Keesokan harinya Ema bangun lebih awal karena Ema memutuskan untuk berangkat sekolah . Ema pun sudah memutuskan untuk tidak menangisi kepergian ayahnya lagi , karena semuanya tidak akan berguna dan ayah nya pun tidak mungkin akan kembali hanya karena Ema yang selalu menangisinya .
Ema keluar dari kamarnya berpapasan dengan Jonathan yang juga baru keluar dari
kamarnya . Ema langsung menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan .
"Apa yang kamu lakukan ?. "Tanya Jonathan yang melihat Ema tengah berkutik di dapur .
"Bikin sarapan lah , memang ngapain lagi di dapur kalau bukan lagi bikin sarapan. " Jawab Ema tanpa menengok ke arah Jonathan .
" Kamu bikin sarapan buat diri kamu sendiri , aku gak usah di buatin ." Ucap Jonathan .
"Iya aku tahu , aku juga tidak ada niatan buat sarapan untuk mu . "Jawab Ema datar.
"Nih uang jajan buat kamu , aku taro meja. "Ucap Jonathan , setelah itu Jonathan pun langsung pergi meninggalkan Ema .
Ema pun telah selesai membuat nasi goreng ke sukaan nya . Ema adalah seorang gadis yang baik , cantik , aktif , pintar , dan ceria . Semua orang yang bertemu dengan Ema pasti akan menyukai Ema , terbukti semua murid yang satu sekolah dengan Ema semuanya sangat menyukai Ema terlebih lagi para cowok cowok yang berusaha mendapatkan perhatian dari Ema .
Ema duduk di meja makan seorang diri untuk menyantap sarapan yang telah dia buat . Hari ini Ema berpenampilan biasa saja , karena Ema masih dalam keadaan berkabung .
Setelah menghabiskan sarapan nya Ema langsung membersihkan bekas sarapannya lalu Ema berangkat ke sekolah menggunakan taksi . Saat dalam perjalanan Ema selalu melihat ke luar jendela , sampai Ema melihat seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobilnya bersama seorang wanita , Ema pun meminta supir taksinya untuk berhenti sebentar .
"Pak tolong berhenti sebentar ."Ucap Ema pada supir taksi yang dia tumpangi.
"Baik Non ." Jawab sang supir taksi .
"Pak bisa tunggu sebentar ? ." Ucap Ema yang di angguki oleh sang supir taksi .
Ema berjalan ke sebuah cafe yang baru saja di masuki oleh Jonathan dan seorang wanita yang entah itu siapa ,membuat Ema semakin penasaran .
"Sayang kenapa kamu jahat , katanya kamu mencintai ku tapi kenapa kamu malah menikah dengan wanita lain ."Ucap seorang wanita yang berpakaian seksi yang tengah merangkul Jonathan .
"Tidak itu tidak seperti yang kamu pikirkan sayang , dengar ya aku hanya mencintai kamu , aku menikahi dia itu hanya karena kemauan orang tua ku saja . Aku hanya mencintai kamu , kamu tahu itu kan ."Ucap Jonathan .
"Benarkah ? Lalu apa kamu akan tetap menikahi ku nantinya ?."Tanya wanita itu .
"Tentu saja , kalau pun nantinya aku tidak bisa bercerai darinya aku akan tetap menikahi mu sayang dan aku hanya akan mencinta kamu seorang , aku tidak akan memperdulikannya ."Ucap Jonathan .
Ema langsung keluar dari cafe itu dan menaiki taksi yang tadi , lalu pergi menuju pemakaman di mana ayahnya di makamkan .
Sesampainya di sana Ema berjalan menuju makan Ayahnya .
"Ayah dia tidak bisa mencintai Ema , Ayah jangan salahkan Ema kalau nantinya kami berpisah . Tapi sesuai dengan janji Ema pada Ayah Ema tidak akan meminta dia untuk berpisah dengan Ema , tapi perpisahan kami akan terjadi karena dia yang memintanya ."Ucap Ema yang kemudian mencium batu nisan Danu , lalu Ema pun pergi .
Hari ini Ema memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah , Ema memutuskan untuk pergi ke kantor perusahaan Danu .
Sesampainya Ema di sana Ema di sambut oleh tangan kanan Danu yang sudah bekerja sangat lama .
"Bagaimana keadaan perusahaan ?."Tanya Ema .
