BAB 12. Amarah Syauqi Malik

Syauqi terus mondar-mandir didepan IGD. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi Gisya, tapi dia juga sangat mengkhawatirkan kondisi Bundanya. Febri dan Yuliana terduduk lesu didepan Ruang ICU. Kondisi Gisya kembali kritis, mungkin saat ini mereka hanya bisa pasrah. Seperti apa yang dikatakan oleh dokter.

"Kondisi Gisya kembali kritis, saat ini kita pasrahkan saja semua pada Allah." tutur Dokter.

Bunda Syifa harus dirawat karena mengalami shock dan sakit lambungnya kambuh. Mungkin karena sebulan terakhir ini pikirannya hanya terfokus pada Gisya. Sehingga untuk makan pun tidak dipikirkannya.

Syauqi terlihat sangat frustasi, dia meminta Febri dan Yuliana untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

Kini mereka sedang duduk di Kantin Rumah Sakit, karena seharian ini mereka belum memakan apapun.

"Bisa jelaskan semuanya Teh? Serinci-rincinya, jangan ada yang terlewatkan satupun." tegas Syauqi.

Febri dan Yuliana mulai menceritakan semuanya. Mulai dari Zayn yang meminta Gisya menunda pernikahannya lagi, wanita yang mengirim pesan pada Gisya, hingga Gisya melihat dan mendengar sendiri bahwa Zayn mencintai wanita lain tapi tidak bisa melepaskan Gisya. Syauqi mengepalkan tangannya dibawah meja, amarahnya kini sudah berada di ubun-ubun. Dari pertama Zayn menunda pernikahannya, Syauqi sudah merasa kesal. Tapi ia tetap menjaga emosinya, karena tidak ingin memperkeruh suasana. Tapi saat ini, bagi Syauqi kesalahan Zayn sudah tidak bisa di tolerir lagi.

Febri terus berusaha untuk menenangkan Syauqi. Dia tau jika Syauqi sudah marah akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Syauqi merupakan pemegang sabuk hitam Taekwondo. Febri khawatir jika Syauqi akan berbuat hal-hal yang akan merugikannya.

"Sabar ya, Uqi. Teteh tau semuanya gak mudah dimaafkan, tapi Teteh mohon sama Uqi. Kontrol emosi kamu, yang terpenting saat ini adalah kondisi Bunda dan Caca. Uqi paham kan maksud Teh Ebi?" tanya Febri sambil mengelus pundak Syauqi.

"Iya Qiw, kita harus berpikir jernih sekarang. Meskipun jujur ya, Teh Ulil juga pengen ngasih pelajaran sama laki-laki itu. Tapi prioritas pertama Teh Ulil sekarang adalah Caca." tutur Yuliana yang ikut menenangkan.

Syauqi tidak mengatakan apa-apa, dia hanya terdiam. Memang benar untuk saat ini prioritas utamanya adalah kesehatan Sang Bunda dan Kakaknya.

Malam harinya, Syauqi izin pulang kerumah untuk mengganti pakaian. Sebelum kembali ke Rumah Sakit, ia mampir ke Restoran Sunda untuk membeli makanan. Namun, Syauqi tercengang melihat pemandangan yang membuat emosinya semakin mendidih. Dia melihat Zayn yang sedang makan malam bersama seorang gadis, bahkan kedua orangtua Zayn pun ada disana. Dengan amarah yang menggebu-gebu Syauqi berjalan menuju kearah meja yang ditempati Zayn.

Buugghhh!! Buggghhhh!! Buggghhhhh!!

Syauqi memukuli Zayn hingga babak belur. Mereka yang disana berteriak histeris, hingga akhirnya security pun datang untuk menahan Syauqi.

"Zayn!!" teriak mereka bersamaan.

"Kalian bisa enak-enak makan disini! Sementara kakakku terbaring lemah di Rumah Sakit, sebulan koma! Tapi kalian masih bisa dengan enak menelan makanan itu!" teriak Syauqi melemparkan satu piring yang berisi nasi kehadapan Deni.

"Uqi, kamu salah paham! Om bisa jelaskan, kamu tenang dulu Uqi!" lerai Deni pada Syauqi.

"Tenang Om bilang? Dengar Deni Rahmansyah yang terhormat, anak Anda seorang Bajingan ini sudah menyelingkuhi kakak saya! Dan sekarang kakak saya di ICU belum sadarkan diri selama satu bulan! Dan kalian menyuruh saya tenang?! Dimana nurani kalian?!" teriak Syauqi semakin memuncak amarahnya.

"Zayn memang tidak mencintai Gisya! Apa salahnya kami saling mencintai?" teriak Santi yang tak terima dengan ucapan Syauqi.

Plaaaaakkkkkkkk!!

