BAB 13. Pertemuan Kembali

Gisya baru saja membuka matanya, samar-samar dia mendengar suara orang berteriak. Namun, Gisya belum bisa bergerak. Tubuhnya seakan lemah, untuk mengangkat tangan pun sangat sulit.

"Dimana ini? Kenapa tubuhku lemah seperti ini? Bunda dimana? Caca takut." batin Gisya.

Hari ini Gisya sudah mulai dipindahkan ke Ruang Rawat Inap biasa, setelah dua hari yang lalu tersadar. Kondisi Gisya sudah cukup stabil, hanya saja ada beberapa hal yang mungkin akan membuat mereka bersedih kembali. Gisya baru saja terlelap tidur, saat dokter datang untuk memeriksa keadaannya.

"Ada beberapa hal yang harus saya sampaikan mengenai kondisi Gisya. Saat ini Gisya akan kesulitan menggerakkan anggota tubuhnya terutama kaki. Akibat dari kecelakaan itu membuat beberapa syaraf pada ototnya melemah dan juga ada tulang kakinya yang retak. Saat ini kami sudah memasang penyangga pada tulang kakinya yang retak." tutur Dokter menjelaskan.

"Yaa Allah, Nak." lirih Bunda Syifa.

"Ibu jangan khawatir, itu tidak bersifat permanen. Jika terus melakukan therapy, maka dia akan bisa berjalan seperti biasa." ucap Dokter menjelaskan.

"Berapa lama Dok, Kakak saya harus menjalani therapy?" tanya Syauqi pada Dokter.

"Semua itu tergantung pada pasien. Jika dia memiliki semangat yang tinggi, mungkin dalam 2-3 bulan dia bisa berjalan normal kembali. Jika tidak ada yang ditanyakan kembali, saya permisi mau visite pasien yang lain" pamit Dokter.

"Terimakasih, Dokter." ucap Bunda dan Syauqi.

Gisya yang belum benar-benar terlelap, mendengar semua percakapan itu. Hatinya begitu sakit, dia tidak bisa berjalan. Dia kembali mengingat kejadian itu. Dimana tubuhnya terpental ke aspal, yang Gisya sangat ingat adalah dia merasa tubuhnya melayang jauh.

Sudah 2 bulan berlalu. Setiap hari Syauqi, Febri dan Yuliana bergantian untuk menemani Gisya melakukan therapy. Semenjak kejadian itu, Gisya menjadi lebih pendiam. Bahkan mereka sudah tidak dapat melihat lagi senyuman manis diwajah Gisya. Seperti sore ini, mereka sedang melatih Gisya berjalan menggunakan walker disalah satu Taman depan Taman Makam Pahlawan Bandung. Mereka memilih tempat itu, karena tidak begitu ramai.

"Ayo, semangat Ca! Kamu pasti bisa!" ucap Yuliana menyemangati Gisya.

Gisya tidak menjawabnya, dia mulai melanjutkan usahanya agar bisa berjalan. Gisya mulai kesal, karena kakinya belum juga bisa lepas dari tongkat yang menyiksanya selama 2 bulan ini.

Bruugghhh!

Gisya terjatuh, mereka panik dan berlari menghampiri Gisya. Namun langkah mereka terhenti ketika Gisya mulai berbicara.

"Stop! Jangan ada yang berani maju, tinggalkan aku sendirian!" pinta Gisya.

"Teh, biar Uqi bantu berdiri. Kalo Teteh cape, kita pulang sekarang ya, Teh." ucap Syauqi membujuk Gisya.

"Stop Teteh bilang! Teteh gak mau dikasihani, tolong Teteh minta tinggalkan teteh sendiri!" tegas Gisya.

"Ca jangan gini ya. Kalo kamu cape, kita istirahat pulang sekarang. Jangan terlalu dipaksakan, aku mohon Ca." bujuk Febri yang berharap Gisya akan mendengarkannya.

"Berapa kali aku bilang, tolong kali ini biarkan aku sendiri dulu! Teteh mohon Qi, aku mohon," lirih Gisya yang memohon pada semuanya.

"Yaudah, kita tunggu kamu disana! Kalo kamu udah tenang, kita akan balik lagi kesini," ucap Yuliana yang mengerti kondisi kita Gisya saat ini.

