BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap

Setelah puas bermain air di Curug, mereka memutuskan  kembali kerumah Uwak Ais untuk berganti baju dan melaksanakan Sholat Dzuhur bersama-sama. Selesai sholat mereka makan siang bersama karena perut mereka sudah sangat keroncongan.

"Masakan Uwak Ais emang the best banget!" ucap Yuliana yang baru saja menyelesaikan makannya setelah 3x tambah.

"Bukan laper kamu mah Lil, tapi doyan!" celetuk Febri.

"Hehehe, mumpung disini kan. Aku mau telpon Mama Rini dulu ya!" ucap Yuliana dan bergegas pergi ke kamar.

"Tuh kan kebiasaan si Ulil mah! Kabur, gak mau beberes kalo udah makan," omel Gisya sambil membereskan piring bekas makan mereka.

"Emang! Yaudah aku juga ke kamar dulu ya, belum ngabarin Kang Mas tercinta" ucap Febri yang langsung pergi menyusul Yuliana.

"Sama aja! Kebiasaan punya sahabat gini amat, gimana kalo udah punya suami coba. Masa udah makan main ngacir aja gak beberes dulu." gerutu Gisya.

"Jangan ngedumel Neng, nanti gak jadi pahala! Assalamualaikum," ucap Uwak Ais yang baru saja datang bersama Uwak Yusuf.

"Walaikumsalam! Uwak mah bikin Caca jantungan deh. Uwak apa kabar?" tanya Gisya yang langsung menghambur ke pelukan Uwak Yusuf.

Uwak Yusuf merupakan sosok pengganti Ayah bagi Gisya, seperti sekarang ini Gisya sangat manja pada Uwaknya.

"Eh, anak gadis Uwak udah gede masih aja nemplok kayak cicak," ucap Uwak Yusuf sambil membelai kepala Gisya yang terbalut hijab.

"Gisya kangen sama Uwak," lirih Gisya masih sambil memeluk erat Uwak nya itu seakan menyalurkan rasa rindu terhadap sang Ayah.

"Udah, udah pelukannya nanti lagi. Sekarang Caca istirahat, nanti malam kita bakar-bakaran Jagung didekat Kolam Ikan!" Ujar Uwak Ais.

"Asyiiikk! Caca ke kamar dulu ya, Uwak." ucap Gisya lalu menuju kamar untuk beristirahat.

Kedua sahabatnya sudah terlebih dahulu terlelap di kasur mereka masing-masing. Gisya mencoba memejamkan matanya, namun terasa sangat sulit padahal tubuhnya merasa sangat lelah. Tiba-tiba ponselnya bergetar, ada satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenalnya.

+628198093****

Kalo kamu seorang perempuan, kamu akan mengerti kalo Zayn itu tidak mengharapkan kehadiran kamu. Tolong lepaskan dia dari perjodohan konyol itu. Ayah kamu meminta Zayn menjaga kamu semata-mata itu sebagai balasan karena Ayah kamu sudah menyelamatkan Ayahnya Zayn dari kecelakaan!

Deg!

Pesan itu membuat hati Gisya semakin sakit, airmata Gisya sudah tidak bisa terbendung lagi. Gisya menangis sejadi-jadinya, membuat kedua sahabatnya terbangun.

"Ca, kamu kenapa Ca?" tanya Febri panik.

"Ca! Cerita kamu kenapa? Jangan nangis kayak gini, cerita cerita sama kita ada apa?" ucap Yuliana sambil membawa Gisya kepelukannya.

Gisya tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa memberikan ponselnya pada Febri. Betapa kagetnya Febri dan Yuliana membaca pesan dari nomor tidak dikenalnya itu. Mereka berpelukan untuk saling menguatkan, tapi ternyata tangisan mereka sudah terdengar oleh Uwak Ais.

"Astaghfirulloh, ada apa ini? Kenapa kalian nangis berpelukan gini?" tanya Uwak Ais yang panik melihat mereka menangis.

