BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang

"Kamu baik-baik aja kan Ca?" tanya Febri pada Gisya. Sepanjang perjalanan pulang, Gisya hanya terdiam dan memandang kearah luar jendela mobil.

"Kalo aku gak menuhin amanat Ayah, apa Ayah akan kecewa yaa Biw?" tanya Gisya dengan tatapan kosong.

"Gini Ca, aku bukan orang yang paham tentang hal itu. Gimana kalo besok kita tanya ke Uwak Yusuf? Sekalian jalan-jalan gitu," ajak Febri dengan semangat.

"Bener Biw! Aku juga udah kangen banget sama Uwak, besok toko kita tutup ya. Aku izin dulu sama Bunda," ucap Gisya dengan antusias.

"Aku harap kamu terus tersenyum ceria seperti itu Ca," batin Febri bahagia melihat senyuman sahabatnya.

Karena hari ini weekend, jalanan sangat macet. Hingga mereka baru sampai malam hari di Rumah Gisya.

"Assalamualaikum, Bunda." ucap Febri dan Gisya bersamaan sambil mencium tangan Bunda Syifa.

"Walaikumsalam," jawab Bunda Syifa.

Febri turun hanya untuk menyapa Bunda dan memutuskan untuk berpamitan.

"Bun, Ebiw langsung pulang ya! Udah malem takut di omelin Mama Rini." pamit Febri pada Bunda Syifa.

"Eh,eh kok pulang! Pokoknya bunda gak mau tau, Ebi harus nginep disini! Sudah malam, biar Bunda telpon Mama Rini," ucap Bunda Syifa sedikit memaksa.

"Oke deh Bunda, Ebi mah manut aja," jawab Febri dengan lesu.

"Nah gitu dong, anak gadis Bunda harus pada nurut. Udah sana istirahat dikamar, si Ulil udah nunggu dari tadi Maghrib. Bunda siapin dulu makan malam buat kalian, ya." ucap Bunda Syifa.

Raut wajah Gisya dan Febri berubah panik, mereka yakin si biang kerok itu sudah menceritakan semuanya pada Bunda Syifa.

"Bunda," panggil Gisya dengan lirih.

"Bunda gak apa-apa, sekarang kamu istirahat ke kamar. Bunda siapin dulu makan malam, setelah makan malam kita bicarakan semuanya." ucap Bunda Syifa sambil menahan airmatanya dan berjalan menuju dapur.

Sementara Gisya bergegas menuju kamar, dilihatnya sang sahabat yang sudah tertidur pulas diatas karpet. Febri berniat untuk membangunkan dan memarahi Yuliana. Tapi Gisya melarangnya, karena ia yakin Yuliana hanya tidak ingin melihat Gisya tersakiti.

Didapur Bunda Syifa masih melamun dan membayangkan bagaimana kehidupan putri kesayangannya nanti.

"Maafkan Bunda Nak," lirih Bunda Syifa.

"Bunda masak apa?" tanya Febri yang baru saja masuk dapur. Niatnya ingin mengambil air minum di urungkan, karena melihat Bunda Syifa sedang menangis.

"Eh, Bunda masak udang asam manis nih. Favorit kalian!" jawab Bunda Syifa gugup.

"Makasih ya Bunda, terbaik deh emang Bunda Syifa mah!" Ujar Febri sambil memeluk Bunda Syifa.

Sesaat mereka terdiam berpelukan, larut dalam pikirannya masing-masing.

"Jangan khawatir Bunda, kami akan selalu ada disamping Caca. Kami akan menemani Caca dimasa sulitnya, dan kami berharap Caca kami yang dulu akan kembali." ucap Febri sambil terus memeluk Bunda Syifa.

"Kalian anak-anak Bunda yang terbaik, terimakasih Ebi, Ulil," lirih Bunda Syifa menitikan airmatanya.

"Jangan menangis Bun, hayuk kita makan malam. Ebiw udah laper!"

Setelah makan malam sudah siap disajikan, mereka makan malam bersama. Tidak ada percakapan diantara mereka, karena Bunda memang melarang mereka berbicara ketika sedang makan.

"Maafin aku ya Ca," cetus Yuliana tiba-tiba setelah mereka menyelesaikan makan malamnya.

"Gak apa-apa Ulil ku sayang, aku tau kamu tidak ingin melihat aku bersedih." jawab Gisya sambil memeluk Yuliana.

"Kami ke kamar duluan ya Bunda, ngantuk!" ujar Febri mengajak Yuliana agar Ibu dan Anak itu dapat dengan leluasa mengobrol.

Keheningan diantara Ibu dan Anak itu, seakan lidah mereka kelu untuk berucap.

"Nak, apa Caca kecewa dengan Zayn?" tanya Bunda Syifa sambil mengangkat dagu sang anak yang menunduk.

"Nggak bunda," jawab Gisya semakin menunduk.

"Kamu boleh bohongin oranglain, tapi tidak dengan Bunda. Lihat Bunda, Nak."