Satu tamparan mendarat dipipi Santi dan yang menamparnya adalah Mama Ajeng.

"Kalian memang salah!! Jika kalian saling mencintai, kenapa kamu tidak melepaskan Gisya? Dan kamu tidak melepaskan kekasihmu?" tutur Mama Ajeng yang emosi.

"Kalian benar-benar menyedihkan! Ternyata memang benar, kalian cocok! Sama-sama bajingan! Jangan menampakkan lagi batang hidung kalian didepan keluargaku! Atau kalian akan tau akibatnya!!" geram Syauqi meninggalkan mereka.

Zayn meneteskan airmatanya, bukan sakit karena pukulan. Tapi sakit ketika mengingat keadaan Gisya.

Sebenarnya malam ini Zayn berniat untuk meminta maaf kepada kedua orangtuanya. Zayn juga ingin mengutarakan maksudnya untuk menikahi Santi. Karena ternyata saat ini Santi sedang mengandung buah hatinya. Tapi niatnya di urungkan, kedatangan Syauqi membuat hatinya kembali teriris. Ditambah kedua orangtuanya yang langsung meninggalkan Zayn disana.

Syauqi mengambil pesanan makannya, setelah itu dia masuk kedalam mobil. Syauqi menangis sejadi-jadinya, dia memukul stir mobil untuk melepaskan rasa sakit dalam dadanya.

"Ayah, maafkan Uqi. Ternyata Uqi tidak bisa menjaga Teh Caca dan Bunda dengan baik. Maafkan Uqi, Yah." Syauqi menangis tersedu-sedu.

Deni mengetok jendela mobil Syauqi. Ketika melihat orang yang mengetok jendelanya, dengan sigap Syauqi menyalakan mesin mobilnya. Namun Deni menghalanginya, dia kembali emosi lalu membuka jendela mobilnya.

"Apalagi yang kalian inginkan?" geram Syauqi.

"Om minta maaf Uqi, tolong jangan perlakukan kami seperti ini Uqi. Ini kecelakaan, kami juga tidak tau semuanya akan seperti ini," sesal Deni.

"Dulu Om yang membuat Ayah saya meninggal, sekarang anak Om yang membuat Kakak saya koma. Apa kalian masih berani menampakkan diri kalian dihadapan kami?" ucap Syauqi penuh emosi.

Degg!!

Hati Deni terasa sakit, dia sungguh merasa sangat berdosa dengan apa yang terjadi pada Wahyu dan Gisya saat ini. Tapi semua itu diluar kendalinya, Deni merasa malu dihadapan Syauqi. Dia mulai menggeser tubuhnya, membiarkan mobil Syauqi berlalu dari hadapannya.

"Maafkan Uqi, Om. Sudah cukup kalian membuat kami terluka," lirih Syauqi dalam hati.

Syauqi saat ini sudah berada di Ruang ICU, dia ingin melihat kondisi Kakaknya. Syauqi berjalan mendekati Gisya. Dia menangis tersedu-sedu disana, hatinya begitu teramat sakit.

"Teh, maafkan Uqi tidak bisa menjaga Teteh dengan baik. Uqi sayang Teh Caca, Uqi butuh Teh Caca. Siapa yang akan membuatkan Kue Ulang Tahun untuk Uqi? Siapa yang akan berebut Bunda dengan Uqi? Uqi kangen Teh, Uqi kangen senyuman Teh Caca. Bangunlah, Uqi ingin membanggakan Teteh. Ayah, tolong Uqi. Uqi masih membutuhkan Teh Caca." lirih Syauqi ditelinga Gisya.

Dibawah alam sadarnya, dia mendengar semua ucapan Syauqi. Ingin rasanya dia membuka matanya, tapi semuanya terasa sulit. Dia melihat Seorang laki-laki mengulurkan tangannya. Gisya meraih tangan itu, dan...

"U-uqi," lirih Gisya.

Syauqi yang sedang memeluk Sang Kakak terperanjat kaget. Dia melihat Gisya yang mengerjapkan matanya, jari-jari tangan Gisya mulai bergerak.

"Dokter! Suster! Kakak saya bangun!" teriak Syauqi.

Dokter dan suster datang untuk memeriksa Gisya. Syauqi pun menunggu diluar Ruangan, selang berapa lama dokter keluar dari Ruang ICU.

"Alhamdulillah, pasien sudah kembali dari komanya. Kami akan observasi dulu, jika sudah stabil akan kami pindahkan ke Ruang Inap biasa," tutur Dokter menjelaskan.

"Alhamdulillah Yaa Allah! Terimakasih dokter!" ucap Syauqi bahagia.

Syauqi bergegas menuju Ruangan Bundanya dirawat. Febri, Yuliana, Uwak Ais dan Umma Nadia yang sedang makan terperanjat kaget karena Syauqi membuka pintu dengan keras. Bunda Syifa yang sudah tidur pun terbangun karena kaget.