Mereka pergi menuju salah satu pedagang kaki lima yang menjual gorengan. Disana mereka duduk memperhatikan Gisya dari jauh. Mereka melihat Gisya mencoba bangkit dan mulai berjalan.

Sudah hampir satu jam mereka disana. Namun, Gisya masih berusaha untuk belajar berjalan. Langit sudah mulai mendung, Syauqi beberapa kali membujuk Gisya supaya mau pulang. Tapi Gisya masih kekeh ingin tetap disana. Gisya sudah mulai kesal dan emosi. Dia terjatuh lagi dan kali ini dia memukul-mukul kakinya untuk meluapkan emosinya. Mereka tidak berani mendekat, karena emosi Gisya sedang tidak stabil. Febri dan Yuliana hanya saling berpelukan, berteduh dari hujan dan melihat Gisya dari kejauhan. Begitupun dengan Syauqi, dia hanya bisa menahan airmatanya ketika melihat Gisya seperti itu.

Kebetulan hari itu Fahri juga sudah mulai mendapatkan tugas di Bandung. Fahri sedang menikmati Lari Sore disekitaran Gasibu. Dia memarkirkan mobilnya didekat Taman Makam Pahlawan, karena jalan itu memang tidak begitu ramai dan tidak banyak dilewati kendaraan umum. Hujan mulai turun, Fahri berlari menuju mobilnya. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis yang terjatuh saat berjalan menggunakan tongkat. Fahri menghampiri gadis itu.

"Yaa Allah, kenapa ini harus terjadi kepadaku?! Aku lelah, aku capek! Aku ingin seperti dulu, aku ingin bisa berjalan seperti dulu!! Dasar tidak berguna!!" teriak Gisya frustasi sambil melemparkan tongkatnya.

Tongkat itu jatuh tepat didepan Fahri, dia berjalan menuju kearah gadis itu. Dibawah guyuran hujan, Fahri tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu.

"Jangan menyalahkan Allah, semua itu terjadi kepadamu karena Allah yakin kamu mampu melewatinya. Jika kamu menyerah, itu tandanya kamu tidak percaya kepada Allah. Mari saya bantu berdiri." ucap Fahri sambil memberikan tongkat itu. Namun Gisya menepisnya.

"Jangan kasihani aku! Aku tidak butuh dikasihani!" teriak Gisya. Fahri termenung sejenak.

"Aku hanya ingin menolongmu, bukan mengasihanimu! Lihatlah dirimu, menangis sendiri dibawah hujan dan meratapi kesedihanmu. Tidakkah kamu memikirkan orang-orang diluar sana? Mereka ada yang jauh lebih menderita darimu! Mereka tidak punya tangan dan kaki, tapi mereka tetap bersemangat untuk menjalani hidup! Tidak bisakah kamu bersyukur akan hal itu?" tutur Fahri menasehati Gisya.

Gisya terdiam, semua ucapan Fahri memang ada benarnya. Selama ini dia hanya meratapi nasibnya, padahal diluar sana masih banyak orang yang jauh lebih menderita darinya.

Gisya mulai mengambil tongkatnya dan mencoba berdiri, tapi kakinya terasa sakit. Fahri yang melihat Gisya kesakitan tidak bergeming. Bukan karena tidak peduli, tapi Fahri ingin gadis itu lebih bisa menghargai oranglain.

"Jika kesulitan, Kenapa tidak meminta tolong?" ucap Fahri sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Gisya.

Gisya terdiam sejenak, Fahri sudah berdiri dan berjalan beberapa langkah. Tapi dia terdiam mematung setelah mendengar suara Gisya.

"Tolong! Tolong aku! Aku mohon tolong aku!" teriak Gisya sambil menangis.

"Suara itu," batin Fahri

Fahri menoleh kearah suara, dia berjalan mendekati Gisya dan mensejajarkan tubuhnya kembali. Fahri memberikan tongkat itu kepada Gisya dan dia mau menerima tongkat dari Fahri. Saat Gisya mendongakkan wajahnya, pandangan mereka bertemu. Gisya dan Fahri sama-sama terkejut. Gisya mulai berdiri dibantu oleh Fahri. Kejadian itu tidak luput dari pandangan Syauqi, Febri dan Yuliana. Saat Syauqi akan menghampiri Gisya, dia ditahan oleh Febri.

