"Untuk apa kamu kemari ." Ucap Jonathan dengan tatapan tidak suka pada orang yang saat ini ada di hadapannya .
"Saya kemari mencari Ema ." Jawab orang itu yang tak lain adalah Fikri .
"Untuk apa kamu mencari Ema ."Tanya Jonathan .
"Fikri kamu sudah sampai ?."Tanya Ema dari dalam apartemen sambil berjalan menghampiri Jonathan dan Fikri.
"Iya ." Jawab Fikri sambil tersenyum .
"Kamu sudah sarapan ?."Tanya Ema .
"Belum ." Jawab Fikri .
"Bagus kalau begitu , aku masak sarapan tadi untuk kamu , nanti aku akan membawanya ." Saut Ema ."Kalau begitu tunggu sebentar ya aku ambil barang ku dulu ." Sambung Ema .
Ema pun masuk ke dalam kembali untuk mengambil tasnya. Jonathan menyusul Ema untuk menanyakan Ema akan pergi ke mana dengan Fikri .
"Ema kamu mau pergi ke mana ?."Tanya Jonathan .
"Bukan urusan mu ."Jawab Ema .
Ema pun berjalan menuju pintu dan terus tidak memperdulikan pertanyaan pertanyaan dari Jonathan . Jonathan yang kesal karena di abaikan oleh Ema pun langsung memegang tangan Ema agar Ema menghentikan langkahnya .
"Kamu mau pergi ke mana Ema ?."Tanya Jonathan .
"Aku sudah bilang pada mu kalau itu bukan urusanmu ."Jawab Ema.
"Ok , kapan kamu pulang ?."Tanya Jonathan kembali .
"Aku akan pulang kalau kekasihmu sudah pergi dari sini ." Jawab Ema.
"Apa maksudmu ? Kalau kamu tidak pulang lalu kamu akan tinggal di mana , kamu sudah tidak punya rumah lagi Ema ." Ucap Jonathan .
"Itu bukan urusanmu , lagi pula kau tidak pernah memperdulikan perasaan dan keadaan ku kan, jadi tidak usah kamu berpura pura khawatir pada ku ."Saut Ema . "Lepaskan tanganku ."Sambung Ema
"Tidak ."Jawab Jonathan .
Saat Fikri mendengar Perdebatan Ema dan Jonathan pun langsung masuk ke dalam apartemen Jonathan , Fikri langsung melepas genggaman Jonathan dari Ema . Fikri pun langsung membawa Ema pergi .
"Apa yang kau lakukan ?."Tanya Jonathan dengan nada tinggi pada Fikri .
"Aku hanya melakukan apa yang memang seharusnya aku lakukan ."Jawab Fikri . "Ema sebaiknya kamu pergi lebih dulu saja nanti aku akan menyusul ." Sambung Fikri .
Ema pun menuruti perkataan Fikri , Ema pergi meninggalkan apartemen Jonathan lebih dulu. Setelah Ema pergi , Fikri berjalan mendekat pada Jonathan lalu Fikri pun berdiri tepat di hadapan Jonathan .
"Tuan Jonathan kalau anda tidak mencintai dan tidak menginginkan Ema , sebaiknya anda ceraikan dan lepaskan saja dia ." Ucap Fikri .
"Tuan tahu di luar sana masih banyak yang menginginkan dan memimpikan bisa menjadi pendamping hidup Ema , termasuk saya sendiri . Dan bukannya dengan Tuan melepas Ema Tuan bisa menikah dan tinggal dengan wanita yang Tuan cintai itu ."Sambung Fikri sambil melirik Renata .
Fikri pun berbalik untuk pergi dari apartemen Jonathan , namun Fikri tiba tiba saja menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Jonathan kembali .
"Dan satu hal lagi yang harus anda ingat Tuan , jangan pernah bermimpi untuk memiliki keduanya , karena Ema bukan wanita seperti kekasih anda itu . Ema tidak suka membagi apa pun itu miliknya dengan wanita lain apa berbagi suami dan tempat tinggal , terlebih lagi dengan wanita yang di bencinya ." Ucap Fikri .
Fikri pun pergi meninggalkan apartemen Jonathan dan menyusul Ema . Sedangkan Jonathan hanya diam dan tidak bisa berbuat bahkan berbicara apa pun , karena yang di katakan Ema apa lagi Fikri itu benar.
Setelah Fikri meninggalkan apartemen Jonathan , Fikri langsung membantu Ema mengambil kopernya yang berada di dalam mobil Ema lalu memindahkannya ke mobil Fikri .
Setelah itu Ema dan Fikri pun langsung pergi menuju bandara ,saat dalam perjalanan Ema memberikan makanan yang di masakannya tadi pada Fikri . Setelah empat puluh lima menit mereka pun sampai di bandara.
Saat mereka sampai mereka melihat kalau teman-teman mereka sudah datang dan menunggu mereka termasuk orang tua Fikri .
