Bersenang-senang

"Kak, lu bener-bener!" geram Rika, karena ternyata Dimas mengerjai dirinya. Hingga begitu Dimas pulang ke rumah ia langsung menuju kamar Dimas, "Lu bohongin gue kan? Katanya ada Nenek ternyata? Lu bener-bener parah Kak," Kata Rika lagi dengan dada yang mulai naik turun karena nafas yang tidak beraturan.

Dimas tidak menanggapinya apa yang di bicarakan oleh sang adik, ia hanya menunduk sambil mengingat wajah Lala. Tidak lupa kedua tangannya meremas rambutnya, karena wajah Lala masih terus menghantuinya.

Sementara Rika semakin kesal, karena Dimas hanya duduk di sisi ranjang dan diam hanyut dalam pikirannya sendiri. Seolah tidak perduli dengan pertanyaan nya, "Kak!!! Gue ngomong dari tadi lu denger nggak?" geram Rika.

Perlahan Dimas mulai melihat Rika yang berkacak pinggang di hadapannya, dan ia bisa melihat kemarahan di wajah Rika.

"Apa lihat-lihat! Mau gua congkel tu mata!" kata Rika penuh amarah, dan ia menuju pintu ingin segera keluar dari kamar Dimas.

Dengan gerakan cepat Dimas memegang tangan adiknya, "Ada alasan kenapa Lala menikah?" tanya Dimas to the point.

"Ish....." Rika menghempaskan tubuh Dimas yang memegang lengan nya, "Apaan sih!" Rika tidak berniat menjawab pertanyaan Dimas, ia ingin pergi tapi Dimas lagi-lagi menghalangi dirinya.

"Suaminya kasar sekali! Apa dia menikah karena terpaksa??" tanya Dimas lagi, tidak perduli dengan kemarahan sang adik saat ini. Karena yang di butuhkan oleh Dimas adalah sebuah jawaban.

Rika langsung terdiam saat mendengar kata yang di ucapkan oleh Dinas, "Suami Lala kasar?" tanya Rika terkejut.

"Iya, tadi Kakak memang sengaja berbohong agar kami bisa bicara berdua saja. Tapi saat suaminya datang, pria itu terlihat kasar. Dia itu Alexander Dimitri seorang mafia dan dia itu sering bermain wanita, apa tidak salah Lala menikah dengan nya. Bahkan kemarin saja saat kami rapat sekretaris nya terlihat manja dengan nya?" tanya Dimas bertubi-tubi, tidak ada kata yang di pendam. Setelah tadi pertemuan nya dengan Lala seakan membuat Dimas semakin penasaran, apa lagi ia cukup mengenali siapa Dimitri. Menjadi orang kepercayaan Arka membuat Dimas banyak mengenal petinggi-petinggi perusahaan, hingga tidak cukup sulit mengetahui latar belakang tentang Alexander Dimitri sekalipun.

Rika masih terdiam dengan pertanyaan Dimas, ia juga sejenak melihat perbedaan antara Lala yang dulu dan sekarang. Jika dulu Lala adalah wanita yang ceria maka kini tidak, Lala menjelma menjadi wanita murung dan kehilangan keceriaan nya.

"Iya, Lala terpaksa. Karena Ayahnya sedang krisis keuangan. Perusahaan Ayah nya Lala bangkrut, terus Ayahnya juga masuk rumah sakit dan harus segera mendapatkan operasi," jelas Rika lagi.

"Kenapa dia tidak minta tolong Mentari, mustahil kalau Mentari tidak menolong Lala?" tanya Dimas.

"Lala enggak mau Kak, soalnya kalau dia minta tolong ke Mentari nanti pasti Kakak juga ikut campur tangan. Lala enggak mau lagi ada sangkut pautnya sama Kakak," jelas Rika lagi.

"Kenapa?"

"Karena Lala pengen jadi wanita mandiri, terutama dia mau menghindari Kakak. Karena semakin dia dekat sama Kakak, dia semakin cinta. Sementara Lala tahu Kakak sangat membencinya. Lala juga enggak mau terus berharap, yang ada dia yang makin terluka," jawab Rika dengan jelas, "Kakak juga aneh, dulu anti banget sama Lala. Sekarang Lala udah nikah sama orang nannyak terus!!!" kata Rika lalu ia keluar dari kamar Dimas.

Dimas tidak menyangka ternyata cinta Lala begitu besar padanya, namun anehnya kenapa ia baru sadar sekarang. Saat Lala sudah tidak lagi menggoda nya, ia merasa ada yang kurang. Dan saat ia semakin yakin ia sudah jatuh cinta pada Lala, ia malah di buat terkejut karena Lala sudah menjadi milik orang lain.

"Kenapa aku baru sadar!"' geram Dimas, ia mengambil kunci mobil dan pergi. Karena di kepalanya hanya ada Lala dan Lala.

