BAB 11. Kepulangan Uqi

Fahri yang baru saja sadar dari koma, merasakan sakit didadanya. Melihat Kedua Orangtuanya menangis, membuat Fahri merasa bersalah.

"Ma-maafin Abang, Ma." gumam Fahri terbata-bata.

"Udah, Abang jangan banyak bicara. Mama berterimakasih Abang masih ada disamping Mama. Abang harus janji gak akan ninggalin Mama!" isak Risma memegang erat tangan putranya.

"Ma, biarkan Fahri isrirahat. Sekarang kita makan dulu, dari kemarin Mama belum makan." ajak Hari pada istrinya.

Fahri menangis mendengar ucapan Papanya. Kasih sayang Ibu memang tiada bandingannya. Melihat putranya menangis, Risma mengikuti suaminya untuk makan terlebih dahulu. Saat ini di Ruang Rawat hanya ada Andi, Fahri dan Serda Rizal.

"Kamu harus kuat, Ri. Kita masih harus berjuang bersama-sama untuk Negara ini." ujar Andi menyemangati Fahri.

"Apa sudah lama aku tidur? tanya Fahri terkekeh lemah.

"Siap! seminggu Lettu tertidur," jawab Serda Rizal dengan mata berkaca-kaca.

"Heh, kamu perwira. Jangan cengeng, saya belum mati. Push Up 10x" ucap Fahri meledek bawahannya itu.

"Siap! Laksanakan!" Jawab Rizal.

Mereka sama-sama terkekeh melihat Rizal yang langsung mengikuti perintah.

Sementara suasana haru sedang terjadi di Acara Pelantikan Syauqi yang sudah mendapatkan gelar Bripda. Hari ini adalah hari Pelantikan Syauqi yang baru saja lulus dari SPN. Syifa menghampiri putranya yang disambut dengan sang putra bersujud mencium kakinya. Lalu memeluk Bundanya erat.

"Bunda bangga sama Uqi, akhirnya Uqi bisa memenuhi keinginan Ayah. Selamat Bripda Muhammad Syauqi Malik, semoga amanah dan sukses." do'a Syifa kepada anaknya.

"Alhamdulillah, semua ini juga berkat do'a Bunda. Mulai saat ini, Uqi yang akan menjaga Bunda dan Teh Caca." ucap Syauqi sambi memeluk Bundanya.

"Selamat Uqiw! Semoga sukses dan bahagia selaluu," ucap Febri yang langsung merangkul Syauqi.

"Aaminn, makasih Teh Ebiw!" balas Syauqi.

"Uqii Maruqi! Selaamaaatttt yaaa! Asik resmi jadi Polisi, Uhuuuyyy!!" teriak Yuliana sambil memberikan sebuah Bucket yang berhias bunga dan uang.

"Aseeeekkkk, Sultan mah bedaa bucket nya juga euy!" celetuk Syauqi lalu berhambur merangkul Yuliana.

"Tetehnya Uqi yang paling cantik dimana, Bun? Kok gak keliatan Bun?" tanya Syauqi yang tidak melihat kehadiran kakak tercintanya.

Bunda Syifa, Febri dan Yuliana saling pandang. Mereka sudah mengira, Syauqi pasti akan menanyakan keberadaan kakak yang paling disayanginya.

"Yee! Malah pada bengong, dimana Teteh, Bun?" tanya Syauqi kembali.

"Emm, Caca gak bisa ikut kesini. Dia bagian jaga Toko, lagian banyak banget pesenan." celetuk Yuliana yang membuat Febri dan Bunda Syifa melotot.

"Cih, mentingin Toko daripada adiknya! Awas aja, ketemu nanti aku jitak kepalanya," ucap Syauqi yang kesal dan kecewa.

"Eh, itu kepala di Fitrahin tiap taun! Maen getok aja, dasar bocah!" ledek Yuliana.

"Dih, bocah juga udah bisa bikin bocah!" celetuk Syauqi yang mendapat cubitan dipinggangnya.

"Kamu masih kecil, jangan mikirin yang aneh-aneh!" kesal Bunda Syifa sambil menjewer kuping Syauqi.

"Aww, Aww, Aww sakit Bundaku sayang! Gimana kalo kuping Uqi lepas," keluh Syauqi.

"Udah, hayuk kita makan-makan dulu! Teh Ulil udah laper nih," ajak Yuliana.

"Masa gak sama Teteh makan-makannya! Gak seru ah, ke Toko aja nanti barengan sama Teh Caca!" tolak Syauqi karena ia sudah rindu makan bersama kakaknya tersayang.

Syauqi mengambil kunci mobil yang ada ditangan Febri. Mereka benar-benar tidak bisa berkutik dengan sikap Uqi. Jantung mereka berdegup kencang, mereka takut mengatakan yang sebenarnya pada Uqi. Sambil bersiul, Uqi melajukan mobilnya. Dia sudah benar-benar merindukan kakak tercintanya. Dalam hati, Dia sangat kecewa karena kakaknya lebih mementingkan Tokonya dibanding dirinya.

