"bukalah...."ucap Adrian sambil tersenyum,
Adinda pun mengulum senyum,sepertinya ia berhasil sedikit meluluhkan hati suaminya itu.
Tangan Adinda tergerak mengambil kotak tersebut,ia kemudian membuka kotak itu dan..............
.
.
.
" aaaaaakkkkkhhhhh.........."
.
.
hooeeeeekkkkk.....
Adinda melempar kotak kado itu menjauh darinya,seketika ia merasa mual.Adinda hendak bangkit dari kursinya namun secara cepat Farhan yang sudah berdiri di belakang nya entah sejak kapan itu menahan Adinda.
Adinda menangis ketakutan.Benar....Adrian memang gila....dia memang laki laki gila.
Adrian menyeringai,ia bangkit dari kursinya,lalu mengambil kotak kado yang berisi sepasang bola mata dan sepotong alat kela*** pria itu.Adrian menyandarkan tubuhnya di tepian meja makan tepat di hadapan wanita yang kini tengah menunduk sambil menangis ketakutan itu.
Adrian mengambil satu bola mata yang merupakan milik anak buahnya yang tewas kemarin.
Adrian mendekatkan benda itu ke wajah Adinda.Adinda pun menolak,ia memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri menghindari benda yang berusaha Adrian tempelkan di pipi wanita itu
seeettt.....
Dengan satu gerakan Farhan menarik rambut berbalut hijab itu kebelakang,membuat kepala Adinda mendongak keatas.
Adrian menempelkan benda menjijikkan itu ke pipi Adinda yang sudah sangat ketakutan.
"bagaimana sayang...kau suka dengan hadiahku?" tanyanya sambil terus memainkan benda itu di pipi Adinda.
"kau gila Adrian...!kau sinting..!dasar psycho...!!" umpat Adinda sambil terus menangis.
"hahahahah......." tawa itu menggelegar memenuhi ruangan tersebut.Adrian mengembalikan bola mata itu ke kotaknya.Farhan melepas kan cengkraman tangannya di rambut Adinda.Adrian kemudian duduk berjongkok di samping Adinda,menghadap ke arah wanita itu.Tangan kekar itu tergerak menyentuh ujung hijab Adinda,lalu memainkan nya.
"itu adalah hadiahku untuk mu sayang.Hadiah atas pemberontakanmu kemarin" ucapnya lembut namun terdengar sangat mangerikan.
Adinda menggelengkan kepalanya.Ia tak habis pikir.Kok ada manusia seperti itu di dunia ini.
Adrian meraba paha berbalut rok panjang itu,
"aku ijinkan kau kembali ke sekolahmu,tapi ingat...jangan macam macam,karena bisa saja besok kau akan melihat mata Joddy yang ada di kotak ini" ucapnya dingin dan mengerikan.
Air mata Dinda semakin luruh.Sumpah demi apapun ia sangat menyesal pernah bertemu orang gila ini.
Adrian bangkit,
"hapus riasan di wajahmu..!kau mirip seperti ja**ng dengan penampilanmu itu...!" ucapnya dingin lalu kembali ke kursinya.Adinda yang masih syok itupun segera menuju wastafel dan mencuci wajahnya.Padahal niatnya berdandan hanyalah untuk menutupi lebam di wajahnya.
Adinda kembali duduk di kursi itu masih dengan kondisi gemetar.
"cepat makan..!" ucapnya dingin
Adinda hanya menurut.Keduanya pun sarapan pagi bersama.
...****************...
Ferrari merah itu berhenti tepat di depan gerbang sekolah tempat Adinda menuntut ilmu.Adinda turun dari mobil yang di tumpanginya,begitu juga Adrian.Adrian dengan kacamata hitamnya berjalan di belakang Dinda yang sedari tadi hanya menunduk.Mau apa lagi dia?ngapain ikut turun??
Adinda berjalan dengan sedikit cepat.Tiba tiba....
"Dinda......" sapa Bella cs yang baru saja sampai di sekolah itu.Adinda menoleh ke arah tiga gadis itu.Bella,Fani,dan Tasya segera menghamburkan pelukan mereka pada teman barunya itu.
"kemana lo kemarin nggak masuk?" tanya Bella.
"iya....nggak ada lo sepi tauk..." ucap Tasya lebay.
Adinda hanya tersenyum,Akhirnya ia bisa berkumpul lagi dengan mereka.
