Bab 20

Tony masih terdiam dengan seribu penyesalan dibenaknya. Sari yang tak sengaja mendengar percakapan ibu-ibu komplek tentang Zakia juga tak kalah kagetnya. Hanya saja Sari tahunya Zakia adalah asisten rumah tangga suaminya. Sari berpikir betapa beruntungnya Zakia. Andai Sari tahu yang sebenarnya, akankah dia menikah dengan Tony saat itu atau dia memilih mundur.

Zakia masih asik bercengkrama dengan ibu-ibu komplek yang sepertinya enggan berpisah dengannya. Disaat permasalahan rumah tangganya begitu pelik, ditambah dengan perlakuan ibu mertua dan adik iparnya yang menguras emosi batinnya. Zakia bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus. Bukan tanpa sebab mereka menyayangi Zakia. Zakia yang tanpa pamrih sering menolong mereka jika kesusahan membuat siapapun akan menyayangi nya karena ketulusannya.

"Bu Nita jadi buat acara lagi di komplek? " Tanya Bu RT di sela-sela perbincangan mereka.

"InsyaAllah jadi, Bu RT. Tapi acaranya kita buat sederhana saja, hanya untuk warga komplek" Jawab Nita.

"Baik Bu Nita, nanti kami bantu persiapannya"

"Makasih loh ya sudah mau bantu saya. Bu Sarah jangan lupa juga buat datang. Meskipun sudah tak tinggal di area komplek lagi, tapi dulunya kita kan tetangga" Balas Nita.

"Saya usahakan hadir jika sedang tidak sibuk" Jawab Sarah dengan sedikit nada angkuh.

"Sibuk ya Bu Sarah, kan udah jadi sosialita" Ucapan Bu Heny lebih seperti mengejek.

"Iya dong, acara saya banyak. Belum lagi kumpul dan arisan bersama teman-teman sosialita saya" Jawabnya dengan nada sombong.

Nita menggeleng pelan melihat tingkah mantan mertua anaknya ini. Ada-ada saja menurutnya. Sosialita tanggung modelan Sarah membuat jiwa sosialita Nita meronta. Ingin sekali Nita memberi penjelasan apa arti dari sosialita untuk Sarah. Namun dengan lembut Zakia menyentuh tangannya dan tersenyum padanya. Nita tahu, Zakia tak ingin dirinya terlibat lebih jauh dengan Sarah.

Zakia hanya menjadi pendengar setia dalam perbincangan ibu-ibu komplek itu. Tangannya masih setia menggenggam tangan Nita dengan lembut. Hingga panggilan asisten rumah tangga Nita menghentikan perbincangan ibu-ibu komplek karena penasaran.

"Non Kia"

"Iya Bi? "

"Itu non, di depan ada kurir katanya mau ngantar paketnya Non Kia"

"Iya, makasih Bi" Asisten rumah tangga Nita sudah tak kaget lagi saat seorang Zakia mengatakan kata terimakasih dan tolong pada seseorang.

"Bunda Zakia ke depan dulu ya" Pamitnya pada Nita.

"Emangnya anak Bunda ini beli apa? Kenapa gak bilang kalau mau beli-beli? " Tanya Nita heran. Pasalnya Zakia tak pernah meminta uang untuk membeli sesuatu. Zakia hanya menerima apa saja yang diberikan oleh Nita dan Arya tanpa meminta.

"Mungkin kiriman dari teman Zakia, Bunda" Jawabnya lembut. Ibu-ibu komplek terpengarah melihat kelembutan Zakia. Memang tak diragukan sejak dulu ketika berbicara dengan yang lebih tua darinya, Zakia selalu berkata penuh kelembutan.

"Teman yang mana? " Tanya Nita penuh selidik. Zakia hanya tersenyum menanggapi tatapan selidik ibu angkatnya itu.

"Kebetulan teman Zakia kemarin pulang, Zakia titip laptop Zakia yang ketinggalan di luar negeri" Jelasnya.

"Oh, kenapa gak beli aja sih nak. Itu bisa kamu pakai kalau kamu ke luar negeri lagi"

"Mubazir Bunda. Laptop itu masih bagus, dan juga banyak data penting Zakia di laptop itu"

"Baiklah Bunda mengerti. Sana ke depan, ambil paket mu dan letakkan di kamar mu. Setelah itu berkumpul kembali dengan kami di sini"

"Siap Bunda ku" Zakia beranjak dari duduknya. "Mari ibu-ibu" Pamitnya, lalu melangkahkan kakinya ke arah luar.

Sedangkan di sisi lain, tampak seorang wanita kelihatan panik mencari sesuatu. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Namun wajahnya berubah sendu saat apa yang di cari nya tak kunjung tampak di penglihatannya.

"Ada apa, Sari? " Tanya Tony yang melihat raut khawatir di wajah istrinya, ditambah dengan mata yang berkaca-kaca.

"Riny Mas, Riny... " Jawabnya sambil menahan tangisnya. Sari tak ingin menjadi pusat perhatian.

"Rini kenapa? Mana Riny? " Tanya Tony dengan nada yang sedikit panik.

"Riny hilang" Tony melebarkan matanya saat mendengar penuturan Sari tentang anaknya, Riny.

"Ya ampun Sari, kenapa bisa? " Tony memijit pelipisnya pelan. "Ini rumah sangat besar, bagaimana jika Riny masuk ke kamar atau ene buat sesuatu yang tak kita inginkan? "

Tangis Sari pecah. Namun sekuat tenaga dia berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya bahunya saja yang sedikit bergetar. Sari sadar, sangat sadar jika dirinya lalai menjaga putri kecilnya itu. Dimana gadis kecil itu memiliki rasa ingin tahu yang besar. Sari takut Riny dalam bahaya, ditambah rumah ini sangat besar dan luas. Kemana dirinya harus mencari putri kecilnya itu.

