Pagi ini semua orang tengah sibuk. Febri sibuk dengan pengecekan dessert dan Gisya saat ini tengah sibuk menata kue.
"Yaa Allah udah pada cantik-cantik gitu malah masih pada repot! Udah temenin Ulil sana dikamarnya! Dia lagi nerpes!" ucap Mama Rini.
"Nervous Mama!" kesal Febri.
"Maklum lidah Sunda Mama mah!" jawab Mama Rini.
"Hayuk Ca! Liat manten," ajak Febri.
"Tunggu, nanggung!" jawab Gisya.
"Eh, gak nurut ya sama Mama! Mau dijewer?" kesal Mama Rini.
Gisya dan Febri akhirnya mendampingi Yuliana dikamarnya. Mereka saling memandang dengan penuh haru.
"Cantik banget Lil. Semoga istiqomah berjilbab ya!" do'a Gisya pada Yuliana.
"Aamiinn! Makasih banyak ya Ca, Biw! Kalian selalu support aku." ucap Yuliana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Eh jangan nangis dong! Luntur nanti make up nya!" tutur Febri sambil memberikan tisu.
Papi Yuda masuk kedalam kamar putrinya.
"Anak Papi satu-satunya sudah dewasa, sudah akan menjadi tanggung jawab oranglain. Semoga Allah selalu menyertai kebahagiaan dalam hidupmu. Sampai kapanpun, kamu tetap putri kecil Papi," ucap Papi Yuda.
"Makasih banyak, Pi. Kasih sayang Papi dan Mami tidak akan pernah tergantikan. Ulil akan selalu menjadi anak manja Papi dan Mami," ucap Yuliana.
"Papii! Udah dong ah! Rombongan Nadia udah mau datang. Masa Mami harus make up yang kelima kalinya!" kesal Mami Lia karena terus menangis, make up nya harus di touch up kembali.
Jafran dan rombongan sudah berada dikediaman Yuliana. Acara adat Lengser saat ini sedang menyambut rombongan calon pengantin pria. Bunda Syifa dan Syauqi ikut pada rombongan mempelai pria karena mobil mereka menjadi salah satu pengiring. Begitupun dengan Fahri dan Andi yang bisa datang pada Acara pernikahan Jafran dan Yuliana. Setelah selesai acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari kedua keluarga mempelai.
Hingga saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, Jafran sudah duduk dihadapan Papi Yuda dan penghulu. Dia berjabat tangan dengan Papi Yuda dan mengucapkan ijab kabul.
"Ananda Muhammad Jafran saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Ananda Yuliana Puteri Mardiana binti Yuda Mardiana anak kandung saya dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan Berlian 5 carat dibayar Tunai!!
"Saya terima nikah dan kawinnya Yuliana Puteri Mardiana binti Yuda Mardiana dengan Mas kawin tersebut Tunaii!!
" SAAHHHH!! "
"Alhamdulillah, Yess!!" teriak Jafran membuat semua orang tertawa.
Dikamar, Yuliana sangat gugup. Setelah mendengar kata 'SAH' diucapkan hatinya sungguh merasa lega.
"Barakallahuu Ulil, semoga jadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah" Ucap Febri.
"Semoga rumah tangga kamu selalu berada dalam lindungan Allah ya!" Do'a Gisya.
Febri dan Gisya mendampingi Yuliana menuju ke tempat Akad Nikah. Disana Jafran sudah terpaku dengan kecantikan Sang istri. Begitupun Fahri dan Andi yang terpaku melihat Gisya dan Febri.
"MashaAllah cantiknya istriku," ucap Jafran.
Yuliana tersipu malu, dia mencium punggung tangan suaminya dan Jafran mencium kening istrinya.
"Udah woy! Jangan lama-lama!" ledek Syauqi.
Setelah menandatangani berkas-berkas mereka melakukan foto yang memperlihatkan buku nikah dengan gaya yang nyeleneh. Setelah selesai, mereka kembali ke pelaminan untuk menyambut para tamu undangan yang hadir.
Andi menghampiri Febri, dia merasa sangat pangling melihat calon istrinya.
"Dinda cantik banget! Mas sampe pangling lihat kamu," puji Andi.
