Hari berganti hari.....
Pagi ini.....
04.00
Adinda tengah khusyuk menjalankan ibadah solat subuh yang selalu ia laksanakan.Istri dari Adrian Tama itu nampak ayu dengan wajah polos tanpa make up nya yang berbalut mukena putih polos.Ya....Dinda mendapatkan mukenah dari Romi saat pria itu memberikan baju baju untuk Adinda
Sejak pukul dua pagi ia tak beranjak dari sajadahnya.Setelah selesai melayani sang suami,Adinda segera membersihkan dirinya lalu melakukan sholat malam seperti yang biasa ia lakukan saat dirumah.
Adinda bersimpuh menyembah Yang Menciptanya,memohon kekuatan dan pertolongan dalam menghadapi ujian yang sedang menimpanya saat ini.Hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini,tidak ada yang bisa ia mintai pertolongan selain sang pemilik kehidupan.
Sedangkan di sampingnya,pria bernetra hijau itu tak henti menatap wanita yang semalaman ia koyak tanpa ampun itu.Adrian menyandarkan tubuhnya di ranjang sambil matanya tak pernah lepas dari pemandangan yang tersaji di atas sajadah itu.
Adinda selesai dengan ibadahnya,dilihatnya pria berkumis dan jenggot tipis itu.Adinda tersenyum.
"tuan sudah bangun?" tanyanya.
Adrian tak menjawab.Adinda paham,ia kemudian melipat mukena dan sajadahnya lalu meletakkannya di atas meja.Adinda kemudian duduk di sisi ranjang,ia juga tak tau apa yang harus ia lakukan jika ada Adrian.Karena biasanya Adrian datang hanya untuk meminta jatahnya,lalu pergi sebelum Dinda bangun.
Adrian menatap tajam pada wanita di hadapannya itu.Adinda berfikir.Hal apa yang biasa ibunya lakukan untuk papanya jika pagi hari.Adinda bertekad untuk berdamai dengan keadaan.Ia akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Adrian.Mencoba menerima semua baik dan buruknya laki laki itu,sambil terus berdoa semoga Tuhan meluluhkan hati seorang Adrian Tama.Karena mau berontak seperti apapun,pria itu juga tidak mungkin kan melepaskan Dinda.
Mau kabur dan lari dari Adrian?memangnya apa yang bisa dilakukan oleh gadis tujuh belas tahun di sarang psikopat gila yang dijaga oleh ratusan anak buah di setiap sudut rumahnya?
"emm...tuan mau mandi?saya siapin air hangat ya..." ucapnya.
Adrian masih tak menjawab.
Adinda mencoba tersenyum,
"aku siapin dulu..." ucapnya.
Adinda kemudian pergi ke kamar mandi,menyiapkan air hangat untuk suami kejamnya itu.Selesai ia kemudian kembali ke dalam kamar.Adrian masih tak berubah dari posisinya,ia menatap tajam ke arah pintu kamar mandi di mana Adinda keluar.
"airnya udah siap tuan..." ucapnya
Tak ada jawaban..
"saya siapin bajunya sekalian..." ucap Dinda kaku.Ia pun segera membuka lemari dan mengambil kaos serta celana jeans untuk Adrian.
Saat Adinda berbalik badan..
buuughh...
Adinda menabrak dada bidang itu yang entah sejak kapan berdiri di belakang nya.
Adinda mendongak...menatap wajah suaminya.Untuk beberapa saat,tatapan mereka saling terkunci.
"tuan...." lirihnya
"apa yang kau lakukan?" ucap Adrian dingin.Mata hijaunya menatap tajam ke arah wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya secara agama itu.
"saya hanya menjalankan kewajiban saya sebagai istri tuan" ucapnya sambil menunduk
Adrian tersenyum sinis.
"aku tidak butuh itu!kau hanya peliharaanku!pernikahan ini terjadi karena keinginanmu..!jangan mimpi untuk menjadi istri sungguhanku!"
"saya tau tuan...anda menikahi saya hanya karena agar anda bisa menjamah tubuh saya..." ucapnya bergetar,kini Adinda sudah mengangkat wajahnya,menatap dalam pada pria di hadapannya.
"silahkan....itu hak anda sebagai suami saya.Tapi saya mohon...izinkan saya mengabdi selayaknya seorang istri.Kalaupun suatu saat anda bosan dengan saya dan membunuh saya,setidaknya saya tidak mati sebagai istri durhaka karena lalai akan kewajiban saya" ucap Adinda dengan mata yang mulai mengembun.
Adrian terdiam,entah mengapa hatinya terasa teriris mendengar kalimat itu.Lagi lagi hatinya bergetar melihat lelehan air mata yang menetes di pipi mulus gadis itu.
Adrian membuang muka,menatap ke segala arah.
"terserah...!dasar bodoh..!" ucapnya kemudian bergegas ke kamar mandi.
Sebelum masuk ke kamar mandi.
"tuan...."
Adrian menghentikan langkahnya.
"apa saya boleh keluar kamar?saya ingin menyiapkan sarapan"
"terserah...tapi jangan coba coba kabur!atau kau akan menyesal!" ucapnya dingin.
"nggak akan..." ucap Adinda sambil tersenyum.
