Tony masih terdiam dengan seribu penyesalan dibenaknya. Sari yang tak sengaja mendengar percakapan ibu-ibu komplek tentang Zakia juga tak kalah kagetnya. Hanya saja Sari tahunya Zakia adalah asisten rumah tangga suaminya. Sari berpikir betapa beruntungnya Zakia. Andai Sari tahu yang sebenarnya, akankah dia menikah dengan Tony saat itu atau dia memilih mundur.
Zakia masih asik bercengkrama dengan ibu-ibu komplek yang sepertinya enggan berpisah dengannya. Disaat permasalahan rumah tangganya begitu pelik, ditambah dengan perlakuan ibu mertua dan adik iparnya yang menguras emosi batinnya. Zakia bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus. Bukan tanpa sebab mereka menyayangi Zakia. Zakia yang tanpa pamrih sering menolong mereka jika kesusahan membuat siapapun akan menyayangi nya karena ketulusannya.
"Bu Nita jadi buat acara lagi di komplek? " Tanya Bu RT di sela-sela perbincangan mereka.
"InsyaAllah jadi, Bu RT. Tapi acaranya kita buat sederhana saja, hanya untuk warga komplek" Jawab Nita.
"Baik Bu Nita, nanti kami bantu persiapannya"
"Makasih loh ya sudah mau bantu saya. Bu Sarah jangan lupa juga buat datang. Meskipun sudah tak tinggal di area komplek lagi, tapi dulunya kita kan tetangga" Balas Nita.
"Saya usahakan hadir jika sedang tidak sibuk" Jawab Sarah dengan sedikit nada angkuh.
"Sibuk ya Bu Sarah, kan udah jadi sosialita" Ucapan Bu Heny lebih seperti mengejek.
"Iya dong, acara saya banyak. Belum lagi kumpul dan arisan bersama teman-teman sosialita saya" Jawabnya dengan nada sombong.
Nita menggeleng pelan melihat tingkah mantan mertua anaknya ini. Ada-ada saja menurutnya. Sosialita tanggung modelan Sarah membuat jiwa sosialita Nita meronta. Ingin sekali Nita memberi penjelasan apa arti dari sosialita untuk Sarah. Namun dengan lembut Zakia menyentuh tangannya dan tersenyum padanya. Nita tahu, Zakia tak ingin dirinya terlibat lebih jauh dengan Sarah.
Zakia hanya menjadi pendengar setia dalam perbincangan ibu-ibu komplek itu. Tangannya masih setia menggenggam tangan Nita dengan lembut. Hingga panggilan asisten rumah tangga Nita menghentikan perbincangan ibu-ibu komplek karena penasaran.
"Non Kia"
"Iya Bi? "
"Itu non, di depan ada kurir katanya mau ngantar paketnya Non Kia"
"Iya, makasih Bi" Asisten rumah tangga Nita sudah tak kaget lagi saat seorang Zakia mengatakan kata terimakasih dan tolong pada seseorang.
"Bunda Zakia ke depan dulu ya" Pamitnya pada Nita.
"Emangnya anak Bunda ini beli apa? Kenapa gak bilang kalau mau beli-beli? " Tanya Nita heran. Pasalnya Zakia tak pernah meminta uang untuk membeli sesuatu. Zakia hanya menerima apa saja yang diberikan oleh Nita dan Arya tanpa meminta.
"Mungkin kiriman dari teman Zakia, Bunda" Jawabnya lembut. Ibu-ibu komplek terpengarah melihat kelembutan Zakia. Memang tak diragukan sejak dulu ketika berbicara dengan yang lebih tua darinya, Zakia selalu berkata penuh kelembutan.
"Teman yang mana? " Tanya Nita penuh selidik. Zakia hanya tersenyum menanggapi tatapan selidik ibu angkatnya itu.
"Kebetulan teman Zakia kemarin pulang, Zakia titip laptop Zakia yang ketinggalan di luar negeri" Jelasnya.
"Oh, kenapa gak beli aja sih nak. Itu bisa kamu pakai kalau kamu ke luar negeri lagi"
"Mubazir Bunda. Laptop itu masih bagus, dan juga banyak data penting Zakia di laptop itu"
"Baiklah Bunda mengerti. Sana ke depan, ambil paket mu dan letakkan di kamar mu. Setelah itu berkumpul kembali dengan kami di sini"
"Siap Bunda ku" Zakia beranjak dari duduknya. "Mari ibu-ibu" Pamitnya, lalu melangkahkan kakinya ke arah luar.
Sedangkan di sisi lain, tampak seorang wanita kelihatan panik mencari sesuatu. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Namun wajahnya berubah sendu saat apa yang di cari nya tak kunjung tampak di penglihatannya.
"Ada apa, Sari? " Tanya Tony yang melihat raut khawatir di wajah istrinya, ditambah dengan mata yang berkaca-kaca.
"Riny Mas, Riny... " Jawabnya sambil menahan tangisnya. Sari tak ingin menjadi pusat perhatian.
"Rini kenapa? Mana Riny? " Tanya Tony dengan nada yang sedikit panik.
"Riny hilang" Tony melebarkan matanya saat mendengar penuturan Sari tentang anaknya, Riny.
"Ya ampun Sari, kenapa bisa? " Tony memijit pelipisnya pelan. "Ini rumah sangat besar, bagaimana jika Riny masuk ke kamar atau ene buat sesuatu yang tak kita inginkan? "
Tangis Sari pecah. Namun sekuat tenaga dia berusaha untuk tak mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya bahunya saja yang sedikit bergetar. Sari sadar, sangat sadar jika dirinya lalai menjaga putri kecilnya itu. Dimana gadis kecil itu memiliki rasa ingin tahu yang besar. Sari takut Riny dalam bahaya, ditambah rumah ini sangat besar dan luas. Kemana dirinya harus mencari putri kecilnya itu.
