BAB 7. Kejutan dalam Kejutan

Selesai Sholat Maghrib, Gisya bersama Bundanya menuju ke Sky Line Resto untuk makan malam bersama dengan sahabat-sahabat Bundanya yang merupakan orangtua dari sahabat-sahabatnya. Memang sejak kecil, mereka selalu bersama-sama bahkan hingga kuliah. Hanya Jafran yang berbeda, karena memang Jafran memilih untuk menjadi seorang Pilot.

Fahri dan Andi yang memantau dari atas, sudah melihat jika rombongan keluarga Jafran dan yang lainnya sudah datang. Mereka sengaja saling menunggu, agar keatas bersama-sama.

"Bismillah, semoga semuanya dilancarkan oleh Allah," ucap Fahri sambil menepuk pundak Jafran.

"Aamiinn, duh deg-degan nih!" bukan Jafran yang menjawab, melainkan Andi.

"Heh! Aku yang ngelamar ko situ yang deg-degan," gerutu Jafran.

Yuliana sudah memasuki Cafe diikuti oleh Febri dan Gisya. Namun langkahnya terhenti, ketika melihat suasana tangga Cafe yang gelap dan hanya di terangi oleh lilin disepanjang jalan masuk.

"Ini Cafe mati lampu apa! Apa emang banyak yang ngepet? Banyak banget lilinnya!," keluh Yuliana sambil terus berjalan.

"Jalan aja terus, gak usah banyak ngedumel!" ucap Mami Lia sambil mendorong sang anak agar terus berjalan.

"Sabar napa, Mi! Gelap ini, kayak Mami gak doyan ngomel aja!" ketus Yuliana sambil berjalan menghentak-hentakan kakinya.

Namun saat dia mulai menyusuri lorong, satu persatu lampu mulai menyala. Dilihatnya foto-foto kebersamaan dirinya bersama Sang Kekasih. Yuliana sangat tersentuh, hingga hampir menitikkan airmatanya. Begitu juga dengan Febri dan Gisya serta semua keluarga yang hadir, begitu terbawa suasana. Diujung lorong Jafran sudah berdiri dengan gugup, sambil membawa sebuket Bunga Mawar Merah. Sementara Fahri dan Andi berada tepat dibelakang Jafran. Musik mulai dimainkan.

Dengarkanlah, wanita pujaanku.

Malam ini akan kusampaikan,

Hasrat suci kepadamu dewiku.

Dengarkanlah kesungguhan ini.

Aku ingin mempersuntingmu,

Tuk Yang Pertama dan Terakhir.

Jangan kau Tolak dan Buatku hancur,

Ku tak akan mengulang, tuk meminta.

Satu keyakinan hatiku ini,

Akulah yang terbaik untukmu.

Dengarkanlah, wanita impianku.

Malam ini akan kusampaikan,

Janji Suci, Satu Untuk Selamanya.

Dengarkanlah kesungguhan ini.

Aku ingin mempersuntingmu,

Tuk Yang Pertama dan Terakhir.

Jangan kau Tolak dan Buatku hancur,

Ku tak akan mengulang, tuk meminta.

Satu keyakinan hatiku ini,

Akulah yang terbaik untukmu.

Lirik lagu dari Yovie&Nuno mengiringi langkah Yuliana yang berjalan menghampiri Jafran. Yuliana terus menghapus airmata haru yang mengalir dipipinya. Jafran berlutut ketika Yuliana sudah ada berada didepannya dan memberikan Bucket Bunga Mawar Merahnya.

"Ulil, Ulet pucukku yang imut. Maukah kamu menjadi pendamping hidupku, menghasilkan Ulil-Ulil yang lucu untukku. Yuliana Puteri Mardiana, Will you Marry me?" ucap Jafran yang kesulitan membuka kotak Cincin yang berada disakunya.

"Si Apan mah ngerusak suasana, masa ngelamar bahasanya gitu amat, anak siapa sih?" bisik Umma Nadia pada Bunda Syifa.