"Orang tua kamu juga ikut ?." Tanya Ema .
"Iya , soalnya sekalian menjenguk Kakak ku yang memang tinggal di sana ." Jawab Fikri .
"Oh kamu punya Kakak ?."Tanya Ema kembali .
"Iya , Kakak ku laki laki . Dia sangat tampak dan pintar seperti ku ."Ucap Fikri ." Tapi Ema kamu jangan suka padanya ya ." Sambung Fikri .
"Kenapa ?."Tanya Ema .
"Karena kamu hanya boleh menyukai ku ." Saut Fikri .
"Baiklah aku akan usahakan untuk tidak menyukai Kakak kamu , dan aku akan coba pertimbangkan untuk menyukaimu ." Jawab Ema sambil tertawa .
Karena pesawat akan lepas landas , mereka pun langsung naik pesawat agar tidak tertinggal . Di dalam pesawat Ema duduk bersama dengan Manda .
"Ema kamu di jemput Fikri di mana ?."Tanya Manda .
"Apartemen Jonathan ."Jawab Ema.
"Hah apa , apartemen Jonathan ? Kalau begitu Fikri tahu dong kalau kamu itu sudah ...."
Manda sengaja tidak meneruskan ucapannya karena takut ada yang mendengar , karena Manda yakin kalau Ema pasti mengerti apa yang di maksud Ema .
"Aku rasa begitu ." Ucap Ema .
"Dia gak marah atau gimana gitu ." Tanya Manda kembali .
"Enggak, biasa aja ."Jawab Ema . Manda pun hanya mengangguk mengerti .
"Lalu Jonathan tahu gak kalau kamu pergi ke Singapore ? ."Tanya Manda.
"Tidak , bahkan dia tidak tahu kalau aku akan pergi keluar negeri dan membawa semua barang barang ku dari apartemennya ." Jawab Ema .
"Aku akan membaut dia merasakan apa itu artinya rindu dan seperti apa itu rasanya hampa . Karena aku yakin tanpa sadar dia sudah memiliki perasaan padaku ." Sambung Ema .
"Lalu kamu sendiri bagaimana ?."Tanya Manda .
"Hati aku sudah terkunci rapat rapat saat ini , apa lagi setelah dia mengatakan kalau dia akan menikahi kekasihnya itu dan menjadikannya yang ke dua." Jawab Ema .
"Sudah tidak perlu di pikirkan lagi , sekarang yang terpenting kita bersenang senang di Singapore nanti ." Ucap Manda , Ema pun tersenyum dan mengangguk.
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh , akhirnya mereka pun sampai di Singapore . Saat sudah sampai orang tua Fikri langsung memeluk seorang pria yang kemungkinan adalah Kakak nya Fikri .
Melihat wajah dan postur tubuh Kakaknya Fikri yang begitu sempurna membuat para wanita terkesima , termasuk teman teman Ema . Tapi tidak dengan Ema yang bersikap biasa saja .
Fatir Rahman Diantara (Kakak Fatir )
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Fikri yang ada di Singapore . Karena Fatir hanya menyiapkan dua mobil yang akhirnya tidak cukup dan ada yang harus naik taksi .
"Mah karena mobilnya tidak muat jadi akan ada yang naik taksi ." Ucap Fatir .
"Nanti kalau tersesat bagaimana Fatir ." Tanya Jeni ibu Fatir dan Fikri.
"Cuman satu orang saja kok Mah yang belum naik mobil dan lagi pula aku akan ikut naik taksinya juga agar dia tidak tersesat jadi Mamah jangan khawatir ." Jawab Fatir .
"Baiklah kalau begitu ." Jawab Jeni .
Setelah itu mereka pun langsung pergi meninggalkan bandara dan hanya tersisa Fatir dan juga Ema yang belum pergi . Fatir pun mendekat pada Ema untuk membantu membawa barang barangnya .
"Biar aku bantu ." Ucap Fatir .
"Eh tidak perlu aku bisa sendiri kok Kak ." Ucap Ema sambil menengok ke arah Fatir sambil tersenyum . Fatir yang memang tengah melihat ke arah Ema pun langsung terpesona dengan Ema . Fatir pun merasa jantungnya berdebar sangat kencang tidak seperti biasanya .
"Weh apa yang terjadi pada ku , kenapa jantungku berdetak dengan sangat kencang seperti ini ?." Tanya Fatir pada dirinya sendiri .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Fatma Arek Magetan
kabeh" kok podo seeneng ema 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-01-05
0
Renita 85
hadeuh visualnya kaga ada gagah"nya cerita bagus jdi jelek karna visual gk sesuai maaf apa" juga harus jujur ngasih masukan
2022-10-27
0
Riska Wulandari
banyak sainganmu Jo jangan sok kegantengan..
2022-06-04
0