Adrian makin murka ia mencekik leher Adinda dengan kuatnya.Alih alih meminta dilepaskan,sebuah senyuman justru terbentuk dari bibir mungil itu,seolah ia mendapatkan sebuah kemenangan.Adinda memejamkan matanya,seutas senyuman lembut terbentuk dari bibirnya.
Adrian semakin dibuat bingung.Ada apa dengan wanita ini?harusnya kan dia menangis,kenapa malah tersenyum??
"selamat tinggal kehidupan yang menyedihkan" batin Adinda
Adinda merasa lebih baik jika harus mati,setidaknya ia akan terlepas dari neraka dunia ciptaan Adrian ini.
Adrian menyeringai,ia seolah tau apa yang ada dalam pikiran istri kecilnya,
bugghhh...
Adrian melempar tubuh istrinya ke lantai.
"jangan mimpi untuk bisa mati semudah ini Dinda!" ucap Adrian.
Dinda yang tersungkur ke lantai pun mendongak ke arah sang suami.
"dia benar benar bisa membaca pikiranku?"
"cepat mandi!!jangan memancing kemarahanku lagi" ucap Adrian kemudian melepas pakaiannya yang kotor terkena darah sang anak buah yang ia pukuli tadi.
Adrian berdiri di bawah guyuran air shower sambil terus menatap Adinda yang masih terduduk di lantai.
" dasar setan sinting...!"umpat Adinda kesal menatap pria yang berdiri angkuh dalam kondisi tel**jang bulat itu.
Adinda meringsut membelakangi Adrian.Sedari tadi ia memasang mode diam berharap pria itu akan kasihan dan mulai luluh hatinya.Namun alih alih luluh,ia malah hampir mati di tangan suaminya sendiri.
Adinda benar benar bingung bagaimana cara menghadapi laki laki itu.Di halusin nggak luluh,dikasarin malah kek kesetanan...gimana tuh???
Tak butuh waktu lama,Adrian selesai dengan mandinya,ia mengambil sebuah handuk yang tergantung disana lalu melilitnya di pinggang untuk menutupi bagian tubuh bawahnya.
"mandilah bodoh...!kau sangat menjijikkan...!"ucap Adrian kemudian beranjak pergi dari tempat itu.
daaarrr....
Adrian membanting pintu kamar mandi,membuat Dinda terlonjak kaget.
Adinda menipiskan bibirnya.Ia kemudian bergegas menuju ke bawah shower untuk membersihkan dirinya.Ia tak henti henti mengumpat pada laki laki gila itu.
Adinda hanyalah remaja putri yang belum dewasa pemikirannya.Harusnya saat ini ia masih menikmati masa masa putih abu abunya kan?bukannya harus mengabdi sebagai istri dari pria gila itu.Dia hanya remaja yang masih labil,belum bisa menentukan sikap.Awalnya ia ingin bersikap pasrah,menerima setiap perlakuan Adrian padanya sambil berharap pria itu akan berubah secara perlahan suatu saat nanti.Namun setelah ia mendapatkan perlakuan kasar dari Adrian kemarin,kini ia kembali merubah sikap.Ia merasa sakit hati dan kecewa pada perlakuan dan perkataan kasar Adrian yang ia kira sudah mulai melunak hatinya.Ia tak mau lagi menjadi penurut!ia tak mau lagi jadi istri yang baik untuk laki laki yang tidak baik itu.Ia akan berontak!ia akan melawan laki laki itu.Adinda bertekad untuk itu.
Jam makan malam....
Adinda turun menuju meja makan.Dengan sweater baby pink dan hot pants jeans rawis warna biru muda ia berjalan dengan kesal menuruni tiap anak tangga di rumah berlantai dua itu.Di sana sudah ada Adrian yang menunggunya,juga Farhan yang setia berdiri di belakang tuannya.
Adinda mendudukkan bo*ong nya di kursi di samping Adrian dengan kasar.Wajahnya masih cemberut.Ia bahkan tak menoleh apalagi menyapa pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
Adrian menaikkan satu sudut bibirnya melihat ekspresi istrinya tersebut.
Adinda bangkit,ia mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.Tak seperti biasanya ia selalu melayani makan suaminya terlebih dulu.Ia seolah tak menganggap Adrian ada di sana.Adrian melotot melihat aksi sang istri.Begitu juga Farhan.Berani sekali anak kecil ini?.
Adinda tak peduli dengan tatapan tajam yang mengarah pada dirinya.Meskipun dalam hatinya ia juga sedikit takut dengan aksi nekatnya itu.
Adinda mencoba cuek.Ia segera memakan makanan nya dengan lahap,tanpa mau melihat ke arah Adrian yang sedari tadi menatap nya tajam.
Setelah selesai...
" sudah kenyang?"tanya Adrian dengan mata yang tak lepas dari Adinda.Adinda hanya melirik sinis ke arah pria bernetra hijau tersebut.
"suamimu lapar sayang,bisa tolong ambilkan makanan untukku?" tanyanya santai sambil mengangkat piring dan menyodorkannya pada Adinda.
Adinda menghela nafas panjang,ia bangkit lalu meraih piring itu dengan kasar.
"terima kasih.." ucap Adrian sambil tersenyum.
Adinda mengisi piring itu dengan empat centong nasi dan lauk pauk dengan porsi kuli membuat piring itu menggunung di penuhi nasi,lalu ia mengambil sendok yang ada di atas meja dan meletakkannya di piring tersebut.
Adinda meletakkan piring itu di depan Adrian dengan kasar,membuat sendok itu terpelanting jatuh ke meja.