Setelah selesai mengambil paket yang di maksud. Zakia hendak kembali ke dalam untuk menyimpan paketnya. Namun, siapa sangka jika karena kesenangannya dia tak terlalu memperhatikan jalan hingga menabrak sesuatu. Zakia tak bergerak saat tabrakan terjadi. Hingga mata teduhnya mencari sesuatu yang menabrak dirinya. Matanya melebar saat melebar saat mendapati gadis cilik terduduk dengan raut wajahnya yang siap menangis. Zakia yang kaget langsung berjongkok dan meletakkan paketnya dengan sembarangan.
"Astaghfirullah cantik gak papa? " Zakia duduk lesehan begitu saja sambil menggendong gadis itu dalam pangkuannya.
"Bagian mana yang sakit, beri tahu tante" Ucapnya lembut penuh kasih.
Gadis kecil yang siap menangis tadi terdiam menatap lekat wajah cantik Zakia. Gadis kecil itu seakan terpesona dengan kecantikan alami seorang Zakia. Tangan mungilnya bergerak menyentuh wajah Zakia. Zakia hanya diam dalam senyumnya saat tangan mungil itu menyentuh wajahnya.
"Ada yang sakit, nak? " Tanya Zakia lagi. Gadis itu menggeleng sambil menampilkan senyum cantiknya.
Zakia memperkirakan usia gadis kecil ini sekitar dua atau tiga tahunan. Zakia menatap lekat gadis dalam pangkuannya itu. Sekilas gadis ini mirip Tony, namun ada perpaduan wajah Sari juga.
Apa ini anak Kak Tony dengan Mbak Sari? . Batinnya bertanya.
Zakia masih asik dengan lamunannya menatap gadis cilik yang juga menatapnya dengan mata polosnya itu. Sedangkan di dalam ruangan semua orang dibuat kaget dan panik saat Tony mengatakan jika anaknya menghilang. Sebagai tuan rumah, Arya langsung menyuruh asisten dan pengawalnya untuk mencari gadis cilik tersebut.
"Kamu ngapain disini sendirian? Dimana mama dan papa kamu? " Tanya Zakia seraya mengelus pelan rambut panjang gadis itu.
Gadis itu menunjuk ke arah dalam rumah, tempat keributan terjadi. Zakia tersenyum menanggapi anak itu. Lalu dirinya berdiri sambil membawa gadis cilik itu dalam gendongannya. Tak lupa juga Zakia mengambil paket yang tadi ia letakkan secara sembarangan.
Zakia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Namun Zakia tak melewati tempat acara. Dirinya memilih menggunakan lift ke dalam kamarnya. Itu lebih cepat pikirnya. Tanpa disadarinya jika gadis kecil dalam gendongannya terlelap begitu cepat dalam dekapan hangatnya.
Setelah sampai di kamarnya Zakia mengernyit bingung saat tak mendapati gerakan berarti.
"Eh, kau tertidur, nak" Zakia mengulas senyum di wajahnya. Sekelebat pikiran menyapanya. Andai dulu dirinya tak bercerai, akankah dia sudah menggendong buah cintanya.
"Tante ingin kamu ada di disini lebih lama lagi sebenarnya, gemas sekali melihat cara tidur mu. Tapi pasti orang tua mu sudah panik mencari mu, nak" Zakia kemudian melangkahkan kakinya ke luar dari kamarnya menuju tempat acara.
Benar saja dugaannya jika di tempat acara sudah kalang kabut. Tampak di sama Sari menangis dalam pelukan Tony. Arya masih memerintah anak buahnya untuk mencari ke setiap sudut rumahnya. Zakia memperhatikan semuanya dari atas.
Kini dirinya melangkahkan kakinya dengan pelan, selain takut tergelincir karena menggunakan heels, ditambah saat ini dia sedang menggendong gadis kecil berisi yang tertidur lelap itu.
Mendengar suara heels yang beradu membuat semua menoleh ke arah Zakia. Zakia masih menunduk memperhatikan setiap anak tangga yang akan dilewatinya. Hingga sampai di anak tangga terakhir barulah Zakia mengangkat pandangannya. Zakia langsung beradu pandang dengan ayah dari gadis kecil dalam dekapannya itu.
"Jadi ini anak Kak Tony? " Ucapnya ramah dengan senyum manis di bibirnya.
Deg...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Arin
kok sy berhrp itu bukan anak Tony ya,biar pnysln Tony bertmbh gtu🤭
2022-06-17
1
Endang Oke
dibuat mati kek anak harammm tony.
rini itu masuk nasab ibunya, zakia itu tahu agamanya tanggung suruh nikahin sari yg sdh hamil begitu percuma tetap tdk sah dan anaknya anak harammm dunia dan akherat.
anal itu tdk dosa cuma statusnya tfk bisa dibilang anak halsl.
waktu rini dibuat bpknya flm keadaan haram begiru juga ibunya dlm keadaan haram = hasilnya apa?????? haram apa halal.
tony tdk bisa jd wali nikahnya rini.
itu cara Allah membuka aib org tuanya. tidak bisa bpknya jd wali, klu dia nekad jd wali nikahnya rini, artinya pernikahan anaknya tdk sah aliaa haram/ zina.
2022-04-09
1
Nova Lasari
ada apa ych dengan tony nanti setelah bertemua zakia
2022-04-06
1