"Apa dia gadis itu? Suaranya persis seperti suara wanita dimimpiku dan suara itu yang membuatku sadar dari koma." Batin Fahri.

"Terimakasih," ucap Gisya.

"Apa kabar?" tanya Fahri.

"Seperti yang abang lihat, tidak baik-baik saja."

"Bukan tidak, tapi belum." jawab Fahri.

Saat akan mulai melangkah, Gisya merasa kepalanya pusing dan tidak sadarkan diri. Dengan sigap Fahri menahan tubuh Gisya dan menggendongnya menuju ke mobil miliknya. Namun Syauqi, Febri dan Yuliana menahannya.

"Biar saya yang bawa mobilnya, tolong duduk dibelakang bersama Gisya," ucap Syauqi.

Fahri merasa heran, tapi ketika melihat Febri dan Yuliana dia menganggukkan kepalanya. Dia memangku Gisya di kursi belakang, sementara Yuliana dan Febri menyusul memakai mobil Syauqi.

"Apa dia kekasih Gisya yang baru? Tapi sepertinya usia laki-laki itu jauh dibawah Gisya," ucap Fahri dalam hati.

"Saya Syauqi, adik satu-satunya Gisya," ucap Syauqi yang seolah mengerti dengan apa yang ada di benak Fahri.

"Saya Fahri, sahabat dari kekasih Febri,"

"Abang TNI?" tanya Syauqi pada Fahri.

"Ya, saya baru saja dipindah tugaskan di Bandung. Kamu sepertinya satu profesi dengan saya." tebak Fahri.

"Saya Polisi Bang, baru 2 bulan lulus dari SPN. Sekarang tugas di Polwiltabes." ucap Syauqi.

"Ini kita mau kemana Syauqi? Bukannya tadi klinik sudah terlewat?" heran Fahri karena dia tidak tau Syauqi akan membawanya kemana.

"Ke Rumah Bang, sejak hari itu Teh Caca tidak mau lagi berhubungan dengan sesuatu yang berbau obat." Jelas Syauqi. Fahri hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui.

Febri dan Yuliana sudah sampai duluan di Rumah Gisya. Mereka mempersiapkan handuk untuk Gisya.

Saat mendengar suara mobil, mereka bergegas keluar untuk membuka gerbang.

"Astaghfirulloh! Caca kenapa lagi?" teriak Bunda Syifa yang melihat Syauqi menggendong Gisya.

"Pingsan Bun, mungkin kecapean." jawab Syauqi.

"Yasudah bawa kekamar! Ulil tolong ya gantikan pakaian Caca. Bunda mau bikin teh panas dulu untuk kalian," ucap Bunda Syifa.

"Siap! Bun, pinjam baju Alm. Ayah. Baju Uqi tidak akan muat sepertinya, pasti kekecilan." ucap Yuliana.

"Baju Ayah buat siapa?" Heran Bunda Syifa.

"Tuh buat orang yang nolongin Caca! Bunda liat aja sendiri," tutur Yuliana sambil berjalan menuju kamar Gisya.

"MashaAllah, Fahri!" sapa Bunda Syifa yang refleks memeluk Fahri.

"Baju Bunda jadi basah karena peluk Fahri. Hehehe, Bunda apa kabar?" tanya Fahri.

"Bunda baik, sudah nanti mengobrolnya. Sekarang ganti baju kamu, tapi pakai bekas Ayah tidak apa-apa ya? Baju Uqi pasti kekecilan dibadan kamu," ucap Bunda Syifa.

"Terimakasih, Bun."

Fahri pun mengganti pakaiannya di kamar Uqi. Saat keluar dari dari kamar mandi, Fahri melihat Uqi yang tertunduk lesu diatas sofa sambil memegang foto Ayahnya. Syauqi mendongakkan kepalanya.

"Abang cocok pakai baju Ayah, lihat hampir sama persis bukan?" tutur Syauqi sambil memperlihatkan foto Ayahnya yang memakai baju yang saat ini sedang dipakai oleh Fahri.

"Kamu merindukan Ayahmu, Syauqi?" tanya Fahri.

"Panggil saja Uqi, Bang. Tentu saja sangat rindu, Ayah meninggal tepat sehari sebelum Ulang Tahun Uqi." lirih Syauqi. Fahri membawa Uqi dalam pelukannya.

