Dikawal Majikan

🌺🌺🌺

"Tuan, bahan-bahan masakan sudah banyak yang habis,"

"Lalu?"

"Bolehkah saya minta uang belanja?" tanya Bulan, yang sedang menghidangkan makan siang untuk Tuannya

"Nanti saya antar kamu ke Supermarket. apa kamar saya sudah dibereskan?"

"Sudah, Tuan."

"Bagus! sekarang suapi saya makan." titahnya

"Apa?"

"Kau budeg! apa perlu ku congkel telingamu pakai garpu ini, hah????" ancamnya, menjulurkan garpu kehadapan gadis ini

"Maaf, Tuan. akan saya laksanakan." Bulan mengangguk menurutinya, menjatuhkan bokongnya di kursi sebelah pria ini

Guntur menikmati suapan yang diberikan gadis disampingnya, sembari memandang wajah lugu yang selalu ia gertak ini. Sebenarnya ia sangat cantik, hanya saja sedikit bekas luka itu mengganggu pemandangannya.

"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Guntur

"Ini? luka saat saya dan Papi kecelakaan."

"Kapan?"

"Dua tahun yang lalu, Tuan. dan Papi saya tidak terselamatkan." Bulan meratapi kepergian sang Ayah, air mata pun dengan mudahnya selalu lolos dari pelupuk mata itu. Sungguh malang sekali, membuat hati Guntur merasa iba melihatnya. Namun, kembali ia tepis. Gadis disampingnya ini adalah tawanan yang ia benci bila memandang wajah itu

"Suap lagi!" titahnya, membuang tatapannya ke arah lain untuk tidak melihat perempuan ini. Bulan mengangguk, langsung ia seka air mata ini

**

Kini Guntur dan Bulan bertandang ke Supermarket terdekat, membeli kebutuhan masakan dan lainnya. Bulan menatap keluar, ingin sekali rasanya ia menghirup udara segar dan pergi sejauh-jauhnya dari genggaman pria ini. namun itu hanyalah angan-angannya saja, mana mungkin ia dibebaskan agak sehari saja. sedangkan untuk belanja, dirinya dikawal oleh pria disampingnya ini.

"Apa yang kau pikirkan? jangan sampai ada niat untuk kabur dariku!" Pria ini seolah bisa membaca pikiran seseorang, apa yang dipikirkan Bulan dapat diresapi olehnya

"Ah, tidak, hanya saja saya rindu bermain diluar. Apakah boleh agak satu jam saya bermain di Taman? saya janji tidak melanggar apapun di surat itu." seloroh Bulan, ia berusaha tidak takut untuk mengungkapkan apa yang tersimpan dihatinya

Malang sekali perempuan ini, ia menjadi tawananku hanya karena sebuah pembalasan dendam, Batin Guntur

"Tidak masalah kalau tidak boleh, Tuan. saya hidup damai di rumah anda, itu sudah sangat bersyukur." Bulan tersenyum getir padanya, sedangkan Guntur hanya diam saja

Tak berapa lama, kendaraan itu tiba di pelataran Supermarket. Guntur menyodorkan blackcard miliknya pada Bulan. sedangkan dirinya menunggu didalam mobil, merasa enggan untuk keluar dari kendaraan tersebut. selepas kepergiannya, Guntur mulai bereaksi. Ia memukul-mukul setir mobil dengan begitu kuat. Amarah diwajahnya menggebu-gebu, tampak urat diwajah sebagai bentuk kemurkaan.

Entah apa yang terjadi lagi, pria ini memang suka mengamuk tanpa sebab.

"Aaaaarrgggh!!" Ia mengerang, bergegas merogoh sesuatu didalam dashboard, dan juga sebotol air minum.

"Hanya obat ini yang bisa menenangkanku." desisnya, langsung menenggak beberapa butir obat dan air mineral secara bersamaan

Disisi lain, Bulan mengambil satu persatu bahan masakan dan kebutuhan rumah lainnya, sembari menatap secarik kertas yang berisi daftar belanjaan. jadi, tiba disini dirinya tidak perlu memikirkan apa saja kebutuhan yang kurang.