Dalam mobil, Febri duduk dengan gelisah. Dia mengerti bagaimana sikap Syauqi jika tau apa yang sebenarnya terjadi pada sang Kakak.

"Gimana ini Bun?" bisik Febri pada Bunda Syifa yang duduk disampingnya.

"Bunda gak tau, Biw. Gemeteran ini tangan Bunda." tutur Bunda Syifa yang memperlihatkan tangannya.

Syauqi yang melihat dari spion merasa aneh akan tingkah Febri dan Bundanya.

"Bunda sama Teh Ebi bisik-bisik tetangga nih!" celetuk Uqi yang membuat keduanya gelagapan.

"Aduhhh!! Perut aku sakit, belok dulu ke Pom Bensin Qiw!!" ucap Yuliana mengalihkan pembicaraan Uqi.

"Gini nih ribet kalo bawa Emak-Emak Rempong!!" keluh Uqi.

Setelah di Pom Bensin, Yuliana turun ditemani oleh Febri. Mereka bertukar pesan dengan Bunda Syifa yang sedang berada dimobil. Sudah hampir setengah jam disana, mereka belum menemukan alasan yang tepat untuk memberitahu Uqi tentang kondisi Gisya.

"Teh Ulil lama banget sih, Bun! Masa setengah jam gak kelar-kelar, emang ngeluarin apaan sih tu perutnya!" kesal Uqi yang sudah lama menunggu.

"Sabar! Mungkin Teh Ulil diare, makanya lama" tutur Bunda Syifa.

"Uqi susul aja ah!!" ucap Uqi yang langsung keluar menuju Toilet.

Bunda Syifa belum sempat mengirim pesan, Uqi sudah menemukan Febri dan Yuliana yang sedang duduk resah dikursi depan Mushola.

"Yaa Allah! Ni cewek-cewek rempong, Uqi tungguin daritadi malah duduk manis disini," geram Uqi.

Febri dan Yuliana semakin gelagapan. Mau tidak mau, mereka kembali ke mobil.

Karena kesal, Uqi melajukan mobilnya tanpa mendengarkan ucapan Bundanya. Bahkan sepanjang perjalanan, mereka masih terdiam hanyut dalam pikirannya masing-masing. Syauqi mulai merasa curiga kepada mereka. Sesampainya di Toko, dia langsung masuk meninggalkan Bundanya yang sangat gelisah.

"Teh Caca!" teriak Uqi yang mengagetkan semua pelanggan dan karyawan.

"Uqi! Jangan teriak-teriak, liat mereka pada takut. Gak liat tuh seragam yg kamu pake!" geram Febri yang menyusulnya.

"Hehehe, maaf Teh Ebiw. Udah kebiasaan kalo manggil Teh Caca gitu," elak Uqi lalu masuk kedapur.

Uqi tidak melihat keberadaan sang kakak, semuanya gugup dan gemetar melihat Uqi.

"Dimana Teh Caca?" tanya Syauqi pada Farida asisten kakaknya selama membuat Kue.

"Emm, ituu-ituuu. Emm," Farida bingung tidak bisa menjawab.

"Aamm, Emm, Amm, Emm apasih! Dimana Teh Caca? Tinggal jawab juga apa susahnya!" geram Syauqi.

Karena kesal tidak ada yang menjawab, Syauqi menggebrak meja yang ada didepannya.

"Teh Caca koma di Rumah Sakit!" teriak Rani kaget.

Syauqi melakukan itu, karena tau salah satu pegawai disana latah jika kaget. Tapi kali ini, Syauqi yang terperanjat kaget.

"Maksud kamu apa? Coba ngomong yang jelas!" ketus Syauqi pada Rani.

"Uqii, udah Qi! Nanti Teh Ebi dan Bunda yang menjelaskan, kasian mereka!" tutur Febri menengahi.

"Jelasin sekarang!" tegas Syauqi.

Febri meminta semua karyawan untuk kembali bekerja. Syauqi mengikuti Febri masuk kedalam mobil, melihat sang Bunda yang menangis dibangku belakang membuat hati Uqi meringis. Dia meminta Yuliana untuk melepaskan pelukan sang Bunda dan menggantikannya. Syauqi memeluk Bundanya erat, Febri mulai melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Syauqi memapah tubuh Ibunya yang lemas, mereka berjalan beriringan. Sesampainya dikamar rawat Gisya, tubuh Syauqi bagai tak bertulang. Dilihatnya Uwak Ais yang sedang mengaji disamping ranjang Gisya. Hatinya sangat teriris melihat Kakak yang paling disayanginya terbaring dengan perban dikepala dan berbagai alat yang menempel pada tubuhnya. Syauqi berjalan perlahan menuju ranjang Kakaknya, airmatanya sudah tidak bisa tertahan lagi. Syauqi berhambur memeluk Gisya.