"Kamu seorang Polisi, kamu harus kuat! Abang yakin saat ini Ayahmu sangat bangga padamu." ucap Fahri menyemangati Syauqi.

"Kamu beruntung, masih memiliki Bunda disisimu. Jika tidak ada Mama Risma dan Papa Hari, mungkin hingga saat ini aku hidup sendirian." lirih Fahri dalam hati.

Semoga kalian suka jalan ceritanya ya!

Jangan lupa teruss dukung Author yaa!!

Salam Rindu, Author ❤

Terpopuler

Comments

Nurr Amirr🥰💞

Nurr Amirr🥰💞

sangt suka thorrrr... Alur jln ceritanya mulus enggak bertele-tele...

2024-07-15

0

Ita Retno

Ita Retno

sukaaaaaa best thor👍👍❤️❤️😍😍

2023-05-06

0

Alvika cahyawati

Alvika cahyawati

duh knp cerita nya melow mulu sich banjir airmata mulu dmn2 mengandung bawang.

2023-02-20

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2 BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3 BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4 BAB 4. HEALING ALA ULIL
5 BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6 BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7 BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8 BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9 BAB 9. PAPUA
10 BAB 10. Penyesalan
11 BAB 11. Kepulangan Uqi
12 BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13 BAB 13. Pertemuan Kembali
14 Bab 14. Keinginan Gisya
15 Bab 15. Mak Comblang
16 Bab 16. Kerinduan
17 Bab 17. Calon Ibu Persit
18 Bab 18. Godain Pak Tentara
19 Bab 19. H-7 Ulil Day
20 Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21 Bab 21. Kesalahpahaman
22 Bab 22. Pengumuman Resmi
23 Bab 23. First Night
24 Bab 24. Meminta Izin
25 Bab 25. Persiapan Lamaran
26 Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27 Bab 27. Berita Mengejutkan
28 Bab 28. Kepergian Andi
29 Bab 29. Fakta yang Terungkap
30 Bab 30. Pengajuan Nikah I
31 Bab 31. Pengajuan Nikah II
32 Bab 32. Godaan dan Cobaan
33 Bab 33. Melepaskan
34 Bab 34. Akad Nikah
35 Bab 35. Malam Bahagia
36 Bab 36. Pedang Pora
37 Bab 37. Kegiatan Baru
38 Bab 38. Belanja Bareng Suami
39 Bab 39. Istri Kebanggaan
40 Bab 40. Mertua Nyasar
41 Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42 Bab 42. Hampa Tanpamu
43 Bab 43. Alhamdulillah
44 Bab 44. Hilang
45 Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46 Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47 Bab 47. Ngidam?
48 Bab 48. Panik
49 Bab 49. Fitnah
50 Bab 50. Penjelasan
51 Bab 51. SyaSya Couple
52 Bab 52. Zaydan Faturachman
53 Bab 53. Empat Bulanan
54 Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55 Bab 55. Maul & Mail
56 Bab 56. Kedatangan Zahra
57 Bab 57. Penjelasan Fahri
58 Bab 58. Dendam Zahra
59 Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60 Bab 60. Ferandiza Faturachman
61 Bab 61. Rumah Impian
62 Bab 62. Baba Vs Maul
63 Bab 63. Kisah Cinta Febri
64 Bab 64. HUT Persit
65 Bab 65. Kelahiran Baby H
66 Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67 Bab 67. Gelya Quera Feodora
68 Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69 Pengumuman
70 Bab 69. Kejutan Pertama
71 Bab 70. Final Kejutan
72 Bab 71. Demam Tinggi
73 Bab 72. Ujian Kehidupan
74 Bab 73. Ujian kehidupan II
75 Bab 74. Pelangi setelah hujan
76 Bab 75. Keputusan Febri
77 Bab 76. Bunda VS Quera
78 Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79 Bab 78. Penculikan
