Jangan Menangis

🌺🌺🌺

Kini sepasang insan itu bertandang ke sebuah Restorant untuk memanjakan para cacing-cacing di perut peliharaan Bulan. tak hanya dia, ternyata Guntur juga merasakan hal yang sama. mengingat sang mentari yang sudah sejengkal kepala, menuntun keduanya untuk menikmati makan siang sebelum kembali ke Apartemen.

"Apa yang kalian bicarakan?" Guntur membuka suara setelah cukup lama membisu diantara keduanya

"Tentang perusahaan keluargaku." jawab Bulan seadanya, pelayan datang membawa pesanannya keduanya. tak berselang lama ia pun pergi, Guntur kembali mencercanya

"Ada apa dengan perusahaan mu?" Guntur merasa tertarik membahas hal ini

"Mami yang memegang kendali dan selalu lalai dalam mengurus perusahaan. para pegawai juga kurang suka hingga mereka menginginkan aku untuk mengambil alih perusahaan."

"Emang kamu bisa?"

"Ck! sepele! aku udah pernah magang di Perusahaan lain, ditambah lagi belajar memegang kendali jabatan CEO di Cakrawala, tentunya sebelum Papi meninggal. sampai Papi memberi wasiat kepada aku memegang perusahaan. tapi--Mami tidak setuju, dia malu pemimpin Cakrawala memiliki wajah buruk sepertiku." jelas Bulan panjang lebar

"Kau cantik, kenapa tidak lakukan oplas saja supaya luka itu hilang?"

"Hmmm ..." Bulan hanya mengulum senyum, ia malas melanjutkan obrolan ini. ia meraih pisau dan garpu untuk memulai santapan siangnya

"Katakan!" gertak Guntur, ia terlanjur ingin tahu

Bulan mendongak, "Lupakan saja, apa pedulimu? terlalu ikut campur."

"Wow, berani ya!"

"Eh, bukan gitu maksudku." Bulan menggeleng, ia sudah salah ngomong kepada lelaki ini

"Jadi katakan, kenapa tidak oplas saja lalu beresin perusahaan mu!"

"Kamu tau, saudaraku senang aku memiliki wajah seperti ini, karena dengan seperti ini kekasihnya tidak melirikku lagi." ujar Bulan

Guntur mengeram mendengarnya, sungguh malang sekali nasib perempuan dihadapannya. "Oh, dia memanfaatkan wajahmu?"

Bulan mengangguk, ia terpaksa membuka aib keluarganya pada pria ini.

"Ya, kekasihnya ganjen padaku, selalu menggodaku sampai kakakku memergoki kami. dan--kecelakaan itu penyebab wajahku terkena semburan ledekan mobil, Papi meninggal didalam sana." Bulan menunduk, air matanya mengucur deras menceritakan hal ini padanya

"Maaf, Bulan, jangan menangis." Guntur terenyuh, ia bangkit berdiri ingin berpindah posisi duduk disamping wanita itu, memberikannya pelukan untuk menenangkan wanita ini. entah kenapa hatinya juga turut sedih dan berduka, sejak Bulan menawarkan dirinya untuk menjadi teman, telah berhasil mengurangi sikap tak berempati pada diri Guntur. mungkin benar, dengan cara menyalurkan rasa sakit yang terpendam, sedikit demi sedikit perasaan kita menjadi lega dan tenang.