"Hush! Anak kamu itu!" ucap Bunda Syifa yang membuat mereka menahan tawanya.

Akhirnya kotak Cincin itu terbuka, Yuliana hanya terdiam mematung. Dia masih sangat terkejut.

"Hmm.. Jadi gimana ulet pucukku, Will you Marry me?" tanya Jafran membuyarkan lamunan Yuliana.

"Yess I will merpatiku!" jawab Yuliana sambil berhambur memeluk Jafran.

"Eh, eh, eh belom mahrom udah peluk-peluk aja!" ucap Umma Nadia.

"Maaf Umma, keceplosan!" ucap Jafran sambil memperlihatkan deretan giginya.

"Yaa Allah, anak Mami satu-satunya udah dilamar orang!" ucap Mami Lia sambil berhambur memeluk sang putri satu-satunya.

"Mamiii, anak Mami kan nambah! Nanti juga aku kan jadi anak Mami," celetuk Jafran sambil merangkul tangan Mami Lia.

"Eh iya Mami lupa, hehehe. Itu bujang tampan yang dua itu ajak juga makan, Ayo Nak!" ajak Mami Lia.

"Hampir setahun gak ketemu, kok kamu makin Sweet banget sih, Ay! Melelehkan akunya," puji Yuliana.

"Coklat kalii ah meleleh," ucap Ibu-ibu Rempong berbarengan, membuat semuanya tertawa.

Fahri dan Andi pun menghampiri mereka. Bukan hanya Yuliana, tapi Febri dan Gisya pun terkejut dengan kehadiran Andi dan Fahri. Bagaimana bisa mereka saling mengenal? Itulah yang ada dibenak keduanya. Jafran mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan yang sudah dipesankan.

"Ayo semuanya, selamat makan!" ucap Jafran pada semua orang.

"Jadi gimana kamu jelasin semua ini Ay?" tanya Yuliana pada Jafran.

"Hehehehe, jadi gini yank. Kemaren waktu aku telpon, aku udah ada di Bandung. Pas kebetulan di Toko, Umma ngenalin aku sama pacarnya Febri. Dari situ aja kita tukeran nomer Hp!" ujar Jafran yang membuat Febri tersedak.

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Febri menatap tajam Jafran, Mama Rini selaku ibu Febri pun ikut tersedak.

"Gimana, gimana Pan? Coba jelasin lagi sama Mama, soalnya ini anak gadis satu Mama suruh kenalan sama anak temen Mama gak pernah mau!" ucap Mama Rini melihat kearah Febri dan Andi.

Keadaan menjadi canggung, wajah Andi pun terlihat memucat mendengar ucapan dari orangtua wanita yang dicintainya. Fahri hanya bisa menepuk bahunya untuk menenangkan.

"Apaan sih, Rin! Kebiasaan bikin anak orang snewen," ucap Bunda Syifa mencubit paha Mama Rini.

"Aww! Bukan mau bikin snewen, cuman gak mau ni anak gadisku dighosting! Masa HTS kan gak lucu!" ketus Mama Rini.

Andi mulai memberanikan diri untuk berbicara.

"Maaf Bu, nama saya Andi. Sebelumnya saya dan Dinda Febri sudah lama saling mengenal. Hanya saja saya belum berani mengungkapkan, karena beberapa hari yang lalu kami baru bertemu. Saya seorang TNI AD Bu, saya akan ditugaskan kemanapun sesuai perintah pusat. Saya takut jika Dinda Febri tidak bisa menanti kepulangan saya. Karena saya juga tidak bisa memprediksi berapa lama kami bertugas." tutur Andi menjelaskan dirinya.

"Saya tau tugas TNI itu seperti apa, yang saya ingin tau apakah benar kamu mencintai anak saya? dan menerima segala kekurangan yang ada dalam diri anak saya?" tanya Mama Rini.

