Jam pulang sekolah...
Remaja tampan delapan belas tahun itu menuju parkiran motor,ia mendekati sebuah motor sport yang selalu menjadi tunggangannya.Joddy mulai menaiki motor sport biru dari pabrikan ternama itu.Tak lupa sebuah helm bertengger di kepalanya.Joddy mulai melesatkan motornya meninggalkan tempatnya menuntut ilmu.Saat di perjalanan dilihatnya sebuah mobil hitam mengikutinya dari belakang.Joddy berkali kali melihat mobil dibelakangnya itu dari kaca spion.Joddy mempercepat laju kendaraannya,namun mobil tersebut terus mengejar remaja tersebut.Aksi kejar kejaran pun terjadi.Joddy melajukan motornya sekenjang mungkin namun mobil itu mengejarnya tak kalah kencang.
Hingga saat berada di sebuah jalan yang cukup sepi...
sseeeeeetttt..
cciiiiiitttt.......
Mobil itu menyalip dan berhenti di depan motor Joddy dalam posisi melintang.Membuat Joddy mengerem setengah mati agar tak terjadi tabrakan.
Joddy mematikan mesin motor nya dengan perasaan jengkel.Ia melepas helm di kepalanya lalu turun dari motornya dengan perasaan emosi.
"woee....lu bisa nyetir nggak....?!!"bentaknya sambil menunjuk nunjuk ke arah mobil itu.
Tiga orang bertampang sangar dan bertubuh besar keluar dari dalam mobil.
Mereka berdiri berjejer,menatap penuh seringai pada remaja di hadapannya itu.
"siapa lo?"
"nggak penting siapa kami...yang penting adalah...kamu jauhi Adinda!atau kamu akan berhadapan dengan bos kami...!"
Joddy menyipitkan matanya mencoba memahami perkataan pria pria di depannya itu.
Sedetik kemudian Joddy tertawa sinis..
"memangnya siapa bos kalian?"tanya Joddy dengan nada meremehkan.
" Adrian?"
"kau hanya perlu menurut bocah!" bentak salah satu preman itu sambil menunjuk nunjuk wajah Joddy.
"kalau gue nggak mau?" tanya Joddy menantang.
"bilang sama bos lo....gue suka sama Adinda!dan gue akan dapetin dia!kalau emang dia jantan harusnya dia dateng ke gue...ngomong baik baik...kita bersaing secara sehat,bukan ngirim preman kek gini" ucap Joddy lagi.
"banyak omong lo...!serang....!!"
Aksi baku hantam pun terjadi antara Joddy dan tiga orang preman berbadan kekar itu.Untungnya Joddy punya basic bela diri yang cukup tinggi membuat ia tak begitu kesulitan saat meladeni aksi pria pria suruhan orang itu.
Cukup lama pertarungan itu berlangsung.Kini ketiga preman itu sudah terkapar di aspal dan meringis kesakitan.Joddy mengusap ujung bibirnya yang berdarah bekas tinjuan preman preman itu dengan ibu jarinya.
"bilang sama bos lo...!gue tungguin dia datang nemuin gue...!kita duel satu lawan satu!jangan bisanya nyuruh preman kek gini...BANCI...!" ucapnya lalu bergegas menuju motornya dan melesat pergi meninggalkan tempat itu.
...*************...
Di sebuah gudang lusuh di belakang rumah tempat penyekapan milik Adrian Tama...
Bugghhh......buugghhh......bugghhhh...
Pria bernetra hijau itu memberikan tinjuan yang cukup keras pada tiga anak buahnya yang baru saja melaporkan hasil kerjanya itu.
"dasar tidak berguna...!aku hanya menyuruhmu membawa anak kecil itu kehadapanku dan kalian gagal?!"
buggghhh.....
Sebuah tendangan keras mengarah pada salah satu preman itu membuatnya tersungkur ke lantai....
"ampun bos....dia sangat kuat bos...dia bahkan menyampaikan pesan ingin menantang bos duel katanya" ucap preman itu membuat Adrian semakin murka.
"haaaaahhhhh......!!!"
"bunuh dan congkel bola matanya....aku ingin menjadikannya pajangan di kamarku" ucapnya dingin pada beberapa anak buahnya yang ada di sana.
"baik tuan" ucap para anak buah serempak.