Apalagi nasibnya dan Bulan hampirlah sama, walau berbeda kasus. hingga ia dapat merasakan sakit yang diderita oleh wanita ini. dan--naluri kemanusiaannya pun muncul saat betapa rapuhnya diri wanita kuat nan tegar ini

"Tidak apa-apa, bukannya kita teman? harus berbagi cerita tentang kesulitan, bukan? aku lega sudah menyalurkannya padamu." Bulan mengulum senyum, Guntur cepat-cepat menyeka air matanya

"Ya, bukan teman lagi." sahut Guntur

"Lalu?" Bulan mengernyit heran

"Teman tapi mesra, teman penghangat ranjang." bisiknya, Bulan terpelongo mendengarnya, sungguh membuat Bulan tersipu malu

"Mesum! aku mau makan." protes Bulan, ia kembali menyentuh santapan siangnya, begitu pula dengan Guntur

Guntur menatap lekat wajah cantik wanita dihadapannya, manis, natural dan sederhana, apalagi ia adalah wanita yang tegar, penurut, walaupun gampang tertindas oleh orang lain. termasuk yang telah Guntur perbuat padanya. Guntur kembali teringat akan perbuatan jahanam dari kakak sang wanita ini, tiba-tiba tangannya mengepal menahan amarah.

Puas menghabiskan waktu diluar, kini keduanya telah tiba di Apartement.

"Nggak balik lagi ke tempat kerjamu?"

"Besok saja, capek." jawabnya

"Emang kerja apaan?" tanya Bulan, mendudukkan tubuhnya disamping Guntur

"Menyiksa tawananku."

Bulan menggigit bibirnya, meringis ngilu membayangkan hal itu. "Apa mereka berbuat kesalahan? apa tidak bisa dimaafkan saja?"

Guntur menoleh menatap Bulan. "Hanya kata maaf tidak membuat mereka jera, setidaknya harus dikasih pelajaran agar tidak berbuat kesalahan fatal, apalagi merendahkan orang."

"Iya, tapi tidak sampai membunuh juga, ada saatnya kejahatan kamu diketahui oleh pihak berwajib. apa kamu nggak sayang sama Papamu? beliau sudah tua dan sekarang menggantikan posisimu di perusahaan hanya karena--depresi. seharusnya segera diobati, bukan melakukan hal seperti itu."

Guntur menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Tenang saja, aku konsumsi obat penenang." ucapnya

Guntur beranjak berdiri ingin ke kamar, ia merasa mulai ngantuk setelah meminum pil penenang saat diperjalanan menuju lokasi yang Bulan singgahi bersama pria itu. hanya obat itulah yang mampu menenangkan dirinya agar tidak berbuat kebrutalan.

Bulan menggeleng-gelengkan kepala melihatnya, lelaki ini sangat keras kepala dan tidak menerima masukkan yang ia berikan. ya, Guntur sangat pendirian, apa yang sudah ia lakukan dari awal akan tetap berlanjut sampai dirinya merasa puas.

Bulan merebahkan tubuhnya yang lelah seharian ini diatas ranjang, menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih tanpa noda. seketika ia teringat akan dirinya, ia yang jelek dan telah dinodai tidak akan bisa menjadi seperti plafon itu. Bulan memejamkan keduanya matanya, tiba-tiba ia merindukan adiknya di Amerika sana. tanpa terasa gadis itu terlelap, mulai melalang buana ke alam mimpi yang indah.

