BAB 6. RENCANA KEJUTAN

Selesai Sholat Isya, mereka berkumpul di halaman belakang rumah, disamping Kolam Ikan milik Uwak Yusuf. Gisya masih termenung memandang ponselnya, beberapa kali ia membaca pesan yang membuat hatinya pedih teriris.

"Udah jangan dipikirkan, sekarang kan kamu udah tau semuanya Ca. Gak ada alasan lagi untuk kamu mempertahankan semuanya, lagian alm. Ayah kamu juga gak memaksa kan?" Tutur Yuliana sambil mengusap lembut bahu Gisya.

"Kalian denger?" tanya Gisya karena terkejut.

"Maaf ya, kita gak maksud nguping. Cuman kita khawatir denger kamu nangis, dan gak sengaja denger semuanya." ucap Febri karena takut Gisya marah.

"Makasih ya! Kalian selalu ada disaat aku terpuruk," ucap Gisya sambil memeluk kedua sahabatnya.

"Eh, eh, eh si Eneng malah berpelukan kaya Teletabis! Hayuk makan Jagung, udah Mamang bakar itu jagungnya," ucap Mang Dayat membuat mereka terperanjat kaget.

"Si Mamang udah kayak dedemit tiba-tiba muncul!" Ketus Yuliana yang kesal.

"Yaa Alloh Neng Yuli mah gitu sama Mamang! Gak CS-an lagi ah," ujar Mang Dayat.

Selagi mereka menikmati jagung, Uwak Ais dan Uwak Yusuf sedang menerima tamu, karena besok akan ada Acara Amal Bakti dari ibu-ibu Persit dan Uwak Ais menjadi salah satu koordinator. Karena Uwak Yusuf merupakan Kepala Desa disana.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka sudah berada di Kamar karena udara disana sangat dingin. Yuliana sedang sibuk bertelepon dengan kekasihnya, begitupun dengan Febri yang sedang menelepon kekasihnya. Gisya menghela nafasnya, saat dia  membuka ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Zayn.

Zayn Fadillah

Assalamualaikum, Caca apa kabar? Maaf Aa baru bisa kirim pesan ke Caca.

Gisya

Walaikumsalam, kabar baik A. Ga apa-apa Caca paham.

Zayn Fadillah

Caca belum tidur? Aa rindu Caca.

Gisya

Baru mau tidur A, jika rindu sebut Caca dalam do'a.

Zayn Fadillah

Selalu Aa sebut Caca dalam do'a, maafkan keputusan Aa untuk menunda pernikahan kita lagi ya Ca.

Gisya

InshaAllah Caca Ikhlas menjalani semua a ☺

Zayn Fadillah

Maafkan Aa Ca, apa Caca marah?

Gisya tidak lagi membalas pesan dari Zayn, karena baginya semuanya sudah berakhir. Tidak pernah ada rasa dendam ataupun benci pada diri Gisya terhadap Zayn. Hanya saja rasa kecewa terhadap keadaan.

Sementara itu di Cafe sore tadi, empat orang laki-laki sedang berkumpul. Membicarakan banyak hal, dari yang serius hingga yang nyeleneh. Mereka adalah Jafran, Fahri, Andi dan bawahan mereka Indra.

"Jadi kalian besok ke Lembang ikut Acara Amal Bakti ibu-ibu Persit?" tanya Jafran.

"Iya bang, lumayan bisa cuci mata juga! Siapa tau nemu calon ibu Persitku!" ucap Indra sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Idih tuh mata pake kedip sebelah! Mau seumur-umur tu mata kedipnya sebelah-sebelah!" ucap Jafran merinding melihat Indra.

"Amit-amit bang Jafran, kalo ngomong suka gak disaring dah," kesal Indra.

"Hahahaha, hiburan banget ya, Ri. Kapan lagi liat Tom&Jerry live gini." ujar Andi dan mendapatkan tabokan ditangannya oleh Jafran.

"Sialan! Eh, besok malam rencananya aku mau kasih kejutan untuk Ulil ku tercinta," ucap Jafran sambil senyum-senyum.

"Idih malah senyam senyum, kesambet dedemit baru tau rasa!" ucap Andi sambil menoyor kepala Jafran.

"Eh ini kepala di fitrahin, maen toyor aja Bambang!" ucap Jafran kesal.

"Hahahahaha! Bambang kan nama bapaknya si Indra," ucap Fahri sambil tertawa terbahak-bahak.

"Pissss Ndra!" ucap Jafran sambil mengangkat tangannya dengan tanda damai.

"Bang Jafran mau kasih kejutan apa buat Calon Istri Abang?" tanya Indra penasaran.

"Rencananya sih aku mau ngelamar dia, ini lagi kong kalikong Emak-Emak rempong! Kalian ada ide gak?" ujar Jafran.