Setengah jam kemudian, troli yang mengangkut barang belanjaannya sudah terpenuhi, wanita itu bergegas ke Kasir untuk membayar. Bulan tiba-tiba dikejutkan oleh sentuhan di pundaknya, ia terlonjak kaget dan menoleh ke samping untuk melihat siapa yang tengah menegurnya.

"Nona Bulan."

Bola mata gadis itu membulat tatkala melihat sesosok pria yang ia kenal datang menyapa.

"Stev!" sontak gadis tersebut menghambur kepelukan pria ini, seorang Assisten Maminya

"Nona ngapain?" tanya pria tersebut, tatapannya mengarah pada troli dan pakaian biasa yang dikenakan putri dari pengusaha kaya di Ibukota

"Belanja. kamu sendiri?"

"Beli minuman, bagaimana kabar Nona?"

"Alhamdulillah, baik, Stev." jawabnya, Bulan menyodorkan kartu yang ia pegang kepada Mbak kasir setelah belanjaannya selesai dihitung oleh petugas tersebut

"Bisa kita bicara sebentar, Nona? ini perihal perusahaan."

"Hmmm ...." Bulan tampak bingung, apalagi ada Guntur yang tengah menantinya diluar sana. Ia takut akan kemurkaan pria itu jika saja ia tinggal terlalu lama, ditambah lagi melihat keberadaannya bersama kepercayaan Almarhum Papinya ini

"Mbak, pinjam pulpen dan kertasnya dong." pinta Bulan, pelayan kasir memberikannya apa yang dipinta gadis ini. dengan sigap wanita tersebut membubuhkan beberapa angka diatas secarik kertas itu

"Ini nomor ponsel ku. Maaf kalau kita belum bisa bertemu, Stev." Bulan menatapnya sayu, setelah urusannya selesai, gadis itu melenggang pergi meninggalkan pria ini

Jujur, sesungguhnya Bulan ingin meluangkan waktunya untuk pria kepercayaan Papi, hanya saja waktu yang tidak tepat dan tidak bersahabat. Dirinya akan membuat dua kekacauan, yaitu memancing amukan dari majikannya, dan juga amukan Mami tatkala sang Assisten terlambat kembali ke Kantor. entah bagaimana keadaan Perusahaan sekarang, padahal dirinyalah yang diwasiatkan Papi untuk mengelola perusahaan itu sebelum sang adik telah cukup usia.

Namun, kerasnya Mami dan sang Kakak membuatnya tidak berkutik. Dirinya terlalu lemah dihadapan mereka, sifat lembut dan lugu memang sudah menjalar di raganya hingga tidak berani untuk melawan. Bulan tahu, Mami membencinya karna sudah membuat wanita itu mengalami koma saat melahirkannya. ditambah lagi kini, wajahnya cacat hingga membuat wanita tersebut merasa malu.

Ingin sekali dirinya mengadu kepada Bintang, adik lelakinya, namun pria itu sedang fokus untuk mendalami ilmu di Universitas terbaik di Amerika. dan Bulan tidak ingin mengganggu pikiran adiknya.

"Kenapa lama sekali! dan--siapa lelaki tadi!"

🌺🌺🌺

Jangan lupa rutinitas wajibnya, guys ... like, hadiah, koment, vote 😉

Terpopuler

Comments

Fenty Dhani

Fenty Dhani

mami kandung tapi bagaikan mami tiri🥺kasian bulan😔🥺

2023-03-09

1

Mr.VANO

Mr.VANO

dendam dg keluarga bulan??