"Mas bisa aja! Mas juga ganteng, mau makan sekarang Mas?" tawar Febri.
"Boleh, tapi sepiring berdua ya!" pinta Andi.
"Yaudah, Mas tunggu disini. Biar aku bawain." ucap Febri.
"Mas temenin aja, disana banyak orang. Takut kamu disenggol orang," ucap Andi.
"Dih! Posesif!" celetuk Syauqi.
"Ngiriiii!" ledek Andi.
Sementara Gisya menyibukkan diri dengan mengisi kue-kue yang sudah habis. Sepertinya Airflow cake menjadi salah satu makanan yang paling dinikmati.
Fahri menghampiri Gisya.
"Bener kan kata Abang, Airflow cake itu diminati banyak orang!" ucap Fahri.
"Abang kebiasaan! Bikin kaget orang," kesal Gisya.
"Kamu cantik banget, Dek." Puji Fahri.
"Udah Caca bilangin, jangan baperin anak orang ih Abang!" Ucap Gisya yang semakin kesal.
"Kalo Abang serius gimana?" tanya Fahri.
"Datangi Uwak Yusuf dan Bunda kalo Abang serius! Udah ah, Caca sibuk!" ucap Gisya lalu pergi.
Sebenarnya bukan karena Gisya sibuk, tapi dia menghindar karena detak jantungnya sudah tak beraturan. Syaina juga hadir disana membantu Gisya.
"Teh Caca, Airflow cake untung bikin banyak! Cepet banget abisnya," antusias Syaina.
"Alhamdulillah, Ina. Sudah disimpan juga kan kartu nama Toko kita disana?" tanya Gisya.
"Sudah dong Teh! Lumayan promosi gratis!" ucap Syaina.
Tamu Undangan semakin banyak yang hadir. Jam sudah memasuki waktu Dzuhur. Gisya dan Febri pergi kekamar tamu untuk melaksanakan sholat dzuhur. Kamar tamu sudah dijadikan ruangan untuk keluarga beristirahat. Gisya lupa belum makan apapun sejak pagi, perutnya terasa perih. Fahri yang melihat Gisya memegang perutnya segera memberikan obat Maag dan segelas air putih. Dia juga membawa sepiring makanan untuknya dan Gisya.
"Nih, minum dulu obat Maag nya." pinta Fahri sambil memberikan obat.
"Makasih Bang." ucap Gisya.
"Kamu sibuk boleh, tapi pikirin juga perut kamu. Sekarang makan dulu!"
"Banyak banget nasinya Bang! Gak akan habis inimah," keluh Gisya.
"Yee! Kan makannya berdua Dek, pasti habis lah!" ucap Fahri. Sebelum Gisya protes, Fahri sudah bicara.
"Jangan nolak! Kalo nolak Abang cium kamu disini, biar dinikahin sekalian." ancam Fahri.
"Idih si Abang ancamannya horor! Awas aja kalo berani!" ucap Gisya.
Bunda Syifa tersenyum penuh arti melihat Gisya dan Fahri makan dalam satu piring yang sama dengan sendok yang berbeda. Syauqi dan Syaina pun melihat itu dan ikut tersenyum bahagia. Saat Syaina sedang mengambil makan, tubuhnya terdorong hingga dia hampir terjatuh. Untung saja Syauqi yang berada dibelakangnya bisa menahan.
"Yaa Allah, sakit banget kaki aku!" keluh Syaina.
"Mbak maaf saya gak sengaja!" ucap salah satu tamu.
"Kalo lagi ngantri jangan mundur-mundur Mas! Apalagi dibelakang Mas perempuan!" kesal Syauqi yang langsung menggendong Syaina menuju kamar tamu dimana Gisya dan Fahri berada.
"Loh, Ina kenapa?" tanya Gisya panik.
"Lagi antri makan! Orang mundur-mundur kakinya jadi keseleo," ucap Syauqi kesal.
"Kamu ambilin makan aja buat Syaina, biar kakinya Bang Fahri yang betulkan." ucap Fahri.
"Abang bisa?" tanya Gisya ragu.
"Kamu lupa kerjaan Abang apa?" jawab Fahri.