"makasih tuan..." ucapnya lagi kemudian bergegas pergi dari tempat itu.
Adinda bertemu Romi di luar kamar.
"mau kemana kau?"tanya Romi dingin
"saya hanya ingin menyiapkan sarapan..." ucap Adinda sopan.
Romi mengernyitkan dahinya.
"saya sudah minta ijin pada tuan Adrian,dia mengijinkan.Kalau anda tidak percaya,anda bisa tanya langsung." ucapnya lagi.
Romi hanya diam.Adinda tersenyum,ia kemudian bergegas menuju dapur yang ada di lantai bawah.Romi mengikutinya dari belakang,takutnya Peliharaan Adrian itu kabur.
Adinda sampai di dapur.Ia tersenyum bahagia melihat dapur mewah yang cukup luas itu.Adinda pun berjalan dengan riang menuju dapur itu,ia mulai mencari cari bahan makanan yang ada di dalam kulkas itu,kemudian mengolahnya.Tangannya bergerak dengan lincah,bibirnya terus mengulum senyum.Memasak adalah hobinya,semenjak di culik dan di sekap di kamar Adrian ia tak pernah lagi menyentuh pisau dan segerombolannya.Adinda memasak sambil bernyanyi ria,sesekali ia menggerakkan tubuhnya.Ia terlihat begitu bahagia hanya dengan melihat dapur.
Romi tak henti menatap wanita itu,tanpa sadar sebuah senyuman terbentuk dari bibirnya
sekitar lima belas menit,makanan pun siap.Adinda memasak nasi goreng spesial untuk sang suami pagi ini.
"selesai..." ucapnya dengan senyum manis setelah meletakkan nasi goreng itu di atas meja.
Adinda bergegas naik untuk memanggil sang suami.
ceklek....
pintu kamar terbuka...
Dilihatnya pria itu berdiri di balkon kamarnya dengan kaos dan celana yang ia siapkan tadi.
"tuan....sarapannya sudah siap...makan dulu.." ucap Adinda.
Adrian berbalik badan,ia mendekati Adinda,
"kau hanya akan membuang buang waktumu"
Adinda tersenyum,
"Allah yang akan mengetuk hatimu...aku hanya perantaraNya.." ucapnya dengan tatapan mata teduh.
Adrian terdiam.
"sarapan dulu mas..." ucap Adinda lembut diiringi dengan senyuman manis.
Jantung laki laki itu berdetak lebih cepat,ada sesuatu yang berbeda saat Adinda memanggilnya dengan panggilan itu.
"aku boleh kan...manggil kamu mas..."ucapnya.
Adrian tak bergeming.
Matanya terus menatap Adinda dengan tatapan yang sulit di artikan.
" sarapan dulu..."ucapnya.
Adrian memalingkan wajahnya.Ia kemudian pergi meninggalkan Adinda menuju meja makan.Adinda mengikutinya dari belakang.
Mereka pun berjalan menuruni tangga.
"selamat pagi tuan.." ucap Romi sambil membungkukkan badannya saat Adrian melintas di hadapannya.
Adrian tak menjawab.Ia kemudian duduk di salah satu kursi di meja makan itu.
Adinda mengambil piring yang berada di hadapan Adrian,lalu mengisinya dengan nasi goreng buatannya.Setelah itu kini giliran Adinda mengambil nasi untuk dirinya sendiri.Sepasang suami istri itupun makan bersama dalam keadaan hening.
Setelah selesai,Adrian bergegas untuk pergi meninggalkan meja makan dan memulai aktifitasnya sebagai Adrian Tama,seorang model professional.Tiba tiba...
"mas..." ucapnya,membuat Adrian menoleh kearahnya.
Adinda mendekat,ia meraih punggung tangan suaminya itu lalu menciumnya.
"hati hati..." ucapnya.
Adrian menatap tajam pada wanita itu..lalu..
seett...
Adrian mencengkeram dagu Adinda,mendekatkan wajahnya pada wajah wanita itu.
"kau ingin menggodaku dengan wajah polosmu hahh??!"
Adinda hanya menggelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya.Ia terlihat tenang,tidak ada raut ketakutan yang ia tunjukkan.
Adrian semakin memperkuat cengkeramannya.
"kalau kau ingin menjadi istri yang baik,datanglah ke bar ku nanti malam!kau akan tau bagaimana caranya menjadi istri yang baik untuk seorang Adrian!bukan dengan cara murahan seperti ini...!!" ucapnya dengan penuh penekanan,lalu menghempaskan wajah polos itu.Adrian kemudian pergi meninggalkan Adinda.
Adinda mencoba tersenyum,walau tak bisa di pungkiri,ia merasa sakit akan perlakuan Adrian tadi.Tapi ia tak boleh menyerah,ia harus kuat.Ia tak punya pilihan lain bukan??
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***

***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Mawar Lestari
ganti yg berkarisma yg ini keliatan dekil breokan
2023-11-26
2
Mawar Lestari
visual cowok nya jellek thor ga serasi
2023-11-26
1
mama yuhu
cakeppp dinda... kau dapat orang tua yg sangat baik dan bisa jadi panutan
semoga. buah kesabaran mu menghadapi Adrian bisa berbuat maniz rasa apel 😁😁
2022-10-21
1