2022-05-27

0

Mara

Mara

Lanjut baca 😉

2022-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Incaran Dalam Genggaman
2 Kehormatan Terenggut
3 Pria Tak Punya Hati
4 Apa Kamu Pemakai?
5 Mendatangi Tawanan Di Markas
6 Dikawal Majikan
7 Naluri Seorang Ayah
8 Pil KB
9 Anggap Saya, Temanmu
10 Dia Kesambet Apa?
11 Do'a Bulan Untuk Guntur
12 Aku Minta Imbalan
13 Hanya Sedikit Depresi
14 Misi Penculikan
15 Klub Malam
16 Ke Markas Ditengah Hutan
17 Ingin Bermain Denganmu
18 Berjumpa Dengan Stev
19 Tidak Dengan Lelaki, Bulan!
20 Jangan Menangis
21 Kau Adalah Milikku
22 Menikahlah ...
23 Terungkap Segalanya
24 Mencelakakan Diri
25 Mencemaskan Putri Sulung
26 Seperti Putri Salju
27 Aku Bukan Psikopat!
28 Mencari Bulan Yang Hilang
29 Menikahlah Denganku!
30 Ada Diatas Kuasaku
31 Percintaan Diatas Hujan Deras
32 Ancaman Lewat Rekaman
33 Jiwa Kita Tertukar
34 Tidak Ingin Perpisahan
35 SAH!
36 Wanita Tidak Normal
37 Rooftop Hotel
38 Dinner Romantic
39 Wujud Pembalut Seperti Apa?
40 Ingin Menikmati
41 Bunuh Saja Aku
42 Setan Akan Minggat
43 Menggoda
44 First Night Halal
45 Rendang Menggiurkan
46 Tidak Tahu Tempat!
47 Berenang
48 Calon Mama Baru
49 Ingin Menyelidikinya
50 Pengintaian Pertama
51 Jangan Sampai Tertarik
52 Menjadi Mainan Mereka
53 Salam Perpisahan
54 Kegelisahan Dan Ketakutan
55 Cerita Bulan
56 Ada Maunya Dibalik Kebaikan
57 Kabar Buruk
58 Restu
59 Berdebat
60 Pernikahan Kedua
61 Kemurkaan Bintang
62 Otakmu!!
63 Aku Jadi Ingin
64 Bertemu Sugar Daddy
65 Demam
66 Kabar Nona Muda
67 Tamu Tak Diduga
68 Kau, Aku Hukum
69 Permintaan Yang Aneh
70 Kantor Polisi
71 Mengandung
72 Sebenarnya ...
73 Obrolan Haru
74 Tidur Di Penjara
75 Berpisah
76 Membela Suaminya
77 Luka Yang Tersimpan
78 Serangan Jantung
79 Mengambil Alih Perusahaan
80 Memimpin Rapat
81 Bisa Maafkan Mami?
82 Kasur Empuk Daripada Lantai Sel
83 Jenguk Dedek
84 Tugas Negara Berhasil
85 Hamil 2 Bulan
86 Keceplosan
87 Terpojokkan
88 Muntah
89 Penyakitnya Telah Berpindah
90 Muntah (2)
91 Surat Pengadilan
92 Om Pecat Aku?
93 Sidang Pidana
94 Debat
95 Perpisahan
96 Gardener Penebar Benih
97 Demi Keripik Pisang
98 Cemburu
99 Jealous Karena??
100 Rencana Jitu, Menyogok!
101 Pulang
102 Pagi Yang Murung
103 Sekalian 50 Juta
104 Kepercayaan
105 Check Up
106 Rencana Pulang Lagi
107 Nakal
108 Adik-Adiknya
109 Frontal, Non Filter
110 Masuk RS
111 Mentari Kemana?
112 Jamuan Makan Malam
113 Seperempat Abad
114 Suamiku Brondong 2 Hari
115 Dalam Bahaya
116 Galaksi Cakrasurya
117 Welcome Baby And Daddy
118 BonChap 1: Pesta Perkasa Group
119 BonChap 2: Aku Mencintaimu
120 BonChap 3: Babak Baru Percintaan
121 BonChap 4: Kebutuhanku Terpenuhi
122 Promo Novel Tangisan Lavanya
123 Novel Baru: Istrimu, Hasratku
