Pria bernetra hijau itu keluar dari kamar mandinya dengan handuk yang dililitkan di pinggang.Setelah puas mencabik cabik istrinya dari sepulang sekolah hingga kini sudah hampir maghrib,kini Adrian bersiap hendak pergi ke rumahnya yang lain untuk menemui sang kakek.
Dilihatnya wanita yang meringkuk di atas ranjang itu masih menangis tanpa suara.Seolah pita suaranya sudah tak berfungsi lagi saking lamanya ia menangis saat ia digagahi dengan kasar oleh suaminya tadi.Hanya air mata yang tak henti mengalir dari pelupuk matanya dan pundak yang naik turun menandakan betapa ia terisak isak.Tubuhnya yang mulus kini sudah berubah menjadi penuh luka bekas cakaran dan cambukan.
Adrian mencoba tak peduli,ia memilih mengganti pakaiannya tanpa menoleh ke arah Adinda.Walaupun dalam hatinya ia juga merasa perih melihat kondisi Adinda yang begitu menyedihkan.Ada rasa bersalah dalam dirinya karena sudah bertindak di luar batas pada istri kecilnya itu.
Adrian telah selesai mengganti bajunya.Ia kemudian beranjak pergi meninggalkan kamar tersebut,namun saat hendak membuka pintu,ia menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke arah sang istri yang masih meringkuk itu.
Adrian mendekati Dinda,ia membuka laci nakas dan mengambil dua borgol yang ada di sana.Adrian memasangkan borgol itu di kaki dan tangan Adinda.
Adrian menatap wajah penuh luka itu,lalu membelai lembut rambut Adinda.
"jangan pernah memancing amarahku sayang....karena jika aku marah,aku bisa melakukan lebih dari yang kau pernah bayangkan." ucapnya pelan namun terdengar mengerikan.
Adinda tak merespon,pandangannya menatap kosong ke arah depan,air matanya tak henti mengalir.Seakan ia sudah tak peduli lagi dengan ucapan suaminya itu.
Adrian mendekatkan wajahnya pada wajah Adinda,berniat untuk mengecup kening wanita itu,namun Adinda menolak,ia menyembunyikan wajahnya ke dalam bantal sambil menangis.
Adrian menghela nafas panjang,sungguh....ia merasa perih saat ini,tapi ia tak boleh terlihat lemah.
Pria itupun bangkit,ia menarik selimut tebal disana dan menutupi tubuh polos yang terborgol itu dengan selimut tersebut.
Adrian pun segera pergi keluar kamar meninggalkan Adinda.
Di luar kamar...
Adrian mengambil ponsel yang ada di sakunya.
tuutt...tuutt....
"halo tuan..."ucap seseorang dari seberang sana.
" Farhan....cari tau semua nama murid yang berteman dekat dengan Adinda di sekolahnya.Terutama yang laki laki"
"baik tuan....akan saya selidiki" ucap Farhan.
sambungan telfon pun diputus sepihak oleh Adrian.Pria itu pun bergegas pergi meninggalkan rumah itu.
...****************...
Sementara itu,
di tempat lain...
Sepasang kakak beradik itu kini tengah bersantai sambil menikmati cemilan dan minuman di tepian kolam renang rumahnya.
"jadi Adrian itu model lo bang..."tanya Joddy
"ya...." jawab Marco singkat sambil memetiki senar gitar yang ada di tangan nya
Joddy manggut manggut.
"dia gimana sih orangnya?"
"ya nggak gimana gimana?emang gimana?" tanya Marco.
Joddy menenggak minuman yang ada di sampingnya.
"kok gue ngerasa ada yang aneh ya...."
"apanya?dia itu baik lo...jiwa sosialnya tuh tinggi.Dia itu selalu terlibat dalam penggalanagan dana untuk orang orang yang membutuhkan gitu,untuk korban bencana yang kek gitu gitu lah.Gue juga sempat dengar dia selalu jadi donatur tetap di beberapa panti asuhan.Keren deh pokoknya..." ucap Marco.
Joddy mencoba mencerna ucapan sang kakak.Ia merasa ragu dengan ucapan sang kakak.
