20

Siswi berhijab itu nampak tak bisa fokus menerima materi pelajaran yang di sampaikan oleh gurunya.Adinda merasakan pusing di kepalanya,entahlah...ia merasakan kurang enak badan.Sedangkan Adrian,kini ia sudah tidak berada lagi di sekolah itu.Pria gila itu segera tancap gas meninggalkan tempat itu sesaat setelah Farhan menelfonnya.

Hingga saat bel istirahat berbunyi,sebagian siswa sudah mulai meninggalkan kelas tersebut....

"Adinda...kamu kenapa?kok pucet?kamu sakit?" tanya Farah.

"nggak tau Far....aku pusing banget...."ucap Adinda lemas.

"aku mau ke UKS aja"

"aku antar ya..."ucap Farah menawarkan diri.

Adinda mengangguk sambil tersenyum....

" makasih ya Far..."

"sama sama..."

Adinda bangkit dari kursinya,namun tiba tiba...

buughhh...

"Adinda...!!" pekik Farah.

Adinda pingsan,ia terjatuh dan tersungkur ke lantai.

Farah mendekati Adinda,gadis cupu dengan rambut yang di kepang dua dengan kacamata tebal yang bertengger membingkai matanya itu nampak panik melihat Adinda tak sadarkan diri.

"tolong...!!" Farah berteriak.Membuat Joddy yang sedari tadi tiduran di bangku kelas itupun terbangun.

"Dinda....!!!" pekiknya.Joddy segera meraih tubuh Dinda lalu membopongnya.

"bawa ke UKS aja Jod" ucap Farah.Joddy tak menjawab,ia segera membawa gadis itu menuju UKS.

Tak butuh waktu lama,para murid SMA itu sudah sampai di sebuah ruangan yang terdapat beberapa ranjang itu.Ada sekitar lima ranjang,di mana ada sebuah tirai panjang warna hijau yang digunakan sebagai penyekat dan pembatas antar ranjang ranjang.Selain itu juga terdapat sebuah nakas kecil di setiap sisi ranjang beserta kotak obat yang berada di atasnya.

Di dalam UKS.

"kamu bisa keluar dulu nggak..aku mau buka hijabnya Dinda,aku mau ngolesin minyak kayu putih di tubuhnya dia,biar dia cepet sadar."ucap Farah menunduk.

Joddy mengangguk pelan.

"ok.." ucapnya.Remaja tampan itupun segera keluar dari tempat itu dan menutup pintu UKS tersebut.

Farah mulai membuka jilbab Adinda,dan....

Farah terbelalak,ia reflek memundurkan tubuhnya dari ranjang tempat Adinda berbaring,kedua telapak tangannya tergerak menutup mulutnya yang sudah terbuka.Betapa terkejutnya Farah saat melihat leher jenjang itu.Leher yang dipenuhi luka berwarna merah ke unguan.Bukan hanya satu tapi hampir memenuhi seluruh inchi leher putih mulus itu.

Jiwa kepo Farah sebagai seorang wanita pun bergejolak,ia kembali mendekati Adinda yang tengah tak sadarkan diri itu.Ia membuka kancing baju Adinda.Farah menggelengkan kepalanya.Tubuh Adinda penuh dengan luka yang sama.Bahkan ada bekas cakaran di area dada Adinda.

Katakan Farah lancang,namun jiwa keponya tak bisa dibendung lagi.Ia membalikkan tubuh Adinda,dibagian punggung Adinda terdapat banyak sekali luka lebam,seperti bekas pukulan benda tumpul.Farah bergidik ngeri.Siapa sebenarnya teman sebangkunya ini?apa dia bukan wanita baik baik?apa luka lebam di wajahnya juga ada hubungannya dengan luka luka di bagian tubuhnya yang lain?siapa yang melakukannya?apa jangan jangan ia adalah wanita panggilan?dan luka luka itu adalah perbuatan dari pelanggannya?makanya kemarin ia tak masuk sekolah?benarkah begitu??

Farah seolah syok....ia tak tau harus berkata apa lagi.Jika memang benar Adinda adalah wanita seperti itu maka hal pertama yang harus ia lakukan adalah menjaga jarak dari teman sebangkunya itu.