80 Bab 79. Pengorbanan
81 Bab 80. Memaafkan
82 Bab 81. Luluh Lantah
83 Bab 82. Kembali Pulang
84 Bab 83. KeMal!
85 Bab 84. KeMal season II
86 Bab 85. Sidang BP4R
87 Bab 86. Drama
88 Bab 87. Meminta Restu
89 Bab 88. Jogjakarta
90 Bab 89. Ide Kejutan
91 Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92 Bab 91. SAHHHHH
93 Bab 92. Malam bersejarah
94 Bab 93. Family Gathering
95 Bab 94. Perpisahan
96 Bab 95. Lingkungan Baru
97 Bab 96. Tugas Baru
98 Bab 97. Sekolah Quera
99 Bab 98. Quera as Elmira
100 Bab 99. Kisah Chandra
101 Bab 100. Tragedi
102 Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103 Bab 102. Keputusan
104 Bab 103. Sikap Elmira
105 Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106 Extra Part 1
107 Bandung | S2
108 Ada Apa dengan Elmira | S2
109 Masa Lalu | S2
110 I'm Happy for you | S2
111 15 Tahun yang lalu | S2
112 pengumuman
113 S2 | Kesedihan Alana
114 S2 | Cinta yang Rumit
115 S2 | Kegelisahan Hati
116 S2 | Akhir Liburan
117 S2 | Saling Mengikhlaskan
118 S2 | Hari Pertama
119 S2 | Mau Tapi Malu
120 S2 | Rahasia Hati
121 S2 | Si Alan
122 S2 | Cinta dalam Do'a
123 S2 | Malam Minggu
124 S2 | Kesedihan Elmira
125 S2 | Pengorbanan Cinta
126 S2 | Bertemu Paman
127 S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128 S2 | Baby Sweta
129 S2 | Triple Date
130 S2 | Detektif Dadakan
131 Cuap-Cuap Author
132 S2 | Gara-gara Si Alan
133 S2 | Flashback I
134 S2 | Flashback II
135 S2 | Cinta Tak Direstui
136 S2 | Dilema Cinta
137 S2 | Kencan Pertama
138 S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139 S2 | Indahnya Keikhlasan
140 S2 | Pelindung
141 S2 | Pasangan Somplak
142 S2 | Duka atau Bahagia
143 S2 | Tanya Hati
144 S2 | Tulang Rusuk
145 S2 | Ajarkan Aku
146 S2 | Si Ebel
147 S2 | Menjemput Kekasih
148 S2 | Apa-apaan Ini?
149 S2 | Lampu Hijau
150 S2 | Pengajian dan Siraman
151 S2 | H-1 ELDA
152 S2 | ELDA WEDDING
153 S2 | NUMPANG ROMANTIS
154 S2 | Liburan bersama
155 S2 | Pulau Tidung
156 S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157 MINTA PENDAPAT
158 S2 | Bibit Syaiton
159 S2 | Kamu Bau!
160 S2 | KABAR BAHAGIA
161 S2 | Aku Pasti Kembali
162 S2 | Hampa dan Bahagia
163 S2 | Aksi Alan
164 S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165 S2 | Konferensi Meja Bumi
166 S2 | Menjelang Akad Alain
167 S2 | Sahabat Naik Pangkat
168 S2 | Godaan dan Cobaan
169 S2 | Kecelakaan
170 S2 | Perpisahan
171 S2 | PENGORBANAN IBU
172 S2 | Nyicil, Yuk!
173 S2 | Salahin Baba
174 S2 | Pilkada!
175 S2 | KECURANGAN
176 S2 | Kecebong!
177 S2 | Permintaan Oma Syifa
178 S2 | Nasehat Oma
179 S2 | Pemakaman Oma
180 S2 | Wasiat Oma
181 S2 | Berpisah Kembali
182 PENGUMUMAN
183 S2 | Cinta Tulus Alan
184 S2 | Leukimia
185 S2 | Demi Ibam
186 S2 | Merpati is Back
187 S2 | Berita Luar Biasa
188 S2 | Arti Keluarga
189 S2 | Amarah Alan
190 S2 | Perang Dingin
191 S2 | Kembali seperti semula
192 S2 | Rahasia Alan
193 S2 | Menyelami Hati
194 S2 | Cinta dan Keadaan
195 S2 | Takdir Cinta
196 S2 | Masa Percobaan
197 S2 | Absurd Family
198 S2 | Masa Sulit
199 S2 | Cinta Papa
200 S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201 S2 | Life must go on..
202 S2 | Penyesalan
203 S2 | Manusia Soang
204 S2 | Buah dari kesabaran
205 S2 | Kebahagiaan
206 S2 | Ending
207 Pengumuman
Episodes