Memang rencananya Jafran akan memberikan kejutan untuk Yuliana. Karena sudah hampir 1 tahun mereka tidak bertemu.

"Nah itu menurut Umma kamu gimana?" tanya Fahri.

"Ini sih Umma sama yang lain baru punya rencana buat makan-makan aja biar Ulil ku sayang gak curiga, cuman aku bingung cara ngelamarnya itu gimana loh" ucap Jafran kebingungan.

"Gampang nanti kita bantu! Dimana tempatnya? Biar nanti sepulang dari Lembang kita langsung kesana," ucap Fahri meyakinkan.

"Di Sky Line Resto, kalian udah janji loh ya mau bantu! Sebelum jam 5 sore pokoknya kalian harus udah disana, awas kalo ngaret!" ujar Jafran memperingati.

"Siap deh pak pilot," ucap mereka serempak.

Suhu udara di Lembang sangatlah dingin, Gisya yang memiliki riwayat Alergi terhadap dingin mulai bersin-bersin selepas Sholat Subuh.

"Hatcihhh, Hatciihhh," Gisya mulai bersin-bersin.

"Yarhamukalloohuu!" ucap Febri.

"Yahdiikumulloohu Wa Yaslihu Balakum!" jawab Gisya.

"Nih, minum obat Alerginya. Udah gitu tidur lagi biar enakan," Yuliana memberikan obat dan segelas air putih untuk Gisya.

Setelah meminum obatnya, Gisya kembali terlelap tidur. Sementara Yuliana dan Febri membantu Uwak Ais mempersiapkan makanan untuk menyambut ibu-ibu Persit yang akan melakukan Kegiatan Amal Bakti untuk warga sekitar.

Tepat pukul 9 pagi rombongan Ibu-ibu Persit sudah berada di Lokasi. Dibantu oleh para Tentara muda, mereka menurunkan beberapa ratus paket Sembako untuk dibagikan kepada warga.

"Febri, Uwak minta tolong buatkan kopi hitam 5 gelas ya! Diantar kedepan," ucap Uwak Ais.

"Siap laksanakan Uwakku yang cantik," ujar Febri lalu bergegas menuju dapur.

5 gelas kopi sudah Febri buatkan, dia membawanya bersama beberapa makanan diatas nampan. Ketika sudah berada didepan, Febri terkejut akan keberadaan sang pujaan hati. Meskipun saat ini status mereka belum jelas, tapi rasa cinta yang dipancarkan itu sangat jelas. Hampir saja Febri menjatuhkan nampannya, untung saja Andi berhasil menangkapnya.

"Hati-hati Dinda, sini biar Kang Mas saja yang bawa," ucap Andi sambil mengambil nampan yang berada ditangan Febri.

"Makasih Mas, Febri tinggal kedalam dulu ya Mas!" ujar Febri yang langsung masuk kedalam rumah karena degup jantungnya sudah tidak beraturan.

Kejadian tadi tidak luput dari perhatian ibu-ibu Persit, mereka mulai mencecar Andi dengan berbagai pertanyaan. Bahkan ada yang sekedar meledeknya.

"Om Andi, itu Calon istrinya? Cantik sekali!" Tanya Ibu Danki pada Andi.

"Siap! Do'akan saja Bu Danki, semoga berjodoh," ujar Andi.

"Wah, tadinya saya berharap Om Andi jadi menantu saya loh!" ucap salah satu Ibu Persit.

"Semoga disegerakan ya, Om!" ujar yang lainnya pada Andi.

Sementara didalam Febri hanya senyum-senyum mendengar percakapan sang pujaan hati. Hingga dia tidak menyadari bahwa sejak tadi ada empat pasang mata yang memperhatikannya.

"Itu si Udang cengar-cengir didepan pintu ngapain sih Ca! Jangan-jangan kesambet jurig ini mah," bisik Yuliana pada Gisya yang mengintip dari pintu kamar.

"Hush! Kamu kalo ngomong suka kemana aja, samperin aja daripada kamu penasaran Lil," ujar Gisya.

"Kalian lagi ngapain disini? Pake bisik-bisik segala lagi, pamali anak gadis pada diem dipintu!," ucap Uwak Ais yang membuat ketiganya terkaget.

"Astaghfirulloh Uwak," teriak mereka serempak.

"Uwak mah bikin kaget aja, untung aja ini Jantung masih diem ditempat!" celetuk Yuliana membuat Uwak Ais tertawa.

"Lagian anak gadis pada ngintip, pamali tau! Mana pada diem di pintu, kalo kata orang sunda mah 'bisi nongtot Jodo'," ucap Uwak Ais menasehati.

"Apa hubungannya Uwakku sayang diem dipintu sama Jodoh? Suka gak paham deh aku!" ucap Febri sambil berjalan menuju kearah dua sahabatnya.

"Eh, anak gadis teh suka pada ngeyel! Udah ah, Uwak mau kedepan dulu. Acaranya udah mau dimulai," ucap Uwak Ais meninggalkan mereka bertiga.