"tuan...jangan tuan...jangann..." ketiga preman itu meronta ronta minta di lepaskan.Sedangkan para anak buah Adrian itu terus menyeretnya ke ruang eksekusi yang masih berada di area gudang itu.
Adrian beralih menatap beberapa gadis hasil tangkapan terbaru anak buahnya.
"jadikan mereka pe**cur malam ini" ucapnya dingin sambil menatap tajam pada wanita wanita itu.
"baik tuan" ucap anak buah yang lain.
Adrian keluar meninggalkan gudang lusuh itu di susul Farhan yang selalu setia di belakang nya.
"Farhan....cari tau tentang si kepa**t Joddy itu,jangan sampai ada satu informasi pun yang tersisa"
"baik tuan" ucap Farhan.
Adrian berjalan menuju ke lantai atas dalam posisi masih berlumuran darah,ia bergegas menuju kamar dimana sang wanita peliharaan berada.
ceklekkk....
pintu terbuka.
Adinda masih dalam posisi dan kondisi yang sama seperti saat terakhir ia meninggalkan wanita itu.
Apa dia tidak lelah tidur meringkuk seperti itu selama lebih dari dua puluh empat jam?.
Adrian mendekati wanita itu.Dilihatnya makanan di atas nakas masih utuh,belum tersentuh.Padahal Romi sudah melepaskan borgol di tangannya agar ia bisa makan.
"apa kau mau mati konyol di sini Dinda?" tanya Adrian dingin.
Adinda tak merespon,jangankan menjawab,melirik Adrian saja tidak.Seolah raganya ada disini,namun tidak dengan sukmanya.
"Dinda jangan memancing emosiku lagi...!" ucapnya dengan suara meninggi.
Adinda masih tak menjawab.Wanita itu masih menatap kosong ke arah depan.
Adrian mengetatkan giginya.
seeett...
Adrian menarik selimut tebal itu lalu dengan satu gerakan ia membopong tubuh Adinda bak karung beras.Tak ada penolakan,tak ada perlawanan.Adinda hanya diam pasrah dengan apapun perlakuan suaminya itu.Hanya air mata yang kembali menetes,namun mulutnya tetap terkunci rapat.
Adrian membawa tubuh polos penuh luka itu ke kamar mandi.Lalu mendudukkan istri sirinya itu di closet kamar mandi.Adrian meraih shower dan mulai mengguyur tubuh putih bersih itu.Adinda masih tak bergeming.Membuat Adrian semakin kalut.Apa yang terjadi dengan istrinya itu,kenapa ia tak bereaksi sama sekali.Ada kekhawatiran dalam diri Adrian.Ia terus mengguyur tubuh ringkih itu.
Adrian mengambil sabun,lalu menggossokkannya pada tubuh Adinda.Adrian sengaja melakukannya dengan kasar pada luka luka di tubuh Adinda agar wanita itu merasakan kesakitan lalu bereaksi.
Namun tidak,Adinda masih diam seribu bahasa.Hanya lelehan air mata yang terus menetes dengan tatapan kosong yang mengarah lurus ke depan.
Adrian hilang kesabaran.Ia membanting kepala shower yang ada di tangannya,lalu dengan kasar mencengkeram dagu runcing itu.
"apa maumu j*l*ng?!!berani beraninya kau mengacuhkanku....!!" bentaknya di depan wajah Adinda.
Adinda masih tak bereaksi,
Adrian makin murka ia mencekik leher Adinda dengan kuatnya.Alih alih meminta dilepaskan,sebuah senyuman justru terbentuk dari bibir mungil itu,seolah ia mendapatkan sebuah kemenangan.Adinda memejamkan matanya,seutas senyuman lembur terbentuk dari bibirnya.
Adrian semakin dibuat bingung.Ada apa dengan wanita ini?harusnya kan dia menangis,kenapa malah tersenyum??
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***








***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
meE😊😊
krn adinda udh trllu lelah bang idup ama lo.. hidup tp serasa mati.. ya udh jalan satu2 y cuma pasrah prcuma brontak jg ga akn memutr keadaan
2023-07-11
2
mama yuhu
adinda kena trauma tuh
2022-10-30
1
Desyi Alawiyah
wahhh brani juga si Joddy 👏
2022-07-22
1