124 Novel Baru: Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Incaran Dalam Genggaman
2
Kehormatan Terenggut
3
Pria Tak Punya Hati
4
Apa Kamu Pemakai?
5
Mendatangi Tawanan Di Markas
6
Dikawal Majikan
7
Naluri Seorang Ayah
8
Pil KB
9
Anggap Saya, Temanmu
10
Dia Kesambet Apa?
11
Do'a Bulan Untuk Guntur
12
Aku Minta Imbalan
13
Hanya Sedikit Depresi
14
Misi Penculikan
15
Klub Malam
16
Ke Markas Ditengah Hutan
17
Ingin Bermain Denganmu
18
Berjumpa Dengan Stev
19
Tidak Dengan Lelaki, Bulan!
20
Jangan Menangis
21
Kau Adalah Milikku
22
Menikahlah ...
23
Terungkap Segalanya
24
Mencelakakan Diri
25
Mencemaskan Putri Sulung
26
Seperti Putri Salju
27
Aku Bukan Psikopat!
28
Mencari Bulan Yang Hilang
29
Menikahlah Denganku!
30
Ada Diatas Kuasaku
31
Percintaan Diatas Hujan Deras
32
Ancaman Lewat Rekaman
33
Jiwa Kita Tertukar
34
Tidak Ingin Perpisahan
35
SAH!
36
Wanita Tidak Normal
37
Rooftop Hotel
38
Dinner Romantic
39
Wujud Pembalut Seperti Apa?
40
Ingin Menikmati
41
Bunuh Saja Aku
42
Setan Akan Minggat
43
Menggoda
44
First Night Halal
45
Rendang Menggiurkan
46
Tidak Tahu Tempat!
47
Berenang
48
Calon Mama Baru
49
Ingin Menyelidikinya
50
Pengintaian Pertama
51
Jangan Sampai Tertarik
52
Menjadi Mainan Mereka
53
Salam Perpisahan
54
Kegelisahan Dan Ketakutan
55
Cerita Bulan
56
Ada Maunya Dibalik Kebaikan
57
Kabar Buruk
58
Restu
59
Berdebat
60
Pernikahan Kedua
61
Kemurkaan Bintang
62
Otakmu!!
63
Aku Jadi Ingin
64
Bertemu Sugar Daddy
65
Demam
66
Kabar Nona Muda
67
Tamu Tak Diduga
68
Kau, Aku Hukum
69
Permintaan Yang Aneh
70
Kantor Polisi
71
Mengandung
72
Sebenarnya ...
73
Obrolan Haru
74
Tidur Di Penjara
75
Berpisah
76
Membela Suaminya
77
Luka Yang Tersimpan
78
Serangan Jantung
79
Mengambil Alih Perusahaan
80
Memimpin Rapat
81
Bisa Maafkan Mami?
82
Kasur Empuk Daripada Lantai Sel
83
Jenguk Dedek
84
Tugas Negara Berhasil
85
Hamil 2 Bulan
86
Keceplosan
87
Terpojokkan
88
Muntah
89
Penyakitnya Telah Berpindah
90
Muntah (2)
91
Surat Pengadilan
92
Om Pecat Aku?
93
Sidang Pidana
94
Debat
95
Perpisahan
96
Gardener Penebar Benih
97
Demi Keripik Pisang
98
Cemburu
99
Jealous Karena??
100
Rencana Jitu, Menyogok!
101
Pulang
102
Pagi Yang Murung
103
Sekalian 50 Juta
104
Kepercayaan
105
Check Up
106
Rencana Pulang Lagi
107
Nakal
108
Adik-Adiknya
109
Frontal, Non Filter
110
Masuk RS
111
Mentari Kemana?
112
Jamuan Makan Malam
113
Seperempat Abad
114
Suamiku Brondong 2 Hari
115
Dalam Bahaya
116
Galaksi Cakrasurya
117
Welcome Baby And Daddy
118
BonChap 1: Pesta Perkasa Group
119
BonChap 2: Aku Mencintaimu
120
BonChap 3: Babak Baru Percintaan
121
BonChap 4: Kebutuhanku Terpenuhi
122
Promo Novel Tangisan Lavanya
123
Novel Baru: Istrimu, Hasratku
124
Novel Baru: Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!