Sementara di tempat lainnya, kini Lala tengah berusaha untuk keluar dari kamar nya. Karena ia sudah sangat merindukan sang Ayah yang sampai saat ini belum juga melakukan tindakan operasi, Lala keluar melalui jendela. Kemudian perlahan keluar melalu pintu gerbang belakang. Lala terus berjalan menuju rumah sakit, tidak perduli dengan kaki yang terasa semakin sakit. Ia terus saja berjalan sampai akhir nya ia sampai di rumah sakit. Dengan cepat Lala menuju ruangan sang Ayah, tidak ada yang berubah dari keadaan Ayahnya yang ada hanya semakin parah. Lala menangis sambil melihat wajah sang Ayah.

"Anda keluarga pasien?" tanya seorang dokter.

"Iya," Lala mengangguk, dengan wajah pucat nya.

"Keadaan pasien semakin memburuk, kami harap pasien bisa di operasi segera," kata dokter tersebut.

"Iya dok," Lala tertunduk, air matanya seketika jatuh. Tidak ada pilihan lagi, Lala merasa Dimitri tidak akan pernah memberikan biaya untuk Ayahnya. Jalan satu-satunya adalah Mentari, karena Mentari tidak akan pernah menolak untuk menolongnya, tidak lagi perduli pada niat awalnya yang tidak ingin menyusahkan Mentari. Karena yang terpenting saat ini adalah kesembuhan Ayah.

Lala bangun dari duduknya, tidak perduli dengan hari yang mulai larut. Ia berjalan menyusuri malam yang gelap dengan cahaya bulan seadanya, hingga tiba-tiba di jalan sepi dan gelap ada dua preman yang menghalangi langkah kaki nya.

"Sayang kau mau kemana sendiri saja," kata preman itu dengan menggoda Lala.

Lala mulai gemetaran, ia mundur selangkah demi selangkah.

"Sayang, ayo kita bersenang-senang," kata seorang preman satunya lagi.

Dengan gerakan cepat Lala berbalik dan mencoba melarikan diri, hingga tanpa sengaja ia tersandung dan jatuh. Kepala nya terbentur pada batu dan Lala terbaring di sisi jalanan tanpa sadarkan diri.

Kedua preman tersebut tersenyum, karena kini Lala sudah tidak bisa melawan lagi. Dengan nafsu yang semakin menggebu kedua preman itu menyeret Lala ke sisi jalanan, dan ingin melakukan aksi bejat nya.

Seketika Lala membuka matanya, ia melihat kini sudah berada di sebuah mobil. Lala melihat bajunya yang sudah sobek di beberapa bagiannya, ia melihat kesamping dan ternyata Dimas yang tengah mengemudikan mobilnya. Lala tidak mengerti mengapa ia berada di mobil Dimas, tapi pertanyaan nya bukan itu. Melainkan ia sudah ternodai karena dia preman itu.

"Hiks....hiks.....hiks....." tangis Lala pecah begitu saja, rasanya tidak percaya atas apa yang baru saja ia alami.

Dimas mulai menepikan mobilnya setelah mendengar suara tangisan Lala, "Kamu sudah sadar?" tanya Dimas.

"Kenapa saya di sini?" tanya Lala dengan tangisan.

"Saya menemukan mu di sisi jalanan sana," jawab Dimas.

"Saya turun di sini saja Pak," Lala mencoba membuka pintu mobil lalu keluar.

"Kau mau ke mana?" Dimas berusaha menahan Lala, agar tidak turun dari mobil nya.

"Saya turun di sini saja tidak apa Pak," kata Lala lagi, tidak ada yang harus di takuti lagi. Tubuhnya sudah ternodai, dan ia pun sudah tidak berharga lagi. Lala lebih memilih kembali ke rumah sakit dari pada kerumah Dimitri.

"Kau mau kemana aku antar," Dimas tidak mendengarkan jawaban Lala ia langsung menjalankan mobilnya, agar Lala tidak lagi berusaha turun. Setelah mobil melaju ia baru melepaskan lengan Lala yang ia pegang.

Terpopuler

Comments

Siti Aisyah

Siti Aisyah

semoga dimas gak terlambat menolong dari preman itu...kasihan klo sdh ternoda ..bener.bener gak ada harapan lg...hancur sehancur nya

2022-07-15

0

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

kayaknya keburu Dimas nolong deh jd Lala gk dinodai..