"Ummi ada apa teriak-teriak," ucap Uwak Yusuf yang juga masuk kedalam kamar keponakannya.

"Ummi juga gak tau Abi, Ummi kesini karena kaget denger tangisan mereka." Ujar Uwak Ais.

"Sekarang kalian tenang, bilang sama Uwak ada apa?" tanya Uwak Yusuf.

Febri memberikan ponsel Gisya kepada Uwak Ais dan betapa terkejutnya Uwak Ais membaca pesan dari nomor yang tidak dikenal itu.

"Astaghfirulloh Abi," ucap Uwak Ais sambil memberikan ponsel Gisya pada suaminya dan berhambur memeluk Gisya yang masih menangis tersedu-sedu.

"Sudah jangan menangis, nanti malam Uwak akan ceritakan kejadian yang sebenarnya." ucap Uwak Yusuf dan diangguki oleh mereka.

Karena lelah menangis mereka tertidur lelap, hingga tepat pukul 4 sore Gisya terbangun karena merasa sakit dikepalanya.

"Astaghfirulloh aku belum Sholat Ashar," Gisya bergegas menuju kamar mandi untuk wudhu dan membangunkan kedua sahabatnya.

"Ulil, Ebiw bangun! Sholat Ashar dulu, keburu waktunya habis." ucap Gisya.

"Iyaa Ca," jawab Febri dan Yuliana bersamaan.

Setelah selesai Sholat, Febri dan Yuliana keluar kamar untuk membantu Uwak Ais memasak. Berbeda dengan Gisya yang masih berdzikir untuk menenangkan hatinya.

"Yaa Allah, kuatkan hatiku dan kuatkan hati bundaku. Berikan kesabaran dan ketabahan untuk hamba, jangan biarkan ada rasa dendam dalam hati hamba Yaa Allah. Hilangkan rasa benci dalam hati hamba, berikan jalan yang terbaik untuk hamba Yaa Rabb. Hamba yakin skenario kehidupan yang Engkau berikan untuk hamba itu adalah yang terbaik, ampuni segala dosa-dosa hamba Yaa Allah," ucap Gisya dalam do'anya.

Ternyata didalam kamar sudah ada Uwak Yusuf yang mendengar semua do'a yang Gisya panjatkan.

"Uwak percaya kamu anak yang kuat Ca," ucap Uwak Yusuf mengagetkan Gisya.

"Astaghfirulloh Uwak! Caca kaget," ketus Gisya sambil memegangi dadanya.

"Sini duduk disamping Uwak, sudah waktunya kamu tau kejadian yang sebenarnya." ujar Uwak Yusuf.

"Apa Bunda dan Uqi juga tidak tau kejadian yang sebenarnya?" tanya Gisya sambil menyandarkan kepalanya dibahu Uwaknya.

"Bunda mu sudah tau kejadian yang sebenarnya, makanya Bundamu menyetujui perjodohan kalian. Bunda Caca menganggap semuanya sebagai balas budi dari keluarga Deni." ucap Uwak Yusuf sambil mulai bercerita.

Flashback On

Pagi itu Ayah Gisya yang bernama Wahyu sedang berada disalah satu Restaurant di Dago bersama dengan Uwak Yusuf dan Deni sahabat Wahyu. Mereka baru saja menyelesaikan kontrak kerjasama dengan salah satu perusahaan minuman teh kemasan.

"Alhamdulillah A, akhirnya kita bisa mencapai kontrak ini."  Tutur Wahyu pada Yusuf.

"Iya berkat Deni kita bisa dapat kontrak besar seperti ini, makasih banyak ya, Den." ucap Yusuf sambil merangkul Deni yang merupakan Ayah dari Zayn.

"Kalian ini! Semuanya karena Teh dari kebun kalian sangat berkualitas. Aku hanya bagian mempromosikan saja," ucap Deni dengan senyuman.

"Gimana kalo setelah ini kita mampir ke Toko istriku, aku ingin memberinya kejutan ini." Ajak Wahyu.

