"Lala, sebenarnya aku ingin bicara beberapa hal dengan mu," kata Dimas lagi.
"Bicara saja Pak," Lala melepaskan tangan Dimas yang memegang nya, mungkin jika dulu Dimas seperti ini maka Lala akan sangat senang sekali. Tapi kini dan dulu sudah berbeda, Lala sudah menikah dengan orang lain. Bagaimana pun ia punya harga diri dan tidak ingin di anggap murahan.
Dimas melihat cukup banyak sekali orang-orang di sana, "Tidak di sini," kata Dimas yang kembali memegang tangan Lala.
Dalam waktu yang sama, entah mengapa setelah kejadian pagi tadi ia terus terbang wajah Lala. Hingga akhirnya ia tidak bisa bekerja dengan baik, dan ia menghubungi orang di rumah. Tapi mereka mengatakan Lala ke kampus, Dimitri segera menuju kampus untuk menemui Lala. Namun sampai di sana Dimitri melihat seorang laki-laki tengah memegang lengan Lala, Dimitri tidak suka hal ini. Ia marah dan langsung berjalan cepat mendekati istrinya.
"Pak, kalau mau bicara di sini saja. Karena saya masih ingin ke rumah sakit," kata Lala.
"Sebentar saja, aku mohon. Kita bicara duduk berdua," pinta Dimas.
"Maaf Pak tapi," Lala tersetak saat ada tangan yang tiba-tiba menarik lengan nya yang satu lagi, "AUuu...." ringis Lala karena merasa sakit, kemudian ia berbalik dan melihat Dimitri yang memegang lengan nya cukup kuat.
"Lepas!" kata Dimitri meminta Dimas untuk melepaskan tangan Lala.
Dimas bingung dan menatap Lala penuh tanya, "Dia siapa?"
"Maaf Pak, tapi saya sudah menikah," jawab Lala.
Deg.
Hati Dimas seakan di tusuk ribuan belati, rasanya sangat sakit sekali mendengar kata yang di ucapkan oleh Lala. Padahal baru saja ia ingin mengatakan jika kalau ia ingin segera menikahi Lala, tapi ternyata ia sudah menyia-nyiakan waktu saat-saat Lala terus saja berusaha mendekati nya dulu.
"Mas sakit," Rintih Lala saat Dimitri. terus menariknya dengan paksa, dan dengan sekali dorong Lala langsung masuk kedalam mobil.
Dimas terus memperhatikan cara Dimitri memperlakukan Lala, rasanya Dimas merasa itu tidak wajar. Karena semarah apapun pada istri tidak wajar bila sekadar itu.
Sementara Dimitri terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak perduli pada Lala yang ketakutan duduk di sampingnya. Sampai akhirnya keduanya sampai di rumah, Dimitri kembali menarik Lala dengan kuat. Dan menghempaskan Lala tepat di atas ranjang.
"Aku tidak suka wanita murahan!" seru Dimitri, pandangannya terus saja berapi-api menatap Lala.
"Murahan?" tanya Lala bingung, Dimitri menyebut nya murahan. Lala sangat tidak mengerti dengan kata itu.
"Aku sekarang yakin, kau itu pasti suka sekali di pegang laki-laki. Sama seperti Ibu mu dulu!" kata Dimitri yang kembali menggenang wajah mending Sinara mantan kekasih nya.
"Aku enggak gitu, tadi itu enggak sengaja Mas," jawab Lala. Lala sangat takut melihat wajah Dimitri yang sangat mengerikan sekali.
"Apa kau pikir aku percaya, baru saja aku hampir berbaik hati pada mu! Tapi sepertinya kau tidak bisa di kasih hati," Dimitri melepas tali pinggangnya, dan ia mulai menggulung pada tangannya.
"Mas," Lala turun dari ranjang dan berusaha menjauh dari Dimitri, ia sangat takut sekali jika benda tumpul itu mengenai dirinya. Namun sayang tidak ada tempat untuk bersembunyi, dengan teganya Dimitri melayangkan tali pinggang itu hingga membekas di bagian tubuh Lala.
Plak!!!
Plak!!!
"Kau harus di hukum. Agar tidak berhiyanat seperti ibu mu!" geram Dimitri.
"Auuuu....."
"Bagaimana rasanya?" tanya Dimitri.
"Ampun Mas.... Sssstttt..." Lala mendesis menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Dimitri bagai iblis yang tidak berbelas kasihan, pada seorang wanita seperi Lala sekalipun ia terlihat seperti tidak memiliki rasa iba.
