Bab 17. Calon Ibu Persit

Makan malam berlangsung dengan hangatnya suasana kekeluargaan. Bunda Syifa merasa kasihan terhadap putrinya. Ketika yang lain berbincang-bincang dan bercanda tawa, Gisya malah menyibukkan diri membantu persiapan makan malam. Bahkan kedua sahabatnya, tidak menyadari itu. Mereka larut dalam kebahagiaan mereka masing-masing.

"Kuatkan hatimu, Fa. InshaAllah suatu saat nanti Caca akan menemukan kebahagiaannya." ucap Umma Nadia.

"Aku turut berbahagia untuk kalian, aku hanya mengkhawatirkan putriku. Lihatlah, dia menyibukkan dirinya sendiri. Aku tau seperti apa putriku," lirih Bunda Syifa.

Syauqi mendengar semua yang diucapkan oleh Bundnya, meskipun saat ini dia sedang menyimak perbincangan mereka.

"Bunda jangan khawatir, Uqi akan membuat Teteh bahagia," ucap Syauqi dalam hati.

Syauqi melihat Fahri yang sedang berada didekat Gisya. Syauqi ingin mengetahui apakah Fahri memiliki perasaan cinta terhadap kakaknya.

"Bang, hayuk gabung sama yang lain." ajak Syauqi.

Setelah Fahri meninggalkan Gisya, Syauqi malah menariknya keluar dari Toko. Dia mengajak Fahri berbicara di Warung Kopi yang berada dipinggir jalan.

"Loh, kok malah bawa Abang kesini?" tanya Fahri.

"Ada yang mesti Uqi bicarakan sama Abang,"

"Ada apa? Sepertinya kamu sedang ada masalah," tebak Fahri.

Syauqi menarik nafas, lalu menghembuskannya. Dia mulai bercerita.

"Dulu, Teh Caca adalah gadis yang periang. Bahkan setiap hari Uqi dan Teteh bisa berdebat 3x sehari. Tapi semenjak Ayah meninggal, dia bukan Teh Caca yang Uqi kenal. Dia berubah menjadi gadis yang lemah lembut dan hanya bicara seperlunya. Dengan sukarela, dia menerima permintaan Ayah untuk menikah dengan A Zayn. Setiap kali tanggal pernikahan sudah ditentukan, A Zayn akan meminta Teh Caca untuk menunda pernikahan mereka. Dan kejadian kemarin adalah ketiga kalinya. Ternyata bukan hanya itu, Teh Caca malah diselingkuhi. Padahal selama ini, dalam hidupnya Teh Caca tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun." lirih Syauqi yang menceritakan Gisya.

Fahri hanya terdiam, ternyata yang dialami Gisya tidak mudah. Fahri yakin, luka hati Gisya jauh lebih dalam.

"Ternyata sedalam itu luka hatimu. Aku rasa, aku sudah mulai jatuh hati padamu. Tapi aku takut membuatmu tersakiti kembali." Lirih Fahri dalam hati.

Syauqi memperhatikan Fahri yang termenung.

"Apa Abang menyukai Teh Caca?" tanya Syauqi yang membuat Fahri gelagapan.

"Abang pertamakali melihat Caca di Lampu Merah. Abang kira dia gadis yang aneh. Dia menikmati hujan dengan ceria, disaat yang lain berteduh. Lalu kami bertemu lagi di Rumah Makan Padang Uda Kris. Abang mulai merasa penasaran dengan Caca. Sampai akhirnya, Abang dan dia sama-sama menjadi korban pengkhianatan. Jujur, abang menyukai Caca. Melihat ketegasannya dalam bersikap, kesabarannya dalam menghadapi masalah. Itu membuat Abang sangat menyukainya." tutur Fahri mengungkapkan isi hatinya.

"Apa Abang gak berniat untuk menjalin hubungan dengan Teh Caca?" tanya Syauqi.

Fahri menatap Syauqi, dia melihat banyak harapan dalam matanya.

"Abang dan Caca masih dalam proses penyembuhan luka hati kami. Abang gak mau, Caca hanya menganggap Abang menjadikannya pelarian. Biarlah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Abang juga takut, jika nantinya akan menyakiti hati Caca kembali. Karena pekerjaan Abang sebagai seorang Abdi Negara yang wajib memprioritaskan tugas Negara dalam hidup Abang." Jelas Fahri pada Syauqi.

"Semoga Allah memberikan Abang dan Teh Caca kebahagiaan yang terbaik." do'a tulus Syauqi.

