Adinda semakin terisak,air matanya menetes semakin deras membasahi kain penutup matanya.Satu tangan Adrian tergerak,ia membuka ikatan penutup mata itu.Membuat Adinda kini leluasa menatap kamar dan pemiliknya itu.Sebuah kamar yang cukup luas dan mewah,namun terkesan seram dan gelap.Adinda bergidik ngeri melihat ornamen ornamen yang tertempel di dinding kamar pria itu.Terdapat beberapa tengkorak manusia,mulai dari kepala dan tangan,Berbagai senjata seperti pistol,pisau,samurai,dan sebagainya.
Adinda semakin gemetar ketakutan,saat benda lancip itu mulai menari nari di atas dadanya,seolah olah Adrian tengah menuliskan sesuatu di sana.Adrian menyingkap jilbab Dinda menggunakan ujung pisaunya,membuat identitas yang tertera di dadanya terlihat.
"Adinda Zahra" ucap Adrian.
Adinda memejamkan matanya,ia memalingkan wajahnya tak mau menatap pria menyeramkan itu.
"ya Allah....selamatkan hamba Ya Robb..." batinnya.
Adrian mendekatkan wajahnya ke telinga Dinda.
"kau sedang berdoa?" tanyanya berbisik tepat di telinga Dinda.Hal itu sontak membuat Dinda terkejut,bagaimana dia bisa tahu?apa dia bisa membaca pikiran orang?
"apa yang kau doa kan?"
"nyawamu?"
"atau kematianku?"
Adinda menggelengkan kepalanya cepat.
"lihat aku jika aku sedang berbicara" ucapnya dingin.
Adinda memberanikan diri untuk menoleh ke arah pria tersebut.
deg......
Jantung Adinda berdetak lebih cepat menatap wajah pria yang sebenarnya tampan,tapi nampak menyeramkan.
sreekkk...
Adrian membuka lakban di mulut Adinda dengan kasarnya,membuat gadis itu menjerit.Adrian masih menatap tajam wajah ketakutan itu,kini ia terfokus pada bibir mungil gadis cantik itu.
"apa kau takut?" tanyanya
Dinda mengangguk sambil sesengukan.
"kau jangan khawatir,aku tidak akan menjadikanmu p****ur....atau pun mengulitimu" ucapnya sambil terus memainkan pisau di wajah Adinda.Mambuat tubuh wanita itu semakin gemetar
"kau akan jadi peliharaanku disini" ucapnya lagi.
"selayaknya binatang peliharaan....kau akan selamat jika kau mengikuti semua perintahku...!jika kau berani melawan...maka kau akan jadi santapanku" ucapnya lagi dengan penuh penekanan.Ia berbicara tepat di telinga Dinda,membuat Dinda bergidik ngeri.
"apa kau paham...Adinda?" tanya Adrian.
Adinda mengangguk.
"jawab aku dasar bod*h...!" teriaknya sambil meremas pundak Adinda.
"aaakkkkhhh....." Adinda memekik.
"sakiiittt...." ucapnya sambil menangis.
"aku tidak suka jika pertanyaanku di abaikan"
"mm....ma..maaf..tu...tuan.." ucap Dinda.
Adrian tersenyum sinis.Ia kemudian membuka ikatan tangan Adinda.
Adrian bangkit.
"jadilah peliharaan yang baik.Jangan pernah membuat tuanmu marah...atau kau akan menyesal." ucap Adrian kemudian pergi meninggalkan tempat itu.Adrian keluar dari dalam kamar dan mengunci pintunya dari luar.
Di luar kamar....
Farhan dan dua orang pengawal sudah berjaga di depan pintu.
Mereka menunduk memberi hormat pada ketuanya itu saat Adrian keluar dari kamar.
"tetap awasi peliharaan ku.Jangan sampai dia kabur" ucap Adrian.
"baik tuan" ucap kedua pengawal berbadan besar itu.
"Farhan...ayo kita pergi..." ucapnya pada Farhan,asisten sekaligus orang kepercayaan Adrian.
"baik tuan" ucap Farhan
Adrian bergegas pergi meninggalkan tempat itu.Di ikuti Farhan di belakang nya.
Kedua pria itu menuju mobil yang terparkir di halaman rumah mewah milik Adrian.
Adrian Tama,28tahun,pria mapan yang berprofesi sebagai pemilik sebuah bar di kota itu,ia juga seorang ketua dari sebuah sindikat perdagangan manusia.Pria tampan yang dikenal bengis,kejam dan gila ini begitu sangat disegani di dunia pasar gelap.