"Semuanya baik , walau ada sedikit penurunan karena berita kematian Pak Danu sudah terdengar oleh para klayen . Dan akhirnya ada beberapa klayen yang membatalkan kerja sama dengan kita , tapi masih ada juga yang bertahan karena mereka tahu kalau Nona Ema mampu menjalankan perusahaan ini dengan baik ." Jelas Panji .
"Siapa saja yang bertahan ?."Tanya Ema .
"Perusahaan perusahaan yang pernah melakukan pertemuan dengan Nona Ema sebelumnya dan mereka yang sudah mengetahui kinerja Nona yang walaupun Nona masih sekolah ." Jawab Panji .
"Baik , siapkan dokumen dokumen yang harus saya pelajari , dan tolong belikan baju untuk saya pakai hari ini ." Ucap Ema .
"Baik Nona ." Jawab Panji .
Ema duduk di kursi di mana dulu Danu biasa duduk sambil membaca dokumen dokumen pentingnya .
"Yah , apa ini alasannya kenapa Ayah dulu sering melibatkan aku dengan perusahaan Ayah . Karena Ayah tahu kalau Ayah akan meninggalkan aku dan perusahaan ini , sehingga saat Ayah pergi aku dapat menjalankan perusahaan yang Ayah rintis dari nol ini kan ." Batin Ema yang tanpa sadar meneteskan air matanya .
Tak lama masuk seorang wanita cantik yang tak lain adalah sekertaris Danu dulu , wanita itu datang dengan membawa serta dokumen dokumen yang harus Ema pelajari dan pakaian yang Ema pinta pada Panji tadi .
"Permisi Nona Ema ." Ucap sekertaris itu yang bernama Dita .
"Iya ."Ucap Ema .
"Ini saya membawa dokumen dokumen yang harus Nona pelajari dan ini juga pakaian untuk Nona ."Ucap Sekertaris itu yang tersenyum pada Ema .
"Terimakasih , Pak Panji kemana kenapa jadi Kak Dita yang mengantar ?."Tanya Ema .
"Pak Panji sedang menghadiri rapat sing ini ."Jawab Dita .
"Aku perlu hadir atau tidak ?."Tanya Ema .
"Tidak perlu Nona . Nona hanya perlu mempelajari saja dokumen ini untuk rapat besok siang , karena besok kita harus mendapatkan tender dengan salah satu perusahaan ternama dan kalau kita bisa memenangkanya maka perusahaan kita akan bisa lebih maju lagi , dan ini adalah salah satu keinginan Tuan Danu dulu ." Jelas Dita .
"Baiklah ."Ucap Ema. "Kak Dita terimakasih karena Kak Dita masih bersedia bekerja di perusahaan ini walau pun Ayah sudah tidak ada ."Sambung Ema .
"Tuan Danu memang sudah tidak ada , tapi Nona masih ada dan bisa menggantikan posisi Tuan Danu ."Ucap Dita
"Terimakasih ."Ucap Ema kembali .
"Kalau begitu saya tinggal dulu Nona , dan kalau Nona membutuhkan sesuatu Nona bisa langsung memanggil saya ."Ucap Dita yang kemudian pergi dari ruangan Danu yang kini sudah menjadi ruangan Ema.
Dita dan Panji adalah orang kepercayaan Danu karena mereka adalah orang yang sangat setia kepada Danu , terlebih lagi mereka memiliki hutang budi pada Danu yang sudah membantu mereka di saat mereka sedang putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa lagi .
Ema kini menatap foto dirinya dan juga Ayahnya yang baru saja pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya .
"Ayah Ema janji Ema tidak akan mengecewakan Ayah . Besok Ema akan memenangkan tender itu untuk Ayah ."Ucap Ema .
"Tapi Ayah , Ema tidak bisa menjanjikan apa pun tentang pernikahan Ema dan Jonathan . Karena di antara kami tidak ada cinta sama sekali . Bahkan walau pun aku berusaha , dia tetap tidak akan pernah mencintaiku dan aku harap apa pun yang akan terjadi di masa depan Ayah bisa menerimanya karena mungkin itu yang terbaik untuk Ema ." Ucap Ema kembali .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
mur ciyu...ah
u ku suka ama ema walaupun sedang berduka tetep semangat
2022-04-29
0
Amrih Ledjaringtyas
ema terbaik
2022-04-27
0
Asti 10
kyaknya Ema wanita yg tidak mudah di tindas,,baru baca novelmu 2,aq suka semua ceritanya 👍👍
2022-04-23
0