Setelah selesai mengambil paket yang di maksud. Zakia hendak kembali ke dalam untuk menyimpan paketnya. Namun, siapa sangka jika karena kesenangannya dia tak terlalu memperhatikan jalan hingga menabrak sesuatu. Zakia tak bergerak saat tabrakan terjadi. Hingga mata teduhnya mencari sesuatu yang menabrak dirinya. Matanya melebar saat melebar saat mendapati gadis cilik terduduk dengan raut wajahnya yang siap menangis. Zakia yang kaget langsung berjongkok dan meletakkan paketnya dengan sembarangan.

"Astaghfirullah cantik gak papa? " Zakia duduk lesehan begitu saja sambil menggendong gadis itu dalam pangkuannya.

"Bagian mana yang sakit, beri tahu tante" Ucapnya lembut penuh kasih.

Gadis kecil yang siap menangis tadi terdiam menatap lekat wajah cantik Zakia. Gadis kecil itu seakan terpesona dengan kecantikan alami seorang Zakia. Tangan mungilnya bergerak menyentuh wajah Zakia. Zakia hanya diam dalam senyumnya saat tangan mungil itu menyentuh wajahnya.

"Ada yang sakit, nak? " Tanya Zakia lagi. Gadis itu menggeleng sambil menampilkan senyum cantiknya.

Zakia memperkirakan usia gadis kecil ini sekitar dua atau tiga tahunan. Zakia menatap lekat gadis dalam pangkuannya itu. Sekilas gadis ini mirip Tony, namun ada perpaduan wajah Sari juga.

Apa ini anak Kak Tony dengan Mbak Sari? . Batinnya bertanya.

Zakia masih asik dengan lamunannya menatap gadis cilik yang juga menatapnya dengan mata polosnya itu. Sedangkan di dalam ruangan semua orang dibuat kaget dan panik saat Tony mengatakan jika anaknya menghilang. Sebagai tuan rumah, Arya langsung menyuruh asisten dan pengawalnya untuk mencari gadis cilik tersebut.

"Kamu ngapain disini sendirian? Dimana mama dan papa kamu? " Tanya Zakia seraya mengelus pelan rambut panjang gadis itu.

Gadis itu menunjuk ke arah dalam rumah, tempat keributan terjadi. Zakia tersenyum menanggapi anak itu. Lalu dirinya berdiri sambil membawa gadis cilik itu dalam gendongannya. Tak lupa juga Zakia mengambil paket yang tadi ia letakkan secara sembarangan.

Zakia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Namun Zakia tak melewati tempat acara. Dirinya memilih menggunakan lift ke dalam kamarnya. Itu lebih cepat pikirnya. Tanpa disadarinya jika gadis kecil dalam gendongannya terlelap begitu cepat dalam dekapan hangatnya.

Setelah sampai di kamarnya Zakia mengernyit bingung saat tak mendapati gerakan berarti.

"Eh, kau tertidur, nak" Zakia mengulas senyum di wajahnya. Sekelebat pikiran menyapanya. Andai dulu dirinya tak bercerai, akankah dia sudah menggendong buah cintanya.

"Tante ingin kamu ada di disini lebih lama lagi sebenarnya, gemas sekali melihat cara tidur mu. Tapi pasti orang tua mu sudah panik mencari mu, nak" Zakia kemudian melangkahkan kakinya ke luar dari kamarnya menuju tempat acara.

Benar saja dugaannya jika di tempat acara sudah kalang kabut. Tampak di sama Sari menangis dalam pelukan Tony. Arya masih memerintah anak buahnya untuk mencari ke setiap sudut rumahnya. Zakia memperhatikan semuanya dari atas.

Kini dirinya melangkahkan kakinya dengan pelan, selain takut tergelincir karena menggunakan heels, ditambah saat ini dia sedang menggendong gadis kecil berisi yang tertidur lelap itu.

Mendengar suara heels yang beradu membuat semua menoleh ke arah Zakia. Zakia masih menunduk memperhatikan setiap anak tangga yang akan dilewatinya. Hingga sampai di anak tangga terakhir barulah Zakia mengangkat pandangannya. Zakia langsung beradu pandang dengan ayah dari gadis kecil dalam dekapannya itu.

"Jadi ini anak Kak Tony? " Ucapnya ramah dengan senyum manis di bibirnya.

Deg...

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

kok sy berhrp itu bukan anak Tony ya,biar pnysln Tony bertmbh gtu🤭

2022-06-17

1

Endang Oke

Endang Oke

dibuat mati kek anak harammm tony.
rini itu masuk nasab ibunya, zakia itu tahu agamanya tanggung suruh nikahin sari yg sdh hamil begitu percuma tetap tdk sah dan anaknya anak harammm dunia dan akherat.
anal itu tdk dosa cuma statusnya tfk bisa dibilang anak halsl.
waktu rini dibuat bpknya flm keadaan haram begiru juga ibunya dlm keadaan haram = hasilnya apa?????? haram apa halal.
tony tdk bisa jd wali nikahnya rini.
itu cara Allah membuka aib org tuanya. tidak bisa bpknya jd wali, klu dia nekad jd wali nikahnya rini, artinya pernikahan anaknya tdk sah aliaa haram/ zina.

2022-04-09

1

Nova Lasari

Nova Lasari

ada apa ych dengan tony nanti setelah bertemua zakia

2022-04-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bah 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bah 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!