01.00 dini hari....
Mobil Ferrari merah itu memasuki halaman sebuah rumah mewah yang penuh dengan penjagaan itu.
Adrian turun dari mobil nya,berjalan menuju ke dalam rumah mewah tempatnya menyekap para wanita wanita hasil tangkapannya.Para pengawal berseragam hitam hitam itu menunduk memberi hormat pada laki laki dua puluh delapan tahun itu saat Adrian melintas di depan mereka.Adrian segera menuju kamar utama,tempat di mana gadis peliharaan nya itu di sekap.
"tuan..." ucap Romi pada Adrian saat melihat kedatangan pria tampan itu.
"kemana saja kau sampai dia hampir kabur" tanyanya dingin tanpa menatap Romi.
"maafkan saya tuan..."
"aku bukan manusia pemaaf,kau tau itu.."
Romi menunduk.
"sekali lagi kau membuat kesalahan...kepalamu taruhannya" ucapnya dingin kemudian masuk ke dalam kamar itu.
ceklek...
pintu terbuka.....
Dilihatnya gadis belia itu duduk di sisi ranjang dengan tangan dan kaki yang di borgol.Pakaiannya pun tak berubah,masih seragam sekolah lengkap dengan hijabnya,sama seperti saat pertama ia datang ke markas Adrian.
Adrian mendekati gadis yang menunduk sambil terisak isak itu.Dilihatnya makanan yang berada di atas nakas,masih utuh,tak tersentuh.
Adrian berdiri di hadapan gadis itu,membuat Adinda mencoba menghentikan tangisannya.
"tuan...." ucap Dinda was was.
Adrian duduk berjongkok di hadapan Adinda membuat gadis itu membulatkan matanya.Tangan Adrian tergerak,ia mengusap lelehan air mata di pipi mulus itu dengan lembut.Adinda menatap wajah laki laki itu,Adrian memberikan sebuah senyuman manis untuk gadis itu.
Adinda memiringkan kepalanya,setau dia Adrian adalah laki laki yang kasar dan kejam.Kenapa jadi begini?
"kau belum makan?" tanya Adrian lembut.
Adinda hanya menggelengkan kepalanya ragu sambil menatap bingung pada pria itu.
Adrian tersenyum.Ia kemudian membuka borgol ditangan dan kaki Adinda.
Adinda menatap dalam pria di hadapannya itu.
"apa sebenarnya dia orang baik?" batin Adinda.
Adrian mengambil piring berisi makanan yang ada di atas nakas itu.
"makan dulu ya...." ucap Adrian sambil memberikan senyum manisnya.Adinda mengangguk sambil tersenyum samar.Ternyata dia orang baik.
Adrian menyendokkan nasi beserta lauknya,lalu mengarahkannya ke mulut Adinda,Adinda ragu untuk membuka mulutnya.
"sa..saya makan sendiri aja tuan.."
"aaaa....." ucap Adrian meminta Dinda untuk membuka mulutnya.
Adinda pun menurut,ia membuka mulutnya,kemudian Adrian memasukkan makanan itu ke mulut Dinda.
Satu suapan masuk dengan sempurna....
"enak?" tanya Adrian.
Adinda mengangguk sambil tersenyum simpul.Pria ini tak semengerikan yang ia pikirkan.
Adrian kembali menyendokkan makanan itu,lalu mengarahkannya lagi ke mulut Adinda,gadis itupun menurut.
satu suapan lagi masuk dengan sempurna.....
Adrian menatap tajam pada gadis yang nampak senang dengan perlakuannya itu.Senyuman manis yang sedari tadi ia tampilkan dalam hitungan detik kini berubah menjadi seringai yang mengerikan.
Adrian kembali menyendokkan makanan itu,lalu ....
cuuiihh....
Adrian meludah di makanan tersebut.
Adinda terbelalak.Tubuhnya bergetar,seketika itu juga ia merasa mual.Adinda menatap jijik pada makanan di hadapannya itu.
"aaa...." ucap Adrian.
Adinda menggelengkan kepalanya cepat.
"a...." ucap Adrian penuh penekanan dengan tatapan membunuh.
Adinda kembali menggeleng,ia mulai terisak.Ia menjadi sangat ketakutan.
"aku tidak suka penolakan" ucap Adrian dingin.
"tuan....jangan...." ucap Adinda sambil menangis.
"makan..." ucap Adrian penuh penekanan dengan gigi gigi yang mengetat.
"tuan saya mohon...jangan...hikks..." ucapnya sambil beruraian air mata.Tangannya ia ketupkan di depan dada,memohon belas kasihan dari sang tuan
praannggg....
"aaakkkhhhh..!"
