Bab 14. Keinginan Gisya

Malam ini, mereka berkumpul di Ruang Keluarga. Gisya sudah siuman, dia meminta Syauqi untuk menggendongnya ke Ruang Baca yang berdampingan dengan Ruang Keluarga. Saat Fahri akan meminta izin untuk pulang, Bunda Syifa melarangnya.

"Pokonya Bunda gak mau tau, kamu harus makan malam disini," paksa Bunda Syifa.

"Udah mending nurut aja Bang, daripada denger Bunda kultum." celetuk Syauqi. Belum Syifa membuka mulutnya, Yuliana sudah berbicara lebih dulu.

"Dasar anak nakal!" ledek Yuliana.

"Tuhkan! Teh Ulil aja udah hatam sama semua kultum nya Bunda," tambah Syauqi dan mendapatkakan jeweran ditelinganya.

"Aww, Aww, sakit ih Bunda! Gimana kalo kuping Uqi jadi lebar kayak kuping Gajah?!" kesal Syauqi.

"Bunda jadiin cemilan kalo kuping kamu jadi kuping Gajah! Fahri, kamu makan malam disini ya. Bunda udah masak banyak banget. Kalo bisa mah nginep aja disini." pinta Bunda Syifa memelas.

"Fahri nurut aja deh, Bunda. Tapi kalo menginap, mohon maaf Bun. Fahri tidak bisa," ucap Fahri.

"Yee si Bunda, Bang Fahri kan mesti pulang ke Rumah Dinasnya! Gak bisa seenak jidat nginap nginep," Syauqi kembali berbicara dan mendapatkan cubitan dipipinya. Syauqi yang menghindari Sang Bunda, berlindung dibelakang tubuh Fahri.

Gisya yang berada tak jauh darisana terlihat menahan tawanya. Yuliana yang melihat Gisya mulai bisa tertawa, menyenggol lengan Febri. Namun, Febri yang sedang asyik berbalas pesan malah emosi.

"Kamu apaan sih, Lil! Maen senggol-senggolan!" kesal Febri yang membuat Yuliana menepuk bahunya.

"Noh liat! Gak seneng apa bisa liat dia kayak begitu lagi?!" ucap Yuliana sambil menunjuk kearah Gisya.

Semuanya menengok kearah Gisya, dilihatnya Gisya yang menahan tawa sambil memegang sebuah buku.

Mata mereka mulai berkaca-kaca, rasa bahagia dalam hati mereka. Setidaknya bisa melihat sedikit senyuman diwajah Gisya.

"Teh, kita makan malam dulu yuk!" ajak Syauqi menghampiri Gisya sambil bersiap untuk menggendong Gisya.

"Jangan gendong Teteh, tolong ambilkan tongkat. Teteh mau coba buat jalan sendiri ke meja makan." pinta Gisya.

Semua yang disana terlihat sangat khawatir, pasalnya setelah kegiatan tadi sore mereka tau jika kaki Gisya terasa sakit kembali. Fahri dan Syauqi berjalan dibelakang Gisya karena takut jika dia terjatuh.

Makan malam kali ini berbeda, suasana hangat dirasakan oleh Bunda Syifa. Sesekali mereka saling melemparkan candaan. Selesai makan, Fahri berpamitan pulang. Febri dan Yuliana pun pulang kerumah mereka masing-masing.

Gisya kembali kekamarnya digendong oleh Syauqi.

"Uqi gak cape terus-terusan gendong Teteh kemana-mana?" tanya Gisya dalam gendongan Syauqi.

"Enggak, sampe kapanpun Uqi gak akan pernah cape. Semua ini sudah tugas Uqi untuk menjaga Teh Caca," jawab Uqi.

"Uqi sayang gak sama Teh Caca?" tanya Gisya kembali saat Syauqi sudah menurunkannya diatas ranjang.

Syauqi berlutut didepan Gisya dan memegang erat tangannya.

"Dengerin Uqi baik-baik ya, Teh Caca dan Bunda adalah kekuatan Uqi. Kalian itu hidup Uqi, jadi jangan Teteh tanyakan hal seperti itu lagi. Sudah pasti Uqi sangat menyayangi Teteh." tutur Syauqi.

"Iya percaya kok, Uqi mau gak melakukan sesuatu untuk Teteh?"

"Apapun yang Teteh mau, selama Uqi bisa melakukannya pasti Uqi kabulkan. Emang apa yang Teteh inginkan sekarang?" tanya Syauqi.