Adrian tersenyum sinis mendapatkan perlakuan seperti itu.Cukup berani juga istri kecilnya ini.
Adinda menatap Adrian dengan tatapan kesal,ia kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan reaksi Adrian.Dinda segera menuju kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam.Sungguh,sebenarnya ia sangat takut melakukan hal demikian pada pria gila itu.Tapi ia tak bisa menyembunyikan kekesalannya.Ia sudah berniat untuk berontak bukan,itu adalah salah satu bagian dari aksi pemberontakannya.Adinda mencoba acuh dan menghiraukan rasa takutnya,ia segera mematikan lampu kamar lalu bergegas untuk tidur.
...****************...
04.00
Kumandang adzan subuh menggema memecah sunyinya malam.Wanita bersuami itu menggeliat di atas ranjang king size nya.Matanya masih berat untuk terbuka,seolah terlalu nyaman untuk melanjutkan mimpi mimpinya.Adinda memeluk guling yang berada di sisinya.Ahh....nyamannya.Tidur sambil memeluk guling seperti ini memang membuat siapapun akan betah untuk berlama lama di atas kasur.
Tapi tunggu....
kok keras?harusnya kan guling empuk?
Adinda yang masih memejamkan mata nya itu menggerakkan tangannya meraba benda yang selalu ia peluk saat ia tidur.Kok bentuknya aneh?
"kok jadi gede banget gulingku?" gumamnya dengan mata yang masih terpejam
Adinda menggerak gerakkan pahanya yang mengapit gulingnya itu.Kok ada yang..........?
Adinda dengan cepat membuka matanya .Ia mendongak ke atas,dilihatnya pria bertato itu menatapnya dengan tatapan nakal.Adinda membelalakkan matanya.Kenapa dia ada di sini?harusnya kan dia tidak bisa masuk?
Dengan cepat Adinda bergerak mundur mencoba menjauh dari sang suami,namun belum sempat ia turun dari ranjang Adrian sudah menarik tangannya membuat ia kembali terjerembab ke atas kasur.
Adrian mengubah posisinya,kini ia sudah mengungkung Adinda di bawahnya.
"sudah bangun sayang?" tanya nya.
Adinda tak menjawab,ia menatap laki laki di atasnya itu dengan tatapan benci.
"jangan menatap ku seperti itu Dinda...kau sudah terlalu sering menguji kesabaranku!"
"minggir.." ucap Adinda dingin.
Adrian menyeringai....
"kau berani berkata begitu padaku?"
Satu tangan Adrian tergerak mengusap wajah Adinda,wanita itu pun memalingkan wajahnya....
"kurasa aku terlalu baik padamu akhir akhir ini,makanya kau jadi pembangkang seperti ini" ucapnya dengan jari jemari yang terus bermain di pipi Adinda.
Adrian mengusap ujung bibir Adinda yang masih terlihat lebam.
"mana janjimu yang katanya akan menjadi istri yang baik hemm?"
"mana pertolongan Tuhan mu yang katanya akan melembutkan hatiku?"
Adinda menatap tajam ke arah pria itu.
"untuk apa aku susah susah menjadi istri yang baik untuk orang gila sepertimu?!" ucap Adinda dingin dengan mata yang menatap Adrian penuh kebencian.
Adrian menyeringai....
"Akhirnya kau sadar juga bahwa aku gila" ucapnya santai.
Adrian menjauhkan tubuhnya dari Adinda kemudian keluar dari kamar itu,namun saat ia sampai di depan pintu.
"bersiap siaplah.Kau harus sekolah hari ini" ucapnya kemudian pergi keluar kamar.
Adinda memiringkan kepala nya,sampai saat ini pun ia belum bisa memahami watak asli suaminya itu.Kadang baik,kadang menyeramkan,kadang kejam,kadang lembut....entahlah...
...****************...
06.00
Adinda turun dari kamarnya dengan seragam dan tas sekolahnya.Wanita bersuami itu nampak menggunakan sedikit riasan bedak dan foundation di wajah manisnya
,tak seperti biasanya yang hanya menggunakan pelembab dan lip balm.
Adinda duduk di kursinya masih dengan mode cemberut.Adinda menyipitkan matanya,di lihatnya sebuah kotak kecil seperti kado yang terletak di samping piring yang berisi nasi goreng.
"apa ini?dia memberiku kado?tanda permintaan maaf kah?"batin Adinda menerka.
Seutas senyum terbentuk dari bibir mungil itu.
" selamat pagi sayang"ucap Adrian lembut sambil menatap Adinda dengan tatapan lembut.
Adinda tersenyum tipis.
"aku punya sesuatu untuk mu..." ucapnya sambil menunjuk kotak kecil di hadapan istrinya itu.
Adinda mengulum senyum.
"semoga kau suka...." ucapnya lagi
"bukalah...."
Tangan Adinda tergerak mengambil kotak tersebut,ia kemudian membuka kotak itu dan..............
dan apa pemirsyaaahhhhh.......???
tunggi besok pagi......
jangan lupa like vote komentnya biar besok semangat😍😍😍😍😍
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***









***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
TERIMA KASIH😍😍😍😍***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 329 Episodes
Comments
Lilisdayanti
hahahaha 😂😂🤭 wkwkwk 👁️
2023-11-03
2
meE😊😊
lahh aku aja yg udh emak2 ldang msih brsikap labil aplg dinda yg bru 17th.. dmna masa2 mncari jati diri.. mncoba ssuatu hal yg baru..masa2 dmn ingin tau n berontak
2023-07-11
1
mama yuhu
pasti biji. mata preman kemarin tuh
2022-10-30
1