Adrian melempar piring itu ke arah Adinda hingga membentur pelipisnya,membuat piring yang masih berisi nasi dan lauk pauk itu jatuh ke atas lantai.Makanan yang ada di sanapun jatuh berceceran.
Adrian menarik rambut berbalut hijab itu dengan kasar.
"apa kau lupa posisimu wanita sampah??!" ucap Adrian tepat di telinga Adinda.
"kau hanyalah wanita peliharaan ku!ingat itu..!!" ucapnya lalu menghempaskan tubuh mungil itu hingga terjerembab di kasur.
Adrian menatap bengis pada gadis di hadapannya itu.
"buka bajumu....!" perintah Adrian.
Adinda mengelengkan kepalanya cepat.
"aku tidak suka mengulang perkataan ku j*l*ng..!"
Adinda meringsut,dengan segala.kecepatan yang ia punya Adinda mencoba lari menuju pintu kamar.Namun Adrian tak tinggal diam,ia berlari mengejar Adinda dan kembali menarik tangan wanita itu saat sudah mendekati pintu.Adrian kembali melempar tubuh itu ke atas ranjang dan dengan cepat menindihnya.
"tolonngggg......!!" teriaknya tak henti henti meminta tolong.
sreekkk....
Adrian merobek seragam putih itu.
"jangan.....!!tolong....!!"
Adrian tak peduli,ia semakin membabi buta.Ia mengangkat kedua lengan Adinda ke atas kepala gadis itu lalu mencengkeramnya dengan satu telapak tangan.Sedangkan satu tangan lainnya mulai meremas buah dada Adinda yang ranum itu dengan kasar,membuat Adinda semakin menangis histeris,Bibir Adrian mulai menjelajahi leher jenjang Dinda,memberikan tanda merah keunguan di sekujur tubuh gadis itu.
Adinda semakin ketakutan.Mulutnya tak henti berteriak minta pertolongan.Namun sia sia,ia markas Adrian,tak akan ada yang berani mengganggu kesenangannya.
Adinda semakin melemah,ia mulai Kehilangan kekuatannya.
"tolong....ampuunnn..." ucapnya sambil terus menangis.Sedangkan Adrian sudah merobek rok abu abu itu menjadi tak berbentuk.Ia mulaienjelajahi paha mulus itu dengan bibirnya.
"tolong...bapak....ibukk.......hiks...tolong adek.....hiks...hikks..."
Adrian terdiam mendengar tangisan itu.Ia menghentikan pergerakannya
"ibuuuukk......tolong...." tangisnya lagi.
Adrian terdiam.Bayangan masa kecilnya dengan keluarga utuh kembali menari nari di ingatannya.Tangisnya memanggil manggil papa dan mama nya saat peristiwa pembunuhan.Adrian bergetar mendengar tangisan gadis di bawahnya itu.Hatinya merasa iba.
Adrian menggelengkan kepalanya,mencoba mengusir perasaan nya.Ia tak boleh lemah.Tidak ada kata ampun untuk seorang wanita.
Adrian melanjutkan aksinya,ia kembali bermain main degan lipatan lipatan daging yang terletak di antara dua belah paha Adinda itu.
Membuat Adinda menggelinjang.
"hikks...ibuukk..." ucap gadis itu lagi.
Adinda terus menangis,membuat Adrian semakin bergetar.Ia seolah kehilangan na*sunya mendengar tangisan pilu itu.Padahal biasanya tangisan tangisan seperti itulah yang membuatnya bahagia dan semakin beesemangat untuk menyiksa wanita.
sreekk...
Adrian menjauhkan dirinya dari Adinda.Dinda serega bergerak meringsut ke pojokan ranjang sambil memeluk lututnya.
Adrian menetralkan deru nafasnya yang sudah naik turun.Ia butuh pelepasan,ia tak bisa melakukan hubungan badan dengan Adinda,namun jagoan miliknya sudah mengeras,minta dilemaskan.Adrian mengambil kunci mobilnya,lalu pergi meninggalkan tempat itu tanpa berkata sepatah katapun.
...----------------...
***HAI READERS....PERKENALKAN INI NOVEL KEDUA KU...JANGAN LUPA UNTUK DI LIKE,KOMEN DAN VOTE....
JANGAN LUPA JUGA UNTUK MAMPIR DI NOVEL PERTAMAKU ...
WANITA TANPA MAHKOTA...
TERIMA KASIH....🥰🥰🥰***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kata mu tadi dia baik kan Dinda 😂😂
2023-09-28
3
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk dasar Bocil, Mana ada orang baik yg menculik dan menyekap orang, dasar ogeb..
2023-09-28
1
meE😊😊
bayangin aja baru 17th msih bocil ..sampe hati kau adrian
2023-07-11
1