Gisya yang sudah menyiapkan makan malam keheranan karena Syauqi dan Fahri tidak ada disana.

"Bun, Uqi kemana?" bisik Gisya pada Bundanya.

"Eh, gak tau Ca. Bunda anteng ngobrol daritadi sama Umma. Coba cari diluar," pinta Bunda Syifa.

Gisya pun keluar mencari Syauqi, dia melihat adiknya itu sedang berbincang serius dengan Fahri.

"Uqii, makan duluu!" teriak Gisya pada Syauqi.

"Bang, ayo kita makan dulu." ajak Syauqi.

"Duluan aja Qi, lagian kakakmu itu cuman panggil kamu." ucap Fahri.

"Ciee Abang ngambek," ledek Syauqi lalu menghampiri Gisya.

"Loh kok sendirian? Bang Fahri nya gak diajak?" heran Gisya yang melihat Uqi berjalan sendiri.

"Katanya Abang gak dipanggil, jadi gak ikut." bisik Uqi meninggalkan Gisya.

"Dih, gitu aja ngambek. Kayak anak kecil aja," gerutu Gisya lalu menghampiri Fahri.

"Bang, ayo makan dulu! Udah ditunggu sama yang lain." ajak Gisya pada Fahri.

"Kirain Abang mah gak diajak, orang yang dipanggil cuman Uqi aja." ucap Fahri lalu meninggalkan Gisya.

"Yee, masa Tentara ambekan gitu. Malah ninggalin lagi!" gerutu Gisya.

Melihat Fahri masuk bersama Gisya, membuat jiwa jahil mereka meronta-ronta. Terlebih Gisya masuk dengan wajah yang ditekuk.

"Nah, itu yang ditunggu-tunggu dateng juga! Kenapa mukanya ditekuk gitu Ca?" tanya Febri.

"Kayaknya gagal melepas kerinduan," celetuk Yuliana.

"Wah, jadi Nak Fahri sudah punya Calon Ibu Persit juga yaa?" tanya pak Burhan yang merupakan orangtua Andi.

"Asik! Dinda ada temen dong jadi Ibu Persit," celetuk Andi.

"Kalo Uqi sama Bunda mah udah Lampu Hijau, iya gak Bun?" Ledek Syauqi yang langsung dipelototi Gisya.

"Ih itu mata mau copot Neng!" celetuk Jafran.

"Kalian cocok loh, gak langsung aja pengajuan, Ri?" tutur Pak Burhan.

"Do'akan saja yang terbaik untuk kami Om," jawab Fahri singkat.

Gisya terdiam mematung mendengar ucapan Fahri.

"Ayo duduk, katanya tadi ngajakin makan." bisik Fahri.

"Duduk Ca! Malah bengong, ambilin tuh makanan buat Bang Fahri," ucap Yuliana.

Gisya yang gugup langsung duduk dan mengambilkan makanan untuk Fahri. Setelahnya dia tersadar dengan apa yang dilakukannya. Dia menjadi pusat perhatian semua orang.

"Nih, Abang ambil aja makanannya sendiri," gugup Gisya yang membuat semua orang menahan tawanya.

"Tanggung, tinggal ambilin lauknya Ca. Itung-itung latihan aja." Goda Fahri yang membuat pipi Gisya merona.

Mereka makan dengan sangat lahap, masakan Gisya memang sangat enak. Mereka sampai tidak menyisakan sedikitpun makanan. Setelah selesai makan, mereka melanjutkan obrolan dengan keluarga Andi.

"Jadi sudah sampai mana persiapan pengajuan nikah kalian?" tanya Pak Burhan.

"Surat-surat dari kantor sudah selesai semua. Akta kelahiran, Ijazah, SKCK milik Dinda juga sudah. Tinggal tes kesehatan, foto gandeng memakai seragam PDH tanpa lencana dan Dinda foto memakai baju Persit. Setelah itu baru kita bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Pembinaan Mental, Menghadap kesatuan baru kita bisa Menikah secara Sipil." tutur Andi menjelaskan.

"Busett dah banyak banget persyaratannya," celetuk Yuliana.

"Ya memang begitu Nak Yuli, kalo menikah dengan seorang Abdi Negara. Suatu saat nanti juga Nak Uqi akan mengalaminya." ucap Pak Burhan.

"Kalo nikah sama pilot, ada persyaratan gitu juga gak sih Pan?" Tanya Andi pada Jafran.

