Ferrari merah itu melesat kencang membawa sepasang suami istri yang sedari tadi sibuk dengan pikiran mereka masing masing.Tidak ada obrolan,tidak ada perbincangan,membuat suasana di dalam mobil itu begitu hening.
Tak butuh waktu lama,mobil itu sudah sampai di rumah mewah yang menjadi tempat tinggal mereka.Adinda segera turun dari mobil,berlari masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya yang masih di dalam mobil hendak melepas sitbeltnya.Adrian menatap istrinya yang berlari meninggalkan nya.Seutas senyum simpul terbentuk dari bibir pria bertato itu.
Adrian segera turun dari mobilnya dan bergegas menyusul istrinya yang sudah lari duluan.
ceklek...
pintu terbuka...
Adrian masuk kedalam kamarnya.
Dilihatnya wanitu itu sudah meringkuk di dalam selimut sambil memeluk guling.Adrian tersenyum,ia menutup pintu kamarnya lalu mendekati ranjang king size itu.
Adrian naik ke ranjang,lalu memasukkan tubuhnya ke dalam selimut yang sama dengan Adinda.Adrian mendekatkan tubuhnya ke tubuh wanita cantik itu.Ia menghirup aroma sampo wanita itu lalu memeluk istrinya tersebut dari belakang.
"tidur yang nyenyak sayang...." ucap Adrian lembut,lalu mengecup pucuk kepala belakang Adinda.
Adrian pun memejamkan matanya dengan tangan yang memeluk erat wanita cantik itu.
Adinda yang tidur membelakangi Adrian itu meneteskan air matanya.Ia seolah seperti boneka yang dibuat mainan oleh Adrian.Kadang ia merasa sangat di sayangi,tapi kadang ia disiksa habis habisan.
Air mata itu luruh.Kenapa ia harus bertemu laki laki seperti itu.Dan kenapa harus pria itu yang menjadi suaminya.Pria yang harus ia hormati dan ia layani sepenuh hatinya.
Adinda menangis dalam diam,sebisa mungkin ia menahan agar suara tangisan tak keluar dari mulutnya.
Sedangkan di belakangnya,Adrian menatap nanar punggung wanita malang itu.Ia bukan orang bodoh yang tidak bisa mendengar suara isakan tangis yang coba di sembunyikan Adinda.
Hatinya kembali bergetar,ia merasa iba pada wanita yang harusnya ia siksa habis habisan itu.Ada perasaan bersalah dalam dirinya.Ia sudah menghancurkan masa depan seorang gadis belia yang harusnya masa depannya masih panjang.Dan bukan hanya itu,ia juga sudah membuat gadis itu tertekan akibat semua kekerasan yang ia lakukan pada wanita malang itu.
Adrian merasakan sesak di dadanya menatap pundak yang naik turun menahan tangis itu,ia semakin merapatkan tubuhnya,lalu mengeratkan pelukannya.Ia menghirup aroma rambut wanita itu...
"maaf...." ucapnya lirih
Tangisan itu bukannya mereda,justru malah semakin menjadi jadi.Hatinya justru terasa perih mendengar kalimat itu.Sekaramg pria itu begitu lembut,tapi entahlah besok.Tidak ada yang tau....
...****************...
Pagi hari,,
Dimeja makan....
Adinda sudah selesai dengan aktifitas mengolah bahan makanan nya.Setelah selesai menatanya di meja makan ia kemudian duduk di kursi meja makan tersebut,menunggu sang suami untuk turun.Tak seperti kemarin,ia lebih memilih menunggu Adrian di meja makan tanpa perlu repot repot mencarinya ke kamar.
Kurang lebih lima menit,Adrian terlihat menuruni tangga.Dilihatnya wanita cantik itu tengah duduk melamun menatap jendela besar yang terhubung langsung dengan kolam renang itu.
Adrian mendekati wanita itu lalu duduk di kursi tempat biasa ia makan.Ditatapnya Adinda,nampak jelas wanita malang itu menatap nanar ke arah kolam renang dengan pandangan yang kosong.Lelehan air mata tak henti menetes di pipi mulusnya.Entah apa yang sedang ia pikirkan sampai sampai ia tak menyadari bahwa suaminya sudah duduk di sampingnya sedari tadi.
"apa aku harus menunggumu selesai menangis baru aku bisa makan?" tanya Adrian dengan suara tegas,membuat Adinda terlonjak kaget.
Adinda tersadar dari lamunannya,ia pun menghapus lelehan air matanya.
"apa yang kau tangisi?" tanya Adrian dingin.
Adinda mencoba tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya.Hal itu membuat Adrian murka,ia tak suka ucapannya di abaikan.Mimik muka yang berubah jadi bengis itupun berhasil di tangkap oleh mata sembab Adinda,namun ia memilih untuk tak peduli.Ia kemudian mengambil piring di depan Adrian dan mengisinya dengan nasi dan pauk pauk.Adinda meletakkan makanan itu di depan sang suami.Kemudian ia pun mengambil nasi dan lauk pauk untuk dirinya sendiri.
"aku tidak suka di abaikan Dinda!" ucap Adrian penuh penekanan.
"aku juga tidak suka dikasari,aku tidak suka culik,aku tidak suka di maki maki,aku tidak suka suamiku main gila dengan perempuan lain" ucap Adinda menahan air mata,ia menatap tajam pada sang suami.
"aku tidak peduli" ucap Adrian dingin dengan tatapan yang mengerikan.
"lalu kenapa aku harus peduli dengan mu yang tidak suka di abaikan?" ucap Adinda berani dengan mata yang terus menatap tajam pada pria di hadapannya itu.
praaangg....
settt....
Adrian membanting sendok yang ada di tangannya hingga membentur piring dan terpelanting ke lantai.Dengan satu gerakan ia bangkit dan mencengkeram dagu istrinya dengan kuat.
"jaga ucapanmu....atau...."
"atau apa?!" ucap Adinda tak gentar.Mata sembab itu tak henti menatap tajam pada pria bertato itu.
Masih dalam cengkeraman tangan kekar Adrian,Dinda mengambil garpu yang ada di bangku.Ia kemudian meraih sebelah tangan Adrian dan membimbingnya untuk memegang garpu tersebut.
"bunuh aku..!" ucapnya dingin dengan sorot mata yang berubah sayu.
Adrian tak bergeming,ia menatap nanar wanita di hadapannya itu.
"kenapa diam??bunuh akuu...!!!" ucap Adinda berteriak tepat diwajah Adrian.
Pria itu mematung,cengkeraman tangannya melemah.Entah...apa yang ia rasakan sekarang.
"kenapa diam?kenapa?" tanya Adinda pilu.
Adrian menegakkan posisi tubuhnya.Ia berdiri menjauhkan wajahnya dari Adinda.
"habiskan makananmu...!setelah itu masuklah ke kamar...!jangan coba coba kabur."ucap Adrian yang kemudian pergi berlalu meninggalkan Adinda yang menangis.
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Borahe 🍉🧡
lah cepet banget luluhnya. ini kek mn ceritanya thor?
2025-01-29
0
Febri Lestary
mantAaaap thor
2022-08-24
2
Bian Albiansyah
satu kata tegang
2022-07-02
1