🌺🌺🌺
Bulan menggodanya, memamerkan deretan gigi putih yang bersih dihadapan lelaki ini. berharap ada respon baik darinya, pria itu malah membuang muka dengan wajah datar tanpa ada ekspresi sedikit pun. entah kesal atau senang, pria itu hanya bersikap biasa-biasa saja. Bulan memutar bola matanya, makhluk kaku ini sudah seperti mumi saja yang sedang menanti menjadi iblis menyeramkan.
Bulan mengurungkan niatnya ingin meminta izin, dirinya begitu bimbang dengan keputusan ini. ia terjebak dalam sangkar iblis, yang membuatnya sulit untuk keluar.
Disisi lain, Mami Vega baru saja tiba di kediamannya setelah berkencan cinta satu malam bersama Klien tampan yang seusia dengannya. Mami begitu puas merasakan hangatnya rahim yang telah disirami oleh anak-anak kecebong.
"Sayang, mau pergi lagi? ini weekend lho." Mami Vega berpapasan dengan putri sulungnya yang sudah rapi dengan pakaian seksi membalut tubuh rampingnya
"Jadi Model itu tidak ada weekend, Mami. aku harus kembali photoshoot, mungkin sore pulang." ucap Mentari, mengecup kedua pipi sang Ibu
"Ya ya ya, baiklah." Mami memutar bola matanya, menatap kepergian sang putri yang dikawal oleh seorang pengawalnya. anak gadisnya itu sangat cantik sekali, seketika Mami teringat akan anak gadis yang lainnya.
"Hhh .... kemana anak itu kaburnya? ke rumah Siska, tidak ada. teman yang lain, dia lebih akrab sama Siska, anak tukang angkot itu." gerutunya, bergumam.
Siska adalah sahabat Bulan sejak sekolah menengah pertama, anak dari kalangan menengah cenderung ke bawah. karna Siska pula, Bulan sampai rela melanjutkan sekolah menengah atas di sekolah yang biasa-biasa saja, bukan sekolah internasional seperti saudaranya yang lain.
Kini, sahabatnya itu telah bersuami, tidak mungkin Bulan memilih tinggal diantara suami istri baru itu. dirinya merasa tidak enak, dan ia memilih berdiam diri di Taman hingga nasib sial menimpanya karena bertemu dengan Guntur, sang pria kejam bagaikan psikopat
"Jangan sampai dia pergi ke Amerika, Bintang tidak boleh tahu kalau kakaknya tersiksa disini." gumamnya, Mami Vega bergegas ke kamar untuk membersihkan diri
Mami Vega memang sangat angkuh, entah wanita dari mana yang dipungut oleh Papi Cakra hingga menjadikannya seorang istri. Mami Vega dan Papi Cakra adalah teman satu kampus dengan fakultas yang sama, yaitu ilmu bisnis. kecantikannya yang mampu memikat, berusaha menggoda suaminya yang terkenal hits di Kampus. cinta pada pandangan pertama pun menerpa, keduanya saling dekat dan berakhir dengan pernikahan.
Hari semakin terik saja, tanpa terasa sudah cukup lama keduanya berdiam diri di tepi danau dengan sedikit obrolan antar mereka.
"Ayo kita pergi." ajak Guntur
"Kemana?" tanya Bulan
"Ke Neraka!" seketika Bulan menelan salivanya dengan susah payah. "Makan siang." ralat Guntur
"Hmmm ...." Bulan mengelus tengkuk lehernya sembari berdiri dan mengikuti langkah kaki pria itu yang mendahuluinya
***
Cukup lama berada diluar, menikmati udara dari semilir angin yang menyentuh kulitnya. sudah sangat bersyukur bisa menatap dunia walau hanya beberapa jam saja. lelaki ini tidaklah terlalu kejam, dia akan menunjukkan sisi kejam jika hidupnya merasa diusik dan menghajarnya tanpa ampun. dan amarah itu--kerap kali dia lampiaskan pada barang-barang tidak bersalah. jadi perihal dirinya? apakah ada kesalahannya dengan pria ini? sampai dia acap kali menidurinya
"Aku mau minta imbalan." Guntur berkata, bokongnya telah ia benamkan diatas sofa
"Hah??" Bulan terkesiap mendengarnya
"Kemarilah!" Guntur menepuk-nepuk pahanya, menyuruh Bulan untuk duduk di pangkuan
Bulan pun menuruti walau sedikit ragu. bila telah menginjak tempat ini seakan ada angin lewat yang seketika menyihirnya.
"Duduk mengangkang, Sayang." Guntur tersenyum miring melihat wajah polos itu
"Jangan bilang--
"Ayolah, ini imbalannya setelah aku membebaskan kamu. lagi pula kita sudah sering melakukan sesuatu yang enak, bukannya kau menikmati percintaan kita, hm?" Tangan Guntur mulai bermain, meraba paha mulus tawanannya
Ah, ya ampun, alu belum minum pil itu. batin Bulan
Gadis tersebut telah mengubah posisinya, melebarkan kedua kaki dan tubuhnya menghadap sang majikan. Guntur mendesah, ia akan senang kali ini menikmati tubuh suci perempuan dihadapannya. ia tarik pinggul Bulan, semakin mendekat padanya. bibir manis itu seketika ia bungkam dengan bibirnya yang mendamba. Bulan terpelongo, lidah lelaki ini mulai memaksanya untuk membuka mulut, memberi celah untuk menyelusuri rongga mulutnya. Bulan yang sudah mulai terbiasa dengan percintaan yang berakhir menyenangkan, tidak bisa menolak perlakuan ini. ia membalas ciuman itu, hasrat keduanya mulai menggebu-gebu untuk dilampiaskan sesegera mungkin.
Sepasang insan yang sedang menikmati gelenyar indah antara peraduan lidah didalam sana, terdengar ******* kecil dari mulut keduanya. Guntur tidak akan melepaskan bibir ini, keduanya telah melayang setelah rasa ini berhasil menghipnotisnya. tangan nakal itu kembali berulah, mengangkat rok Bulan untuk mencapai pakaian dalam wanita itu. dengan ligatnya ia berhasil melepaskan celana segitiga tersebut. setelahnya tangan itu beralih membuka resleting celananya, hingga anaconda raksasa sudah terbangun dari tidur panjang.
"Aku ingin kau bermain diatas, Sayang."
🌺🌺🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Desyi Alawiyah
anak kecebong...🤭
2024-06-26
0
Vera Wilda
ada ya seorang ibu seperti maminya Bulan hanya karena jelek dia membenci anaknya ? 🤔
2023-07-28
1
Fenty Dhani
apa hubungannya sama bulan??
2023-03-09
0