"Tentara lah Bang!" Ketus Gisya.
"Nah itu tau! Tentara harus bisa melakukan apapun, emang kalo lagi dihutan terus kaki Abang terkilir harus nunggu tukang urut? Keburu ketembak dong Abang!" ucap Fahri.
"Hehehe, iya juga ya Bang!"
Kreeekkk! Kreeekkk!
"Aww! Sengaja ya! Ngobrol-ngobrol langsung krekk aja, sakit tau Teh!" isak Syaina menangis.
"Maaf ya Ina, coba sekarang gerakin kaki kamu. Sakit gak?" tanya Fahri.
"Loh, loh. Gak sakit Bang! Makasih banyak ya, Bang." ucap Syaina.
"Nih, makan dulu. Tadi piringnya habis! Kepaksa kita makan sepiring berdua," Ucap Syauqi.
Mau tidak mau, Syaina makan sepiring berdua bersama Syauqi. Padahal itu adalah salah satu rencana Bundanya untuk menjodohkan Syauqi dan Syaina.
Acara sangat meriah, banyak tamu Undangan yang hadir. Yuliana meminta Gisya untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya. Musik mulai mengalun, Gisya mulai menyanyikan lagu 'Teman Hidup'.
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku ku milikmu
Kau milikku ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku ku punya kamu selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Fahri sangat terpukau dengan suara Gisya yang sangat merdu. Mereka sudah melakukan foto bersama, Gisya dan Fahri pun berfoto dengan pengantin. Seperti mereka itu adalah sepasang kekasih. Kini tiba saatnya acara pelemparan bunga. Gisya dan Febri sudah berdiri bersama para pemburu bunga pengantin. Saat dilemparkan, bunga pengantin langsung tertangkap oleh Fahri. Dia hanya tersenyum kaku karena menjadi pusat perhatian.
"Yee! Si Abang yang dapet," tutur Syauqi.
"Asiikk jadi pengajuan nih!" Celetuk Andi.
Fahri tidak mendengar ocehan mereka, dia berjalan kearah Gisya. Jantung Gisya sudah berdegup kencang. Namun, Fahri melewatinya begitu saja. Dia malah menghampiri Bunda Syifa yang sedang duduk bersama Uwak Ais dan Syaina. Gisya sudah berprasangka bahwa Fahri akan memberikan bunga itu pada Syaina. Terlebih tadi Fahri membantu saat kaki Syaina terkilir.Gisya berlalu pergi meninggalkan tempat acara, entah kenapa hatinya begitu sangat sakit. Tapi Gisya sadar, dia tidak berhak atas apapun. Febri sudah mencoba menahan Gisya, tapi dia sudah pergi entah kemana.
Fahri membawa bunga itu menuju Bunda Syifa.
"Bunda, izinkan Fahri menjadi anak Bunda. Izinkan Fahri mencintai Gisya. InshaAllah, orangtua Fahri akan segera ke Bandung untuk melamar Gisya secara resmi. Saat ini, Fahri hanya membutuhkan restu dari Bunda." ucap Fahri.
"MashaAllah, Bismillah. Bunda merestuimu, Nak. Segera bawa orangtuamu." ucap Bunda Syifa memeluk Fahri.
"Fahri akan segera pengajuan pernikahan, Bun. Setelah acara pernikahan Andi dan Febri, Fahri akan bertugas ke Lebanon. Sebelum hari itu, Fahri sudah ingin menikahi Caca." ucap Fahri.
"Kita bicarakan nanti, ketika orangtuamu sudah secara resmi ke Bandung. Bunda juga harus bicara dengan Gisya." ucap Bunda Syifa.
Sumber lirik lagu : LyricFind
Wahhh Gisya salah paham tuh!!
Gimana dong Reader?! 😭😜🙏✌
Salam Rindu, Author❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Cut Ainun
waduh si caca marica ambekan.... 🤣🤣
2024-11-15
0
alvika cahyawati
aduh sich chacha main kabur sj
2023-05-27
1
Irat Tok
duh....
yg jeulous gmn neh????
dah kabur ja nih
jgn skt ati yg dua ya pak tara
2023-02-26
0