Adrian menarik kasar gadis belia yang terus memohon dengan wajah ketakutan itu menuju kamarnya.
"tuan...jangan...!!" ucapnya terus memohon.Namun Adrian tak peduli.
ceklekk...
pintu kamar terbuka....
buugghhh.....
Adrian melempar tubuh mungil itu ke lantai.
"tuan...ampun...!jangan...hiks..."ucap Adinda memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Adrian berjongkok,ia menyelipkan beberapa helai rambut Adinda ke belakang telinga gadis malang itu.
"jangan?bukannya kau yang menginginkanku menikahimu hemm?"
Adinda semakin ketakutan,sungguh,pria itu begitu mengerikan.
"tuan...hiks...."
"jangan menangis cantik...kita akan menikah...kau pasti akan bahagia menjadi istriku" ucap Adrian sambil mengeluarkan senyuman psychopath nya.
Adinda semakin ketakutan.
tok..tok...tokk...
pintu diketuk...
Romi datang dengan satu set kebaya putih lengkap ditangannya.
"ini kebayanya tuan" ucap Romi
Adrian bangkit,ia meraih kebaya itu lalu melemparnya ke wajah Adinda.
"pakai...!kau harus sudah siap dalam waktu sepuluh menit...!jika kau terlambat sedetik saja,maka akan ku pastikan kita akan melewati malam pertama kita di ruang tamu,disaksikan oleh para anak buahku...n" ucap Adrian dengan seringai mengerikan.
Pria itu kemudian pergi meninggal tempat itu disusul Romi dibelakangnya.
daarrr.......
pintu di banting dengan kerasnya,membuat Adinda terlonjak kaget.
Dinda pun segera melucuti lingerie nya dan memakai kebaya itu sambil berurai air mata.Menyedihkan sekali hidupnya...menikah dengan laki laki yang sama sekali tidak ia cintai,tak ada orang tua,tak ada sahabat yang mendampinginya.Adinda semakin sesenggukan.Ini bukan pernikahan impian nya.Dengan cepat ia memoles wajahnya dengan bedak seadanya.Ia tak mau membuat calon suaminya itu menunggu.Adinda bergerak dengan secepat mungkin,namun tiba tiba..
daaarrr.....
Pintu kamar kembali terbuka dengan kasar.
Adinda kembali gemetar...
"tuan..."
Adrian yang sudah rapi dengan kemeja putih dan celana hitam itu mendekat dengan wajah garangnya.Padahal ini belum ada lima menit.
"sepertinya kau memang ingin ku telanjangi di depan anak buahku Dinda" ucapnya dingin dan garang.
Adinda hanya menggelengkan Kepala dengan cepat.
Pria itu kemudian menarik tangan Adinda dengan kasarnya,membawanya turun ke ruang tamu dimana sang penghulu sudah menunggu mereka.
Adrian memaksa calon istrinya untuk duduk di sampingnya dengan kasar.Air mata Dinda tak terbendung,penampilannya acak acakan dengan make up yang belum selesai dan rambut yang tergerai bebas.
Adinda semakin ketakutan,sang penghulu menatap iba ke arah Adinda.
"apa kalian yakin akan menikah?" tanya sang penghulu melihat kondisi Adinda yang nampak tak baik baik saja.
"kau hanya perlu menikahkan tuan kami pak tua!setelah itu kau bisa pergi dengan selamat" ucap Farhan yang berdiri di belakang Adrian sambil menyodorkan pistol ke arah sang penghulu.Membuat laki laki lima puluh tahun itu ketakutan.
"ba...baik tuan.." ucap sang penghulu.
"kau...kau siap nak?" tanyanya lagi pada Dinda.Wanita itu tak menjawab,ia hanya mengangguk pelan sambil menunduk.
"ba...baiklah tuan...kita mulai..."
Sang pengulu pun mengulurkan tangannya,dan disambut dengan pasti oleh tangan kekar Adrian.
Sepuluh menit acara ijab qobul berlangsung,sepasang pria wanita itu kini sudah resmi menjadi suami istri yang sah secara agama.Dengan para anak buah Adrian sebagai saksinya.
Adinda menangis lagi.Sudahlah...hidupnya seolah sudah selesai.Ia sudah menjadi seorang istri dari laki laki yang sama sekali tak ia cintai.Laki laki yang telah memisahkan nya dari kedua orang tuanya.Laki laki kejam dengan sejuta misteri yang menyelimutinya.
Adrian bangkit,ia menarik kasar tangan mungil itu untuk bangkit.
"bawa pak tua ini pergi,dan pastikan dia tutup mulut atas apa yang baru saja ia lakukan" ucapnya.
"baik tuan" ucap Farhan.
Adrian menyeret Adinda menuju kamarnya.Adindapun bersusah payah berlari mengimbangi langkah kaki sang suami yang lebar.
ceklek...
pintu terbuka..
Tubuh itu kembali terlempar,kini ke ranjang king size dengan sprei abu abu disana.Adrian pun mengunci pintu kamarnya.