"Teteh mau kamu nemuin Om Deni dan Keluarganya. Jangan ada dendam diantara kita, Qi. Hidup Teteh saat ini terasa berat, apalagi dengan kondisi Teteh seperti sekarang. Teteh cuman ingin hidup dalam rasa damai, Teteh sudah memaafkan A Zayn. Temui Om Deni, saat ini dia sedang terbaring lemah. Kita tidak tau kapan ajal akan menjemput, bicaralah pada mereka. Ikhlaskan semuanya, InshaAllah Teteh juga sudah ikhlas Uqi." tutur Gisya membuat Syauqi mengepalkan tangannya.

Beberapa hari yang lalu, Mama Ajeng menelepon Gisya. Dia meminta Gisya untuk menemui suaminya yang sudah 2 minggu dirawat karena serangan Jantung. Gisya datang kesana ditemani oleh Bundanya, UwakYusuf dan Uwak Ais tanpa sepengetahuan Syauqi.

Di Ruangan itu, ada Zayn dan Santi juga. Gisya memasuki ruangan tanpa menoleh kearah Zayn. Sementara Zayn dan Santi hanya menundukkan wajahnya. Gisya menghampiri Deni menggunakan kursi rodanya, dilihatnya tubuh Deni yang jauh lebih kurus. Mata Deni mulai memanas karena airmata yang tak tertahankan.

"Gisya, maafkan Papa." lirih Deni.

"Om harus sehat, harus kuat. Masih ada Tante dan Zahra yang membutuhkan Om. InshaAllah Caca sudah ikhlas dengan semuanya." tutur Gisya sambil memegang erat tangan Deni.

Hati Deni dan Ajeng meringis mendengar panggilan Gisya yang berbeda.

"Terimakasih Nak. Kamu tetap anak Papa, meskipun kamu dan Zayn tidak berjodoh. Tapi Papa masih berat, karena Uqi belum bisa memaafkan Papa." ucap Deni.

"Caca rasa hubungan kita tidak bisa lebih jauh dari itu Om. Lebih baik, mulai saat ini Om dan Tante merestui hubungan mereka. Terlebih lagi mereka akan segera punya anak. Soal Uqi, InshaAllah nanti dia akan menemui Om." ucap Gisya membuat semua orang disana terkejut.

"Caca sudah tau semuanya, hari ini Caca membawa Uwak Yusuf dan Uwak Ais kemari sebagai wali Caca untuk membatalkan perjodohan itu secara resmi," tambah Gisya.

Deni dan Ajeng saling menguatkan hati mereka. Mereka merasa sangat bersalah terhadap Gisya.

"Saya kemari selaku wali dari Gisya, saya memutuskan untuk mengakhiri perjodohan ini. Awal niat kita baik dan kami ingin mengakhiri semuanya baik-baik juga. InshaAllah kami sudah ikhlas dengan semuanya, dan kami juga berharap hubungan keluarga kita akan baik-baik seperti dulu. Zayn saya minta kamu melepaskan Gisya secara resmi." tutur Uwak Yusuf.

Zayn menghampiri Gisya yang terduduk di kursi rodanya, dia bersujud didepan Gisya.

"Maafkan Aa, Aa berdosa terhadap kamu. Jujur saja, Aa mencintai kamu. Tapi Aa tidak bisa melepaskan Santi, karena Aa sudah lama mencintainya sebelum mengenal kamu. Maafkan Aa, Neng." tutur Zayn.

"Bangun A, InshaAllah Caca sudah ikhlas. Sekarang kalian berdua harus menikah. Kasian bayi dalam kandungan Santi." ucap Gisya.

"Terimakasih sudah memaafkan Aa. Aa berharap, Caca akan menemukan laki-laki yang terbaik untuk Caca. Bismillah, saya Zayn Fadillah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan saya dengan Gisya Kayla Nursalsabila." ucap Zayn sambil terisak. Hatinya terasa sangat perih, dia akui jika Gisya gadis yang sempurna.

"Gisya, terimakasih. Maafkan kesalahanku," ucap Santi yang ikut bersujud didepan Gisya.

Gisya mohon pamit kepada Deni dan Ajeng. Setelah keluar darisana Gisya merasa bebannya sedikit berkurang. Tinggal membujuk sang Adik untuk mau menemui Deni.

Setelah semalam mendengar permintaan Gisya, Syauqi mencoba untuk mengabulkan keinginan Gisya. Dia termenung, kini dia sedang berada di Parkiran Rumah Sakit tempat Deni dirawat. Sebenarnya hatinya belum bisa menerima maaf dari keluarga itu. Tapi, demi Gisya dia akan melakukannya. Kedatangan Syauqi disambut haru oleh Deni dan Ajeng.

