Adinda tengah berdiri di depan cermin di meja riasnya.Wanita bersuami yang memggunakan sweater warna cream,jeans hitam dan sneakers putih itu kini tengah bersiap siap.Ia bertekad untuk pergi ke bar milik suaminya,ia ingin menuruti kemauan pria dua puluh delapan tahun itu.Adinda mengusapkan pelembab di wajahnya,lalu mengoleskan lip balm tipis tipis di bibir mungilnya.Adinda tersenyum di depan cermin.Ia menarik nafas panjang,mencoba menetralkan detak jantungnya.Jujur saja ia harus mengumpulkan keberanian ekstra untuk melakukan ini.Adinda mengambil tas selempangnya,kemudian berjalan keluar pintu.
ceklekk
pintu terbuka,
dilihatnya Romi yang berjaga di depan pintu tersebut.
"mau kemana kau?" tanya Romi dingin.
"saya ingin ke bar milik mas Adrian,bisa tolong antarkan?" tanya Adinda.
"jangan kesana?"
"kenapa?"
Romi menatap Adinda dengan tatapan yang sulit di artikan.
"aku peringatkan jangan!kau hanya akan melukai dirimu sendiri!"
Adinda tersenyum....
"saya sudah terbiasa dengan hal itu semenjak saya tinggal disini tuan" ucap Adinda.
Kedua pasang bola mata itu saling menatap.....
"bisa tolong antarkan?jika tidak saya akan naik taxi"
"kau pikir kau siapa bisa pergi sesuka hatimu"
"ya kalau begitu antarkan saya..." ucap Adinda.
Romi menghela nafas panjang,wanita ini memang keras kepala.Ia kemudian berjalan di ikuti Adinda di belakang.Kedua anak manusia itu pun menuju sebuah mobil mewah yang akan mereka tumpangi menuju ke bar milik Adrian.
Dua puluh menit kemudian,
Mobil itu sampai di depan sebuah club malam berlantai dua.Adinda turun dari mobil,ia menatap nanar bangunan itu.Jantungnya berdetak lebih cepat,sudah benarkah keputusan yang ia ambil?.
"kalau kau berubah pikiran,kita bisa pulang sekarang..."ucap Romi.
Adinda menunduk,ia menarik nafas panjang.
" nggak....aku tetap mau masuk "ucap Adinda memberanikan diri.
Romipun mengajak wanita itu masuk,
Suara musik yang begitu kencang menyambut kedatangan Adinda.Bau rokok dan alkohol yang menyengat,goyangan goyangan erotis dari para pengunjung disana,membuat Adinda merasa tidak nyaman.Romi menggandeng tangan Adinda menuju ruangan pribadi bosnya.Setelah sampai di depan ruangan itu,Romi menggerakkan tangan nya,mempersilahkan Adinda untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
Adinda menarik nafas panjang,dengan sedikit gemetar ia menyentuh gagang pintu itu lalu membukanya.
ceklekkk...
pintu terbuka,Adinda masuk ke dalam ruangan itu
dan..
degg,..
Adinda diam mematung.Jantungnya seolah berhenti berdetak untuk beberapa saat.Lelehan air mata itu mengalir di pipi wanita yang harusnya masih menikmati masa masa remajanya yang indah.Harusnya ia tidak menangis,bukankah ia sudah tau siapa dan seperti apa suaminya itu?
Adrian menatap tajam pada wanita yang baru saja tiba itu.Pria itu kini tengah duduk di sofa panjang bersama seorang wanita yang nampak begitu anggun dan sexy.Tangannya bahkan masuk ke dalam benda padat berisi yang tak ber BH itu.
Adinda kembali menangis tanpa suara.Walau bagaimanapun,ia juga seorang wanita.Ia akan terluka jika melihat suaminya berbuat demikian dengan wanita lain.
" siapa kau?berani beraninya masuk tanpa ijin...!"tanya Sheila dengan nada tak suka.
"minggir" ucap Adrian dingin.
"tapi sayang...."
"menyingkir dari hadapanku jala**..!“ucapnya dengan mimik wajah mengerikan
Sheila menatap Adrian kesal,ada rasa tidak suka disana,namun ia sadar,perkataan Adrian tidak bisa dibantah.Sheila pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Adrian bangkit,kemudian mendekati Adinda.
"apa yang kau lakukan disini?"
Adinda menatap nanar pada laki laki di hadapannya itu.
"aku kira kau masih punya hati mas..." ucapnya pilu.
Adrian kembali bergetar....