"Saya tidak memperdulikan itu Bu, semua orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Bagi saya, Dinda Febri mencintai saya dan mau menerima profesi saya. Saya sudah sangat bersyukur, Bu." tutur Andi dengan tegas.

"Kalo gitu, saya tunggu bulan depan! seminggu sebelum Jafran menikah. Kamu lamar anak saya, bagaimana?" Tantang Mama Rini.

"InshaAllah saya siap bu!" ucap Jafran tegas.

"Tunggu, Mama main nyuruh lamar gak nanya pendapat Ebi dulu?" kesal Febri.

"Lah emang kamu gak mau dilamar, Biw?" tanya Bunda Syifa.

"Ya mau Bun," ucap Febri malu-malu.

"Heleh si Udang banyak drama!" ucap Jafran dan Yuliana bersamaan.

Malam itu mereka berbincang-bincang, Yuliana yang sudah resmi akan menikah bulan depan. Begitupun juga Febri yang sudah resmi menyandang status Calon Istri dari Andi. Gisya ikut merasa sangat bahagia, tapi dalam hati kecilnya dia sangat terluka. Bahkan hampir semua orang yang ada disana tidak menyadarinya, hanya Bunda Syifa dan Fahri yang melihat kesedihan dalam mata Gisya.

"Biw, aku ke toilet dulu. Toiletnya disebelah mana ya?" tanya Gisya pada Febri.

"Dilantai 2 Ca, mau aku anter?" tawar Febri.

"Gak usah! Aku sendiri aja," ucap Gisya sambil berlalu.

Bunda Syifa hanya bisa menatap putrinya, hatinya terasa ngilu dengan apa yang menimpa Gisya. Harusnya Gisya dan Zayn sudah resmi menjadi suami istri dari 2 tahun yang lalu.

Gisya berjalan menuju toilet, tapi langkahnya terhenti ketika melihat orang yang sangat dikenalnya. Bagai ditusuk belati, hati Gisya terasa sangat pedih. Hatinya dipenuhi oleh kekecewaan. Gisya mengambil ponselnya dan memotret kebersamaan Zayn bersama seorang gadis. Ya! Orang itu adalah Zayn, yang berstatus calon suaminya. Gisya semakin yakin untuk memutuskan perjodohan yang diamanatkan Ayahnya.

"Ternyata ini yang namanya kejutan dalam kejutan! Aku membantu memberi kejutan, tapi aku juga mendapat kejutan!" ucap Fahri yang berdiri dibelakang Gisya.

"Astaghfirullohaladzim, Bang Fahri ngagetin!" Kesal Gisya memegang dadanya karena kaget.

Fahri tidak menjawab ucapan Gisya, dia berjalan menuju meja dimana Zayn dan gadis itu berada. Dengan santainya, Fahri duduk dihadapan keduanya.

"Ternyata ini alasan kamu tidak bisa dihubungi," ketus Fahri membuat keduanya tersentak kaget.

"Ba-bang Fahri," ucap Santi tergugup.

"Kenapa kaget? Tenang aja, aku kesini cuman mau bilang makasih. Makasih sudah menunjukkan sifat asli dirimu yang sesungguhnya," ujar Fahri dengan tegas membuat Santi gemetaran.

"Jadi dia kekasihmu yang tentara itu?" tanya Zayn pada Santi dan dia hanya menganggukkan kepalanya.

"Syukurlah kamu sudah tau hubungan kami, aku sudah lelah bersembunyi selama 2 tahun ini." ucap Zayn yang tidak menyadari kehadiran Gisya disana.

"Wah, ternyata sudah lama ya kamu seperti ini. Ternyata orangtua kamu hanya alasan! Sungguh murahan sekali kamu Santi," geram Fahri.

"Jaga mulutmu! Mulai sekarang lepaskan dia! Aku yang akan menikahinya!" bentak Zayn pada Fahri.

"Tapi lepaskan juga aku!" teriak Gisya memberanikan diri menghampiri mereka. Zayn sangat terkejut, terlebih melihat Gisya, Bundanya serta yang lainnya disana. Apalagi mereka merekam semua ucapan Zayn.