🌺🌺🌺

Terpopuler

Comments

Fenty Dhani

Fenty Dhani

TTM😍

2023-03-10

1

Mr.VANO

Mr.VANO

korban berikutny kakk ny bulan yg jahat itu

2022-05-27

0

nadhira jingga

nadhira jingga

kalau bucin beneran guntur gimana ia😊🤔

2021-12-11

2

lihat semua
Episodes
1 Incaran Dalam Genggaman
2 Kehormatan Terenggut
3 Pria Tak Punya Hati
4 Apa Kamu Pemakai?
5 Mendatangi Tawanan Di Markas
6 Dikawal Majikan
7 Naluri Seorang Ayah
8 Pil KB
9 Anggap Saya, Temanmu
10 Dia Kesambet Apa?
11 Do'a Bulan Untuk Guntur
12 Aku Minta Imbalan
13 Hanya Sedikit Depresi
14 Misi Penculikan
15 Klub Malam
16 Ke Markas Ditengah Hutan
17 Ingin Bermain Denganmu
18 Berjumpa Dengan Stev
19 Tidak Dengan Lelaki, Bulan!
20 Jangan Menangis
21 Kau Adalah Milikku
22 Menikahlah ...
23 Terungkap Segalanya
24 Mencelakakan Diri
25 Mencemaskan Putri Sulung
26 Seperti Putri Salju
27 Aku Bukan Psikopat!
28 Mencari Bulan Yang Hilang
29 Menikahlah Denganku!
30 Ada Diatas Kuasaku
31 Percintaan Diatas Hujan Deras
32 Ancaman Lewat Rekaman
33 Jiwa Kita Tertukar
34 Tidak Ingin Perpisahan
35 SAH!
36 Wanita Tidak Normal
37 Rooftop Hotel
38 Dinner Romantic
39 Wujud Pembalut Seperti Apa?
40 Ingin Menikmati
41 Bunuh Saja Aku
42 Setan Akan Minggat
43 Menggoda
44 First Night Halal
45 Rendang Menggiurkan
46 Tidak Tahu Tempat!
47 Berenang
48 Calon Mama Baru
49 Ingin Menyelidikinya
50 Pengintaian Pertama
51 Jangan Sampai Tertarik
52 Menjadi Mainan Mereka
53 Salam Perpisahan
54 Kegelisahan Dan Ketakutan
55 Cerita Bulan
56 Ada Maunya Dibalik Kebaikan
57 Kabar Buruk
58 Restu
59 Berdebat
60 Pernikahan Kedua
61 Kemurkaan Bintang
62 Otakmu!!
63 Aku Jadi Ingin
64 Bertemu Sugar Daddy
65 Demam
66 Kabar Nona Muda
67 Tamu Tak Diduga
68 Kau, Aku Hukum
69 Permintaan Yang Aneh
70 Kantor Polisi
71 Mengandung
72 Sebenarnya ...
73 Obrolan Haru
74 Tidur Di Penjara
75 Berpisah
76 Membela Suaminya
77 Luka Yang Tersimpan
78 Serangan Jantung
79 Mengambil Alih Perusahaan
80 Memimpin Rapat
81 Bisa Maafkan Mami?
82 Kasur Empuk Daripada Lantai Sel
83 Jenguk Dedek
84 Tugas Negara Berhasil
85 Hamil 2 Bulan
86 Keceplosan
87 Terpojokkan
88 Muntah
89 Penyakitnya Telah Berpindah
90 Muntah (2)
91 Surat Pengadilan
92 Om Pecat Aku?
93 Sidang Pidana
94 Debat
95 Perpisahan
96 Gardener Penebar Benih
97 Demi Keripik Pisang
98 Cemburu
99 Jealous Karena??
100 Rencana Jitu, Menyogok!
101 Pulang
102 Pagi Yang Murung
103 Sekalian 50 Juta
104 Kepercayaan
105 Check Up
106 Rencana Pulang Lagi
107 Nakal
108 Adik-Adiknya
109 Frontal, Non Filter
110 Masuk RS
111 Mentari Kemana?
112 Jamuan Makan Malam
113 Seperempat Abad
114 Suamiku Brondong 2 Hari
115 Dalam Bahaya
116 Galaksi Cakrasurya
117 Welcome Baby And Daddy
118 BonChap 1: Pesta Perkasa Group
119 BonChap 2: Aku Mencintaimu
120 BonChap 3: Babak Baru Percintaan
121 BonChap 4: Kebutuhanku Terpenuhi