Acara Amal Bakti sudah selesai tepat pukul 12 siang. Fahri baru saja menyelesaikan Sholatnya di Mushola yang tepat berada disamping Rumah Uwak Yusuf. Jendela kamar Gisya sedikit terbuka, Fahri bisa melihat keberadaan Gisya disana.

"Kenapa dia ada disini? Apa cuman lamunanku saja? Kenapa dia selalu tiba-tiba muncul." batin Fahri.

Gisya baru saja menyelesaikan Sholat Dzuhurnya dan bersiap untuk pulang. Sang Bunda sudah menelepon, agar mereka pulang tidak terlalu sore untuk makan malam bersama. Selesai bersiap, Gisya dan kedua sahabatnya berpamitan kepada Uwak Ais dan Uwak Yusuf.

"Uwak, kami pulang dulu ya!" pamit Febri pada Uwak Ais dan Uwak Yusuf.

"Ebi, hati-hati nyetirnya! Kalo ngantuk, mending istirahat dulu atau gantian nyetir sama yang lain," ujar Uwak Ais yang khawatir.

"Tenang Uwak, Ulil udah punya amunisi dijalan biar gak ngantuk," ucap Yuliana sambil menenteng satu keresek besar makanan.

"Gak akan ngantuk aku mah! Gak tau kalo yang doyan molor!" Ledek Febri.

"Sstt! Kalian ini! InshaAllah kami akan baik-baik aja Uwak, makasih banyak ya Uwak. Maaf kalo Caca selalu merepotkan Uwak, Caca tunggu di Bandung ya, Uwak. Caca ingin semuanya segera selesai." ucap Gisya sambil memeluk Uwak Yusuf.

"Minggu depan Uwak akan ke Bandung, Caca harus mempersiapkan diri. Uwak yakin Allah punya rencana terbaik untuk Caca, Uwak janji akan selalu menjaga keluarga kalian." janji Uwak Yusuf pada Gisya.

Disisi lain, Jafran masih disibukan dengan persiapan kejutan lamarannya untuk Yuliana sang calon istri. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, tapi kedua teman yang ditunggunya belum juga menunjukkan batang hidungnya. Jafran sengaja menyewa Rooftop Cafe ini dengan harga yang tidak murah, apalagi ini hari Minggu. Tapi, demi sang kekasih apapun akan dilakukannya. Beberapa menit kemudian, Fahri dan Andi baru saja datang.

"Gimana persiapannya, udah semua?" Tepuk Fahri pada bahu Jafran yang sedang asyik meminum jus.

"Uhuk! Uhuk!," Jafran tersedak karena kaget.

"Dikit-dikit minumnya Pan! Gak kami minta kok," ucap Andi sambil menepuk punggung Jafran.

"Hai manusia! Kalo dateng itu ucap salam, Assalamualaikum gitu! Bukan maen tepak tepok aja," geram Jafran.

"Hehehe, sorry deh sorry! Jadi gimana persiapannya" ucap Fahri cengengesan.

"Tuh balon udah pada dipasang, bunga udah ditabur, tinggal lilin yang belom dinyalain! Lagian ribet amat si musti pake lilin, ini kan mau ngelamar bukan mau ngepet!" gerutu Jafran pasalnya Andi mendadak memberitahu Jafran untuk menyediakan lilin.

"Eh anak curut, biar romantis tau! Gini nih yang jarang menginjakan bumi, gitu aja gak paham!" kesal Andi.

"Udah-udah malah ribut! Mana foto kamu sama si Ulil yang aku minta?" tanya Fahri.

"Tuh udah di gantung-gantungin sama Mbaknya!" tunjuk Jafran pada salah satu pegawai Cafe.

"Baguuss, udah keren ini! Jangan lupa Bucket Bunga sama Cincinnya, udah siap semua kan?" Tanya Andi.

"Udah aman!" ucap Jafran.

Mereka mulai mengatur posisi tempat duduk dibantu oleh beberapa pegawai Cafe. Tidak lupa live musik untuk menambah kesan romantis pada acara lamaran Yuliana. Dirasa persiapan telah selesai, mereka membantu Jafran mempersiapkan diri untuk menyambut sang kekasih.

Bagaimana kejutan yang akan diberikan Jafran, akan ada juga kejutan untuk Febri dan Gisya. Apakah Kejutan yang menyenangkan? Atau malah menyakitkan?

Dukung terus karya pertama Author ya!

Terpopuler

Comments

Aden Boy

Aden Boy

🤣🤣🤣🤣🙈😅

2024-04-13

0

Aden Boy

Aden Boy

🤣🤣🤣🤣

2024-04-13

0

Ria Rimadasari

Ria Rimadasari

karya pertama aja udah sebagus itu thor, semangat thor

2022-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!