Makan siang kali ini, merupakan makan siang paling berkesan bagi Fahri dan Gisya. Setelah sama-sama dikhianati, mereka bisa makan bersama dengan canda dan tawa. Yuliana menjadi saksi, bagaimana mereka saling melontarkan pujian bahkan candaan saat makan. Padahal sebelumnya mereka memiliki prinsip yang sama, tidak boleh bicara sambil makan.
"Sepertinya kenyamanan membuat mereka lupa pada prinsip yang selalu mereka umbar!" batin Yuliana.
"Ca, tolong siapkan pesanan Abang ya. Nanti sore Abang ambil, dijadikan 2 kardus saja. Sebagian akan Abang kirim ke Palembang dan sebagian lagi akan Abang kirim ke Magelang." ucap Fahri sambil memberikan list pesanannya.
"Siap Bang, nanti Caca minta tolong sama Ebi dan Ulil buat packing." jawab Gisya.
"Yaudah, Abang pamit ya. Jam 5 Abang balik lagi kemari,"
"Em, Abang keberatan ga buat nyoba resep baru Caca? Ini Abang bawa aja, sudah Caca bungkus!"
Gisya memberikan satu kotak Cake yang baru saja dia buat. Fahri merasa sangat senang, hingga tidak sadar dia membelai kepala Gisya.
"Terimakasih, Abang pergi. Assalamu'alaikum," pamit Fahri pada Gisya.
"Walaikumsalam," Jawab Gisya.
Yuliana yang masih berada disana merasa diabaikan oleh dua sejoli itu. Bahkan mereka tidak menyadari jika Yuliana masih ada disana. Selepas Fahri pergi, Yuliana berniat untuk kembali kedepan karena toko sangat ramai.
"Astaghfirulloh, Ulil. Kamu mah ngagetin!" kesal Gisya karena Yuliana berdiri tiba-tiba membuat kursi bergeser.
"Yee dari tadi juga aku masih disini! Kalian aja nganggep aku Ghaib!" Celetuk Yuliana yang membuat pipi Gisya bersemu merah.
Yuliana yang masih kesal menghentak-hentakkan kakinya, padahal ini sudah hampir jam 5 sore. Syauqi yang baru saja datang merasa heran.
"Teh, ngapain sih?! Aneh!" ucap Syauqi.
"Aneh! Aneh! Tuh kakak kamu yang aneh, orang masih ada didalem berasa Ghaib!" Omel Yuliana.
"Haaahhh?! Suka gak paham deh kalo ngomong sama Teh Ulil mah!"
"Uqiw! Menurut kamu Bang Fahri gimana orangnya?" tanya Yuliana tiba-tiba.
"Yaa Allah si Teh Ulil! A Jafran mau kemanain teh? Baru juga ditinggal terbang sebulan, itu mata udah jelalatan aja!" ucap Syauqi yang membuat Yuliana emosi.
"Eh, Polisi bocah! Yang jelalatan tuh siape? Ni mata masih milik Aa Jafran seutuhnya, lagian negative thingking mulu! Heran deh!" Cerocos Yuliana.
"Mohon maaf ni ya, Ibuk Ulil. Kalo gitu ngapaen nanya-nanya, orang kepo itu biasanya care!" balas Syauqi.
"Yes, Caredok! Maksudnya tuh gini ya Muhammad Syauqi Malik, kakak ente kan baru aja patah hati. Nah si Abang Fahri juga baru patah hati. Cocok gak tuh? Makanya teteh nanya ke kamu tuh! Gemes deh ih pengen nyubit ginjalnya!" Ketus Yuliana.
"Idih mau kena UUD pake nyubit ginjal segala! Lagian Uqi mah gimana Teh Caca aja, saat ini biarin dia kembali percaya diri lagi kaya dulu." ucap Syauqi.
"Gini nih kalo ngomong sama Polisi baru, maen UUD aja omongannya," kesal Yuliana.