Farah kembali mendekati Adinda,ia kemudian mengancingkan baju baju Adinda kembali setelah mengolesi minyak kayu putih di sekujur badan Adinda yang terasa dingin karena keringat.

"Din...bangun...." ucap Farah.

Gadis cupu itu mendekatkan minyak kayu putih ke hidung Adinda,

"Din....sadar dong...."

Adinda mulai mengerjabkan matanya,Farah nampak tersenyum melihat temannya itu mulai sadar.

"akhirnya kamu sadar juga Din..."ucap Farah.

Adinda mencoba bangkit,ia duduk bersandar di sandaran ranjang rumah sakit.

" aku kenapa?"

"kamu tadi pingsan,aku sama Joddy bawa kamu kesini" ucap Farah.

Adinda celingukan mencari cari hijabnya.

"jilbabku mana Far?" tanya Adinda.

Farah kemudian mengambil hijab yang terlipat di atas meja itu.

"maaf ya....aku lepas hijab kamu nggak ijin dulu,soalnya kamu tadi keringetan banget" ucapnya

Adinda hanya tersenyum,ia kemudian menunduk.

"Din..."

Adinda menoleh pada Farah,ia menatap gadis cupu itu dengan tatapan sayu.

"nggak apa apa....nggak jadi...." ucap Farah mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang luka Adinda.Adinda sudah paham maksud Farah.

"maaf ya Far....aku tau apa yang ingin kamu tanyakan.Tapi untuk saat ini aku belum bisa jawab.Aku mohon,jangan bilang ke siapapun tentang apa yang kamu lihat ini" ucap Adinda memohon.

"i...iya Din....aku nggak akan bilang siapa siapa" ucap Farah.

"ya..udah....kamu istirahat lagi aja di sini,"

"atau,kamu mau om kamu ke sini?biar aku bilang ke guru,nanti biar di telfonin"

"nggak....nggak usah,aku istirahat disini aja" ucap Adinda yang masih lemas.

"ya udah,kalau gitu aku ke kelas dulu ya,kamu istirahat" ucap Farah sambil tersenyum.

Adinda pun hanya mengangguk lemas.

Farah kemudian pergi dari ruangan itu.

Saat di depan UKS...

"gimana kondisi Dinda?" tanya Joddy dengan wajah panik.

"dia udah sadar kok" ucap Farah menunduk.

"oh....syukur deh kalau gitu" ucap Joddy.

Pria itu kemudian menatap ke arah gadis cupu tersebut.

"lo nggak balik ke kelas,udah masuk nih"

"kamu sendiri?"

"gue masih mau ke kantin,gue laper" ucapnya santai.

"oh...ya udah...aku duluan..." ucap Farah sambil terus menunduk.Ia kemudian pergi meninggalkan Joddy di tempat itu.

Sementara di dalam UKS...

Wanita yang kini sudah kembali berhijab rapi itu berbaring di ranjang single diruangan tersebut.Kepalanya masih terasa pusing,badanya masih lemas,sebaiknya ia tidur sebelum Adrian menjemputnya nanti.

Adindapun mulai memejamkan matanya....

Namun tiba tiba.....

Sebuah siulan terdengar di ruangan yang harusnya sepi itu.

Adinda menajamkan pendengarannya.Siapa itu?

Adinda celingukan mencari kesana kemari.Ia kemudian turun dari ranjang,sepertinya suara itu berasal dari balik tirai hijau itu,tepat di ranjang sebelah Adinda.

"siapa?" tanya Dinda.

"gue..." ucap seorang laki laki.

Adinda sudah hafal suara itu.

"Joddy....?"

"udah....tidur sana...!gue juga mau tidur"

"kamu ngapain di sini?"

"emang lo doang yang boleh sakit?gue juga sakit kalik"

Adinda menipiskan bibirnya,ditanya baik baik jawabnya malah nyolot.

"oh...kirain kamu nggak bisa sakit" ucapnya kemudian bergegas kembali naik ke ranjang.

"jan ngorok lo!awas aja sampai ngorok,gue timpuk pake bantal lo.."

"dihh....kamu kali yang suka ngorok" ucap Dinda sewot.

"kalopun gue ngorok,suaranya pasti merdu,lo pasti ketagihan dengerinnya..."