"Iya, Om juga ingin tau," ucap Pak Burhan.

"Nggak ada sih Om kalo persyaratan, cuman kalo calon istri mungkin sama persiapannya. Menyiapkan mental, karena Pilot kan tergantung jam terbang Om. Seperti aku, dalam seminggu bisa berapa kali terbang. Pasti akan jarang pulang, apalagi jarak Bandung-Jakarta. Kadang aku juga harus menetap beberapa hari di Kota Tujuan. Resiko kerja juga kan sangat besar. Ini aja mau nikah, aku harus ngambil cutinya sebentar-sebentar. Jadi gak bisa bantu persiapan." Jelas Jafran.

"Ya kita sama-sama saling mendo'akan saja, biar semuanya dilancarkan dan diberi keselamatan. Bapak juga mendo'akan supaya Nak Fahri bisa segera pengajuan." ucap Pak Burhan yang membuat Fahri tersedak minumannya.

Gisya menepuk pelan punggung Fahri.

"Makanya kalo minum itu Bismillah dulu," ucap Gisya.

"Kalo kupinang dengan Bismillah mau, Dek?" Goda Fahri.

"Dih, dibilangin malah ngeledek begitu." kesal Gisya.

"Kalo serius gimana?" tanya Fahri.

Gisya diam tak bisa berkata-kata. Perkataan Fahri itu diartikan Gisya sebagai candaan semata.

"Yee, si Caca malah ngelamun!" tegur Jafran.

"Apaan sih Jafraann, ganggu aja ih!" kesal Gisya.

"Itu ente ditanya sama Bang Fahri, kalo ibaratkan dipinang dengan Bismillah begimana? Diterima gak tuh?" celetuk Jafran.

"Terima aja udah, gengsi amat sii bilang iya aja," gemas Yuliana pada Gisya.

"Loh, kan lagi ngomongin kalian. Kenapa jadi nyasar ke aku?" kesal Gisya meninggalkan mereka.

"Kalian sih! Becandanya kelewatan deh, Ah!" kesal Bunda Syifa lalu menyusul Gisya.

Mereka merasa bersalah, terutama Fahri. Dia berniat mengejar Gisya dan Bundanya. Ternyata Gisya dan Bundanya malah duduk di Taman yang tidak jauh dari Toko. Fahri memilih mendengarkan obrolan ibu dan anak itu dibalik pohon.

"Caca sayang, mereka cuman bercanda Nak. Jangan dimasukin kedalam hati. Caca kan tau sifat mereka seperti apa." tutur Bunda Syifa menangkan putrinya.

"Caca gak marah sama mereka Bun. Caca cuman malu, Caca baper sama omongan Bang Fahri. Caca takut Bun, Caca takut jatuh dalam pesona Bang Fahri terlalu dalam. Sekarang, Caca akan pasrahkan semuanya sama Allah Bun." lirih Gisya.

"Nak, Caca putri Bunda satu-satunya. Bunda mengerti perasaan kamu yang masih terluka. Tapi jika tidak diungkapkan, bagaimana Fahri akan tau perasaanmu? Bunda lihat keseriusan Fahri dalam berucap, hanya saja kalian masih sama-sama terluka." ucap Bunda Syifa.

"Maka dari itu, Bun. Caca percayakan semuanya pada Allah, jika memang Bang Fahri jodoh Caca maka kami akan bersatu." ucap Gisya.

"Tikung dia dalam setiap sholat malammu, sebut selalu namanya dalam do'a. Jika berjodoh dia bisa saja langsung menjadikanmu Ibu Persitnya," ucap Bunda Syifa dengan suara lantang karena melihat Fahri yang bersembunyi dibalik pohon.

"Apaan sih Bunda! Kenceng banget ngomongnya, malu dilihatin orang yang lewat," gerutu Gisya.

"Aku akan sebut namamu dalam Do'aku. Aku akan sholat Istikharah, jika sudah mendapatkan jawabannya. Aku akan langsung pengajuan ke kesatuan. Nantikan aku, Gisya Kayla Nursalsabila" Batin Fahri.

Terpopuler

Comments

Irat Tok

Irat Tok

selamat berjuang para pemeran cinta
duh puitisnya
hahhahahahahah

2023-02-26

0

Ita Retno

Ita Retno

gas bg fahri💪👍👍👍👍😍😍

2022-07-01

0

Daffodil Koltim

Daffodil Koltim

ahhh, bapeeer berjamaah,,,😍😍😍🙏🙏🙏🙏

2022-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!