Beberapa hari berlalu,
Semua berjalan dengan semestinya.Adinda mulai menikmati peran barunya sebagai istri sekaligus siswi Sekolah Menengah Atas.
Siang ini...
Jam pulang sekolah,
Adinda keluar dari ruang kelas,ia segera menuju gerbang tempat dimana Romi biasa menjemputnya.Adinda menunggu sambil duduk di sebuah kursi kayu di depan pos satpam,tiba tiba....
Seorang siswa berkulit putih dengan paras yang cukup tampan duduk di samping Adinda dengan netra yang menatap wanita itu sambil bibirnya terus menebar senyum.
Adinda mengernyitkan dahinya.Itu adalah Joddy,teman sekelas Dinda yang dikenal paling bandel,slengekan dan ber IQ jongkok.
"nungguin gue ya...." ucap Joddy.
"dihhh....narsis..."
Joddy tersenyum....
"dijemput siapa?"
"om aku...kamu sendiri ngapain di sini?"
"nungguin abang gue...."
"tumben.....biasanya naik motor"
"lagi pengen aja di jemput abang..." ucap pria itu santai.
"oh..."jawab Adinda singkat.
Joddy terus memperhatikan wajah Adinda,
"ngapain liatin aku kek gitu?"
"nggak tau,mungkin naksir..." ucapnya blak blakan.
Adinda mengernyitkan dahinya.Ia tersenyum geli mendengar ucapan itu.
Adinda tak merespon lagi,ia memalingkan wajahnya tak mau menatap pria di samping nya itu.
tiba tiba...
"hei...." Joddy menowel pundak Adinda membuat wanita itu reflek menoleh ke arah Joddy dan...
cekrekk
Satu jepretan kamera Hp berhasil menangkap gambar wajah imut Adinda dengan sempurna.
Joddy tersenyum lebar dengan hasil jepretannya.Sedangkan Adinda kini membelalakkan matanya.
"apa apain sih kamu...!hapus nggak?" ucap Adinda kesal.
"nggak...." ucap Joddy santai.
Adinda menipiskan bibirnya.Ia bangkit dan hendak meraih ponsel milik Joddy.
"hapus...!"
"nggak mau...hp hp gue..suka suka gue dong!"
"hapus Jod...!"
"nggak mau sayang...!"
"hapuusss....!!"
Adinda pun terus memaksa meminta ponsel itu,tapi Joddy tak membiarkannya.Ia berdiri dan mengangkat tangannya tinggi tinggi.
"Jodd......!"
"weekkk...." Joddy bahkan Menjulur lidahnya mengejek Adinda.
"Joddy hapus dong..."
"Jod...!"
"ada apa ini?"
suara yang terdengar dingin itu berhasil mengalihkan perhatian keduanya.Adinda membalikkan badannya,menoleh ke arah sumber suara.
"ma....eh maksudnya om...." ucap Adinda gugup melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya entah sejak kapan dengan tatapan yang mengerikan.
"halo om...saya te......." ucap Joddy menyapa sambil tersenyum,namun terhenti karena Adrian memotong ucapannya
"masuk" ucap Adrian dingin sambil terus menatap tajam pada Adinda yang mununduk takut.
Joddy menangkap gelagat aneh pada kedua orang yang katanya keluarga itu.
"MASUK... !!" suara itu menggelegar,membuat sebagian siswa yang melintas menoleh ke arah Adrian,Joddy dan Adinda.Termasuk Bella cs dan Farah.
Adinda pun menurut sambil terus menunduk.Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
Joddy menatap punggung wanita itu,lalu beralih ke arah Adrian yang kini menatap remaja itu dengan tatapan membunuh.
Joddy menyipitkan matanya.Kenapa?dia salah apa?
Adrian beranjak dari itu lalu hendak masuk ke dalam Ferrari merah itu.Tiba tiba...
seseorang menepuk pundak Adrian dari belakang.
"Adrian?kok lo disini?jemput siapa?" tanya Marco,fotografernya yang tiba tiba datang.
Adrian tak menjawab,bahkan seperti tak mendengar.Marco mengerti,sepertinya mood sang model sedang tidak baik.
Marco pun menyingkir,memberi jalan untuk mobil sang model melintas.
Mobil mewah itupun melesat kencang meninggalkan sekolah tersebut.
Marco menatap nanar mobil yang mulai mengecil dari pandangan itu..
"abang kenal sama dia?" suara itu berhasil mengagetkan Marco membuat pria dua puluh lima tahun itu terjingkat.