"narsis...."

"biarin..."

.....

hening....

"Din...." ucap Joddy,tapi tak ada jawaban

"Din....."

"Din....lo dah tidur?" masih tak ada jawaban.

"Dinda...!" ucapnya sedikit keras.

sreeekk...bugghh...

tirai terbuka,Adinda melempar sebuah bantal ke wajah Joddy.

"berisik....!aku mau tidur...!" ucap Adinda kesal lalu kembali menutup tirai dan naik ke ranjangnya.

Joddy terkekeh,lucu juga wanita itu....pikirnya...

...----------------...

***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏

JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰

JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....

WANITA TANPA MAHKOTA

👇👇👇👇***

***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰

TERIMA KASIH😍😍😍😍***

Terpopuler

Comments

nova sari

nova sari

bagus bgt thor cerita ny. aku juga uda pernh baca novel ini. tp aku ulang baca lagi.

2023-11-25

2

meE😊😊

meE😊😊

tkut y dinda hamil

2023-07-11

1

mama yuhu

mama yuhu

lucu emang.. tapi milik orang itu joddy☺

2022-10-30

1

lihat semua
Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
187 187
188 188
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 PENGUMUMAN
195 Nabila Story01
196 Nabila Story02
197 Nabila Story03
198 Nabila Story04
199 Nabila Story05
200 Nabila Story06
201 Nabila Story07
202 Nabila Story08
203 Nabila Story09
204 Nabila Story10
205 Nabila Story11
206 Nabila Story12
207 Nabila Story13
208 Nabila Story14
209 Nabila Story15
210 Nabila Story16
211 Nabila Story17
212 Nabila Story18
213 Nabila Story19
214 Nabila Story20
215 Nabila Story21
216 Nabila Story22
217 Nabila Story23
218 Nabila Story24
219 Nabila Story25
220 Nabila Story26
221 Nabila Story27
222 Nabila Story28
223 Nabila Story29
224 Nabila Story30
225 Nabila Story31
226 Nabila Story 32
227 Nabila Story33
228 Nabila Story34
229 Nabila Story35
230 Nabila Story36
231 Nabila Story37
232 Nabila Story38
233 Nabila Story39
234 Nabila Story40
235 Nabila Story41
236 Nabila Story42
237 Nabila Story43
238 Nabila Story44
239 Nabila Story45
240 Nabila Story46
241 Nabila Story47
242 Nabila Story48
243 Nabila Story49
244 Nabila Story50
245 Nabila Story51
246 Nabila Story52
247 Nabila Story53
248 Nabila Story54
249 Nabila Story55
250 Nabila Story56
251 Nabila Story57
252 Nabila Story58
253 Nabila Story59
254 Nabila Story60
255 Nabila Story61
256 Nabila Story62
257 Nabila Story63
258 Nabila Story64
259 Nabila Story65
260 Nabila Story66
261 Nabila Story67
262 Nabila Story68
263 Nabila Story69
264 Nabila Story70
265 Nabila Story71
266 Nabila Story72
267 Nabila Story73
268 Nabila Story74
269 Nabila Story75
270 Nabila Story76
271 Nabila Story77
272 Nabila Story78
273 Nabila Story79
274 Nabila Story80
275 Nabila Story81
276 Nabila Story82
277 Nabila Story83
278 Nabila Story84
279 Nabila Story85
280 Nabila Story86
281 Nabila Story87
282 Nabila Story88
283 Nabila Story89
284 Nabila Story90
285 Nabila Story91
286 Nabila Story92
287 Nabila Story93
288 Nabila Story94
289 Nabila Story95
290 Nabila Story96
291 Nabila Story97
292 Nabila Story98
293 Nabila Story99
294 Nabila Story100
295 Nabila Story101
296 Nabila Story102
297 Nabila Story103
298 Nabila Story104
299 Nabila Story105
300 Nabila Story106
301 Nabila Story107
302 Nabila Story108
303 Nabila Story109
304 Nabila Story110
305 Nabila Story111
306 Nabila Story112
307 Nabila Story113
308 Nabila Story114
309 Nabila Story115
310 Nabila Story116
311 Nabila Story117
312 Nabila Story118
313 Nabila Story119
314 Nabila Story120
315 Nabila Story121
316 Nabila Story122
317 Nabila Story123
318 Nabila Story124
319 Nabila Story125
320 Nabila Story126
321 Pengumuman
322 PENGUMUMAN NOVEL BARU..!
323 Pengumuman lagi..!Ada Novel ke empat rilis..!
324 Yuk Mampir di novel baruku....!
325 ADRIAN TAMA KEMBALI...!
326 My Fake Daddy
327 Two Bad Boys and The Bastard Girl
328 (Bukan) Perampas Mahkotaku
329 My Disable Husband
Episodes