Updated 207 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN TAK TERDUGA
2
BAB 2. KEHIDUPAN GISYA
3
BAB 3. Tentang Coklat, Ulet dan Udang
4
BAB 4. HEALING ALA ULIL
5
BAB 5. Kebenaran Yang Terungkap
6
BAB 6. RENCANA KEJUTAN
7
BAB 7. Kejutan dalam Kejutan
8
BAB 8. Kisah Hidup Fahri
9
BAB 9. PAPUA
10
BAB 10. Penyesalan
11
BAB 11. Kepulangan Uqi
12
BAB 12. Amarah Syauqi Malik
13
BAB 13. Pertemuan Kembali
14
Bab 14. Keinginan Gisya
15
Bab 15. Mak Comblang
16
Bab 16. Kerinduan
17
Bab 17. Calon Ibu Persit
18
Bab 18. Godain Pak Tentara
19
Bab 19. H-7 Ulil Day
20
Bab 20. Wedding Day Jafran & Yuliana
21
Bab 21. Kesalahpahaman
22
Bab 22. Pengumuman Resmi
23
Bab 23. First Night
24
Bab 24. Meminta Izin
25
Bab 25. Persiapan Lamaran
26
Bab 26. Lamaran rasa Reunian
27
Bab 27. Berita Mengejutkan
28
Bab 28. Kepergian Andi
29
Bab 29. Fakta yang Terungkap
30
Bab 30. Pengajuan Nikah I
31
Bab 31. Pengajuan Nikah II
32
Bab 32. Godaan dan Cobaan
33
Bab 33. Melepaskan
34
Bab 34. Akad Nikah
35
Bab 35. Malam Bahagia
36
Bab 36. Pedang Pora
37
Bab 37. Kegiatan Baru
38
Bab 38. Belanja Bareng Suami
39
Bab 39. Istri Kebanggaan
40
Bab 40. Mertua Nyasar
41
Bab 41. Ditinggalkan Bertugas
42
Bab 42. Hampa Tanpamu
43
Bab 43. Alhamdulillah
44
Bab 44. Hilang
45
Bab 45. Kekuatan Cinta dan Do'a
46
Bab 46. Kejutan dalam Kejutan II
47
Bab 47. Ngidam?
48
Bab 48. Panik
49
Bab 49. Fitnah
50
Bab 50. Penjelasan
51
Bab 51. SyaSya Couple
52
Bab 52. Zaydan Faturachman
53
Bab 53. Empat Bulanan
54
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran
55
Bab 55. Maul & Mail
56
Bab 56. Kedatangan Zahra
57
Bab 57. Penjelasan Fahri
58
Bab 58. Dendam Zahra
59
Bab 59. Hikmah dibalik kejadian
60
Bab 60. Ferandiza Faturachman
61
Bab 61. Rumah Impian
62
Bab 62. Baba Vs Maul
63
Bab 63. Kisah Cinta Febri
64
Bab 64. HUT Persit
65
Bab 65. Kelahiran Baby H
66
Bab 66. Husain Hafidz Gifahri
67
Bab 67. Gelya Quera Feodora
68
Bab 68. Squad Ibu-ibu Persit
69
Pengumuman
70
Bab 69. Kejutan Pertama
71
Bab 70. Final Kejutan
72
Bab 71. Demam Tinggi
73
Bab 72. Ujian Kehidupan
74
Bab 73. Ujian kehidupan II
75
Bab 74. Pelangi setelah hujan
76
Bab 75. Keputusan Febri
77
Bab 76. Bunda VS Quera
78
Bab 77. Pentas Sekolah berujung Musibah
79
Bab 78. Penculikan
80
Bab 79. Pengorbanan
81
Bab 80. Memaafkan
82
Bab 81. Luluh Lantah
83
Bab 82. Kembali Pulang
84
Bab 83. KeMal!
85
Bab 84. KeMal season II
86
Bab 85. Sidang BP4R
87
Bab 86. Drama
88
Bab 87. Meminta Restu
89
Bab 88. Jogjakarta
90
Bab 89. Ide Kejutan
91
Bab 90. Kejutan untuk Merpati
92
Bab 91. SAHHHHH
93
Bab 92. Malam bersejarah
94
Bab 93. Family Gathering
95
Bab 94. Perpisahan
96
Bab 95. Lingkungan Baru
97
Bab 96. Tugas Baru
98
Bab 97. Sekolah Quera