2022-06-18

1

Ida 77777

Ida 77777

pasti pas bagian lala pingsan dimas dateng nolongin

2022-06-13

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Menikah
3 Tersiksa
4 Zira Anak Dimitri
5 Kembali Kuliah
6 Bertemu Dimas
7 Kasar
8 Bersenang-senang
9 Curiga
10 Apa Sudah Terjadi?
11 Info giveaway (Hadiah)
12 Ayah Sadar
13 Demi Ayah
14 Luka
15 Kehilangan Ayah
16 Pemakaman Ayah
17 Robot
18 Overdosis
19 Trauma
20 Istri Ku
21 Rumah Kedua Orang Tua Dimas
22 Sahabat Selamanya
23 Main Cantik
24 Ingin Pergi
25 Berdebar
26 Visum
27 Surat Cerai
28 Di Kepung
29 Tertembak
30 Sah bercerai
31 Trauma
32 Waktunya bangkit dari keterpurukan
33 Nyaman
34 Cemburu
35 Pulang dengan Pak Bimo
36 Ketakutan
37 Memalukan
38 Tidak tergenggam
39 Apa harus sesakit ini
40 Jangan Dia
41 Direnggut paksa
42 Kecewa
43 Pil
44 Korban
45 Pengen Khilaf
46 Pengakuan Zea
47 Kebaya milik Mama Yeni
48 Sah!!!!
49 Makanlah biar kuat
50 Panas
51 Morning kiss
52 Bocah Lebih menarik
53 Dasar Bucin
54 Kontrak Pernikahan
55 Ngadem?
56 Perjuangan Di mulai
57 Makan Malam Romantis
58 Aa Dimas
59 Selamat pagi Cinta
60 Pawangnya
61 Pencuri
62 Liburan
63 Kau harus di hukum dulu
64 Sendiri
65 Senyuman mu
66 Nasib
67 Berdebar
68 Jangan Adik ku
69 Kesal
70 Sama saja
71 Ketemu diam-diam
72 Memohon
73 Gemas
74 Demi adik ipar
75 Asisten dadakan
76 Cinta pertama tidak seindah bayangan ku
77 Maaf
78 Selamat
79 Maksudnya
80 Berkunjung
81 Mode Lola
82 Kita bukan sahabat lagi
83 Salah
84 Bukti
85 Yakin
86 Terpaksa
87 Tidak Tenang
88 Kawin lari
89 Pasrah
90 Keputusan
91 Di Titik Terendah
92 Berakhir
93 Dimitri
94 Sesal
95 Pisah
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100 skip aja, kalau ngotot dosa di tanggung pembaca.
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147 pengumuman
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
Episodes

Updated 159 Episodes

1
Part 1
2
Menikah
3
Tersiksa
4
Zira Anak Dimitri
5
Kembali Kuliah
6
Bertemu Dimas
7
Kasar
8
Bersenang-senang
9
Curiga
10
Apa Sudah Terjadi?
11
Info giveaway (Hadiah)
12
Ayah Sadar
13
Demi Ayah
14
Luka
15
Kehilangan Ayah
16
Pemakaman Ayah
17
Robot
18
Overdosis
19
Trauma
20
Istri Ku
21
Rumah Kedua Orang Tua Dimas
22
Sahabat Selamanya
23
Main Cantik
24
Ingin Pergi
25
Berdebar
26
Visum
27
Surat Cerai
28
Di Kepung
29
Tertembak
30
Sah bercerai
31
Trauma
32
Waktunya bangkit dari keterpurukan
33
Nyaman
34
Cemburu
35
Pulang dengan Pak Bimo
36
Ketakutan
37
Memalukan
38
Tidak tergenggam
39
Apa harus sesakit ini
40
Jangan Dia
41
Direnggut paksa
42
Kecewa
43
Pil
44
Korban
45
Pengen Khilaf
46
Pengakuan Zea
47
Kebaya milik Mama Yeni
48
Sah!!!!
49
Makanlah biar kuat
50
Panas
51
Morning kiss
52
Bocah Lebih menarik
53
Dasar Bucin
54
Kontrak Pernikahan
55
Ngadem?
56
Perjuangan Di mulai
57
Makan Malam Romantis
58
Aa Dimas
59
Selamat pagi Cinta
60
Pawangnya
61
Pencuri
62
Liburan
63
Kau harus di hukum dulu
64
Sendiri
65
Senyuman mu
66
Nasib
67
Berdebar
68
Jangan Adik ku
69
Kesal
70
Sama saja
71
Ketemu diam-diam
72
Memohon
73
Gemas
74
Demi adik ipar
75
Asisten dadakan
76
Cinta pertama tidak seindah bayangan ku
77
Maaf
78
Selamat
79
Maksudnya
80
Berkunjung
81
Mode Lola
82
Kita bukan sahabat lagi
83
Salah
84
Bukti
85
Yakin
86
Terpaksa
87
Tidak Tenang
88
Kawin lari
89
Pasrah
90
Keputusan
91
Di Titik Terendah
92
Berakhir
93
Dimitri
94
Sesal
95
Pisah
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100 skip aja, kalau ngotot dosa di tanggung pembaca.
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147 pengumuman
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!