Syauqi membantu Yuliana melayani pelanggan. Karena pakaiannya yang masih memakai seragam, Syauqi kembali menjadi pusat perhatian orang-orang disana. Malas dilihat seperti itu, Syauqi berniat mengambil baju gantinya yang berada dimobil. Namun, lagi-lagi Syauqi bertabrakan dengan orang.
"Astaghfirulloh Uqi!" kesal Febri dan gadis yang berada dibelakangnya.
"Ya ampun! Sial banget aku di tabrak Polisi sinting 2x!" kesal Syaina.
"Heh! Situ yang sinting," jawab Syauqi yang tak terima.
"Udah-udah jangan ribut! Malu diliatin orang, hayu Ina ikutin Teteh. Jangan diladenin dia mah," tutur Febri sambil menarik Syaina masuk.
Syaina adalah salah satu Reseller yang menjual kue milik Gisya. Keuntungannya dia gunakan untuk membayar uang kuliahnya. Syaina anak yang mandiri, Ibunya sudah lama meninggal. Dan saat ini Ayahnya masih terbaring di Rumah Sakit karena menjadi korban tabrak lari. Niatnya, hari ini Syaina akan membawa beberapa pesanannya. Makanya dia langsung ke Toko.
Syauqi sudah berganti pakaian dan kembali kedalam Toko. Melihat Syaina berada didapur bersama kakaknya , membuat Syauqi merasa heran.
"Eh Uqi, tolong ambilin Rainbow Cake 10 slice di etalase depan ya!" pinta Gisya pada Syauqi.
"Oke Teh, ada lagi?" tanya Syauqi.
"Mocca Tart Almond 15 slice Teh," ucap Syaina.
"Dih, ambil aja sendiri!" Ketus Syauqi.
"Lah siapa yang ngomong sama situ! Orang aku ngomong ke Teh Caca, Kegeeran jadi orang!" kesal Syaina.
"Eh, eh, eh! Malah ribut-ribut, di giring ke KUA mau?!" celetuk Yuliana.
"Ogah!!" teriak mereka bersamaan.
"Cieeee... Kompak cie... "ucap Febri.
"Bener dari nama aja cocok! Syauqi dan Syaina, hahahahaha." ledek Yuliana.
"Asal jangan ada orang ketiga diantara mereka Lil," ucap Febri yang membuat mereka terheran.
"Iyalah orang yang ketiganya nanti Syaiton!!" Celetuk Yuliana yang membuat semua orang tertawa kecuali Syauqi dan Syaina.
"Teh Ulil cocoknya buka Jasa Biro Jodoh! Bukan jualan kue," Kesal Syaina.
"Sekalian aja bikin acara Take Me Out disini!" tambah Syauqi.
"Ciee.. Tuh makin kompak kan! Cieeee.. Yaudah kalian aja yang jadi klien pertama Teteh" ledek Yuliana.
Gisya hanya bisa tertawa mendengar percakapan mereka. Syauqi dan Syaina hanya bisa memanyunkan bibirnya dan saling menatap tajam. Pukul 5 sore, Fahri baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Masih dengan memakai seragam lorengnya, Fahri masuk kedalam Toko Kue Gisya yang sudah tidak terlalu ramai.
"Assalamualaikum," ucap Fahri lalu masuk kedapur karena sudah dipersilahkan oleh Rani.
"Walaikumsalam," jawab mereka serempak.
"Loh, Kenapa kamu Qi? Kok bermuram durja seperti itu, disamping gadis-gadis." tanya Fahri yang langsung membuat mereka tertawa.
"Bang Fahri mau ngeledek Uqi nih ceritanya? Belum tau aja, Abang akan jadi korban kedua si Teteh Ulet bulu," kesal Syauqi.
"Loh, loh emang Ulil mau ngapain Abang?" tanya Fahri.
Sebelum Yuliana menjawab, Gisya sudah menyela.
"Udah-udah Bang, jangan didengerin mereka mah! Pesanan Abang udah didepan, nanti Abang cek lagi aja ya!" ucap Gisya sambil memberikan list pesanannya tadi pada Fahri.