"ngagetin aja lo!" ucapnya.
"dia siapa bang?" tanya Joddy yang merupakan adik kandang Marco.
"model gue...napa sih?"
"aneh....asli....dia aneh..."
"aneh kenapa?"
"ntar gue ceritain....ayo pulang...gue laper.." ucap Joddy kemudian nyelonong masuk ke dalam mobil yang terparkir tak jauh dari tempat nya berdiri.
"dih...ni bocah makan mulu yang dipikirin" ucapnya kemudian mengikuti sang adik masuk ke dalam mobil tersebut.
visual Joddy😝
visual Marco🤭
...****************...
Sementara mobil Ferrari itu terus melesat kencang menembus jalanan yang tak terlalu padat itu.Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir kedua anak manusia yang sudah menjadi suami istri secara agama itu.Adrian menatap tajam ke arah depan dengan raut muka yang begitu menyeramkan.Adinda meremas ujung hijabnya.Laki laki di samping nya itu terlihat begitu murka.Dinda tak henti merapalkan doa dalam hatinya,meminta pertolongan pada sang Maha Kuasa semoga dilindungi dari entah apa yang akan terjadi padanya nanti.
Tak butuh waktu lama,
Mobil itu memasuki halaman luas kediaman mereka.Adrian turun dari mobil,lalu membuka pintu di sisi Adinda,dan dengan gerakan kasar ia menyeret wanita itu membuat Adinda berlari dengan susah payah untuk mengimbangi langkah suaminya.Namun langkah Adrian terlalu cepat dan lebar membuat Adinda terjatuh saat mereka menaiki tangga.
duugghhh...
"akkhh..." Dinda terjatuh dengan tangan yang masih di tarik oleh Adrian,Lututnya pun mengeluarkan darah akibat benturan yang cukup keras dengan anak tangga.
Adrian tidak peduli,ia terus menarik tangan itu yang membuat Adinda berjalan terseok seok.
Mereka pun sampai di depan pintu kamar.
ceklek...
pintu dibuka..
buughhh....
Adrian melempar tubuh Adinda ke ranjang king size milik mereka.
"jadi begini kelakuanmu dibelakangku Dinda..?!"ucap Adrian menggebu gebu sambil menunjuk nunjuk wajah Adinda.
"kelakuan apa??!"
Adrian menatap tajam pada netra sayu itu.Aura kebencian nampak jelas dari sorot mata pria tersebut.
Adrian mendekati Adinda,
seett...
dengan satu gerakan ia mencengkeram dagu lancip itu dengan kuat...
"dia pacarmu?benar?!" ucapnya dingin
"bu...bukan mas....dia cuma teman aku"
"dan kau pikir aku percaya...!" bentak nya sambil menghempaskan tubuh ringkih itu.
Adrian pun membuka kaosnya,dan cepat ia melepas ikat pinggangnya lalu menekuknya jadi dua....
Adinda meringsut mundur,ia seolah sudah hafal dengan situasi seperti ini.Wanita muda itu bergetar ketakutan,air matanya luruh sambil terus mengiba meminta ampun.
Adrian tak peduli,tatapan mata iblisnya kembali menajam.Ia benci penghianatan.Dan ia yakin...Adinda sudah melakukannya.Ia menghianatinya dengan dekat dekat bersama pria lain.
"kau memang perlu di beri pelajaran wanita sampah...."
"ampuunn..." ucap Adinda mengiba.
Adrian tak menjawab.Ia mengalungkan ikat pinggangnya di lehernya,lalu dengan gerakan cepat ia menariik ke dua belah kaki Adinda membuat wanita itu menjerit ketakutan.
Dan.....terjadilah.....
Adrian kembali menggagahi istrinya itu dengan kasar.Tangisan dan rintihan kembali menggema pilu menyayat hati,membuat siapapun akan merasa iba mendengar nya.Adrian murka,ia kembali gelap mata.Ia benci melihat Adinda berdekatan dengan laki laki lain.
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***







***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Patmi Deseda
mirip sama cerita istri kedua tuan Leon
2023-11-20
3
Lilisdayanti
sadis bener² sadis,,tapi masih sadisan garbel,, sama Amelia 🤭
2023-11-03
1
meE😊😊
mka y klo mau istri y g d dketin siapapun kurung aj d kmar y biar lo puas ad😒😒 gdeg bgd sma lo ad lo fkir dinda itu cwe murrahhan kek emak lo apa
2023-07-11
0