BAB 9. PAPUA

Fahri dan Andi baru saja sampai tepat pukul 12 malam, mereka mulai beristirahat karena besok pagi mereka akan berangkat menuju Papua. Fahri berbaring menatap langit-langit kamarnya, lamunannya buyar karena ponsel Fahri berbunyi. Panggilan Video dari Ibunya membuat Fahri terkesiap, ia menarik nafasnya lalu menggeser tombol hijau pada ponselnya.

In Call

"Assalamualaikum, Ma" salam Fahri sambil melambaikan tangannya didepan ponsel.

"Walaikumsalam, anak Mama udah mulai lupa jalan pulang nih! Lupa nomor hp Mama apa gimana nih?" kesal Mama Risma.

"Mama kamu marah tuh, Bang. Papa aja daritadi dimanyunin. Kapan pulang ke Palembang?" cetus Papa Hari yang berada disamping istrinya.

"Mamaku yang cantik jangan marah-marah, nanti gak cantik lagi," ledek Fahri.

"Mau kualat kamu Bang ledekin mama! Jawab tuh, kapan pulang? Mama kangen banget sama anak Mama," tutur Mama Risma dengan mata yang berkaca-kaca.

"Sabar Ma, baru besok Abang mau berangkat ke Papua." ucap Fahri membuat Mama Risma semakin berkaca-kaca dan mulai terisak.

"Apa?! Kamu mau tugas tapi gak ngehubungin Mama, parah kamu lupanya sama Mama!" ketus Mama Risma.

"Eh, gak gitu Ma. Maafin Abang ya, jangan nangis dong! Ini juga kan Abang bilang sama Mama, nanti selesai tugas Abang usahakan akan pulang ke Palembang, Ma" tutur Fahri menenangkan sang Ibu.

"Kamu jadi mau ngelamar Santi Bang?" tanya Papa Hari tiba-tiba dan membuat wajah Fahri memucat.

"Kenapa Nak? Kamu baik-baik aja kan Bang?" tanya Mama Risma khawatir.

"Abang sama Santi udahan Ma, Pa. Santi sudah memiliki kekasih lain Ma. Tadi abang lihat dengan mata kepala abang sendiri, tapi yang lebih miris kekasihnya itu sudah punya calon istri. Sekarang perempuan itu sedang kritis karena tertabrak mobil. Dia shock waktu tau calon suaminya sudah berhubungan dengan Santi selama 2 tahun." Jelas Fahri pada kedua orangtuanya.

"Astagfirulloh!" ucap orangtua Fahri bersamaan.

"Yaa Allah, anak Mama. Yang sabar ya sayang, Mama yakin suatu saat nanti jodoh itu akan datang tanpa kamu minta Bang. Ingat Nak, skenario Allah jauh lebih indah dari skenario manusia."

"Kamu harus ingat satu hal Bang. Hidupmu untuk membela Negaramu, Istrimu nanti hanyalah yang kedua. Karena prioritas pertama adalah Senjata dan Negara. Jadi, kamu harus mencari orang yang benar-benar bisa menerima statusmu, yang mau mendukungmu, yang mau setia menunggumu, dan yang paling penting orang yang siap kamu tinggalkan bertugas. Fokuslah pada tujuanmu saat ini, Jodoh akan bertemu disaat yang tepat." nasehat Papa Hari.

"Iya Pa, Ma. Abang mengerti, InshaAllah abang sudah ikhlas. Abang pasrahkan semua sama Allah," ucap Fahri membuat kedua orangtuanya tersenyum.

"Yasudah abang istirahat, besok kalo sempat kabari Mama dan Papa," ujar Papa Hari.

"Jangan lupa pulang! Mama Rindu 2 jagoan Mama, kalian sibuk semua! Mama kesepian," tutur Mama Risma pasalnya adik Fahri saat ini sedang bersekolah di Akademi Militer mengikuti jejak Kakak dan Ayahnya.

"Iya Ma, Abang istirahat dulu ya! Mama sama Papa jaga kesehatan. Abang sayang kalian, Assalamualaikum!"

"Walaikumsalam,"

End Call

Setelah mengakhiri panggilannya, Fahri terlelap tidur. Saat Adzan Subuh berkumandang Fahri terbangun, dia melakukan sholat subuh berjama'ah dimesjid bersama Andi. Lalu berkumpul di Lapangan Batalyon untuk bersiap berangkat menuju Papua. Dilihatnya Ibu-ibu Persit dan keluarganya yang mengantar kepergian suaminya untuk bertugas. Begitu juga Andi yang saat ini sedang memeluk Febri sebagai tanda perpisahan.

"Apakah suatu saat nanti akan ada yang mengantarkan aku untuk pergi bertugas." Batin Fahri.