"Aku setuju, kebetulan aku juga mau beli kue dan macaron untuk Ajeng, Zayn dan Zahra." ucap Deni.

Saat keluar Restaurant dan akan menyebrang jalan menuju parkiran mobil, Wahyu melihat sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara Deni masih asyik menatap ponselnya.

"Den, awass!!" teriak Wahyu lalu mendorong Deni hingga kepalanya terbentur.

Braaaakkkkk!!!

Truk tersebut menabrak tubuh Wahyu hingga terpental, Yusuf yang baru saja akan membuka pintu mobil sangat terkejut dan berteriak menghampiri adiknya.

"Wahyuuuuuu!!!" teriak Yusuf.

"Yuu bangun Yuu, tolong bantu saya bawa adik saya ke mobil!!" ucap Yusuf pada orang-orang yang melihat kejadian itu. Tak lupa Yusuf juga membawa Deni, dia meminta tolong kepada salah satu saksi untuk menyetir mobil dan membawanya ke Rumah Sakit. Sementara sang Sopir truk sudah di amankan oleh warga sekitar.

Sesampainya di Rumah Sakit, Wahyu segera dilarikan ke Ruang Operasi karena terdapat pendarahan dikepalanya. Sementara Deni berada di Unit Gawat Darurat, setelah itu Wahyu menghubungi istrinya yang sedang bersama istri adiknya. Tak lama kemudian datanglah Syifa bersama Ais.

"Aa gimana ini bisa terjadi A? Gimana keadaan A Wahyu?" tanya Syifa sambil menangis.

"Tenang Neng, Wahyu sedang di Operasi didalam. Sekarang kita hanya bisa berdo'a semoga Allah melindungi Wahyu." ucap Yusuf sambil menenangkan istri adiknya itu.

Ajeng juga sudah sampai disana bersama Zayn dan Zahra, setelah mendengar cerita dari suaminya Ajeng memutuskan untuk menemui Syifa.

"Mbak Syifa, maafkan kami. Karena menolong Mas Deni, Mas Wahyu celaka seperti ini." ucap Ajeng dengan penuh penyesalan.

Tak ada jawaban dari Syifa, karena saat ini yang dipikirkannya hanya suaminya yang sedang berjuang antara hidup dan mati. Kemudian dokter menghampiri mereka dan mengatakan bahwa kondisi Wahyu sangat kritis dan ingin bertemu dengan Deni. Akhirnya dokter mengizinkan Deni untuk masuk kedalam didampingi oleh Zayn yang mendorong kursi roda Ayahnya.

"Yuu, bangun Yuu. Ini aku Deni, maafkan aku Yu, kalau saja aku tidak fokus pada ponselku. Mungkin kamu tidak akan seperti ini." ucap Deni dengan penuh penyesalan.

"De-deni, to-tolong ja-jaga pu-putriku," ucap Wahyu terbata-bata.

"Aku pasti akan menjaga Caca seperti putriku sendiri, kamu harus sembuh Yu. Biar kita bisa menikahkan anak kita Yu!" Tutur Deni membuat Zayn membelalakan matanya. Tapi Zayn tidak bisa apa-apa, karena Wahyu sudah menyelamatkan nyawa Ayahnya.

"Ja-jaga pu-putriku Zayn, a-aku titipkan dia padamu." ucap Wahyu dengan nafas yang tersenggal-senggal.

"Iya Om Wahyu, Zayn akan menjaga putri Om. Om harus sembuh agar bisa menikahkan kami." ucap Zayn sambil mengelus tangan Wahyu.

Selesai Deni dan Zayn, masuklah Syifa bersama Ais dan Yusuf. Hati Syifa begitu teriris melihat kondisi suaminya yang terbaring tidak berdaya.

"Aa, ini aku a. Aa harus kuat demi aku dan anak-anak," ucap Syifa sambil mengecup tangan sang Suami.