"Itu hanya peringatan! Kalau sampai ini terulang lagi. Kau akan merasa lebih dari ini!" Dimitri pergi begitu saja, meninggalkan Lala yang menangis tersedu-sedu di sana.
"Ayah....." Lala hanya memanggil nama itu, karena hanya sang Ayah yang kini ia miliki. Dan entah kapan Dimitri menepati janjinya untuk membiayai operasi sang Ayah.
Lala terus menangis tanpa henti, karena rasa sakit yang ia rasakan tidak juga hilang. Hingga akhirnya ia tertidur di atas sofa, sebab ia dan Dimitri menang tidak pernah tidur satu ranjang. Lala merasa tidak memiliki salah, tapi kenapa Dimitri terus saja menghukum dirinya sekejam ini.
Sore harinya Lala terbangun, ia masih merasakan sakit yang sangat luar biasa. Tapi Lala tetap berusaha bangun, karena ia benar-benar ingin mengetahui keadaan Ayahnya yang sudah satu bulan ini tidak ia jenguk. Lala mengganti dress nya yang lebih tertutup agar menutupi banyaknya memar yang membingkai pada tubuhnya. Lala menuruni anak tangga hingga akhirnya sampai di ruang tamu ada yang menghentikan langkah kakinya.
"Mau kemana!" tanya Dimitri dengan suara beratnya.
Lala menarik nafas dan memutar tubuhnya, "Ke rumah sakit, mau jenguk Ayah," jawab Lala dengan kepala tertunduk.
"Siapa yang mengijinkan mu pergi!" tanya Dimitri lagi.
"Aku mohon Mas, aku kangen sama Ayah," kata Lala yang terus berharap Dimitri mengijinkannya.
"Sayang," terdengar suara Sarika yang baru saja ikut bergabung di antara Lala dan Dimitri, seperti biasanya. Ia langsung bergelayut manja di leher Dimitri, "Biarkan saja dia menjenguk Ayahnya yang sudah sekarat itu, mungkin sebentar lagi Ayah nya itu akan mati!" kata Sarika menatap remeh Lala.
Lala mengusap air matanya, ia tidak menyangka ternyata Sarika bisa begitu tega, "Cukup ya! Mulut mu itu di jaga!" geram Lala.
"Kau berani dengan ku!" Sarika bangun dari duduknya dan langsung mendekati Lala.
Plak!
Tangan Sarika langsung mendarat di pipi Lala.
"Sarika! Apa yang kau lakukan!" geram Dimitri. Ia langsung menarik Sarika dan melemparnya pada sofa, "Jangan berani kau melakukan itu padanya!"
"Sayang apa kau sadar, kenapa kau membelanya?" kata Sarika yang tidak mengerti mengapa Dimitri membela Lala saat ini.
"Cukup! Sekali lagi kau melakukan ini. Kau berurusan dengan ku!" geram Dimitri.
"Kurang ajar," umpat Sarika. Selama ini Dimitri tidak pernah kasar padanya, tapi kali ini di hadapan Lala Dimitri memarahinya. Ini sangat memalukan, dan Sarika tidak akan menerima dengan lapang dada.
"Kau! Kembali ke kamar!" kata Dimitri pada Lala.
"Mas....hiks....hiks....aku kau ketemu Ayah," pinta Lala lagi.
"Aku tidak mengijinkan mu!"
"Aku mohon...."
Dimitri tidak perduli pada tangisan Lala, ia masih sangat kesal pada Dimas yang memegang lengan Lala. Bayangkan itu seakan membuat Dimitri gelap mata, hingga tidak ada kata ampun sedikit pun untuk Lala. Bahkan kini pun Dimitri menarik paksa Lala masuk kedalam kamar.
"Sssssttt.....sakit," rintih Lala saat tubuhnya terhempas di lantai.
"Jangan berani keluar tanpa seijin ku!" Dimitri keluar dan langsung mengunci pintu kamar.
"Mas buka!!" teriak Lala dari dalam sana, "Aku mau ketemu Ayah, tolong buka....hiks...hiks...hiks.."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 159 Episodes
Comments
Riyanti Riri
Duuuhhh karakternya Lala jd wanita yg lemah mah mah mah
2022-11-28
1
Siti Aisyah
waah ini mah bener.bener melebihi kdrt..seseorang tolong lala..kasihan dia..
2022-07-15
1
Billa Nuraidabilla
bidadari oh bidadari...tolonglah lalamu iniii..........
#sinetron x Ach#
2022-05-30
0