"Uqiii, tolong dorong kursi roda Teteh ya!" pinta Gisya.
Sebelum Syauqi maju, Fahri sudah berada dibelakang kursi roda milik Gisya.
"Jangan Qi, biar Abang aja!" sela Fahri.
Fahri mendorong kursi roda milik Gisya, mereka mengecek Kue-kue yang akan dikirimkan itu.
"Kue yang kamu kasih tadi enak, itu resep baru kamu? Nama kuenya apa?" tanya Fahri pada Gisya.
"Iya Bang, iseng aja sih tadi bereksperimen. Belum tau mau dinamain apa Bang, lagian masih dalam tahap percobaan buat jual," jawab Gisya.
"Kasih nama Airflow Cake aja Ca," ujar Fahri.
"Airflow? Kenapa Airflow Bang?" heran Gisya.
"Filosofi Airflow Cake itu seperti aliran udara, rasa wipe creamnya menyejukkan. Rasanya juga menguap seperti udara, mereka jadi candu sama kue itu. Jadi orang lain pengen terus-terusan makan Kue itu Ca. Seperti Abang, hehehehe" jelas Fahri.
"Menarik Bang namanya, boleh Caca pake nama itu? Filosofinya juga bagus," antusias Gisya.
"Tentu saja boleh, makanya Abang bilang begitu."
Sementara didapur, mereka bukannya mempacking kue-kue pesanan Syaina. Tapi mereka malah kepo dan mengintip Gisya dan Fahri.
"So sweet banget sih Bang Fahri, jadi kangen Mas Andi." ucap Febri.
"Apa aku bilang tadi kan, Uqi? Mereka itu cocok! Tadi siang aja, aku seolah Ghoib tau Biw! Si Bang Fahri, pamitan balik cuman sama si Caca! Masa iya aku yang segede gini gak keliatan sih." keluh Yuliana.
"Bener juga sih Teh, Teh Caca sama pacarnya itu cocok banget! So sweet banget, jadi pengen punya pacar." Celetuk Syaina.
"Tuh kan ada disebelah kamu, Ina." ucap Febri menunjuk Syauqi yang berada disamping Syaina.
"Idih, ogah! Lagian Teh Caca sama Bang Fahri itu gak pacaran, makanya jangan sok tahu deh!" kesal Syauqi.
"Yee lagian siapa juga yang mau sama situ! Emang situ oke?!" Balas Syaina.
"Ssstttt! Pada diem gak?! Lama-lama dikawinin juga nih anak dua," kesal Yuliana.
Rasa bahagia terpancar dalam wajah mereka, melihat Gisya bisa tersenyum dan tertawa seperti sekarang ini membuat hati mereka lebih tenang.
"Biw, kayaknya beneran deh aku mau comblangin si Caca sama Bang Fahri." ucap Yuliana.
"Emm, nanti kita tanya dulu deh ke si Caca. Takutnya dia masih trauma, Lil." jawab Febri.
"Bener Teh, biarin aja mereka berjalan semestinya. Uqi takut kalo Teh Caca terluka lagi." lirih Syauqi.
Syaina yang berada disebelahnya, bisa melihat kesedihan dimata Syauqi.
"Pokoknya aku bakalan menjodohkan kalian berdua," batin Yuliana.
Apakah yang akan dilakukan sang Makcomblang?!
Bagaimana hubungan Syauqi dan Syaina nantinya?!
Nantikan selalu kisah Gisya dan Fahrii ya!!
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan lainnya. Harap dimaklumi ya! Ini karya pertama Author hehehehe...
Salam Rindu, Author❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Irat Tok
Pepet terus smp jadian ulat
2023-02-25
0
Ita Retno
💪💪💪👍❤️
2022-07-01
0
Rania Puspa
berhubungan sm tentara kyy kereen dlu hmpir aj jodoh eh gk jdi wkwkwkk😅😅
2022-06-18
0