Adrian kini tinggal bersama sang kakek setelah ayahnya meninggal dunia karena di bunuh oleh ibu kandungnya dan selingkuhannya.Ayahnya tewas saat usianya masih delapan tahun.Keluarga bahagia yang dulu ia miliki berubah seketika ketika ibunya mulai bermain api dengan laki laki lain.Ibunya, Berta,tega membunuh suaminya sendiri demi sang selingkuhan.Bahkan aksi itu terjadi di depan mata Adrian kecil.Aryan Tama,dibunuh dengan keji oleh Berta dan selingkuhannya,bahkan kedua manusia itu juga berniat menghabisi nyawa Adrian kecil,namun beruntung,Adrian berhasil dis selamatkan oleh William Tama,kakek Adrian.
William kemudian membawa Adrian pergi dari kota kelahiran Adrian lalu menetap di ibukota.Sang kakek begitu sangat menyayangi Adrian,ia selalu mencurahkan segenap kasih sayangnya pada cucu semata wayangnya itu.Namun dendam dan bayang bayang pembunuhan ayahnya itu kadung melekat di ingatan Adrian.Adrian tumbuh menjadi dua karakter yang berbeda.Ia selalu menjadi pribadi yang lembut dan penurut saat berada di samping William,namun berubah menjadi sosok yang kejam dan mengerikan bila sudah berada di luar rumah.Apalagi ketika sudah berhadapan dengan perempuan.Tidak ada kelembutan dalam dirinya.Ia sangat membenci wanita.Naluri membunuh,menyiksa,melukai,selalu muncul ketika ia berhadapan dengan wanita.Ia selalu bahagia dan merasa puas bila melihat wanita menangis di hadapannya.
"kita kemana tuan?" tanya Farhan
"pulang.." ucapnya singkat
"baik tuan."
Mobil itu segera bergegas meninggalkan ruman mewah yang menjadi tempatnya menampung wanita wanita hasil tangkapannya.
Kini mobil itu mengarah menuju rumah yang menjadi tempat tinggalnya bersama sang kakek.
Sekitar dua puluh menit,mobil itu sampai di sebuah rumah yang cukup besar.Sebuah rumah megah dengan pagar besi yang tinggi menjulang.Mobil itu mulai memasuki halaman rumah yang cukup luas tersebut.
Adrian turun dari mobilnya,ia segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamar sang kakek.
ceklek.....
pintu terbuka....
Dilihatnya pria tua itu tengah duduk di kursi rodanya sambil menatap keluar jendela membelakanginya.
Adrian mendekati orang yang paling ia sayangi itu,lalu memeluknya dari belakang...
"selamat siang,tuan William Tama..." ucapnya.
William tersenyum
"kau sudah pulang...?"ucap William sambil mengusap kepala cucunya itu.
Adrian tersenyum,lalu beralih duduk di sebuah bangku di samping sang kakek.
" kakek sedang apa?"
"hanya menikmati masa masa tua kakek dengan menikmati keindaham ciptaan Tuhan..." ucap William sambil menerawang menatap langit.
Adrian tersenyum.
"andai kakek punya cicit yang bisa kakek ajak bermain.." ucapnya lagi.
"suatu saat kek....Adrian hanya belum menemukan yang sesuai."
"yang seperti apa yang kau inginkan nak"
"yang bisa menyayangiku dan kakek" ucapnya singkat.
William menghela nafas.
"apa teman seprofesimu tidak ada yang menarik perhatianmu?" tanya William lagi.
Ya....selain pemilik bar,Adrian juga seorang model,itu hanya kedok yang ia gunakan untuk menutupi profesinya yang sesungguhnya.
"belum ada kek...tapi suatu saat Adrian pasti akan menemukan gadis yang sesuai dengan kriteria Adri "
William menarik nafas panjang...
"kakek sudah tua...tidak tau sampai kapan kakek bisa menunggumu untuk menikah.Kakek hanya ingin melihatmu bahagia di sisa sisa usia kakek"
"aku sudah bahagia sekarang,sangat bahagia.Aku sudah memiliki kakek sebagai keluarga ku..."
"nak....kau perlu pendamping...." ucap William tulus sambil memegang telapak tangan Adrian.
...----------------...
***HAI READERS....PERKENALKAN INI NOVEL KEDUA KU...JANGAN LUPA UNTUK DI LIKE,KOMEN DAN VOTE....
JANGAN LUPA JUGA UNTUK MAMPIR DI NOVEL PERTAMAKU ...
WANITA TANPA MAHKOTA...
TERIMA KASIH....🥰🥰🥰***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Borahe 🍉🧡
Halah perliharaan. Nnti bucin baru tau rasa lu
2025-01-29
0
Lilisdayanti
aqu udah baca tapi di novel lamaqu,,tapi aqu lupa banyak komentar ga yah 🤔karna aqu kalau udah serius baca jarang komen,, paling lek aja itu pun kalau inget 🤭jadi maaf ya athur 🤭
2023-11-02
3
mama yuhu
aku siap jadi peliharaanmu sayank😃😃😃
2022-10-21
1