Fahri dan Andi baru saja mendarat di Papua bersama pasukan. Suasana saat itu sedang mencekam, karena ada penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Fahri dan Andi langsung melakukan Patroli disekitar kejadian. Sebelumnya sudah ada 4 anggota TNI yang gugur karena penyerangan itu.

Sudah hampir 2 minggu Fahri dan Andi berada disana, mereka fokus untuk meringkus beberapa Oknum KKB. Sudah 2 minggu pula Andi tidak mengirim kabar pada kekasihnya, Febri sangat khawatir dengan kondisi Andi. Terlebih ketika berita tentang penyerangan itu berseliweran di TV.

"InshaAllah Andi baik-baik saja," ucap Mami Lia yang mengerti kondisi hati putri sahabatnya itu.

"Iya kamu tenang aja, do'a terus buat Kang Mas kamu. Biar nanti pas pulang, lamaran deh!" celetuk Yuliana.

"Mudah-mudahan aja Mas Andi baik-baik aja, Caca kapan sadarnya sih? Udah 2 minggu ini," ucap Febri dengan mata berkaca-kaca.

Saat itu Gisya dinyatakan koma oleh dokter, saat ini mereka semua sedang berada dirumah sakit menjaga Gisya. Bergantian dengan orangtua mereka. Zayn dan Santi pun sering datang kesana karena rasa bersalah. Tapi mereka tidak berani untuk masuk kedalam ruangan, hanya memantau dari jauh.

Fahri dan Andi saat ini sedang melakukan misi untuk menciduk salah satu Oknum KKB.

"Target berada diarah jam 2, Sertu Beni berhati-hati," ucap Fahri pada bawahannya.

"Siap Lettu!" jawab Sertu Beni.

Fahri bersembunyi diatas pohon, sementara Andi maju perlahan dan bersiap melakukan penyergapan.

Sayangnya keberadaan mereka diketahui oleh anggota KKB yang lain. Hingga kejadian saling tembak menembak pun tak terelakan.

Doooorrrrrrrr!!

"Lettuu!!" teriak Sertu Beni saat melihat dada Fahri tertembak.

"Fahrii!!" Andi pun ikut berteriak.

Andi terus melayangkan tembakan kearah musuh. Beberapa oknum sudah mulai tertangkap, Andi menghampiri Fahri yang terduduk dibawah pohon dengan dada yang terus mengeluarkan darah. Andi mencoba untuk memapah Fahri. Tapi ternyata masih ada beberapa oknum yang belum teringkus.

Dooooorrrr!! Doorrrrrr!!

Bunyi tembakan 2 kali kembali terdengar, ternyata Andi tertembak diperut dan bahunya. Sertu Beni terus melayangkan tembakan kearah Oknum tersebut. Setelah dirasa kondisi mulai aman Sertu Beni beserta pasukannya mengevakuasi Fahri, Andi dan beberapa perwira yang terluka.

Disisi lain, Febri tiba-tiba saja merasa dadanya sakit. Dia  tiba-tiba teringat Andi.

"Yaa Allah, lindungilah Mas Andi. Dimanapun dia berada, kuatkanlah hatiku Yaa Allah." do'a Febri.

Andi dan Fahri saat ini sedang berada di Ruang Operasi, kondisi mereka cukup parah karena kehilangan banyak darah. Berita pun mulai berseliweran mengabarkan bahwa ada beberapa yang terluka dan gugur disana. Febri saat itu sedang berada di Rumah Makan Padang Uda Kris untuk makan siang bersama Yuliana. Karena mereka sedang bertugas menjaga Toko. Saat melihat berita, Febri merasa seluruh tubuhnya lemas. Terlebih saat wartawan mengatakan nama-nama korban yang terluka dan gugur.

"Biw, kamu gak apa-apa kan?" tanya Yuliana menghampiri Febri.

"Mas Andi, Lil. Mas Andi baik-baik aja kan, Lil? Dia akan pulang menemui aku kan Lil?" tanya Febri yang sudah tidak kuasa menahan airmatanya.

"Udaa matikan TV nya!!" teriak Yuliana yang diangguki oleh Uda Kris.

"Ini kasih dia minum," tutur Uda Kris sambil memberikan segelas air putih.

Febri mulai merasa kepalanya berputar dan pandangannya gelap. Febri pingsan! Yuliana yang panik segera menelpon Bunda Syifa. Karena Mama Rini sedang berada diluar kota. Febri dilarikan ke klinik terdekat.

"Kenapa bisa gini sih sayang?" tanya Bunda Syifa pada Yuliana.

"Tadi diberitakan beberapa TNI yang terluka dan gugur Bunda, salah satunya ada nama Mas Andi dan Bang Fahri. Febri shock Bunda terus nangis dan pingsan," jelas Yuliana.