122 Promo Novel Tangisan Lavanya
123 Novel Baru: Istrimu, Hasratku
124 Novel Baru: Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Incaran Dalam Genggaman
2
Kehormatan Terenggut
3
Pria Tak Punya Hati
4
Apa Kamu Pemakai?
5
Mendatangi Tawanan Di Markas
6
Dikawal Majikan
7
Naluri Seorang Ayah
8
Pil KB
9
Anggap Saya, Temanmu
10
Dia Kesambet Apa?
11
Do'a Bulan Untuk Guntur
12
Aku Minta Imbalan
13
Hanya Sedikit Depresi
14
Misi Penculikan
15
Klub Malam
16
Ke Markas Ditengah Hutan
17
Ingin Bermain Denganmu
18
Berjumpa Dengan Stev
19
Tidak Dengan Lelaki, Bulan!
20
Jangan Menangis
21
Kau Adalah Milikku
22
Menikahlah ...
23
Terungkap Segalanya
24
Mencelakakan Diri
25
Mencemaskan Putri Sulung
26
Seperti Putri Salju
27
Aku Bukan Psikopat!
28
Mencari Bulan Yang Hilang
29
Menikahlah Denganku!
30
Ada Diatas Kuasaku
31
Percintaan Diatas Hujan Deras
32
Ancaman Lewat Rekaman
33
Jiwa Kita Tertukar
34
Tidak Ingin Perpisahan
35
SAH!
36
Wanita Tidak Normal
37
Rooftop Hotel
38
Dinner Romantic
39
Wujud Pembalut Seperti Apa?
40
Ingin Menikmati
41
Bunuh Saja Aku
42
Setan Akan Minggat
43
Menggoda
44
First Night Halal
45
Rendang Menggiurkan
46
Tidak Tahu Tempat!
47
Berenang
48
Calon Mama Baru
49
Ingin Menyelidikinya
50
Pengintaian Pertama
51
Jangan Sampai Tertarik
52
Menjadi Mainan Mereka
53
Salam Perpisahan
54
Kegelisahan Dan Ketakutan
55
Cerita Bulan
56
Ada Maunya Dibalik Kebaikan
57
Kabar Buruk
58
Restu
59
Berdebat
60
Pernikahan Kedua
61
Kemurkaan Bintang
62
Otakmu!!
63
Aku Jadi Ingin
64
Bertemu Sugar Daddy
65
Demam
66
Kabar Nona Muda
67
Tamu Tak Diduga
68
Kau, Aku Hukum
69
Permintaan Yang Aneh
70
Kantor Polisi
71
Mengandung
72
Sebenarnya ...
73
Obrolan Haru
74
Tidur Di Penjara
75
Berpisah
76
Membela Suaminya
77
Luka Yang Tersimpan
78
Serangan Jantung
79
Mengambil Alih Perusahaan
80
Memimpin Rapat
81
Bisa Maafkan Mami?
82
Kasur Empuk Daripada Lantai Sel
83
Jenguk Dedek
84
Tugas Negara Berhasil
85
Hamil 2 Bulan
86
Keceplosan
87
Terpojokkan
88
Muntah
89
Penyakitnya Telah Berpindah
90
Muntah (2)
91
Surat Pengadilan
92
Om Pecat Aku?
93
Sidang Pidana
94
Debat
95
Perpisahan
96
Gardener Penebar Benih
97
Demi Keripik Pisang
98
Cemburu
99
Jealous Karena??
100
Rencana Jitu, Menyogok!
101
Pulang
102
Pagi Yang Murung
103
Sekalian 50 Juta
104
Kepercayaan
105
Check Up
106
Rencana Pulang Lagi
107
Nakal
108
Adik-Adiknya
109
Frontal, Non Filter
110
Masuk RS
111
Mentari Kemana?
112
Jamuan Makan Malam
113
Seperempat Abad
114
Suamiku Brondong 2 Hari
115
Dalam Bahaya
116
Galaksi Cakrasurya
117
Welcome Baby And Daddy
118
BonChap 1: Pesta Perkasa Group
119
BonChap 2: Aku Mencintaimu
120
BonChap 3: Babak Baru Percintaan
121
BonChap 4: Kebutuhanku Terpenuhi
122
Promo Novel Tangisan Lavanya
123
Novel Baru: Istrimu, Hasratku
124
Novel Baru: Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!