"muka lo kenapa Din?" tanya Fani sambil hendak mengentuh ujung bibir Dinda,namun Dinda mengelak.
"iya...kok bonyok?" tambah Tasya.
"lo abis di pukulin?siapa yang mukulin lo?jahat banget....!"ucap Bella.
" eng..nggak kok....ini...."Adinda berusaha mengelak,namun bingung mau jawab apa.
"dia jatuh dari tangga" ucap Adrian yang sedari tadi berdiri mengamati para siswi itu.Pria itu melepas kacamatanya,lalu tersenyum ke arah para gadis itu.Bella cs sontak menoleh ke arah sumber suara itu.
Bella cs pun membelalakkan matanya,mulutnya sudah terbuka melihat siapa yang ada di depannya.Mereka ternyata tidak sadar bahwa sedari tadi Adrian berdiri di sana.
"omaigat.....Sya...cubit gue Sya....gue nggak mimpi kan..."ucap Bella sambil terus menatap kagum pada Adrian.
plaaakkk....
Tasya menampar pipi Bella.
" an**it...!gue nyuruh lo nyubit dodol...!bukan nampar...!gila lo"umpat Bella.
"bodo amat....dia ganteng banget..." ucap Tasya yang sudah meleleh melihat Adrian yang tersenyum manis ke arah mereka.
"ouuvgghh....senyumnya manis banget" imbuh Fani.
Ketiga gadis itu mendekati Adrian.Ia tak peduli dengan Adinda yang menatap mereka kesal.
"kak....boleh minta foto nggak"tanya Bella
"boleh"ucap Adrian sambil tersenyum.
Merekapun asyik bersua foto dengan model idolanya itu.Adinda menatap kesal pada ke empat makhluk itu.Apalagi Adrian yang sok manis,bahkan sesekali merengkuh pinggang teman teman barunya itu.
"andai kalian tau siapa dia,kalian pasti nyesel pernah nge fans sama dia" gumam Adinda.Adrian menoleh ke arah Dinda,ia tersenyum sinis melihat wanita itu yang nampak kesal.
Adinda berbalik badan,hendak menuju kelasnya meninggalkan para manusia yang lagi sibuk dengan urusan mereka sendiri itu.Saat sampai di depan pintu...
bugghh....
Joddy keluar dari kelas,tanpa sengaja mereka pun saling bertabrakan
Adinda mendongak,menoleh ke arah Adinda.
"Jod..." ucapnya lirih.
Kedua netra itu saling bertemu,untuk beberapa saat mereka hanyut dalam tatapan masing masing.
Adinda segera menunduk,menyembunyikan wajah lebamnya yang sudah terlanjur dilihat oleh Joddy.
"muka lo napa bonyok gitu?" tanyanya.
"nggak apa apa.Jatuh kemarin..." ucap Adinda sambil terus menunduk.
"oh..." ucapnya mengambang.
"aku masuk dulu Jod.." ucapnya
"iya..." Ucap Joddy lalu memberi jalan untuk Adinda masuk.
Joddy menatap ke arah kerumunan siswi yang ada di sana.Pandangan matanya langsung tertuju pada pria berbadan tegap yang menjadi pusat kerumunan para wanita itu.Adrian menatap tajam pada remaja tampan itu.Sedari tadi ia mengamati Joddy dan Adinda.Joddy tersenyum sinis.Entah kenapa,ia merasa tidak suka pada laki laki yang katanya om nya Dinda itu.Dengan satu gerakan,ia mengangkat tangannya dan menunjukkan jari tengahnya ke arah Adrian.Membuat laki laki dua puluh delapan tahun itu nampak murka.
Joddy mengangkat satu sudut bibirnya melihat ekspresi itu.Ia seolah merasa yakin.Ada sesuatu yang ditutupi dari Adrian dan Adinda.
Joddy kembali masuk ke dalam kelasnya,meninggalkan Adrian yang masih menatap bengis pada anak muda itu.
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***










***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Borahe 🍉🧡
Bener" Psikopat si Adrian. jd bener dia ngebunuh Jordi?
2025-01-29
0
Borahe 🍉🧡
wahh nantangin psikopat
2025-01-29
0
Lilisdayanti
ya ampun Om di kacangin sama Malika ya 😂😂
2023-11-03
3