"Ca-caca! Aa bisa jelasin Neng," ucap Zayn panik dan menghampiri Gisya.

"Stop!! Jangan mendekat A, sudah cukup semuanya A. InshaAllah Caca sudah ikhlas, cukup A Zayn menyakiti hati Bunda dan Caca. Mulai saat ini saya Gisya Kayla Nursalsabila, membatalkan perjodohan denganmu Zayn Fadillah!" teriak Gisya dan langsung berlari keluar.

Mereka mengejar Gisya, namun sayangnya ketika Gisya berlari ada sebuah minibus yang melaju kencang.

Braaakkkkkk!!

Tubuh Gisya terpental karena tertabrak oleh minibus.

"Caca!! Gisya!!" teriak semua orang.

Zayn yang ikut mengejar Gisya terkulai lemas, dia menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Gisya. Terbayang kejadian 2 tahun lalu ketika Ayah Gisya mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Ayah Zayn.

"Ebiii!! Cepet bawa mobil," teriak Bunda Syifa frustasi.

"Kamu tenang dulu, Fa. Kita bawa Gisya kerumah sakit sekarang." ujar Umma Nadia memeluk Bunda Syifa.

Jafran melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dalam mobil tak hentinya Febri, Yuliana dan Bunda Syifa berdo'a.

Fahri masih terdiam menatap tajam kearah Santi. Zayn kembali kedalam dengan wajah yang lesu.

"Mulai saat ini, aku dan kamu berakhir. Terimakasih atas pengkhianatan ini." geram Fahri pada Santi.

Sedangkan Santi, hanya diam tertunduk sambil menangis. Karena dia tau jika Gisya mengalami kecelakaan.

"Dan kamu! Laki-laki bodoh! Melepaskan berlian demi batu kerikil," tunjuk Fahri bergantian pada wajah Zayn dan Santi.

Fahri dan Andi bergegas pergi dari sana untuk menyusul ke Rumah Sakit. Sebelumnya Fahri sudah menelpon polisi untuk menahan Sopir yang menabrak Gisya. Sepanjang perjalanan, Fahri hanya terdiam. Sesampainya disana, dia melihat Bunda Syifa yang sedang menangis dipelukan Febri. Fahri sangat merasakan sakit yang Gisya rasakan.

"Bu, maaf atas kejadian tadi." ucap Fahri sambil berlutut didepan Bunda Syifa.

"Kamu gak salah, Nak. Kamu dan Caca korban keegoisan mereka. Sudah berdiri, Nak." ucap Bunda Syifa.

"Maaf semuanya, kami harus kembali ke Markas." tutur Andi setelah mendapatkan panggilan dari pusat.

"Semoga Caca lekas sembuh, sampaikan salam kami pada Gisya bu," tambah Andi.

"Bunda harus kuat demi Gisya," ucap Fahri tiba-tiba, ia mencium tangan Bunda Gisya lalu berpamitan pergi.

"Dinda, Mas pergi dulu. Jaga dirimu Dinda, Mas akan kembali lagi nanti." ucap Andi lalu mencium kening Febri.

"Hati-hati Mas, do'aku selalu menyertaimu." ucap Febri memeluk Andi sejenak.

Meskipun bukan pertamakali Andi berpamitan, tapi saat ini rasanya berbeda. Mungkin karena saat ini mereka sudah bertemu dan menjalin hubungan dengan status yang jelas.

Bagaimana keadaan Gisya?

Bagaimana kehidupan Fahri?

Tetep pantengin terus yaaa!

Terpopuler

Comments

Aden Boy

Aden Boy

🤭

2024-04-13

0

Hanzizi

Hanzizi

lah blum sah !!!!!

2024-04-08

0

alvika cahyawati

alvika cahyawati

aku udah baca nich novel 2x tapi tetep sj ke bawa suasana jd melow aku baca nya....

2023-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!