Beberapa hari kemudian....
Siang hari ....
Disebuah panti asuhan....
Tuan William tengah duduk di sebuah kursi di ruang tamu panti itu,bersama dengan Adrian di sampingnya,mereka tengah berbincang dengan pengurus panti bernama ibu Hapsari itu.
"terima kasih pak William,mas Adrian,sudah berkenan memberikan santunan ini kepada anak anak panti.Kami sangat berterima kasih sekali dengan kemurahan hati pak William dan Mas Adrian.Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan mas Adrian dengan rejeki yang melimpah dan berkah.
"amin..." ucap William dan Adrian bersamaan.
"ini nggak seberapa buk,Alhamdulillah saya lagi ada rezeki,jadi sebagian saya sisihkan untuk anak anak panti ini" ucap Adrian lembut.
"wah....mas Adrian ini,masih muda,tampan,terkenal,murah hati lagi.Terima kasih banyak mas...bantuan mas sebagai donatur tetap di panti ini benar benar sangat membantu kelangsungan hidup anak anak di panti ini.." ucap ibu Hapsari.
Adrian dan William pun tersenyum mendengar pujian pujian itu.
Seorang wanita dengan postur tubuh bongsor datang membawa sebuah nampan dengan dua cangkir teh di atasnya.
Wanita itu mendekat ke arah Adrian dan William,hendak meletakkan teh itu di atas meja di depan kedua pria beda generasi itu,namun saat ia sudah mulai mendekat,ia tak sengaja menginjak ujung rok gamisnya,membuatnya hilang keseimbangan dan terjatuh.Teh yang masih panas itu pun sebagian tumpah mengenai kemeja dan celana Adrian.
buughh...
praangg...
"astagfirullah haladzim...!" ibu Hapsari memekik.
Wanita itu jatuh tersungkur di hadapan Adrian.
"maaf mas...maaf saya nggak sengaja " ucapnya,wanita bernama Susi itu mendongak menatap wajah Adrian.
deg....
Susi gemetar,Adrian menatapnya dengan tatapan tajam yang membunuh,membuat siapapun akan bergidik ngeri melihat nya.Susi merinding,ia tak pernah melihat tatapan se mengerikan itu.Itu seperti bukan Adrian yang dikenalnya,yang selalu bersikap dan berucap sopan saat berbicara pada orang lain.Yang memiliki tatapan mata yang teduh,tidak seperti yang ia lihat saat ini.
"mas Adrian nggak apa apa?" tanya ibu Hapsari.
Dalam hitungan detik,tatapan tajam itu berubah menjadi tatapan teduh,di iringi dengan senyuman manis dari pria berparas bule itu.
"tidak apa apa buk,lain kali hati hati ya mbak...." ucap Adrian lembut.Hal itu justru membuat Susi semakin di buat takut sekaligus heran..
"i...iya mas...maaf" ucap Susi kemudian pergi dari tempat itu dengan perasaan yang tidak karuan.
"mohon maaf ya mas..." ucap bu Hapsari
"nggak apa apa bu..." ucap Adrian santai.
Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka.
Di dalam dapur panti asuhan,Susi nampak syok dengan apa yang baru saja ia lihat.Adrian bukan seperti Adrian yang ia kenal.Laki laki itu nampak sangat mengerikan tadi.
Wanita berbadan bongsor itu masih gemetar,ia kemudian mengambil gelas kosong lalu mengisinya dengan air minum.
"mbak...ini...udah saya bikinin minuman yang baru,kamu antar lagi gih... " ucap Santi,teman Susi.
"kamu aja deh San yang nganterin...aku masih gemeteran ini"
"ah mbak ini.....gitu aja gemeter.Lagian mas Adriannya juga nggak marah kok mbak" ucap Santi.
Susi kemudian mendekatkan tubuhnya pada Santi.
"San....aku mau ngomong sama kamu"ucap Susi berbisik
"ngomong apa mbak.Kayaknya serius banget"
"kamu tau nggak...tadi itu mas Adrian lihatin mbak.Tapi tatapan matanya itu serem banget San...nggak kayak mas Adrian yang biasa kita kenal"
"ah....masa...!serem gimana?"
"tatapannya tuh kayak orang yang mau ngebunuh orang gitu San...!sumpah serem banget...."
"mbak ini ada ada aja...!mas Adrian kan orang baik,,,dia sudah jadi donatur tetap di panti ini.Dia bukan pembunuh mbak"
"tapi San......."
"udah ah....mbak Susi ngaco!buruan anterin...jangan lupa dibersihin itu bekas tumpahan minum tadi..."
"kamu aja deh yang anterin...mbak takut..."
"aku lagi masak mbak....bisa gosong nanti" ucap Santi.
Susi menghela nafas panjang....
"udah buruan..." ucap Santi.
"iya...iya..."
Susipun dengan berat hati kembali menghampiri para orang orang yang tengah berbincang itu.Susi melirik ke arah Adrian.Laki laki itu nampak berbincang bincang dengan ibu Hapsari juga tuan William.Ia Nampak kembali menjadi seperti sosok Adrian yang ramah dan baik hati.Tidak terlihat lagi wajah Adrian yang menyeramkan.
Susi berjalan dengan hati hati lalu meletakkan nampan berisi dua cangkir teh itu di atas meja di hadapan Adrian dan tuan William.
"silahkan tuan William,mas Adrian" ucap Susi dengan jantung yang masih berdebar debar.
"makasih ya mbak...." ucap Adrian lembut di barengi sebuah senyuman manis.
Susi menatap ke arah Adrian,bukannya senang,Susi malah merasa takut melihat senyuman itu.Susi segera menundukkan pandangannya.
"sama sama mas..." ucapnya gugup.
"permisi" ucap Susi kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"silahkan di minum tuan,mas..tehnya...maaf tadi ada sedikit insiden.Kemeja mas Adrian jadi basah" ucap bu Hapsari.
"nggak apa apa buk..." ucap Adrian santai.
Obrolan ketiga orang itupun berlanjut.Adrian mengeluarkan ponselnya saat bu Hapsari dan tuan William tengah sibuk berbincang.
Adrian segera menuju ke aplikasi yang terhubung langsung dengan cctv kamarnya itu.Dilihatnya di sana sang peliharaan tengah bersimpuh di atas sajadah sambil membaca Al Quran yang wanita itu dapat dari Romi kemarin.Seutas senyum terbentuk di bibir pria dua puluh delapan tahun itu.Ia jadi rindu pada wanitanya itu.Rasanya ia ingin segera pulang dan melampiaskan rindunya pada wanita tujuh belas tahun tersebut.
"tunggu aku pulang ja**ng...akan ku cabik cabika kau hingga kau menangis meminta ampun" batinnya
...****************...
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***
***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Lilisdayanti
🤔🤔🤔 uang apa ya yg di kasih kan 🤔
2023-11-02
1
Rara Kusumadewi
berarti orang panti di kasih uang haram ..kalau itu dari Adrian....
2023-10-02
1
meE😊😊
pada akhir y dgn kkuatan doa si adrian akn luluh jg..tp nth eps brp nunggu si adrian bner2 jd manusia
2023-07-11
1