"Yaa Alloh, Yaa Rabbi si Malik," kesal Umma Nadia.

"Untung ini paha Ayam gak Teteh telen bulet-bulet! Bisa gak sih pelan-pelan aja buka pintunya!" ucap Yuliana sambil memegang dadanya.

"Liat tuh! Bunda kamu jadi bangun, dia masih butuh istirahat! Kamu kayak orang dikejar setan aja," tambah Febri yang bersiap melemparkan Ayam Goreng.

Syauqi menghela nafasnya, mendengar wanita disana mengoceh membuat telinganya sakit.

"Maaf, saking buru-burunya Uqi gak sadar kalo Bunda juga disini untuk dirawat," sesal Syauqi.

"Emang ada apa sih, Nak? Uwak kaget loh ini," tambah Uwak Ais.

"Teh Caca udah sadar dari koma nya!" antusias Syauqi.

"Ooh, Caca udah sadar," ucap Febri dan Yuliana berbarengan. Sedetik kemudian mereka sadar dengan ucapannya, begitupun ketiga orangtua itu.

"Apaaa??!!" teriak mereka bersamaan.

Mereka berlari menuju Ruang ICU, bahkan mereka tidak sadar meninggalkan Bunda Syifa sendirian dikamar Rawat Inapnya.

"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar Nak," lirih Bunda Syifa.

Didepan Ruang ICU mereka sudah ribut ingin menemui Gisya. Sayangnya, Gisya belum diperbolehkan dikunjungi siapapun sebelum kondisinya stabil. Semua orang menatap aneh pada ke Empat orang wanita yang berada didepan ICU. Bagaimana tidak dilihat aneh. Febri berlari tanpa menggunakan sendal, rambutnya dicepol keatas berantakan. Yuliana juga tak kalah aneh, kedua tangannya memegang dua paha Ayam Goreng dengan mulut yang penuh minyak. Sementara Uwak Ais memegang satu bungkus nasi dan Umma Nadia membawa piring. Saat sadar, mereka malah saling menyalahkan.

"Ah aku malu, sendal aku ketinggalan," lirih Febri.

"Apalagi aku, berasa rakus banget bawa Ayam dua potong," tutur Yuliana.

"Kalian sih!" kesal Umma dan Uwak.

"Idih pake nyalahin, Umma sama Uwak juga kan panik. Noh sepaket piring sama nasi! Nih Ulil tambahin Ayam Goreng biar paket komplit," Celetuk Yuliana sambil menyimpan Ayam Goreng diatas piring Umma Nadia.

Syauqi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Empat wanita yang dikenalnya itu. Dia teringat meninggalkan Bundanya di Ruang Rawat.

"Bunda!!" ucap Syauqi dengan nada yang lumayan keras.

"Astaghfirullohaladzim! Syifa ketinggalan," celetuk Umma Nadia.

Semua yang ada disana menahan tawa dengan tingkah keluarga itu. Mereka kembali ke Ruangan Bunda Syifa dengan terburu-buru. Dilihatnya Bunda Syifa yang merajuk karena ditinggalkan.

"Bunda, maaf ya. Uqi lupa kalo Bunda juga sedang sakit," sesal Syauqi.

"Sorry ya, Bun!" ucap Yuliana.

"Kamu mau bilang apa Nad? Mau bilang maaf juga?" ketus Bunda Syifa saat melihat Umma akan membuka mulutnya.

"Enggak! Aku cuma mau bilang, jangan marah-marah dan sedih lagi! Gisya is back!" celetuk Umma Nadia.

Namun kata-katanya itu membuat Bunda Syifa tersenyum penuh haru. Mereka saling berpelukan.

"Terimakasih sudah selalu berada disamping kami selama ini, terimakasih sudah menguatkan kami hingga saat ini." lirih Bunda Syifa.

"InshaAllah selamanya kita akan selalu bersama-sama, semoga hanya kematian yang bisa memisahkan ikatan persaudaraan kita." ucap Umma Nadia membuat mereka semakin mengeratkan pelukannya.

Alhamdulillah nih, Gisya sudah sadar!

Reader : kapan nih ketemu Fahri nya lagi? 🤔

Author : Sabar dong! Author kan mesti ngatur pertemuan mereka biar Uhuy! 😉

Dukung Author terus ya!

Salam Rindu, Author ❤

Terpopuler

Comments

Desi Wulandari

Desi Wulandari

😅😅

2024-08-28

0

Aden Boy

Aden Boy

😅😅😅😅

2024-04-14

0

Aden Boy

Aden Boy

🤦‍♀️gustiii🙈🤣🤣🤣🤣🤣

2024-04-14

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!