"Ja-jangan menangis, kamu harus kuat. Ja-jaga anak-anak kita dengan baik, ikhlas ja-jalani semua ini. Ja-jangan membenci siapapun, ini sudah jalan Aa." ucap Wahyu dengan nafas yang semakin tersenggal-senggal.

"Aa jangan ngomong gitu! Aku harus apa tanpa Aa, aku bisa apa tanpa Aa." ucap Syifa semakin memeluk dan mencium erat tangan suaminya.

"Ti-titip keluargaku A Yusuf, nikahkan Caca dengan Zayn. Tapi jika Caca menolak, ja-jangan dipaksakan. A-aku hanya ingin ada yang menjaga putriku." ucap Wahyu pada Yusuf.

Bukannya menjawab, tapi Yusuf pergi keluar ruangan dan meminta Gisya untuk datang ke Rumah Sakit. Karena ia tau, waktu adiknya sudah tidak lama lagi.

Lama Yusuf menangis tersedu-sedu di Ruang Tunggu, karena ia tidak ingin memberatkan adiknya. Tanpa sengaja ia mendengar percakapan Zayn dengan seseorang di telepon.

"Aku mencintai kamu, meskipun aku hanya yang kedua. Tapi aku juga tidak bisa menolak keinginan Ayahku, orang itu sudah menyelamatkan nyawa Ayahku. Aku terpaksa menerima semuanya, tapi kamu jangan khawatir. Kita masih bisa berhubungan seperti sekarang, hanya saja status kita sama. Sama-sama yang kedua." ucap Zayn pada seseorang diujung telpon.

Yusuf mengepalkan tangannya, dia tidak ingin ponakannya jatuh ke tangan yang salah. Tapi karena Gisya sudah menerima keinginan Ayahnya maka ia akan mengikuti apapun yang diinginkan oleh adiknya.  Setelah meninggalnya Wahyu, Yusuf menjaga Gisya dari jauh. Dia meminta beberapa orang kepercayaannya untuk memantau Gisya dari jauh.

Flashback Off

Gisya menangis tersedu-sedu mendengar cerita dari Uwaknya, begitupun dengan Uwak Ais, Febri dan Yuliana yang mendengarkan dibalik pintu. Hati Gisya sangat teriris, selama ini dia mencoba untuk membuka hatinya untuk Zayn yang sudah berniat menduakannya. Keputusan Gisya semakin bulat untuk membatalkan semua perjodohan yang tidak diinginkan itu.

"Uwak, Caca ingin semuanya dibatalkan!" Ujar Gisya menggebu-gebu.

"InshaAllah Uwak akan batalkan semuanya, sekarang hiduplah dengan bahagia. Temukan Imam sendiri untuk keluarga Caca, Uwak yakin akan ada hikmah dibalik ini semua." ucap Uwak Yusuf sambil mengusap kepala Gisya.

"Terimakasih Uwak, Caca sayang Uwak." ucap Gisya.

"Udah nangisnya, sekarang siap-siap kita Sholat Maghrib di Mushola." ucap Uwak Yusuf sambil menghapus airmata dipipi Gisya.

Gisya menganggukkan kepalanya, setelah Uwak Yusuf keluar dari kamar Gisya mengambil foto Sang Ayah dan memeluknya.

"Maafin Caca Yah, Zayn bukan yang terbaik buat Caca. Caca harap Ayah tidak kecewa dengan keputusan Caca." ucap Caca dalam hati sambil mengelus dan memeluk foto Ayahnya.

Terpopuler

Comments

Mely Ana

Mely Ana

Ceritanya bikin bingung😇 hampir semua pelaku anak gadisnya pakai gelar panggilan, cobak sebutannya pakai nama sendiri, biar ceritanya nyambung😕

2022-10-01

3

Veronica Maria

Veronica Maria

biarin aja zain nyesel nantinya

2022-06-25

0

Daffodil Koltim

Daffodil Koltim

yg tabah neng gisya🙏🏻🙏🏻🙏🏻😢😢😢😢

2022-06-18

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!