinya.
"Huft, kali ini aku biarkan Nalka bersama Lana, tapi untuk seterusnya jangan harap dia bisa mendapatkan kesempatan itu lagi."
Karena Arka sadar, yang menyukai Lana ada banyak, ada Michael si psychopath gila, ada Nalka yang suka memanipulasi.
Ada Neron yang diam-diam menghanyutkan, untuk Zelo dam Gabriel belum terlihat bergerak lebih jauh.
Yang Arka takutkan, mereka memiliki rencana yang lebih busuk lagi.
Tak lupa dengan Zion, yang paling berperan besar dalam hidup Lana. Tapi tidak untuk seterusnya nampaknya.
Karena Zion mulai terlihat disingkirkan, sedikit demi sedikit Zion akan tersingkir dari daftar.
"Haha, rencana ku berjalan lancar." Arka meminta pada kembaran Zion untuk datang ke bar dekat kantor Lana.
Bertepatan dengan Lana yang keluar dari kantor siang itu.
Dan terjadilah kesalah pahaman yang sangat Arka sukai.
Arka diam, bukan berarti lemah. Rencana yang lebih besar sedang dia persiapkan, hanya tinggal menunggu waktu yang pas saja kapan itu akan dilaksanakan.
®^^®
......BERSAMBUNG😾......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
fany_yaaaa
owalah ini toh biang keroknya
2022-06-26
0
Ghaisa Gisa
jefrey kemana ya?
2022-06-01
0
syifahxi
oalaa ini nih ternyata pelakunya
2021-12-21
0