Siswi berhijab itu nampak tak bisa fokus menerima materi pelajaran yang di sampaikan oleh gurunya.Adinda merasakan pusing di kepalanya,entahlah...ia merasakan kurang enak badan.Sedangkan Adrian,kini ia sudah tidak berada lagi di sekolah itu.Pria gila itu segera tancap gas meninggalkan tempat itu sesaat setelah Farhan menelfonnya.
Hingga saat bel istirahat berbunyi,sebagian siswa sudah mulai meninggalkan kelas tersebut....
"Adinda...kamu kenapa?kok pucet?kamu sakit?" tanya Farah.
"nggak tau Far....aku pusing banget...."ucap Adinda lemas.
"aku mau ke UKS aja"
"aku antar ya..."ucap Farah menawarkan diri.
Adinda mengangguk sambil tersenyum....
" makasih ya Far..."
"sama sama..."
Adinda bangkit dari kursinya,namun tiba tiba...
buughhh...
"Adinda...!!" pekik Farah.
Adinda pingsan,ia terjatuh dan tersungkur ke lantai.
Farah mendekati Adinda,gadis cupu dengan rambut yang di kepang dua dengan kacamata tebal yang bertengger membingkai matanya itu nampak panik melihat Adinda tak sadarkan diri.
"tolong...!!" Farah berteriak.Membuat Joddy yang sedari tadi tiduran di bangku kelas itupun terbangun.
"Dinda....!!!" pekiknya.Joddy segera meraih tubuh Dinda lalu membopongnya.
"bawa ke UKS aja Jod" ucap Farah.Joddy tak menjawab,ia segera membawa gadis itu menuju UKS.
Tak butuh waktu lama,para murid SMA itu sudah sampai di sebuah ruangan yang terdapat beberapa ranjang itu.Ada sekitar lima ranjang,di mana ada sebuah tirai panjang warna hijau yang digunakan sebagai penyekat dan pembatas antar ranjang ranjang.Selain itu juga terdapat sebuah nakas kecil di setiap sisi ranjang beserta kotak obat yang berada di atasnya.
Di dalam UKS.
"kamu bisa keluar dulu nggak..aku mau buka hijabnya Dinda,aku mau ngolesin minyak kayu putih di tubuhnya dia,biar dia cepet sadar."ucap Farah menunduk.
Joddy mengangguk pelan.
"ok.." ucapnya.Remaja tampan itupun segera keluar dari tempat itu dan menutup pintu UKS tersebut.
Farah mulai membuka jilbab Adinda,dan....
Farah terbelalak,ia reflek memundurkan tubuhnya dari ranjang tempat Adinda berbaring,kedua telapak tangannya tergerak menutup mulutnya yang sudah terbuka.Betapa terkejutnya Farah saat melihat leher jenjang itu.Leher yang dipenuhi luka berwarna merah ke unguan.Bukan hanya satu tapi hampir memenuhi seluruh inchi leher putih mulus itu.
Jiwa kepo Farah sebagai seorang wanita pun bergejolak,ia kembali mendekati Adinda yang tengah tak sadarkan diri itu.Ia membuka kancing baju Adinda.Farah menggelengkan kepalanya.Tubuh Adinda penuh dengan luka yang sama.Bahkan ada bekas cakaran di area dada Adinda.
Katakan Farah lancang,namun jiwa keponya tak bisa dibendung lagi.Ia membalikkan tubuh Adinda,dibagian punggung Adinda terdapat banyak sekali luka lebam,seperti bekas pukulan benda tumpul.Farah bergidik ngeri.Siapa sebenarnya teman sebangkunya ini?apa dia bukan wanita baik baik?apa luka lebam di wajahnya juga ada hubungannya dengan luka luka di bagian tubuhnya yang lain?siapa yang melakukannya?apa jangan jangan ia adalah wanita panggilan?dan luka luka itu adalah perbuatan dari pelanggannya?makanya kemarin ia tak masuk sekolah?benarkah begitu??
Farah seolah syok....ia tak tau harus berkata apa lagi.Jika memang benar Adinda adalah wanita seperti itu maka hal pertama yang harus ia lakukan adalah menjaga jarak dari teman sebangkunya itu.
Farah kembali mendekati Adinda,ia kemudian mengancingkan baju baju Adinda kembali setelah mengolesi minyak kayu putih di sekujur badan Adinda yang terasa dingin karena keringat.
"Din...bangun...." ucap Farah.
Gadis cupu itu mendekatkan minyak kayu putih ke hidung Adinda,
"Din....sadar dong...."
Adinda mulai mengerjabkan matanya,Farah nampak tersenyum melihat temannya itu mulai sadar.