Updated 329 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186
187
187
188
188
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
PENGUMUMAN
195
Nabila Story01
196
Nabila Story02
197
Nabila Story03
198
Nabila Story04
199
Nabila Story05
200
Nabila Story06
201
Nabila Story07
202
Nabila Story08
203
Nabila Story09
204
Nabila Story10
205
Nabila Story11
206
Nabila Story12
207
Nabila Story13
208
Nabila Story14
209
Nabila Story15
210
Nabila Story16
211
Nabila Story17
212
Nabila Story18
213
Nabila Story19
214
Nabila Story20
215
Nabila Story21
216
Nabila Story22
217
Nabila Story23
218
Nabila Story24
219
Nabila Story25
220
Nabila Story26
221
Nabila Story27
222
Nabila Story28
223
Nabila Story29
224
Nabila Story30
225
Nabila Story31
226
Nabila Story 32
227
Nabila Story33
228
Nabila Story34
229
Nabila Story35
230
Nabila Story36
231
Nabila Story37
232
Nabila Story38
233
Nabila Story39
234
Nabila Story40
235
Nabila Story41
236
Nabila Story42
237
Nabila Story43
238
Nabila Story44
239
Nabila Story45
240
Nabila Story46
241
Nabila Story47
242
Nabila Story48
243
Nabila Story49
244
Nabila Story50
245
Nabila Story51
246
Nabila Story52
247
Nabila Story53
248
Nabila Story54
249
Nabila Story55
250
Nabila Story56
251
Nabila Story57
252
Nabila Story58
253
Nabila Story59
254
Nabila Story60
255
Nabila Story61
256
Nabila Story62
257
Nabila Story63
258
Nabila Story64
259
Nabila Story65
260
Nabila Story66
261
Nabila Story67
262
Nabila Story68
263
Nabila Story69
264
Nabila Story70
265
Nabila Story71
266
Nabila Story72
267
Nabila Story73
268
Nabila Story74
269
Nabila Story75
270
Nabila Story76
271
Nabila Story77
272
Nabila Story78
273
Nabila Story79
274
Nabila Story80
275
Nabila Story81
276
Nabila Story82
277
Nabila Story83
278
Nabila Story84
279
Nabila Story85
280
Nabila Story86
281
Nabila Story87
282
Nabila Story88
283
Nabila Story89
284
Nabila Story90
285
Nabila Story91
286
Nabila Story92
287
Nabila Story93
288
Nabila Story94
289
Nabila Story95
290
Nabila Story96
291
Nabila Story97
292
Nabila Story98
293
Nabila Story99
294
Nabila Story100
295
Nabila Story101
296
Nabila Story102
297
Nabila Story103
298
Nabila Story104
299
Nabila Story105
300
Nabila Story106
301
Nabila Story107
302
Nabila Story108
303
Nabila Story109
304
Nabila Story110
305
Nabila Story111
306
Nabila Story112
307
Nabila Story113
308
Nabila Story114
309
Nabila Story115
310
Nabila Story116
311
Nabila Story117
312
Nabila Story118
313
Nabila Story119
314
Nabila Story120
315
Nabila Story121
316
Nabila Story122
317
Nabila Story123
318
Nabila Story124
319
Nabila Story125
320
Nabila Story126
321
Pengumuman
322
PENGUMUMAN NOVEL BARU..!
323
Pengumuman lagi..!Ada Novel ke empat rilis..!
324
Yuk Mampir di novel baruku....!
325
ADRIAN TAMA KEMBALI...!
326
My Fake Daddy
327
Two Bad Boys and The Bastard Girl
328
(Bukan) Perampas Mahkotaku
329
My Disable Husband

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!