"apa dia juga orang yang protektif?"
"maksud lo?"
"lu tau nggak...tadi di sekolah gue liat dia kek marah gitu lo bang gara gara dia lihat gue lagi ngisengin ponakannya"
Marco menghentikan aktifitasnya,ia menoleh ke arah Joddy.
"ponakan?"
"iya....ponakan dia"
"emang Adrian punya ponakan?"
Joddy mengernyitkan dahinya.
"temen gue bilang Adrian itu om nya.Dia selalu berangkat sekolah diantar Adrian" ucap Joddy.
"cewek pa cowok?"
"cewek.."
"cantik?"
"bangett" ucap Joddy semangat.
Marco nampak berfikir...
"kenapa bang?" tanya Joddy.
"setau gue Adrian itu yatim piatu,bapak nya meninggal pas dia masih kecil,sedang kan ibunya gue nggak tau sih kemana,tapi yang jelas setau gue dia cuma tinggal sama kakeknya.Gue baru tau kalau ternyata dia punya keponakan" ucapnya.
Joddy jadi semakin aneh...
Apa benar Adrian itu om nya Dinda,lalu kenapa Adrian terlihat begitu marah saat melihat ia mengerjai Dinda?apa dia tipe om yang seprotektif itu?
Joddy nampak berfikir...ia jadi penasaran,siapa Adinda sebenarnya.
...**************...
Pagi menjelang,.....
Di sebuah kamar luas yang dipenuhi ornamen ornamen bernuansa seram itu,Adinda menggeliat di atas kasur.Tubuhnya masih polos tanpa busana,hanya selimut tebal yang menjadi penutup tubuhnya.Sejak kemarin setelah Adrian memangsanya habis habisan ia sudah tak berbusana lagi,itu lantaran tangan dan kakinya yang di borgol,membuatnya tak bisa kemana mana.
Adinda menatap ke arah jam,..
06.00
harusnya ia sudah bersiap untuk berangkat sekolah jam segini,tapi ia yakin,Adrian tak akan mengijinkannya masuk sekolah hari ini mengingat betapa murkanya suaminya itu kemarin.
Adinda kembali menarik selimut dan kembali tidur,badannya masih terasa remuk.Terserahlah...mau sekolah kek mau nggak kek...bodo amat..!!dia sudah lelah dengan nasibnya...!
Sementara di sekolah...
Joddy nampak berdiri gelisah di depan pintu kelasnya.Matanya tak henti menatap ke arah gerbang sekolah..
Kemana dia?biasanya jam segini dia udah sampai di sekolah.Sudah hampir lima belas menit Joddy menunggu di depan pintu tapi Adinda tak kunjung datang juga.
Joddy masuk ke dalam kelas,ia mendekati Bella cs yang lagi asyik ngerumpi.
"Dinda nggak masuk hari ini?" tanya Joddy.
"tauk" ucap Bella cuek.
"gue minta nomor hp nya dong"
Bella menghela nafas panjang.
"Dinda itu nggak punya hp"
"what?nggak punya hape"
Bella mengangguk.
Joddy merasa semakin aneh.Hari gini remaja seusia Adinda nggak punya hp?padahal kan dia keponakan dari seorang model terkenal,masa nggak punya hp??
"lagian napa sih lo pagi pagi nanyain Dinda?lo naksir ya.....?" tanya Fani.
"berisik lu" ucap Joddy.
Joddy menghampiri Farah yang duduk manis di bangkunya.
"Farah...." ucap Joddy berirama lalu duduk di kursi yang biasa di duduki Dinda.
Gadis culun itu nampak tertunduk malu
"lo tau nggak Dinda kemana?"tanya Joddy.
Farah menggelengkan kepalanya.
" nggak tau "ucapnya.
Joddy menghela nafas panjang.Kemana wanita itu??
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***







***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Lilisdayanti
jangan macem²jod di cincang baru nyaho loh 🤭
2023-11-03
2
meE😊😊
gra2 km tuh jod niat ngisengin dinda mlah brujung penyiksaan buat dinda
2023-07-11
1
Lilisdayanti
jadi inget kisah amelia sama garbel,,
2023-05-07
1