Gisya menoleh menatap Bundanya, airmata yang sejak tadi tertahan sudah tidak bisa dibendung lagi.

"Maafin Caca bun, sampe sekarang Caca belum bisa menuhin amanat dari Ayah." ucap Gisya terisak, mengingat keinginan Sang Ayah.

"Sayang, jangan dijadikan beban Nak. Jika Zayn memang jodohmu maka Allah akan dekatkan, tapi jika Zayn bukan jodohmu maka Allah akan jauhkan. Ada atau tidaknya amanat yang diberikan Ayahmu Nak," ujar Bunda Syifa sambil membelai rambut putri kesayangannya.

Gisya hanya mampu menangis dipelukan Bundanya. Hatinya terasa sangat lega mendengarkan ucapan dari wanita yang paling dicintainya itu.

"Bunda, izinkan Caca besok menemui Uwak Yusuf. Caca ingin lebih memantapkan hati, untuk menentukan langkah Caca kedepannya."

"Bunda izinkan Nak, menginaplah semalam. Biar gak capek di perjalanan! Toko gak usah tutup, biar Bunda sama Umma Nadia yang jaga besok." ucap Bunda Syifa.

"Terimakasih Bunda, Ayo kita tidur Bun. Caca malam ini mau bobok bareng Bunda." manja Gisya pada Bundanya.

Gisya membaringkan tubuhnya disamping Bunda Syifa hingga terlelap. Memeluk Bundanya adalah hal yang Gisya butuhkan saat ini. Karena Bunda Syifa adalah kekuatan terbesar dalam hidup Gisya saat ini.

Tepat pukul 3 pagi Gisya terbangun dari tidurnya.

"Alhamdulillahiladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa illaihin nushur,"

Gisya bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan Sholat Tahajud serta Sholat Istikharah. Selesai mengucapkan salam, Gisya berdzikir lalu menengadahkan tangannya memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa.

"Yaa Allah, ampunilah segala dosa-dosa hamba. Ampunilah dosa kedua orangtua hamba, tempatkanlah Ayah ditempat terbaikmu Yaa Rabb. Kuatkanlah hati Bundaku, hamba tau Bunda sangat rapuh tanpa Ayah. Hamba hanya ingin melihat Bunda bahagia Yaa Allah. Berikanlah hamba jalan terbaik, jika engkau Ridhoi hamba dalam memenuhi amanat Ayah maka lancarkanlah segalanya Yaa Rabb. Jika Zayn Fadillah jodohku, maka mudahkanlah segala urusan kami. Tapi jika Zayn bukan jodohku, maka hamba mohon gantikan dengan yang terbaik darimu. Lepaskan hamba dari beban dalam dada ini Yaa Allah, tunjukanlah yang terbaik. Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk Hamba Yaa Allah" Gisya berdo'a dengan khusyuk dan menitikan airmata hingga tidak menyadari bahwa Bunda Syifa mendengarkan semua do'a-do'anya.

Karena sedang halangan, Bunda Syifa memilih berpura-pura tidur dan mendengarkan putrinya mengaji.

Selesai sholat, Gisya membaca Al-Qur'an sambil menunggu adzan subuh berkumandang.

Sementara itu di Rumah Dinas, Andi terbangun karena mendengar suara teriakan dari kamar Fahri.

"Astaghfirulloh," teriak Fahri yang terbangun dari tidurnya dengan bercucuran keringat karena dia bermimpi buruk.

"Ada apa, Ri?" Andi bergegas menghampiri Fahri dan memberikan segelas air putih.

"Aku mimpi itu lagi, Ndi." tutur Fahri tubuh yang lemas.

Sudah beberapa bulan Fahri selalu bermimpi buruk, dalam mimpinya Fahri selalu melihat bayangan seorang gadis yang meminta tolong pada Fahri.

"Sudah jangan dipikirkan, Ayo siap-siap Sholat subuh. Kita ke mesjid," ajak Andi.

"Iya aku siap-siap dulu, Ndi."

Selesai melakukan sholat subuh berjama'ah di mesjid, Andi dan Fahri memutuskan untuk lari pagi sekalian mencari sarapan pagi. Andi sengaja melewati "Caca Bakery" karena ingin menemui Sang Pujaan hati. Namun, bukan Febri yang terlihat melainkan ibu-ibu yang sedang asyik menata kue di Etalase.

"Ada yang bisa dibantu, Nak?" tanya Umma Nadia yang melihat Andi celingak celinguk.

"Saya mau tanya bu, bukannya ini toko kue milik Caca?" tanya Andi keheranan.

"Iya betul, kebetulan anak-anak nakal itu sedang ke Lembang menemui Uwaknya. Kalian temannya Caca?" tanya Umma Nadia pada Andi dan Fahri.

"Saya kenalnya dengan Febri bu," ucap Andi gugup.