"Teh, kenapa bisa begini? Apa yang terjadi sebenarnya? Bangun atuh Teh, lihat Uqi udah disini. Teteh kan janji mau melihat Uqi pake seragam Polisi. Lihat Teh, Uqi sekarang udah resmi jadi Polisi," lirih Syauqi dipelukan Kakaknya. Dia membelai lembut tangan kakaknya yang terpasang infus. Dia terus menangis, rasanya pedih sekali. Kejadian 2 tahun lalu, cukup membuat Syauqi trauma. Hari ini dia berada dalam situasi yang sama.

Bunda Syifa menangis dipelukan Uwak Ais. Sudah hampir 1 bulan ini Uwak Ais menemani Bunda Syifa. Sebenarnya dokter mengatakan jika tingkat kesadaran Gisya hanya beberapa persen. Gisya hanya bisa hidup dengan bantuan Alat. Tapi mereka memiliki keyakinan bahwa Gisya akan kembali sadar. Dan segala biaya Rumah Sakit Gisya sudah ditanggung oleh Uwak Yusuf. Baginya, yang penting keponakan tersayangnya bisa tetap hidup. Kejadian yang menimpa Gisya membuat semua orang-orang terdekat merasa kehilangan.

Febri yang sedang mengusap bahu Syauqi terkaget dengan dering suara ponselnya sendiri. Wajahnya berubah bahagia mendapatkan panggilan dari lelaki yang paling dirindukannya. Febri berlari keluar untuk mengangkat telpon.

In Call

"Assalamualaikum, Mas! Mas baik-baik saja kan? Apa yang terluka Mas? Gimana kondisi Mas sekarang?" tutur Febri yang membuat Andi hanya bisa tersenyum.

"Walaikumsalam, sabar Dinda. Tanyanya satu-satu, Mas pusing mau jawab yang mana dulu." ucap Andi.

"Maaf Mas, aku sangat khawatir sama kondisi kamu. Apalagi berita di TV itu gak bilang secara detail siapa yang terluka dan siapa yang gugur. Apa yang terluka Mas?"

"Mas ngerti sayang. Maafin Mas ya, udah bikin kamu khawatir. Mas cuma tertembak diperut sama dibahu Dinda. Gimana kabar kamu Dinda?" tanya Andi.

"Apa?! Mendapat 2 luka tembak, Mas bilang cuma?!" kesal Febri mendengar ucapan Andi.

"Eh, eh Dinda jangan marah-marah! Gimana kabar kamu sayang?" tutur Andi membuat Febri semakin merindukannya.

"Aku lagi gak baik-baik aja, Mas. Pertama karena Gisya belum sadar dari komanya, padahal ini sudah satu bulan sejak kecelakaan itu. Yang kedua karena Mas! Denger nama Mas disebut jadi nama korban bikin jantungku berasa copot. Tapi aku bersyukur kalo Mas sekarang baik-baik aja." isak Febri menjelaskan keadaan hatinya.

"Sabar sayang, InshaAllah Gisya akan baik-baik saja. Kita sama-sama berdo'a ya!" ucap Andi menenangkan kekasihnya itu.

"Gimana kabar Bang Fahri, Mas? Apa dia terluka juga?"

"Fahri tertembak didada, dia sempat koma satu minggu. Alhamdulillah dia sudah sadar sekarang," lirih Andi.

"Yaa Allah, Mas. Kasihan sekali mereka, setelah dikhianati mereka malah mendapat musibah seperti ini."

"Sudah jalan Allah, Dinda. Kita do'akan saja yang terbaik buat mereka semua. Oh ya, Jafran sama Yuliana jadi menikah?"

"Semuanya ditunda Mas. Kita gak mungkin melakukan pesta ketika sedang dalam kondisi seperti ini."

"Mas paham, maaf Mas juga belum bisa menepati janji untuk melamarmu." Sesal Andi.

"Gak apa-apa, aku akan tetap menunggu kamu. Mas, aku tutup dulu telponnya." tutur Febri.

End Call

Febri memutuskan teleponnya secara sepihak, karena dia mendengar keributan dari Ruang Rawat Gisya. Ternyata Syauqi berteriak saat mendengar bunyi monitor yang begitu kencang. Mereka semua yang berada dalam Ruang Rawat merasakan kekhawatiran yang sama. Dokter beserta suster datang, mereka membawa beberapa alat yang entah itu gunanya untuk apa. Semua keluarga diminta untuk menunggu diluar. Karena shock, Bunda Syifa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat.

Bagaimanakah Kondisi Gisya?

Apa Gisya akan selamat atauu...........

Nantikan episodee selanjutnyaa yaaa!!!

Salam Rindu, Author 😘

Terpopuler

Comments

Aden Boy

Aden Boy

🤭🙈

2024-04-13

0

Irat Tok

Irat Tok

selamat datang kembali gisya

2023-02-25

0

Nenden Zakiah Bahasuan

Nenden Zakiah Bahasuan

😭😭😭😭

2022-08-21

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!