Adrian menatap garang ke arah Adinda yang ketakutan.Pria bernetra hijau itupun melepas kemejanya,ia kemudian naik ke atas ranjang,mendekati istri cantiknya yang nampak gemetar.
"jadilah istri yang baik sayang,puaskan suamimu sekarang...!" ucapnya sambil membelai pipi Adinda yang basah.
Adinda semakin menangis ketakutan.Ia merapatkan tubuhnya,meringkuk di atas ranjang empuk itu sambil terus mengatupkan kedua tangannya seolah memohon ampun pada laki laki bertato yang kini sudah resmi menjadi suami nya tersebut.
Adrian menggerakkan tangannya berjalan dari pipi lalu turun ke lengan lalu pinggang dan paha Adinda.Membuat gadis itu semakin gemetar ketakutan.
sreeeeekkkkkk..
kebaya putih itupun koyak ditarik paksa dengan tibs tiba oleh Adrian.Adinda pun kembali menangis.Pria itu meraih rambut Adinda dan mencengkeramnya kuat.
"selamat datang di nerakamu jal***..!" ucapnya dingin.
Dan terjadilah....
Adegan malam pertama...eh salah....siang pertama untuk sepasang suami istri baru itu.Adegan yang dipenuhi dengan tangisan dan rintihan dari sang istri menerima perlakuan kasar bak binatang yang dilakukan oleh sang suami.
...****************...
19:00
Adrian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan dipinggang.Setelah mencabik cabik sang istri sejak pagi hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.Adrian memutuskan menyudahi aktifitas panasnya.Di lihatnya Adinda yang tak sadarkan diri kini tengah meringkuk menyedihkan di atas kasur.Wajahnya sudah acak acakan karena lelehan keringat dan air mata.Kedua belah pipinya nampak memerah bekas tamparan bertubi tubi dari sang suami.Sudut bibirnya memar,dengan darah yang mulai mengering.Sementara badannya....ah sudahlah....
penuh dengan luka berwarna merah keunguan bekas gigitan binatang bernama Adrian Tama.
Tak jauh dari tempat tidur,tepatnya di atas lantai,sebuah kebaya putih yanh sudah tak berbentuk tergeletak mengenaskan disana.Selain itu juga terdapat beberapa benda yang menjadi saksi bisu betapa kejamnya permainan yang baru saja berlangsung.Mulai dari ikat pinggang,lakban,hingga borgol.
Sungguh....sebuah permainan yang begitu mengerikan bagi Adinda.
Adrian melangkah menuju lemarinya untuk mengganti baju,tanpa peduli dengan kondisi sang istri yang nampak mengenaskan.Yang penting wanita itu tidak mati,karena ia belum puas untuk menyiksa wanita itu.
Adrian selesai mengganti bajunya,lalu ia pergi meninggalkan kamar tersebuttersebut tanpa berucap sepatah katapun.
Saat keluar dari kamar itu...
"Romi..."
"saya tuan"
"carikan baju yang layak untuk wanita bodoh itu,berikan padanya saat ia sudah sadar"
"baik tuan"
Adrian segera pergi meninggalkan tempat itu bersama Farhan yang mengikutinya dari belakang.
Kedua pria itu menuju sebuah mobil hitam mewah yang terparkir di halaman rumah itu.
Farhan duduk di belakang kemudi,sedangkan Adrian duduk di kursi belakang.
"tuan..."
"hmm...."
"Gank Diavolo menawarkan kerja sama tuan" ucap Farhan.
Adrian hanya tersenyum sinis.
"mereka hanya mencari keuntungan"ucapnya
"mereka mengancam akan membeberkan tentang identitas anda di media jika anda menolak tawaran mereka"
"hmmhh...memang apa yang mereka tawarkan"
"penyelundupan narkoba"
"cihh....aku tidak mau"
"aku sudah cukup kaya dengan bisnisku yang sekarang!aku tidak butuh kerja sama!"
"bagaimana jika mereka benar benar melakukan ancaman mereka tuan?"
"kita habisi mereka sebelum mereka melakukannya.Aku punya rencana." ucapnya.
Perbincangan terhenti,Mobil itu terus melaju menuju bar milik Adrian.
...----------------...
***HAI READERS....PERKENALKAN INI NOVEL KEDUA KU...JANGAN LUPA UNTUK DI LIKE,KOMEN DAN VOTE....
JANGAN LUPA JUGA UNTUK MAMPIR DI NOVEL PERTAMAKU ...
WANITA TANPA MAHKOTA...


TERIMA KASIH....🥰🥰🥰***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Patmi Deseda
siang pertamanya hampir sama dengan tuan Leon, sadis
2023-11-20
3
Lilisdayanti
ini baru sadis 😥
2023-11-02
1
meE😊😊
bner2 sadia ni orang bkn pshycopath lgi ni mh udh trmasuk ibliss
2023-07-11
1