"akhirnya kamu sadar juga Din..."ucap Farah.
Adinda mencoba bangkit,ia duduk bersandar di sandaran ranjang rumah sakit.
" aku kenapa?"
"kamu tadi pingsan,aku sama Joddy bawa kamu kesini" ucap Farah.
Adinda celingukan mencari cari hijabnya.
"jilbabku mana Far?" tanya Adinda.
Farah kemudian mengambil hijab yang terlipat di atas meja itu.
"maaf ya....aku lepas hijab kamu nggak ijin dulu,soalnya kamu tadi keringetan banget" ucapnya
Adinda hanya tersenyum,ia kemudian menunduk.
"Din..."
Adinda menoleh pada Farah,ia menatap gadis cupu itu dengan tatapan sayu.
"nggak apa apa....nggak jadi...." ucap Farah mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang luka Adinda.Adinda sudah paham maksud Farah.
"maaf ya Far....aku tau apa yang ingin kamu tanyakan.Tapi untuk saat ini aku belum bisa jawab.Aku mohon,jangan bilang ke siapapun tentang apa yang kamu lihat ini" ucap Adinda memohon.
"i...iya Din....aku nggak akan bilang siapa siapa" ucap Farah.
"ya..udah....kamu istirahat lagi aja di sini,"
"atau,kamu mau om kamu ke sini?biar aku bilang ke guru,nanti biar di telfonin"
"nggak....nggak usah,aku istirahat disini aja" ucap Adinda yang masih lemas.
"ya udah,kalau gitu aku ke kelas dulu ya,kamu istirahat" ucap Farah sambil tersenyum.
Adinda pun hanya mengangguk lemas.
Farah kemudian pergi dari ruangan itu.
Saat di depan UKS...
"gimana kondisi Dinda?" tanya Joddy dengan wajah panik.
"dia udah sadar kok" ucap Farah menunduk.
"oh....syukur deh kalau gitu" ucap Joddy.
Pria itu kemudian menatap ke arah gadis cupu tersebut.
"lo nggak balik ke kelas,udah masuk nih"
"kamu sendiri?"
"gue masih mau ke kantin,gue laper" ucapnya santai.
"oh...ya udah...aku duluan..." ucap Farah sambil terus menunduk.Ia kemudian pergi meninggalkan Joddy di tempat itu.
Sementara di dalam UKS...
Wanita yang kini sudah kembali berhijab rapi itu berbaring di ranjang single diruangan tersebut.Kepalanya masih terasa pusing,badanya masih lemas,sebaiknya ia tidur sebelum Adrian menjemputnya nanti.
Adindapun mulai memejamkan matanya....
Namun tiba tiba.....
Sebuah siulan terdengar di ruangan yang harusnya sepi itu.
Adinda menajamkan pendengarannya.Siapa itu?
Adinda celingukan mencari kesana kemari.Ia kemudian turun dari ranjang,sepertinya suara itu berasal dari balik tirai hijau itu,tepat di ranjang sebelah Adinda.
"siapa?" tanya Dinda.
"gue..." ucap seorang laki laki.
Adinda sudah hafal suara itu.
"Joddy....?"
"udah....tidur sana...!gue juga mau tidur"
"kamu ngapain di sini?"
"emang lo doang yang boleh sakit?gue juga sakit kalik"
Adinda menipiskan bibirnya,ditanya baik baik jawabnya malah nyolot.
"oh...kirain kamu nggak bisa sakit" ucapnya kemudian bergegas kembali naik ke ranjang.
"jan ngorok lo!awas aja sampai ngorok,gue timpuk pake bantal lo.."
"dihh....kamu kali yang suka ngorok" ucap Dinda sewot.
"kalopun gue ngorok,suaranya pasti merdu,lo pasti ketagihan dengerinnya..."
"narsis...."
"biarin..."
.....
hening....
"Din...." ucap Joddy,tapi tak ada jawaban
"Din....."
"Din....lo dah tidur?" masih tak ada jawaban.
"Dinda...!" ucapnya sedikit keras.
sreeekk...bugghh...
tirai terbuka,Adinda melempar sebuah bantal ke wajah Joddy.
"berisik....!aku mau tidur...!" ucap Adinda kesal lalu kembali menutup tirai dan naik ke ranjangnya.
Joddy terkekeh,lucu juga wanita itu....pikirnya...
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***











***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
nova sari
bagus bgt thor cerita ny. aku juga uda pernh baca novel ini. tp aku ulang baca lagi.
2023-11-25
2
meE😊😊
tkut y dinda hamil
2023-07-11
1
mama yuhu
lucu emang.. tapi milik orang itu joddy☺
2022-10-30
1