"Oh, ini yang lagi dekat dengan anak gadis Bunda." tutur Bunda Syifa yang tiba-tiba datang sambil membawa pisau karena baru selesai memotong kue untuk disimpan di etalase.

Seketika wajah Andi terlihat pucat, karena dia berfikir mungkin Bunda Syifa itu ibunya Febri. Fahri hanya menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Andi.

"Hey anak muda! Jangan snewen begitu, dia Bunda nya Caca. Tenang saja Calon Mertua kamu tidak ada disini." ucap Umma Nadia sambil tertawa keras.

"Sstt! Nama kamu siapa Nak?" tanya Bunda Syifa.

"Saya Andi bu," ucap Andi gugup.

"Saya Fahri Bu," ucap Fahri mencium tangan Bunda Syifa.

"Sudah kalian sarapan dulu, tuh disana! Umma kenalkan pada putra Umma, namanya Jafran. Dia pilot baru pulang bertugas setelah 10 bulan gak pulang-pulang kayak Bang Toyib. Dia tunangannya Ulil anak gadis Umma yang paling ceriwis." ujar Umma Nadia panjang lebar.

"Loh bukannya Bang Toyib gak pulangnya 3x puasa 3x lebaran ya bu!" canda Fahri.

"Hahahaha, itu kan perumpamaan ganteng!" colek Bunda Syifa di dagu Fahri.

Akhirnya Jafran berkenalan dengan Andi dan Fahri. Mungkin karena seumuran, mereka langsung terlihat sangat akrab dan tidak canggung.

"Jadi kamu pacarnya si Udang cilik?" tanya Jafran pada Andi.

"Udang cilik?" Fahri terheran dengan ucapan Jafran.

"Iya si Febri alias Ebi alias Udang cilik, hahahaha." ujar Jafran membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

"Terus kalo Ulil sama Caca itu apa?" tanya Andi penasaran.

"Kalo Yuliana manisku itu Ulil alias ulet tapi gak bunyi pucuk..pucuk.. gitu loh ya!" Celetuk Jafran.

"Hahahahahaha," mereka tertawa semakin kencang.

"Kalo si Caca itu spesial, dulu dia paling mungil, mukanya bulet, terus dia manis persis banget kayak coklat yang merk nya Chacha. Tambah spesial lagi sampe ada lagunya, Chacha Maricha HeyHey, Chacha Maricha HeyHey!" Ujar Jafran dengan nada lagu.

"Wah parah, Kambing dong Caca kalo lagunya itu," ucap Fahri yang sudah tidak bisa menahan tawanya.

"Hayoh! Gibahin anak cantik Bunda, ya." Cetus Bunda Syifa yang baru saja lewat didepan mereka.

Fahri, Andi dan Jafran terdiam karena kaget.

"Perkenalan Bunda, biar mereka gak kaget nantinya. Anak-anak Bunda kan ajaib semua" celetuk Jafran.

"Iya termasuk kamu!" jawab Bunda Syifa sambil melengos pergi.

"Bunda jangan marah-marah, nanti Bunda lekas tua. Liat aja Umma Apan, keriputnya segede gaban." ujar Jafran bersenandung membuat semuanya semakin tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha, kamu tuh paling pinter banget bikin orang ketawa. Kayaknya kalian udah lama sahabatan ya?" tanya Andi pada Jafran.

"Dari orok! Kan emak-emak itu noh, mereka sahabatan berlima. Tapi yang satu katanya lost kontak setelah menikah. Umma ku yang duluan melendung, lalu terbit didirku, lalu terbitlah Ulil,Ebi,lalu Caca" tutur Jafran menjelaskan.

"Emang matahari kok terbit," ucap Fahri sambil menahan tawanya.

"Wah berarti tau dong, adindaku dulunya seperti apa?" tanya Andi senyum-senyum.

"Dih pake senyam-senyum! Lain kali aku cerita, sekarang aku capek mau pulang! Udah rindu kasur. Minta kontak kalian aja, biar nanti kita bisa Ngopi bareng lagi. Mumpung liburan" ucap Jafran.

Akhirnya mereka bertukar nomor ponsel dan sengaja membuat percakapan grup. Fahri dan Andi pun berpamitan kepada Bunda Syifa dan Umma Nadia.

"Bu, kami permisi dulu ya! Terimakasih sarapan pagi gratisnya." ucap Fahri karena Bunda Syifa tidak menerima uang yang Fahri berikan untuk membayar sarapan mereka.

"Sama-sama Nak, selamat beraktifitas."

Terpopuler

Comments

Mmh Alfatih

Mmh Alfatih

mantap ceritanya nih bikin ketawa lucu

2025-03-25

0

WA ODE JUFLIANTI

WA ODE JUFLIANTI

wahhh maa syaa Allah 😍.... bagus banget si ceritanya.

2024-05-27

0

Anna Susiana

Anna Susiana

alangkah indahnya sebuah persahabatan yg terjalin trs sedari muda hingga usia tua, tetap langgeng tidak goyah walaupun ada rintangan

2022-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!