99
Bab 98. Quera as Elmira
100
Bab 99. Kisah Chandra
101
Bab 100. Tragedi
102
Bab 101. Indira Myesha Kirania Syafa
103
Bab 102. Keputusan
104
Bab 103. Sikap Elmira
105
Bab 104. Perpisahan (ENDING)
106
Extra Part 1
107
Bandung | S2
108
Ada Apa dengan Elmira | S2
109
Masa Lalu | S2
110
I'm Happy for you | S2
111
15 Tahun yang lalu | S2
112
pengumuman
113
S2 | Kesedihan Alana
114
S2 | Cinta yang Rumit
115
S2 | Kegelisahan Hati
116
S2 | Akhir Liburan
117
S2 | Saling Mengikhlaskan
118
S2 | Hari Pertama
119
S2 | Mau Tapi Malu
120
S2 | Rahasia Hati
121
S2 | Si Alan
122
S2 | Cinta dalam Do'a
123
S2 | Malam Minggu
124
S2 | Kesedihan Elmira
125
S2 | Pengorbanan Cinta
126
S2 | Bertemu Paman
127
S2 | 'Thora Cafe & Resto'
128
S2 | Baby Sweta
129
S2 | Triple Date
130
S2 | Detektif Dadakan
131
Cuap-Cuap Author
132
S2 | Gara-gara Si Alan
133
S2 | Flashback I
134
S2 | Flashback II
135
S2 | Cinta Tak Direstui
136
S2 | Dilema Cinta
137
S2 | Kencan Pertama
138
S2 | Gambaran Keluarga Bahagia
139
S2 | Indahnya Keikhlasan
140
S2 | Pelindung
141
S2 | Pasangan Somplak
142
S2 | Duka atau Bahagia
143
S2 | Tanya Hati
144
S2 | Tulang Rusuk
145
S2 | Ajarkan Aku
146
S2 | Si Ebel
147
S2 | Menjemput Kekasih
148
S2 | Apa-apaan Ini?
149
S2 | Lampu Hijau
150
S2 | Pengajian dan Siraman
151
S2 | H-1 ELDA
152
S2 | ELDA WEDDING
153
S2 | NUMPANG ROMANTIS
154
S2 | Liburan bersama
155
S2 | Pulau Tidung
156
S2 | Teman Baru di Lingkungan Baru
157
MINTA PENDAPAT
158
S2 | Bibit Syaiton
159
S2 | Kamu Bau!
160
S2 | KABAR BAHAGIA
161
S2 | Aku Pasti Kembali
162
S2 | Hampa dan Bahagia
163
S2 | Aksi Alan
164
S2 | Almeer Gibran Ghazi Radiansyah
165
S2 | Konferensi Meja Bumi
166
S2 | Menjelang Akad Alain
167
S2 | Sahabat Naik Pangkat
168
S2 | Godaan dan Cobaan
169
S2 | Kecelakaan
170
S2 | Perpisahan
171
S2 | PENGORBANAN IBU
172
S2 | Nyicil, Yuk!
173
S2 | Salahin Baba
174
S2 | Pilkada!
175
S2 | KECURANGAN
176
S2 | Kecebong!
177
S2 | Permintaan Oma Syifa
178
S2 | Nasehat Oma
179
S2 | Pemakaman Oma
180
S2 | Wasiat Oma
181
S2 | Berpisah Kembali
182
PENGUMUMAN
183
S2 | Cinta Tulus Alan
184
S2 | Leukimia
185
S2 | Demi Ibam
186
S2 | Merpati is Back
187
S2 | Berita Luar Biasa
188
S2 | Arti Keluarga
189
S2 | Amarah Alan
190
S2 | Perang Dingin
191
S2 | Kembali seperti semula
192
S2 | Rahasia Alan
193
S2 | Menyelami Hati
194
S2 | Cinta dan Keadaan
195
S2 | Takdir Cinta
196
S2 | Masa Percobaan
197
S2 | Absurd Family
198
S2 | Masa Sulit
199
S2 | Cinta Papa
200
S2 | Menyembuhkan Luka Batin
201
S2 | Life must go on..
202
S2 | Penyesalan
203
S2 | Manusia Soang
204
S2 | Buah dari kesabaran
205
S2 | Kebahagiaan
206
S2 | Ending
207
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!