"Uqi, kamu datang Nak." ucap Deni.

"Saya datang kesini karena Teteh. Sebelum Om meminta maaf, saya sudah memaafkan Om. Cepat sembuh Om." ucap Syauqi.

"Terimakasih Uqi, terimakasih banyak. Maafkan segala salah dan dosa keluarga kami terhadap keluarga kalian. Om berharap kita tetap menjaga tali silaturahmi kita." ucap Deni.

"Kalo gitu saya pamit dulu, Assalamualaikum." ucap Syauqi meninggalkan ruangan Deni.

Syauqi yang terlihat gagah memakai seragam Polisi menjadi pusat perhatian para perawat dan dokter disana. Karena merasa risih dengan pandangan itu, Syauqi mempercepat langkahnya. Hingga dia tidak sengaja menabrak seorang gadis.

"Aduh, kalo jalan pake mata dong pak!" kesal gadis tersebut.

"Eh, eh dimana-mana kalo jalan tuh pake kaki!" jawab Syauqi lalu pergi meninggalkan gadis itu.

"Dasar polisi sinting!!" teriak gadis itu.

Gadis itu bernama Syaina, dia sedang menunggu Ayahnya yang sedang dirawat disana. Ayahnya menjadi salah satu korban tabrak lari.

Gisya saat ini sedang berada di Toko Kue miliknya, kini dia ingin mulai membiasakan diri untuk membuat Kue lagi. Meskipun hanya duduk di kursi roda. Rani dan Farida selalu mendampingi Gisya.

"Farida saya minta tolong, antarkan pesanan ke rumah Ibu Ayunda ya. Soalnya Rama lagi nganterin pesanan Bu Ida sama Ebi." pinta Gisya.

"Siap Teh, mau Farida belikan makan siang?" tanya Farida.

"Gak usah, aku sudah bawa makan siang untuk Gisya." ucap Fahri yang tiba-tiba datang ke dapur.

Gisya tersentak kaget melihat Fahri, begitupun dengan Farida.

"Teh, aku jalan sekarang ya. Assalamu'alaikum,"

"Walaikumsalam," jawab Fahri dan Gisya bersamaan.

Fahri dan Gisya sejenak saling terdiam. Tiba-tiba Yuliana masuk dan menegur kami yang malah terlihat salah tingkah.

"Loh kok malah diem-diem bae! Duduk Bang Fahri, si Caca mah ada tamu bawa makan siang bukannya disuruh duduk malah dianggurin!" cerocos Yuliana.

"Eh, duduk Bang. Kok repot-repot bawain makan siang, Abang gak sibuk?" tanya Gisya.

"Kebetulan jadwal Abang belum terlalu sibuk, sekalian mau beli kue untuk dikirim ke Mama di Palembang." jawab Fahri.

"Kalo Mas Andi sekarang dinas dimana? Kok tumben kalian berpisah," tanya Yuliana.

"Andi dinas di Magelang, namanya juga Tentara. Ya harus siap mau ditempatkan dimanapun dan dengan siapapun," jawab Fahri.

"Udah, makan dulu. Dilanjut nanti lagi ngobrolnya," sela Gisya sambil menyodorkan makanan kepada Fahri.

"Fahri aja nih yang di ambilin? Akunya enggak," rajuk Yuliana.

"Dih, manja! Nih, makan yang banyak. Biar pas calon kamu pulang, badan kamu gemukan!" Ledek Yuliana.

"Nih, kamu juga harus makan yang banyak!" tutur Fahri sambil memberikan lauk pauk miliknya pada Gisya.

"Loh, kok malah dikasihin ke si Caca?" heran Yuliana.

"Pura-pura bahagia itu butuh tenaga," ucap Fahri santai.

Gisya hanya menunduk dengan wajah yang sudah memerah. Fahri hanya tersenyum saat melihat wajah Gisya.

Sepertinya mulai akan ada benih-benih cintaa nih!

Menurut kalian, apa mereka akan bisa langsung menerima satu sama lain?

Eittss,, pantengin terus yaa!!

Salam Rindu, Author ❤

Terpopuler

Comments

Nurr Amirr🥰💞

Nurr Amirr🥰💞

Thorrrr kok bila udah mula baca, payah mahu brentinya.... Mahu tahu terus gimana lanjutnya..

2024-07-15

0

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

heleh pret

2024-02-15

0

Ita Retno

Ita Retno

harus bisa🤭🤣❤️#maksa.....💪💪semangat thor

2022-07-01

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!