Adinda terus menatap netra hijau itu.Entahlah,apa yang ingin ia katakan.Harusnya ia tak perlu memaksakan diri untuk datang ke tempat ini,harusnya ia sadar posisinya,harusnya ia tak perlu seyakin itu untuk bisa meluluhkan hati Adrian yang begitu keras.
"pulanglah..." ucap Adrian dingin.
"tempatmu bukan disini"
"bukannya kamu yang meminta aku untuk kesini?"ucap Adinda menahan tangis
"untuk melihat ini?untuk melihat betapa hebatnya suamiku?"
"melakukan hal seperti ini dengan wanita lain?"tanya Adinda dengan banjir air mata.
" kau belum mengenalku Adinda...dan kau yang meminta untuk menjadi istriku"
Adinda memejamkan matanya,dadanya begitu terasa sesak.Ia benci kehidupannya.
"iya....aku belum mengenalmu.Dan aku bersumpah demi apapun...aku benci pernah mengenal laki laki sepertimu!" ucapnya penuh penekanan.
Adinda tertawa getir,tubuhnya.seolah menjadi lemah...membuat Adrian semakin bergetar.Tangan mungil itu terangkat,ia memukul dada Adrian yang tak berefek apapun bagi pria itu.Adinda terus memukul dada bidang itu,seolah melampiaskan kekesalannya.
Adinda merosot.Ia terduduk lemah di lantai.Ia sesenggukan meratapi nasibnya.Adrian memejamkan matanya.Netra hijau itu mengembun,ada perasaan iba di dalam hatinya.
"Romi..!" teriak Adrian.
Romi masuk dari balik pintu.
"saya tuan"
"bawa wanita ini pulang" ucapnya.
"baik tuan"
Romi hendak menarik tangan Adinda,namun tiba tiba Adinda bangkit.Ia mengusap air matanya.
"aku nggak mau pulang!aku akan tetap disini"
"apa maksudmu?"
Adinda menatap tajam pada pria itu.Tanpa berkata sedikitpun ia keluar dari tempat itu.
"Dinda!" teriak Adrian.
Adinda tidak peduli,Adrian mengejar wanita itu.
"Dinda kamu mau kemana?"
Adinda terus berjalan dengan cepat.Ia menuju sebuah meja bar dan memesan satu gelas minumal beralkohol.Bartender pun memberikan satu gelas wine untuk wanita itu.Adinda mengambil gelas tersebut dan hendak meminumnya,namun tangan besar Adrian menghentikan pergerakannya.
"apa yang kau lakukan?"ucapnya dingin dengan tatapan tajam.
" lepas!"ucap Adinda tak kalah dingin
"aku tidak suka dibantah"
Adinda melepaskan gelasnya,lalu mendorong pria gagah itu.
"aku juga nggak suka di giniin...!!" ucapnya sambil menangis
Adinda hendak merebut gelas di tangan Adrian namun Adrian menjauhkannya dari jangkauan tangan mungil istrinya.
"balikiiinn...!!"ucap Adinda sambil menangis.Namun Adrian tak menggubris,ia mengangkat gelas itu tinggi tinggi agar tak bisa di raih oleh istrinya.
plaakk.....
sebuah tamparan keras mendarat di pipi Adrian.Adinda menampar pipi suaminya itu saking kesalnya.
Adrian tak merespon.Dada Adinda naik turun,ia sangat membenci laki laki di hadapannya itu.
"apa salahku?" tanyanya lirih.
"kenapa kamu sekejam ini menghancurkan hidupku?"
Tangan itu kembali terangkat,ia hendak memberi tamparan yang kedua untuk Adrian,namun dengan sigap pria itu menarik tubuh mungil itu masuk kedalam dekapannya.Ia memeluk wanita itu dengan erat.Adinda meronta ronta dalam pelukan suaminya.
"lepas...!!"
Adrian tak bergeming.Ia terus memeluk wanita itu tanpa peduli dengan tubuhnya yang terus dipukuli Adinda.
"maaf" lirih Adrian.Tanpa sadar,air mata menetes di pipi pria itu.Adrian memejamkan matanya,mendekap tubuh mungil yang selalu di kasarinya itu dengan erat.Mencoba menenangkan istrinya yang kini menangis meraung raung dalam pelukannya......
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Eli Juwita105
wahhhhh
mas tAmA
2024-03-08
1
Mawar Lestari
ditunggu bucinnya
2023-11-26
1
Mawar Lestari
adu pria dari kutub utara sda mulai mencair hatinya
2023-11-26
1