"Yaa Allah, Nak. InshaAllah Andi dan Fahri akan baik-baik saja, kita kan belum tau mereka gugur atau terluka. Semoga saja mereka hanya terluka," tutur Bunda Syifa sambil mengelus kening Febri.

Hal yang sama dirasakan oleh kedua orangtua Fahri. Risma menangis tersedu-sedu dipelukan suaminya. Sambil menunggu kabar dari Kesatuan yang menaungi Fahri.

"Pa, gimana keadaan anak kita?" tanya Mama Risma yang terus menangis.

"Fahri terkena luka tembak, Ma. InshaAllah dia akan baik-baik saja! Kamu harus terus berdo'a, Ma! Jangan menangis," ucap Papa Hari.

"Gimana Mama gak nangis Pa! Anak Mama tertembak itu, lukanya gimana? Mama gak mau kehilangan anak mama!" teriak Mama Risma histeris.

"Ssttt..! Istighfar, anak kita akan baik-baik saja Ma. Papa terus memantau kondisinya dari sini," tegas Papa Hari.

Mama Risma mulai merasa tenang mendengar ucapan suaminya. Dia terus berdo'a agar kondisi putranya baik-baik saja.

Operasi Andi sudah selesai, kini Andi sudah dipindahkan ke Ruang Perawatan biasa. Kondisinya juga sudah mulai stabil. Sementara Operasi Fahri belum selesai, karena peluru menembus dadanya. Untung saja peluru itu tidak mengenai jantung Fahri. Setelah 8 jam Operasi Fahri baru selesai. Fahri ditempatkan di ICU karena kondisinya masih kritis. Andi yang sudah siuman menanyakan keberadaan Fahri pada Serda Rizal.

"Bagaimana kondisi Fahri?" tanya Andi dengan kondisi yang masih lemah.

"Siap! Lettu Fahri masih dalam kondisi kritis, saat ini sudah berada di Ruang ICU." ucap Rizal.

"Yaa Allah Fahri," gumam Andi dengan mata berkaca-kaca. Kemudian dia ingat Febri, pasti berita diluar sana sudah menyebar.

"Zal, tolong kabari keluargaku dan calon istriku. Katakan bahwa aku baik-baik saja," pinta Andi.

"Siap! Laksanakan Lettu!" jawab Rizal lalu keluar ruangan untuk menghubungi keluarga Andi.

Di Klinik, Febri sudah sadar dari pingsannya. Tapi dia tidak henti-hentinya menangis. Bunda Syifa memutuskan untuk membawa Febri pulang ke Toko. Disana ada kamar yang biasa digunakan untuk mereka beristirahat.

"Teh Ebi, minum dulu Air angetnya biar lebih tenang," ucap Farida salah satu pegawai Toko.

Namun Febri masih saja terus menangis, hingga dia melihat ada panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya. Febri pun mulai mengangkat telponnya sambil terisak.

"Hallo, s-siapa ini?" tanya Febri sambil mengelap airmatanya.

"Siap! Saya Serda Rizal, saya hanya diminta mengabarkan bahwa Lettu Andi baik-baik saja. Dia sedang mendapatkan perawatan." lapor Rizal.

"Alhamdulillah, terimakasih Om Rizal. Lalu bagaimana dengan Fahri?" tanya Febri yang mulai tenang.

"Siap! Lettu Fahri masih dalam kondisi kritis, laporan sudah saya sampaikan. Saya mohon undur diri," ucap Rizal.

"Yaa Allah, terimakasih Serda Rizal." ucap Febri.

Bunda Syifa yang mendengar kabar itu tiba-tiba menitikan airmatanya.

"Yaa Allah, nasib kalian kenapa seperti ini? Kalian sama-sama dikhianati, dan kalian sama-sama dalam kondisi yang tidak baik. Yaa Allah lindungi anak-anakku dimanapun mereka berada," ucap Bunda Syifa dalam hati.

Sedih ya, Gisya dan Fahri sama-sama dalam kondisi yang menyedihkan.

Kapan Gisya dan Fahri bersatu Author?

Sabar Yaa!! Terus pantengin BAB selanjutnya ✌✌

Terpopuler

Comments

Nurr Amirr🥰💞

Nurr Amirr🥰💞

Makin asyik bacanya thorrr🥰🥰🥰🥰

2024-07-15

0

Irat Tok

Irat Tok

sedih banget thor
mewek Mulu gw baca
kasihan gisya

2023-02-25

0

Alvika cahyawati

Alvika cahyawati

aku kok jd sedih sich baca nya pdhl ini udah yg ke 2x nya aku baca

2023-02-20

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!